NovelToon NovelToon
365 Day

365 Day

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Murni
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.

Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Honey kamu sudah datang kemarilah aku sudah menunggu mu."ucap Eveline yang membuat Alvino melirik kearah gadis yang tidak lain adalah klien nya itu.

"Nona Eveline disini?"ucap Alvin yang baru saja menutup panggilan nya.

"Ya tuan Alvin perkenalkan ini tunangan saya Alfaro Arkan Wijaya."ucap Eveline mengenalkan Alfaro pada Alvin.

"Tuan Alfaro senang bertemu denganmu secara langsung."ucap Alvin yang kini menyodorkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Alfaro.

"Sama-sama tuan Alvin."ucap Alfaro se ramah mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan.

"Ah nona saya undur diri karena masih ada yang harus saya urus setelah dari sini."ucap Alvin sopan.

"Ya tuan silahkan."ucap Eveline.

Hingga saat Eveline membawa Alfaro masuk kedalam restaurant hotel tersebut, Alfaro masih bersikap biasa saja.

"Alfaro sayang boleh malam hari ini kita menginap di sini berdua saja?"tanya Eveline yang membuat Alfaro menatap tak suka padanya.

"Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama sebelum hari itu tiba honey, kenapa harus menunggu sampai satu tahun lamanya hmm... kita sudah sama-sama mapan lalu nunggu apalagi?"ujar Eveline yang membuat Alfaro kembali menatap tak suka.

"Nona Eveline suka atau tidak itu adalah keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. Jika anda ingin segera menikah silahkan cari pria lain saja."ucap Alfaro.

"Honey maafkan aku aku hanya penasaran dengan kamu, kenapa tidak pernah sekalipun mau bersentuhan dengan ku."ucap Eveline yang kini lagi-lagi Alfaro menggunakan sarung tangan khusus.

Alfaro menatap lekat wajah cantik itu,"Aku tidak suka calon istri yang terlalu murahan dan banyak menuntut, aku tidak suka diatur-atur sebaiknya kau pikirkan lagi tentang niat mu yang ingin menikah dengan ku."ucap Alfaro.

Mereka tidak makan karena perdebatan itu bahkan Alfaro meminta Edo untuk membawakan oleh-oleh untuk Eveline sebelum dia pergi meninggalkan restaurant tersebut.

Alfaro pun pulang ke kediaman keluarga nya, dia menyesal tidak makan terlebih dahulu bersama istrinya sebelum dia benar-benar berangkat untuk menemui Eveline, karena jika dia makan di rumah sudah pasti dia akan diberondong pertanyaan oleh sang mommy yang kini menyambut dirinya dengan puluhan pertanyaan seputar hari dimana dirinya saat berada di luar kota saat itu.

Alfaro pun pamit untuk ke kamar nya untuk istirahat hingga malam semakin larut perutnya semakin terasa lapar dia pun kembali menggunakan pakaian lengkap dan pergi meninggalkan rumah secara diam-diam beruntung suara mesin mobil itu lebih halus dari gemuruh air kolam yang ada di lobby rumah nya hingga Alfaro bisa pergi meninggalkan rumah itu menuju rumah Embun.

Setelah tiba di rumah itu Alfaro langsung masuk dan bergegas memanggil Embun yang memang sudah terjaga karena pagar rumah otomatis itu terbuka dengan sendirinya dan Embun mendengar nya.

"Kamu pulang Al?"tanya Embun yang kini menghampiri suaminya yang mengecup bibir manis itu.

"Aku lapar tolong siapkan makanan untuk ku."ucap Alfaro.

"Baiklah."ucap Embun yang kini menggulung rambut nya asal hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dan halus meskipun terdapat bekas luka goresan yang masih membekas hingga saat ini setelah bertahun-tahun lalu.

"Luka itu diberikan oleh kakak tirinya yang pertama saat Embun menolak memberikan barang kesayangan nya yang dibelikan oleh nenek mereka saat datang berkunjung hingga pria itu nekat melukai Embun karena adik perempuan mereka meminta benda yang sedang Embun peluk dengan sayang.

Alfaro masih ingat dengan semua kejadian yang Embun alami karena saat itu dia sedang berada di rumah kediaman teman nya itu.

Alfaro sebenarnya tidak tega, tapi jika dia tidak ikut-ikutan membuat Embun sengsara dia sendiri akan terkena masalah karena dia yang akan disalahkan oleh mereka di hadapan wanita tua yang tidak pernah bisa diajak bercanda itu.

Embun sendiri kini tengah sibuk berkutat dengan peralatan memasak hingga dia selesai membuat steak berikut dengan ko dimen nya.

Alfaro melihat steak berukuran jumbo itu yang terlihat menggugah selera dan Embun pun menyakitkan itu di meja.

Semua masih terlihat mengepulkan asap karena memang Embun tepat waktu memasak semua itu.

"Sayang kamu punya bakat memasak."ucap Alfaro yang kini mulai memotong steak yang jusi itu.

"Hanya memasak semua wanita pasti bisa."ucap Embun.

"Hmm.... tapi tidak se perfect ini."ucap Alfaro yang kini mulai menyuapkan makanan ke mulutnya, lalu kemudian ia memejamkan mata merasakan kenikmatan yang tiada tara.

"Eum.... ini sangat lezat babe, rasanya sungguh beda dengan yang dijual di luaran sana."ucap Alfaro jujur.

"Tidak mungkin Al, itu hanya daging panggang biasa dengan bumbu alakadarnya."ucap Embun.

"Kemarilah sayang buka mulut mu."ucap Alfaro yang kini hendak menyuapi makanan ke mulut Embun namun dia langsung menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak makan selarut ini Al perut aku akan sakit."ucap Embun beralasan.

"Baiklah babe biar aku saja yang menikmati kenikmatan ini sendirian."ucap Alfaro yang kemudian menyantap kembali makan malam nya itu.

Embun sendiri kini tengah duduk diam di meja sambil memperhatikan Alfaro yang tengah makan dengan lahapnya hingga steak itu tandas tak bersisa sedikit pun berikut dengan pelengkapnya.

"Thanks babe bagaimana apa kamu suka oleh-oleh nya?."ucap Alfaro.

"Hmm... terimakasih."lirih Embun.

"Sama-sama, ayo istirahat."ucap Alfaro yang kini meraih tangan Embun.

"Duluan saja Al aku bereskan ini dulu."ucap Embun.

"Hmm..."lirih Alfaro yang akhirnya pergi lebih dulu.

Embun pun membereskan meja dan piring kotor yang kini ia cuci, wanita itu terlihat melamun setelah selesai mengerjakan pekerjaannya dia berjalan menuju lantai dua dimana kamarnya berada dan sesampainya di sana, dia melihat Alfaro sudah menggunakan piyama tidurnya dengan model kimono tersebut.

"Babe kamu lama sekali ngapain aja hmm..."sambut Alfaro yang kini mendekap Embun dari belakang.

"Al aku bersih-bersih dulu ini bau masakan."ujar Embun yang langsung melepaskan pelukan tersebut sementara Alfaro hanya bisa mengangguk pelan.

Embun pun langsung bergegas pergi menuju kamar mandi dan wanita itu melucuti pakaiannya dan memberikan diri terlebih dahulu karena sudah dipastikan bahwa Alfaro akan meminta jatah malam nya.

Sampai saat Embun selesai membersihkan diri dia langsung disambut oleh Alfaro yang sedari tadi menunggu nya di atas ranjang empuk itu, Alfaro memeluk Embun dari belakang dan mengecup tengkuk hingga bahu Embun yang kini memejamkan matanya karena tidak bisa menolak sentuhan kenikmatan yang diberikan oleh Alfaro.

"Babe I want you"ucap Alfaro.

"Eum..."lirih Embun yang kini dibawa oleh Alfaro ke atas ranjang.

...🍄🍄🍄...

Pagi yang cerah Alfaro baru membuka mata, dia tidak melihat Embun di samping nya dia pun bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Sementara Embun tengah sibuk memasak setelah membersihkan rumah.

Dia sesekali melirik kearah atas karena takut Alfaro bangun saat dia belum menyiapkan keperluan nya, tapi ternyata Alfaro sudah turun dalam keadaan fresh dan menghampiri Embun lalu memeluk nya dari belakang.

"Al aku bau masakan."ucap Embun.

"Tidak masalah sayang karena kamu sedang masak."ucap Alfaro yang malah membenamkan wajahnya di ceruk leher Embun.

"Al kamu tidak pulang."ucap Embun yang kini mematikan kompor.

"Pulang kemana babe, disini juga rumah ku bukan."ucap Alfaro yang membuat Embun mengangguk.

"Aku bisa pulang pergi kapan saja saat ada waktu luang jadi kamu harus memaafkan waktu kebersamaan kita."ucap Alfaro.

"Sebaiknya kamu sarapan pagi dulu."ucap Embun.

Embun langsung menyiapkan sarapan pagi di piring Alfaro, Embun memang memasak sekaligus untuk makan siang nya nanti agar dia tidak perlu repot-repot memasak karena rencananya dia akan mengerjakan gaun pesta yang baru yang sudah dia desain.

"Eum aku makan itu saja sayang, lagipula kita akan jalan keluar siang ini."ucap Alfaro yang juga memilih pancakes untuk sarapan pagi nya itu.

"Jalan kemana Al, bukankah kamu terlalu sibuk untuk itu?"kata Embun.

"Aku juga butuh refreshing sayang capek kalau harus kerja terus."ucap Alfaro.

"Aku ada pekerjaan Al, boleh kita habiskan waktu di rumah saja?"ucap Embun.

"Sayang kamu ini bagaimana sih, wanita lain itu senangnya di luar jalan-jalan shopping ke Mall ini di rumah saja."ucap Alfaro yang merasa heran.

"Aku tidak suka seperti itu Al, mungkin karena sudah terbiasa hidup susah di tengah kemewahan, kamu sendiri tau itu dan sekarang aku hanya ingin tinggal di rumah sambil memanfaatkan waktu luang ku untuk berkarya meskipun mungkin tidak sehebat orang lain tapi aku akan terus belajar untuk lebih baik lagi."ucap Embun.

"Tapi hari ini aku ingin kamu perawatan sayang lihatlah penampilan mu, kamu itu wanita harus bisa merawat diri."ucap Alfaro.

"Maaf jika terlalu banyak kekurangan, aku memang tidak pernah berpikir untuk hidup dengan pria sempurna seperti dirimu."ucap Embun yang kini menundukkan kepalanya.

"Embun sayang aku tidak bermaksud menyinggung mu, Kamu memang sangat cantik dan aku mencintaimu tapi tidak ada salahnya untuk melakukan perawatan bukan kamu juga butuh itu."ucap Alfaro.

"Aku menolak Al, aku tidak ingin melakukan semua itu karena aku tidak ingin ada ketergantungan. Apalagi saat kita berpisah nanti aku tidak punya modal untuk biaya perawatan itu."ucap Embun.

"Kamu kok gitu sayang, apa kamu tidak ingin membuat suami mu lebih puas lagi saat melihat kesempurnaan istrinya."ucap Alfaro.

"Baiklah Al aku pergi tapi aku tidak punya uang untuk membayarnya nya.*ucap Embun yang di balas gelengan kepala oleh Alfaro karena dia merasa gemas dengan tingkah laku Embun.

Sampai saat selesai bersiap Alfaro pun membawa istrinya pergi menuju sebuah Mall besar di kota itu, hingga saat mereka memasuki sebuah salon kecantikan yang menawarkan berbagai treatment pada Alfaro dan Embun, tiba-tiba.

"Honey kamu disini?"ucap Eveline yang langsung menghambur memeluk Alfaro tanpa peduli dengan sekitar nya.

Saat itu hati Embun didera rasa yang tidak bisa dia ungkapkan pada siapapun, Embun hendak pergi tapi Alfaro malah menahan nya dengan mengeratkan genggaman tangannya.

"Honey kamu disini dengan siapa? Atau kamu ingin perawatan seperti aku sebelum hari pernikahan kita minggu depan, itu mommy Arkan."ucap Eveline yang kini terlihat sangat bahagia.

Embun langsung bergegas pergi dia tau dimana posisinya saat ini karena ternyata Alfaro sudah memiliki calon istri dan ibunya sangat menyukai wanita cantik yang tampil dengan elegan dan sangat cantik itu.

Alfaro pun pamit pada keduanya dengan alasan untuk mengambil sesuatu di mobil nya tapi yang sebenarnya dia ingin menyusul Embun yang kini entah dimana.

Alfaro terlihat sangat panik hingga dia mencari di sekitar nya, namun dia tidak melihat Embun ada di sana, belum lagi Embun tidak memegang uang atau sejenisnya bahkan handphone nya tidak aktif.

Alfaro hendak pergi dengan mobilnya tapi Eveline lagi-lagi menyusul dan menghentikan nya.

"Honey kamu sedang mencari apa hmm... kenapa lama sekali."ucap Eveline.

"Tidak ada aku hanya buru-buru Edo bilang ada pekerjaan yang tidak bisa ia handle."ucap Alfaro yang kini buru-buru masuk kedalam mobil dan langsung tancap gas.

Jalanan itu masih satu arah, Alfaro yakin saat ini Embun masih berada di area pusat perbelanjaan itu.

Alfaro terus melirik kesana kemari mencari keberadaan Embun di basement Mall tersebut tapi nyatanya tidak ada.

Sampai sudut matanya menangkap seorang gadis yang kini masuk kedalam mobil yang sudah Alfaro tahu siapa orangnya.

Alfaro langsung mengejar mobil tersebut tanpa peduli dengan pengendara lainnya dan hal itu dia lakukan karena dia tidak ingin kehilangan Embun yang selama beberapa waktu terakhir telah menjadi obat rindu dan lelahnya dari cinta yang dia rasakan terhadap gadis cantik itu.

"Aku tidak akan pernah membiarkan mu merebut cinta ku Alvin sekalipun aku harus melenyapkan mu dari dunia ini. Aku tidak akan pernah membiarkan mu merebut apa yang menjadi milikku."gumam Alfaro yang kini terus berusaha untuk mengejar mobil yang ditumpangi oleh Alvin dan Embun.

Sampai mereka tiba di pertigaan jalan masuk perumahan elit tersebut, Alfaro langsung menikung mobil Alvin yang kini mengerem mendadak dan Alvin terlihat sangat shock.

"Buka pintunya."ucap Alfaro.

"Ada apa ini tuan Alfaro kenapa anda melakukan itu bagaimana jika terjadi kecelakaan."ucap Alvin.

"Kau sudah membawa istri orang tanpa ijin tuan, sayang ayo turun atau kamu ingin aku yang menggendong mu turun dari mobil"ucap Alfaro.

"Istri apa maksud anda istri, bukankah anda adalah calon suami nona Eveline seperti yang kita tahu selama ini."ucap Alvin yang kini menatap kearah Embun yang masih diam sambil menundukkan pandangannya.

"Babe perlukah aku memberitahu seluruh dunia agar mereka tau bahwa aku adalah istriku."ucap Alfaro dengan nada ancaman.

"Al aku tidak ingin melanjutkan hubungan diantara kita, aku tidak ingin mencari masalah dengan siapapun please jangan paksa aku."ucap Embun.

Embun tidak bergeming sedikitpun dari tempat duduknya saat ini."Anda dengar sendiri bukan tuan mohon jangan membuat dia dalam masalah kasihan hidup nya sudah sangat bermasalah."ucap Alvin.

"Babe!"

1
partini
berbakti pada orang tua tapi bikin orang lain sengsara hah ada gitu yah apa itu ga dosa ,busehhhhh gampang amat
ajaran dari mana itu ????????
Erny Su: Itulah ciri-ciri orang yang keliru.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!