NovelToon NovelToon
BITE ME IF YOU CAN

BITE ME IF YOU CAN

Status: tamat
Genre:Perperangan / Vampir / Cinta Beda Dunia / Balas Dendam / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Mafia / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Tyo Fuller, seorang detektif pembasmi kejahatan, tengah mencari siapa pembunuh orang tuanya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Raise Lee, vampir wanita yang tengah menghisap darah seorang manusia.


Tak disangka, setelah tak sengaja menyentuh tatto di pundak Tyo, justru membuat Raise Lee kehilangan sebagian kemampuannya untuk menghisap darah manusia.


Mengetahui kelemahan sang Vampir, akhirnya Tyo Fuller mengajukan perjanjian kerja sama memanfaatkan kemampuan indra penciuman dan penglihatan sang vampir untuk membantunya menangkap para penjahat, sedangkan Tyo akan menyiapkan darah sebagai makanan bagi Raise Lee.

"Penciumanmu berguna juga! bantu aku menangkapnya!"

"Itu mudah bagiku! pastikan kudapanku tersedia setelah ini selesai, minimal satu liter darah!" tegas Raise Lee memperjelas syaratnya.

Mampukah kerjasama dua makhluk berbeda itu akan berjalan semestinya?

Bisakah Tyo Fuller menemukan pembunuh orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#06

Tetesan darah yang tak seberapa dari lengan Tyo, merembes membasahi tanah, meresap jauh hingga ke dasarnya, hingga mengenai sebuah ruangan bawah tanah, tempat Raise Lee yang tertidur, dikunci selama ratusan tahun.

Tetes darah murni manusia, terus meresap dan jatuh tepat mengenai wajah pucat Raise Lee. Bau sedap yang menyengat, menggetarkan seluruh jiwa Raise Lee yang telah memberontak lama ingin terbangun karena kelaparan, namun tak mampu melepaskan diri dari sihir kutukan sang Kalkon.

Hingga akhirnya beberapa saat kemudian, tetesan darah yang kedua tepat jatuh mengenai nyala sebuah lilin, nyala api lilin itu tiba-tiba membesar, hingga menyabet satu lilin yang padam di sebelahnya.

Pedang leluhur yang tertanam di antaranya pun menjadi bergetar dan ambruk hingga tercabut dari potnya. Sungguh kebetulan yang tak direncanakan, dengan ambruknya pedang penjaga justru membuat mata Raise Lee terbuka dengan cepat, melotot, memancarkan amarah dan buas dan penuh dendam.

Raise Lee menendang penutup peti yang entah bagaimana bisa tumbuh memanjang sesuai pertumbuhan tubuhnya hingga terlempar jauh dan mengenai dinding ruang bawah tanah itu, dan menimbulkan suara bising dan getaran hebat.

Seorang vampir cantik, berusia dua ratus tahun telah terbangun oleh rasa lapar yang begitu liar, ganas dan mengancam. Kilatan merah yang memancar di matanya menunjukkan betapa ia tak akan melepaskan semua yang dilewatinya.

Sementara itu di atas permukaan tanah, detektif Tyo tengah bertarung melawan buronannya bersama seorang rekannya. Lima lawan dua.

Lima kawanan penjahat yang telah lama diincar oleh detektif Tyo akhirnya mereka temukan setelah melakukan pengintaian dan pengejaran selama beberapa Minggu.

BUGH

BUGH

Pertarungan seimbang hanya menggunakan senjata dari batang-batang kayu pun berlangsung sengit. Lima penjahat dengan tubuh yang kekar dan tinggi lumayan sulit dipatahkan oleh dua petugas polisi yang hampir kelelahan karena berhari-hari kurang istirahat.

Seorang penjahat berambut gondrong mengambil ancang-ancang, lalu melayangkan beberapa tendangan memutar, tepat mengenai punggung petugas Tyo yang sibuk menghadapi dua orang lainnya.

Tyo terjerembab ke tanah, sialnya dua orang penjahat dengan cepat meraihnya lalu memegangi kedua lengannya. Tyo memberontak sekuat tenaga, namun kalah jumlah sepertinya menjadi poin yang membuatnya harus kembali menerima tendangan memutar dari si pria gondrong.

Setitik darah segar melesat dari mulut petugas Tyo yang telah terluka sebelumnya. Tetes darah yang akhirnya kembali meresap ke dalam lapisan-lapisan tanah.

Petugas Tyo memaksa diri untuk bangkit, namun dua penjahat lagi telah berancang-ancang untuk melayangkan tendangan lurus secara bersamaan.

"Sial! Tak ada waktu untuk mengelak!” pekik Tyo dalam hati.

DOR! DOR! DOR!

Akhirnya tembakan beruntun dari rekan mereka menyelamatkan dua petugas yang telah setengah babak belur itu dan membuat para penjahat pun tunduk dan tertangkap tanpa lagi mampu melawan.

“Lama sekali kalian datang!” gerutu Atho saat rekan lainnya memapahnya.

“Medan terlalu jauh masuk ke dalam hutan, lokasi pertama yang kalian kirimkan meleset! Jadi bukan salah kami jika datang terlambat!” sahut Torre

Lima penjahat telah berhasil mereka tangkap dan mereka bawa ke markas besar polisi untuk diinterogasi.

Sesampai di kantor polisi, dua petugas yang babak belur tampak membersihkan luka mereka sendiri seraya berbincang ringan mengenai kasus yang tengah mereka tangani.

“Akhirnya setelah berminggu-minggu tak bisa tidur di tempat nyaman ….” Petugas Atho merebahkan badannya di sofa panjang di kantor itu. Sofa yang sebenarnya pun tak nyaman karena telah usang dan keras.

“Jangan senang dulu, kita baru menemukan satu dari sekian gudangnya, belum juga pabrik yang sesungguhnya!” sahut datar petugas Tyo.

"Tempat itu sangat dalam tersembunyi di tengah hutan, Medan untuk menuju ke sana pun tak mudah, aku rasa minimal mereka adalah bandar besar yang punya landasan heliped.”

“Hah? Apa hubungannya? Lalu bagaimana mereka mendarat di hutan bahkan tak ada lapangan rumput seperti itu? Hutan itu terlalu rimbun untuk membawa helikopter ke sana!” sanggah petugas Atho.

“Mereka tidak mungkin membawa lalu menge-pack puluhan karton barang-barang terlarang itu secara manual ke tempat itu kan? Mereka pasti menggunakan helikopter untuk membawanya ke puncak bukit di tengah hutan itu, menurunkan dengan tali kan bisa,” analisis petugas Tyo.

“Ah! Ada benarnya juga, tapi … jaman sekarang, hampir semua perusahaan besar memilikinya! Bagaimana kita bisa menyimpulkan salah satu dari mereka?”

“Semua masih samar, bukti-bukti yang kita miliki masih sangat dangkal untuk dijadikan sebagai alat untuk mengambil kesimpulan, tapi aku rasa kita akan naik satu peringkat demi satu peringkat hingga suatu saat nanti kita bisa menemukan penjahat yang sebenarnya.”

“Hmm, dan saat itu terjadi, aku harap kamu juga menemukan siapa pembunuh orang tuamu yang selama ini kamu cari.”

“Terimakasih! Kamu memang rekan terbaikku!”

“Ayolah kawan jangan lebay … kita berteman sejak di camp pelatihan, sedikit banyak aku tahu mengenai kegelisahan mu,”

“Hmm … dah! Ayo kita makan!” ajak petugas Tyo yang tentunya disambut baik oleh rekannya.

.

.

.

.

Sore harinya, petugas Tyo hendak kembali ke rumah setelah menyelesaikan beberapa laporan mengenai kasus dan kondisi TKP saat pertama ia menemukannya bersama dengan rekannya.

Tepat di depan pintu kantor polisi, seorang ibu berlari tergopoh-gopoh. Tampak seorang petugas jaga mengejar dibelakangnya.

“Petugas! Tolong anak saya!” teriak si ibu pada sembarang petugas yang berdiri di halaman kantor itu.

“Ada apa? Siapa itu?” ujar petugas Atho saat baru keluar dari dalam kantor lalu menghampiri petugas Tyo yang masih berdiri mengawasi di tempat semula.

“Entahlah, lihat saja dulu.” sahut ringan petugas Tyo.

“Seseorang menculiknya dengan brutal! Tolong bantu aku mengejarnya!” teriak si ibu dengan histeris seraya menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Tangis pilu menjadi pemandangan yang menggugah hati bagi siapapun yang melihatnya.

Petugas Tyo berniat menghampiri si ibu, namun baru beberapa langkah ia menuruni anak tangga, seseorang memanggilnya dari arah dalam gedung.

“Petugas Tyo! Seseorang melaporkan penemuan mayat!”

“Kalian ke TKP lebih dulu, kirimkan saja lokasinya, aku akan menyusul!” sahut petugas Tyo. “Aku akan mencari tahu keluhan si ibu itu lebih dulu,” imbuhnya.

Sementara beberapa petugas segera melaju ke tempat yang disebutkan oleh pelapor, petugas Tyo segera menghampiri si ibu yang masih menangis histeris.

Petugas Tyo berjongkok di samping si ibu, “Coba ceritakan dengan detail apa yang terjadi?”

“Baru saja aku meninggalkan anakku di depan pintu, aku hanya kembali untuk mengambil sesuatu, tapi saat aku kembali keluar, tiba-tiba sesuatu menyambarnya dengan sangat cepat!”

Petugas Tyo mengangkat sebelah alisnya, dengan dahi berkerut berusaha mencerna ucapan wanita itu, “Dengan sangat cepat?!”

“Aku tidak tahu apa yang mengambilnya, semuanya terjadi sangat cepat, sesuatu itu melesat terbang begitu cepat dan besar, lalu … lalu tiba-tiba dia membawa bayiku begitu saja dalam satu gerakannya!” ucap si wanita mengaduh.

“Kalau begitu, bawa aku ke tempat itu, di depan rumah yang kamu sebutkan itu!”

1
༄𝚂𝙽⍟𝕬𝖗𝖓𝖊𝖙𝖆 🥑⃟
lupa aluur,yng mak inget cm gadis vampire nya doank ini nm nya lupaaaaa😭😭😭
Soraya
luar biasa thor. terimakasih telah membuat cerita yg menyuguhkan pengalaman fiktif yang luar biasa. ending yang memuaskan.
yosh—: terimakasih kk Soraya, 😁
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
luar biasa
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
yeeeaaahhh....
akhirnya tamat juga.
selamat ya Thor.
maaf baru bisa ngikutin.
beberapa hari pull terus.
tetap semangat, sukses juga di karya-karya berikutnya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aamiin
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Siap,ditunggu karya barunya 😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Nah gitu dong 🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
yah, padahal berharap tyo bisa sm raise lee, 🤗
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
cerita paling teranuuu pokoknya...sukses terus buat authornya...🤗 bingung lah mau kasih emot apaan 🤭
yosh—: terimakasih author Mentari Senja. sukses juga buat anda😁😁👏👏👏
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Petugas Tho apa Atho 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
#Ayo semangaaat lagi 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ketahuan kau Kalkon 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tyo kah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mimpi 😛
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tadi katanya ga butuh pengacara🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yang panik
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semua
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hanya ada
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sejenak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!