NovelToon NovelToon
Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.

Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.

Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.

Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?

Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?

Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?

Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Tidak Butuh Bantuan

Keesokan harinya.

Chloe sudah bangun dan berganti pakaian. Tapi Erivo masih tertidur pulas di atas ranjang.

Entah kenapa, pria itu bisa tidur sampai siang seperti ini.

Chloe berdiri di depan cermin besar, memastikan penampilannya rapi. Dress hitam sederhana, rambut dikuncir rendah. Tanpa makeup.

Jam dinding menunjukkan pukul sembilan pagi. Itu artinya Elsa mungkin sudah menunggu di depan pagar mansion.

Tok, tok, tok.

Pintu diketuk pelan.

Chloe membuka pintu. Seorang pelayan perempuan membungkuk.

"Nyonya... Nyonya besar meminta Anda dan Tuan Muda untuk sarapan di ruang makan."

Chloe mengangguk. "Baik. Terima kasih."

Pelayan itu melirik sekilas ke dalam kamar. Melihat Erivo yang masih terlelap. Matanya membesar, lalu buru-buru menunduk lagi.

Chloe menutup pintu pelan. Menoleh ke ranjang.

Erivo masih tidur. Selimutnya sampai ke dada. Wajahnya terlihat tenang dan damai. Tidak ada tatapan tajam atau dingin seperti tadi malam.

Chloe berjalan mendekat, berhenti satu meter dari ranjang.

Dalam hati ia berkata, "Katanya dia hanya bisa tidur dua jam dalam sehari... Tapi lihat sekarang, dia tidur sangat nyenyak."

Erivo mengerutkan kening dalam tidurnya. Bibirnya bergumam pelan.

"Queen... Jangan pergi..."

DUG

Chloe mengepalkan kedua tangannya, tapi hanya sebentar.

Tiba-tiba Erivo membuka mata. Seketika.

Empat mata bertatapan. Chloe tidak mundur. Erivo langsung duduk, napasnya sedikit berat.

"...Jam berapa sekarang?" tanya Erivo, suaranya serak.

Chloe menunjuk jam dinding. "Sembilan."

Erivo mengusap wajahnya. "Sial. Aku tidak pernah tidur selama ini."

Chloe bersedekap. "Mungkin karena ada aku. Jadi tidur Tuan jadi nyenyak, bahkan sampai kesiangan seperti ini."

Erivo menatap Chloe lama, tanpa berkata apa-apa. Lalu ia beranjak turun dari ranjang dan langsung masuk ke kamar mandi.

KLIK

Hening.

Chloe menghela napas. "Dia tidak pernah berubah."

Lima belas menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka.

Erivo keluar. Rambutnya masih basah. Kemeja hitamnya setengah kancing. Ada tetesan air yang menuruni lehernya.

Chloe masih berdiri di tempat yang sama.

Erivo meliriknya. "Kau belum pergi?"

"Aku menunggu Tuan selesai. Pelayan bilang Nyonya Besar menyuruh kita sarapan bersama di ruang makan," ucap Chloe.

Erivo berjalan ke meja nakas, mengambil jam tangan, lalu memakainya.TAK

Ia mengancingkan kemejanya pelan. Tatapannya tidak lepas dari Chloe.

"Hmm..."

Erivo melangkah lebih dulu untuk keluar dari kamar. "Ayo," ucapnya.

Chloe hanya mengangguk, lalu berjalan di belakang Erivo.

Di tangga

Suasana mansion terlalu sunyi. Hanya ada suara langkah sepatu mereka di atas marmer.

Erivo tiba-tiba berhenti. Chloe hampir menabrak punggungnya.

Erivo menoleh. "Jam sembilan aku ada meeting penting di kantor."

Chloe mengerutkan alisnya, bingung. "Lalu apa hubungannya dengan aku, Tuan?"

Erivo menuruni satu anak tangga. "Hubungannya? Karena kau istriku. Mungkin aku pulang malam. Jika Mama berkata yang tidak baik kepadamu, jangan diambil hati."

Chloe langsung mengubah tatapannya menjadi datar. "Aku tahu apa yang harus aku lakukan, Tuan."

Erivo tidak berkata lagi. Ia melangkah menuruni tangga dengan kaki jenjangnya, dan Chloe mengikutinya dari belakang.

Sesampainya di lantai bawah, pelayan langsung membungkuk. "Selamat pagi, Tuan Muda. Nyonya Muda... Tuan Besar dan Nyonya Besar menunggu Anda di ruang makan."

Erivo mengangguk. "Siapkan mobil. Lima belas menit lagi aku akan berangkat ke kantor."

"Baik, Tuan Muda."

Erivo menoleh ke Chloe. "Ayo. Jangan membuat mereka menunggu terlalu lama."

Chloe mengangguk. Keduanya melangkah masuk ke ruang makan.

Ruang makan

Meja panjang dari kayu jati. Sarapan tertata lengkap. Ada roti, telur, buah, kopi, dan susu.

Eleanor duduk di ujung. Elegan, tapi tatapannya tajam. Nicholas duduk di sebelahnya sambil membaca koran.

Begitu melihat Erivo dan Chloe, Eleanor langsung berdiri.

"Selamat pagi. Ayo sarapan," ucap wanita paruh baya itu. Walaupun tatapannya tajam, nada bicaranya terdengar sangat lembut.

Erivo menarik kursi untuk Chloe. "Duduk."

Chloe duduk. "Selamat pagi, Nyonya. Tuan."

Nicholas melipat koran di tangannya. "Selamat pagi."

Eleanor memberikan segelas susu hangat untuk Chloe. "Minumlah. Susu ini baik untuk kesehatanmu."

Chloe menerimanya. "Terima kasih, Nyonya."

Eleanor tersenyum. "Kau cantik pagi ini. Tapi tubuhmu terlihat sangat kurus. Apa selama kau berada di rumah sakit jiwa, kau jarang diberi makan?"

Tangan Erivo yang hendak menyeruput kopi terhenti. Ia menatap ibunya dengan wajah datar.

"Ma," tegur Nicholas.

Tapi Chloe tersenyum lembut. "Sepertinya begitu, Nyonya..."

DUG

Eleanor kaget. "Hah?"

Chloe mengaduk susunya pelan. "Di sana aku hanya diberi makan satu kali sehari. Katanya biar aku cepat mati."

Chloe mendongak. Matanya bening. "Tapi untungnya aku berhasil kabur. Dan tiba-tiba menjadi istri pengganti Tuan Erivo, menggantikan saudara tiriku yang sampai sekarang kabarnya masih belum ditemukan."

Nicholas, Eleanor, dan Erivo terdiam mendengar ucapan wanita itu.

Chloe kembali tersenyum. Ia meraih selembar roti tanpa selai, lalu beranjak berdiri. "Aku harus pergi. Ada urusan yang sangat penting yang harus aku selesaikan," ucap Chloe.

DUG

Erivo juga ikut berdiri. "Aku akan mengantarmu."

Chloe menoleh dengan senyuman masih terukir di bibirnya. "Tidak perlu, Tuan. Lagipula ini urusan keluarga Weiss. Aku tidak mau melibatkan Tuan dalam urusan keluargaku ini."

Hening tiga detik.

Erivo melangkah mendekat, berhenti tepat di depan Chloe. "Dan kau pikir aku akan membiarkan istriku pergi sendiri ke sarang musuh?"

"Aku tidak butuh bantuan Tuan... Aku juga tidak takut kepada mereka. Bagiku, mereka hanya sekumpulan bakteri yang harus segera dibasmi," ia menatap Erivo lurus.

Chloe menggenggam roti di tangannya. "Aku pergi dulu." Lalu ia melangkah pergi dari sana dengan cepat.

Erivo, Nicholas, dan Eleanor menatap punggung wanita itu sampai tidak terlihat lagi.

Erivo kembali duduk di kursinya. Nicholas menatap putranya dengan serius. "Apa kau sudah mencari tahu siapa sebenarnya wanita yang tiba-tiba menjadi istrimu itu, Erivo?"

Erivo mengangguk pelan. "Sudah, Pa. Semalam aku meminta Luca untuk mencari tahu identitas aslinya. Dia putri dari Irina Weiss, istri kedua Alexander Weiss. Tapi setelah Irina Weiss meninggal karena bunuh diri, Chloe Weiss dinyatakan sakit jiwa dan dibawa ke rumah sakit jiwa selama lima tahun. Entah bagaimana caranya, wanita itu bisa melarikan diri dari sana."

DUG

Garpu di tangan Eleanor jatuh ke atas piring. "Irina Weiss?!"

Sedangkan itu Nicholas menyipitkan matanya. "Irina Weiss... Sepertinya aku pernah mendengar nama itu sebelumnya."

"Wajar, Pa. Lima tahun lalu kasusnya heboh. Istri kedua konglomerat Weiss bunuh diri di dalam kamar. Putrinya gila, lalu dibawa ke rumah sakit jiwa," jelas Erivo.

Nicholas dan Eleanor diam, menunggu penjelasan Erivo selanjutnya.

"Menurut data dari Luca, Irina Weiss meninggal seminggu setelah menandatangani surat wasiat. Isinya: semua saham Weiss Group atas nama Irina akan jatuh ke anaknya, Chloe."

Eleanor menggelengkan kepalanya. "Lalu Vivian?"

Erivo menarik sudut bibirnya. "Dia putri Alexander dari istri pertamanya, Serena. Wanita yang berasal dari kampung dan sangat terobsesi ingin menjadikan putrinya menantu di keluarga ini. Mereka mencari aman. Jika sewaktu-waktu Chloe Weiss muncul dan mengambil semuanya, setidaknya mereka tidak akan menjadi miskin karena masih ada keluarga Reinhard yang bisa menjadi penolongnya."

DUG

Nicholas memukul meja. "Kurang ajar! Berani sekali mereka berpikiran seperti itu!"

Erivo tersenyum tipis. "Tapi untung saja aku tidak jadi menikah dengan Vivian..." Erivo menatap ibunya yang wajahnya terlihat sangat bersalah.

Eleanor langsung menunduk. Tangannya gemetar. "Aku... Aku tidak tahu apa-apa."

"Benar... Mama juga hanya korban. Korban dari manisnya kata-kata mereka untuk merayu Nyonya Besar Reinhard," ucap Erivo.

Nicholas kembali menatap putranya. "Sekarang apa rencanamu?"

"Sederhana, Pa."

Erivo mengambil jasnya. "Aku akan melindungi Chloe. Membantunya mengambil kembali apa yang menjadi haknya. Dan membantunya untuk menghancurkan mereka semua."

"Lalu bagaimana dengan klan mafia Kalajengking Merah?" Nicholas kembali bertanya.

Mendengar nama klan mafia itu, wajah Erivo langsung berubah sangat dingin. "Bulan depan, aku bersama anggota Tiger White akan mengepung markasnya."

---

Satu bab dulu untuk hari ini ya guys 🙏 🙏 🙏 😊 jangan lupa tinggalkan jejak 🤗🥰 .

1
Muft Smoker
raga mungkin udh mati Erivo ,, tp nyawa tu tdk ,,
dan skraang queen ad ddsnaa ,, d tubuh Chloe weiss
Muft Smoker
cepat sembuh duluu kak ,,
baru berkarya lgiii ,,

tenang aq gx kmn2 tetap mantengin NT buat nunggu kelanjutan cerita kk ,,

🤭🤭🤭🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
semoga aj setelah mereka tau sypa Chloe ,, mereka bisa menerima Chloe or queen daisy
Muft Smoker
eeeey pak su udh go public niiih ,,
tp apa gx kaget tuh nanti pa mertua dr Zurich dtg ke geneva ,,🤔🤔🤔🤔😂😂😂
Muft Smoker
lanjuuut kak
kas. maa29: proses 🫡🤗
total 1 replies
Muft Smoker
gmn tuh Kali mama Eleanor tau klo menantu ny sbnrnya queen daisy ,,
Muft Smoker
semoga Eleanor bnr2 berubah Dan menyayangi Chloe or daisy dg tulus ,,
sebagai penebus dy dlu menyakiti queen daisy tanpa sadar ,,
Muft Smoker
kalo mau hidup enk kerjaaa ,, jgn ngemis harta org lain 😒😒😒😒
Muft Smoker
jgn2 Vivian juga di suntikkan cairan yg dlu pernah di terima oleh Chloe sebelum ia meregang nyawa 🤔🤔🤔
Baek chanhun
next thour 💪💪
kas. maa29: proses 🫡🫰
total 1 replies
Sekar
gak sadar diri
Runi Mayantri
ad horor2 ny
kas. maa29: 🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
Muft Smoker
licik ny Alexander ma Serena Kalo bukan krn Irina Weiss sewes sewees ,, bablaaas ke sapu angin mereka ,,
menguasai harta yg bukan hak ny ,,
membuang pewaris ,, tp tenang karma mereka sdang otw menghampiri 😏😏😏😏😏
Muft Smoker
ceritany seruuu kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tentu saja dy adalah queen ,, sekali pun dy tertidur ,, kewaspadaan adalah yg utama ,,
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: proses 🤗🤗🤗
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
semakiiiiin memanaaas ,,
Muft Smoker: 😁😁🫰🫰🫰
total 2 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
kas. maa29: ok proses 🤗🫰
total 1 replies
Sekar
wuih mantap,, lanjut thor💪💪
kas. maa29: ok proses 🤗🤗🫰
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: siaappp🫡🫡🫡🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!