Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dijodohkan?
"Doa itu istimewa berbisik dengan tanah namun diaminkan oleh langit melangitkan doa membumikan ikhtiar pasti pada akhirnya akan bahagia asal kita mau bersabar"
♡♡♡
Setelah solat isya berjamaah Salwa lebih memilih untuk langsung pergi ke kamar seperti biasanya
"Al sini dulu sayang"
Panggil bunda yang tengah berbincang serius dengan ayah
"Ada apa bun?"
Tanya Salwa sambil duduk di samping bunda sepertinya mereka ingin berbicara serius kepada salwa
"Ayah mau bicara sama kamu"
Ucap bunda
"Yeh si ayah bicara masa pake aba aba sok atuh hayang ngomong naon yah?"
Tanyaku sambil terkekeh memecah keseriusan yang tercipta di ruangan ini
"Ck orang lagi bicara serius anak ini"
Kata bunda sambil menoyor kepalaku
"Hehe iyah iyah monmaap, ada apa yah?"
Tanya Salwa
"Ayah sama bunda berniat menjodohkan mu dengan sahabat sekaligus rekan bisnis ayah"
Ucap ayah itu berhasil membuat Salwa tergelak bagaimana mungkin ada perjodohan jaman sekarang?
"Kamu tuh kesurupan hantu pohon rambutan apa gimana sih al jadi aneh gitu"
Kata bunda membuat salwa memotar bola mata
"Ayah bercandakan?"
Tanyaku memastikan kalau itu bukan sekedar gurauan wah bahaya tingkat tinggi hidupku
"Serius!"
Jawab ayah dengan tegas
Jika salwa memegang handphone sekarang mungkin akan terpental jatuh jungkir balik lima kali saking terkejutnya namun sayangnya salwa tidak memegang handphone jadi hp nya masih selamat tidak terbanting hihi
Duarr
Seperti tersambar petir di siang hari bagaimana mungkin orang tuanya bisa terpikirkan begitu lagi pula Salwa bisa menemukanya sendiri tanpa harus dijodohkan usia salwa tidak jadi masalah jika belum menikah bukan? 21 tahun masih banyak orang diluaran sana diusia seperti itu masih sekolah, baru bekerja, sudah meninggal dunia, usia bukan tolak ukur seseorang untuk menikah bukan
"Come on dad, mana ada di jaman sekarang suatu perjodohan? bukanya Al tidak menghormati ayah atau bunda tapi ini pilihan hidup al biarlah semua Al yang menentukan, jodoh itu ada di tangan allah kalau berjodoh ya didekatkan kalau engga ya dijauhkan sesimple itu, bukan berarti karna Al ditinggalkan oleh seseorang artinya Salwa tidak bisa mencari yang terbaik buat hidup Al, engga bun engga yah semuanya skenario Allah"
Ujar Salwa
"Bunda paham sayang apa yang kamu rasakan hmm" Ucap bunda sambil mengusap kepalaku "Bunda sama ayah tidak memaksa kamu untuk menerima perjodohan ini tidak sama sekali bunda dan ayah hanya sekedar memberi pilihan untuk kamu, mau diterima atau tidak nya tentu semua keputusanmu tapi jangan lupa berdoa sama Allah agar disetiap keputusan yang kamu buat ada ridha Allah disana" Balas bunda sambil mengusap tanganku
Salwa hanya mengagguk dan meminta izin untuk pamit ke kamarnya mau membantah pun percuma kan? menambah dosa saja
Selama menuju ke kamarnya perkataan sang ayah seperti terngiang ngiang jelas ditelinganya benar kata bunda disetiap keputusan jangan lupa berdoa agar Allah meridhai apa yang kita pilih saat pikiran Salwa masih berkecamuk rumit memikirkan semuanya disaat yang itu pula terdengar suara merdu lantunan ayat suci Alqur'an
Akhirnya salwa memutuskan untuk mengetahui suara indah tersebut ternyata suara itu bersumber dari kamar sang adik
ceklek
Terlihat Aigam tengah khusunya membaca setiap ayat di dalam kitab suci tersebut dengan suara khasnya yang berhasil menenangkan pikiran dan hati Salwa
Masyallah betapa bersyukurnya aku memiliki seorang adik peghafal Qur'an yang semoga kelak akan membawa bunda dan ayah serta aku ke dalam jannah mu
Sudah cukup lama aku terduduk di samping tempat tidur sambil mendengarkan setiap ayat dibacakan olehnya
"Shadaqallahul 'adziim"
Setelah itu ia mencium Al Qur'an itu dan menaruhnya di tempatnya
Aigam menoleh kearahku raut mukanya terlihat cukup terkejut saat melihatku namun langsung berubah indah diganti dengan senyuman manisnya, wajahnya itu sangat tampan apalagi dengan bekas air wudhu mengalir disetiap helaian rambut dan keningnya
"Sejak kapan kak Al ada disini?"
Tanya nya kemudian membuka lemari menaruh pecinya di sana
"Sejak mendengar Aa Aigam mengaji tadi"
dikeluarga kami memang sering memanggilnya dengan sebutan 'Aa'
"Oohh... " "tumben ngederin Aigam ngaji biasanya langsung melesat ke kamar zona ternyaman kaka itukan"
"Yee seterah kakak dong mau ngedengirin kamu ngaji ke itukan hak kaka"
"Iyah iyah terserah si mba nya ajah lah"
ucapnya berhasil mebuatku tergelak
"Ck udah lah kaka pamit ke kamar masih banyak kerjaan belum selesai nih"
"Okeh kakak tercantiku Aigam juga lagi sibuk juga mau mengerjakan tugas yang belum terselesaikan"
Candanya
Aku hanya menjulurkan lidah dan langsung pergi dari kamarnya
Adiku dulu sempat nyantri di pondok pesantren milik aisyah namun karna bunda meminta agar Aigam sekolah saja akhirnya ia berhenti untuk pesantren dan melanjutkan sekolahnya di sekolah islam di dekat sini
...
Entahlah disuatu sisi aku ingin sekali menolak keras perjodohan ini karna sangat bertolak belakang dengan cara pikirku aku takut jika nanti yang dijodohkan tidak sesuai dengan yang aku harapkan atau mungkin aku yang tidak sesuai dengan yang diharapkan namun disisi lain aku sangat menghormati pilihan bunda dan ayah bagaimanapun mereka tak akan salah pilih perihal yang terbaik untuku tidak mungkin jika mereka memilihkan jodoh yang buruk untuk namun lagi lagi yang terbaik menurut ayah dan bunda belum tentu terbaik untuku dan terbaik dimata Rabbku, aku hanya ingin yang terbaik yang Allah pilihkan untuku
"Ya Rabb jika memang yang dipilihkan bunda dan ayah hamba adalah terbaik untuk hamba maka berikan ridhamu agar hamba bisa menerima semua ketentuan yang ditulis oleh mu, hamba memohon bersimpuh dihadapanmu ya rabb... hamba memohon yang terbaik untuk jodoh hamba kelak karna engkaulah yang mengetahui apa apa yang terbaik untuk hamba..."
Tetesan air mata itu seakan menemani seiring setiap bait doa Salwa
"Disepertiga malam ini aku memohon petujuk mu di dalam qiyamul lail ku ini aku meminta ridha mu atas pilihanku ya allah" "Amin... "
Menyelesaikan doanya dan beralih untuk membaca Qur'an sambil menunggu azan subuh
♡♡♡
Assalamualaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan yang kalian berikan sangat berarti untuk author terimakasih wassalamualaikum
ceritanya bagus kok😊