NovelToon NovelToon
Akibat Perjodohan

Akibat Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:37.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mei_Mei

Afsensa Faiha Azahra, perempuan cantik dengan paras ayu, biasa dipanggil Sensa. Dia gadis sederhana yang hanya hidup sebatang kara, orang tuanya meninggal 1 tahun yg lalu karena kecelakaan.

Arsel Dirga milard, CEO muda diperusahaan Milard Company. Kekayaan Arsel tidak akan habis tujuh turunan, apalagi dengan wajahnya yang nyaris sempurna selalu membuat wanita jatuh hati pada pandangan pertama 😊😊
Arsel pria dingin, sedikit kasar mudah terbakar emosi. Apalagi setelah ditinggal kekasihnya sikap Arsel semakin dingin tak tersentuh.
Kedua orang tua Arsel menjodohkan dengan Sensa, akankah keduanya bisa bahagia atau justru saling menyakiti?

Ayo ikuti kisahnya...

selamat mmbaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 6

Sensa terbangun dari tidurnya, setelah tadi kelelahan menangis. Suara adzan Dzuhur berkumandang pertanda sudah waktunya melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.

Sensa mengambil handuk ditas, keluar kamar dan menuju kamar mandi yang ada disamping dapur. Selesai mandi, Sensa berganti pakaian dan melaksanakan sholat.

Sensa ingat, dirumah sebesar ini tidak ada asisten rumah tangga, lalu dia bergegas kedapur untuk memasak. Tidak banyak sayuran hanya ada ayam, telur wortel dan kol. Akhirnya Sensa hanya memasak nasi goreng, dan ayam goreng saja.

Setelah selesai sensa langsung menghidangkan makanan dimeja makan.

Kayaknya Mas Arsel belum bangun, apa Aku bangunin aja ya? tapi nanti kalo dia marah? ah, Aku coba bangunin aja dulu lah, ini 'kan udah lewat makan siang nanti dia kelaparan. Setelah berdebat dengan pemikirannya, mau tak mau dia naik keatas untuk membangunkan Arsel.

tok,,, tok,,,

Tidak ada jawaban, Sensa mencoba lagi

tok,,, tok,,,

'bangs*t!' Arsel mengumpat sambil berjalan membuka pintu.

"Dasar bod*oh! ngapain kamu ganggu tidur siangku, hah!" bentakan Arsel terdengar menggelegar dengan mata melotot seakan ingin keluar, membuat Sensa bergidik ngeri. benar-benar mirip malaikat pencabut nyawa.

"Maaf Mas, Aku cuma ingin kasih tau kalau makanan sudah siap." takut-takut Sensa menjawab.

Arsel mengapit kedua pipi Sensa dengan tangan kokohnya.

"Apa Mas? hei, sudah kubilang jangan panggil Aku dengan sebutan itu, panggil Aku Tuan! Aku Majikan mu dan bukan suamimu! kamu tak lebih dari seorang pembantu, bahkan lebih rendah dari itu, kamu itu cuma wanita misk*n yang bodoh.

Dan apapun alasan kamu, tetap saja Aku nggak suka kamu mengganggu waktu tidur siangku!!" Arsel melepaskan tangannya dan mendorong sensa dengan kasar, sampai sensa terjatuh dilantai, lagi sensa hanya bisa menangis.

"Pergi kamu!" Arsel mengusir Sensa, dan kakinya menendang kaki Sensa.

Sensa berdiri dan menghapus air matanya. Berjalan pelan dan kembali kedapur. Sebenernya dia lapar, tetapi dia tidak berani untuk makan lebih dulu, dia hanya meminum air putih untuk mengganjal perut.

1 jam Arsel baru turun, dia langsung berjalan kemeja makan dilihat Sensa masih membereskan dapur. Arsel mulai mengambil nasi goreng dan ayam goreng, satu suap masuk kemulut dan,,,

wuek, wuek, cuih!

"Hei wanita bod*h!" Arsel berteriak memanggil Sensa. Sensa berlari menghampiri suaminya. Hah, suami? pantaskah Sensa menyebutnya suami! Bukankah dia iblis yang menyamar menjadi sosok lelaki tampan.

"I,iya, Tuan." Sensa menjawab dengan menunduk, dia takut untuk memandang kearah Arsel.

"Kamu mau membunuh ku! Aku nggak suka makanan pedas!!" Arsel berteriak marah kepada Sensa.

prrrraaaankk,

Arsel membuang semua makanan begitu saja, pecahan piring dan nasi berserakan dimana-mana.

Sensa hanya bisa melihat makanan yang dibuatnya dengan susah payah berserakan dimana-mana.

'Kalau memang nggak suka nggak perlu membuang makanan, 'kan sayang semua jadi mubazir' batin Sensa. Padahal dia sudah menahan lapar dari tadi, disaat ada makanan malah dibuang begitu saja.

Sensa berjongkok dan membereskan piring yang pecah dan nasi yang bercecer.

"Auh,," Sensa meringis setelah tak sengaja tangannya terkena pecahan piring.

"Dasar kamu wanita bod*h! semua-semua nggak becus kamu kerjakan. Kamu mau enak, makan tidur aja, hah! Aku benar-benar muak liat air mata buaya kamu, ayo ikut!" Arsel membawa dan menyeret tubuh Sensa kekamar mandi disamping dapur.

"Maaf Tuan, Tuan!" Sensa meminta maaf, tetapi Arsel tidak perduli hatinya sekeras batu. Sensa berjalan terseok-seok dia tidak bisa menyeimbangkan langkah kakinya dengan langkah kaki Arsel. Sampai dia terjatuh. Lagi Arsel tidak perduli dia tetap menyeret wanita malang itu, tak menghiraukan keadaan Sensa sama sekali. Dihempaskan tubuh sensa dengan kasar, dia masukan kedalam kamar mandi dan mengguyur tubuh Sensa dengan air hingga seluruh pakaian yang dikenakan Sensa basah kuyup. Dan dengan teganya Arsel mengunci pintu kamar mandi.

"Maaf Tuan, tolong keluarkan saya Tuan, Tuan!" Sensa berteriak dan memukul-mukul pintu, berharap Arsel mau membukanya.

"Tuan, tolong keluarkan Saya Tuan." suara Sensa melemah, dia menyenderkan tubuhnya dibelakang pintu kamar mandi dan menangis, suaminya benar-benar kejam tanpa punya perasaan mengurungnya didalam sini.

'Ya Allah, kenapa Mas Arsel jahat sekali, apa salah hamba ya Allah, kenapa dia selalu bersikap kasar padaku, Aku mohon ya Allah lembutkanlah hatinya, buatlah dia bisa menerimaku.

Ayah, Ibu, Sensa kangen. hiks,,, hiks,,," Sensa meratapi nasib dan duduk meringkuk didalam kamar mandi.

1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam sudah, hingga hampir maghrib Arsel baru membuka pintu kamar mandi. Dilihat perempuan itu duduk dengan baju yang hampir kering, jilbab yang berantakan dan wajah pucat.

"Tuan," lirih suara Sensa memanggil dan mendongak melihat kearah Arsel. Arsel hanya acuh dan pergi begitu saja tanpa rasa bersalah setelah mengunci istrinya sendiri dikamar mandi hingga hampir pingsan karna kedinginan dan kelaparan.

Setelah Arsel membuka pintu Sensa pergi kekamarnya dan langsung mengganti pakaian. Menyelimuti dirinya dengan selimut, handuk, dan seprey pun ikut dia gulungkan ketubuh. Dikamar 2x3 meter itu hanya ada kasur kecil yang hanya muat untuk 1 orang, dan selimut tipis, dengan lemari kecil dan meja kecil saja tidak ada apapun selain itu.

Saat malam, Sensa harus kepanasan karna tak ada kipas.

Setelah cukup hangat, Sensa kedapur untuk membuat secangkir teh. Tidak ada apapun, hanya roti tawar tanpa selai. Seharian tidak memakan apapun membuat perutnya keroncongan. Sensa mengambil roti tawar tanpa selai dan memakannya, dengan secangkir teh yang dia buat. Dia teringat makanan yang dibuang Arsel tadi siang, jika Arsel tidak suka harusnya dia tak perlu membuangnya, dia akan senang hati memakannya, daripada terbuang sia-sia, Apa Arsel tidak berfikir kalau istrinya belum makan! hah, tapi apa perdulinya iblis itu.

'Alhamdulillah, setidaknya perutku sudah terisi walau hanya dengan roti dan secangkir teh' kata Sensa pada dirinya sendiri, dia masih bersyukur masih ada yang bisa dimakan.

Sensa berjalan menuju ke ruang makan. Ternyata pecahan piring dan nasinya tadi belum dibereskan. Sensa mengambil sapu dan membereskan semuanya. Dia mencari kotak obat, mencari plester untuk menutup luka ditangannya tadi siang, karna jika terkena air sabun akan terasa perih.

Setelah selesai, Sensa mengambil air wudhu, karna sudah waktunya sholat isya.

Selesai shalat Sensa membaca Al-quran hingga matanya terasa lelah dan mengantuk, Sensa menyimpan Al-Qur'an kecil yang dibawanya dari kontrakan.

Karna lelah, Sensa membaringkan tubuhnya dikasur tipis yang lebih mirip matras itu dan mulai memejamkan mata, berharap bisa bermimpi indah meski hanya sekedar mimpi.

1
Sumi Sumi
aku kembali akak mei ,,
Erni Bae
Kecewa
Wahyu Kasep
Thor pertanyaan ' ana belum antum jawab
yang gubug itu
Wahyu Kasep: soal gubug derita
emang di jaman modern ini masih ada gubuk derita
total 2 replies
Wahyu Kasep
Wati baik sama sensa 😏 biasanya akan di usahakan di kasih tempat yang layak dan pekerjaan ya' misal buruh cuci/ lainya?
ini terlalu mengada " ceritanya
Wahyu Kasep
Ansel akan ber hijrah dan mengenal Sunnah ☝️ serta akan meninggalkan semua urusan dunia winya Demi ber hijrah di jalan Allah SWT
inayah machmud
ya ampun kelakuan nya Sensa sama Arsel...🤭🤣🤣🤣
DALAM yang paling DALAM...
🤔🤔🤔🤔
Yuni Youn
Luar biasa
Sumi Sumi
kalau udah sampai sini sebentar lagi pasti mewek berjamaah
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣rese bnget bos somplak nih kasian kan babang angga ga jadi jadi belaj duren nya🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sumi Sumi
ini tuh cerita yang ga nanggung ,, dari mulai menguras air mata sampai mata ku bengkak gara gara kesadisan suami ,, ketemu kebahagiaan pasangan yang harmonis dan romantis nah sekarang kocaknya sampe bikin sakit perut kebanyakan ketawa emang nih cerita ga ada habisnya pokonya seribu bintang pollll
Sumi Sumi: iya aka mei rindu certa taka aku
total 2 replies
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kasian ayamnya kamu cabutin bulu nya taka taka
Sumi Sumi
ulah apa yang baklan d laku kan ci kembar
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣 asli ini mah keluarga unik
Sumi Sumi
untung ada saka pintar
Sumi Sumi
akhirnya sesa sadar juga
Putriani Putriani
oh di sini kok banyak banget bawangnya😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Sumi Sumi
sensa jangan lama lama bbo nya kasian saka dan s
baby twins
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!