NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Shells Town pagi itu tampak seperti pelabuhan biasa—nelayan menjual hasil tangkapan, anak-anak berlarian di sepanjang dermaga, dan bendera Angkatan Laut berkibar gagah di atas markas kecil yang menjulang di tengah kota. Namun Ryden tahu betul, di balik ketenangan itu, sesuatu yang lebih besar sedang bersiap terjadi.

Ia duduk di sebuah kedai kecil di sudut pelabuhan, menyesap teh hangat sambil mengamati keramaian. Rambut putihnya yang mencolok dan mata merahnya yang tajam membuat beberapa orang melirik curiga, namun tak seorang pun berani mendekat—reputasinya sebagai "Sang Peretak" sudah cukup dikenal di wilayah ini untuk membuat orang menjaga jarak dengan hormat, atau ketakutan.

"Shells Town... ini tempat di mana Zoro seharusnya bertemu Luffy," pikir Ryden, mengingat serpihan cerita yang masih tersimpan di benaknya. Kapten Morgan yang tiran, putranya Helmeppo yang menyebalkan, dan seorang pemburu bajak laut yang diikat di tiang halaman markas...

Namun ia sengaja tidak turun tangan lebih dulu. Ia ingin melihat, dengan matanya sendiri, apakah alur ini masih berjalan seperti yang ia ingat, atau sudah bergeser seperti banyak hal lain yang ia temui selama enam tahun terakhir.

Ketika matahari mulai meninggi, keributan pecah di depan markas Angkatan Laut. Ryden bangkit dari kursinya, melangkah santai ke arah kerumunan yang mulai berkumpul. Di halaman markas, seorang pemuda berambut hijau lumut, tubuh kekar penuh luka, terikat di sebuah tiang kayu, wajahnya penuh darah kering namun matanya tetap menyala tajam, tak menunjukkan tanda menyerah sedikit pun.

"Roronoa Zoro," gumam Ryden pelan, seulas senyum tipis terukir di bibirnya. Jadi memang benar dia di sini.

Tak lama kemudian, seorang bocah bertopi jerami dengan tubuh kurus namun penuh energi meloncat masuk ke halaman markas, menantang penjaga dengan gaya konyol yang justru terasa penuh keberanian. Ryden mengenali sosok itu seketika—Monkey D. Luffy, persis seperti yang ia bayangkan, meski wajahnya jauh lebih hidup dan nyata dibanding ingatan samar dari kehidupan sebelumnya.

Ryden memilih untuk tidak mendekat. Ia bersandar di dinding sebuah bangunan tak jauh dari sana, menyaksikan dari kejauhan bagaimana Luffy dengan gaya khasnya yang blak-blakan menawarkan kebebasan kepada Zoro, bagaimana pertarungan kecil pecah melawan Kapten Morgan dan anak buahnya, dan bagaimana pada akhirnya keduanya—Luffy dan Zoro—berdiri berdampingan sebagai sekutu, menghadapi seluruh markas Angkatan Laut yang murka.

"Interessan," gumam Ryden dalam bahasa asing yang tak lagi ia pahami maknanya sendiri—sisa kebiasaan dari kehidupan lampau yang kadang muncul tanpa sadar. Ia menyaksikan Luffy meregangkan tubuh karetnya, meninju wajah Kapten Morgan dengan pukulan telak yang mengakhiri tirani kecil di kota ini.

Ketika keributan mereda dan warga kota mulai bersorak gembira, Ryden akhirnya melangkah keluar dari bayangan, mendekati dua sosok yang baru saja menjadi kru bajak laut itu.

"Pertunjukan yang cukup menarik," ucap Ryden, suaranya tenang namun penuh wibawa, membuat Luffy dan Zoro sontak menoleh waspada.

"Siapa kau?" tanya Zoro, tangannya refleks meraih gagang pedang meski tubuhnya masih penuh luka.

Luffy justru menatap Ryden dengan mata berbinar penuh rasa ingin tahu, seolah tak merasakan ancaman sedikit pun. "Rambutmu putih! Dan matamu merah! Keren sekali! Kau siapa?"

Ryden tersenyum tipis, mengulurkan tangannya. "Namaku Ryden Vale. Hanya seorang petualang yang kebetulan lewat."

"Petualang?" mata Luffy semakin berbinar. "Kau juga mencari harta karun? Gabung sama kami saja! Aku Luffy, calon Raja Bajak Laut!"

Tawaran itu datang begitu cepat dan spontan, membuat Ryden nyaris tergelak. Ia menggeleng pelan. "Terima kasih atas tawarannya, tapi aku punya jalanku sendiri untuk ditempuh. Meski begitu..." ia menatap keduanya bergantian, "aku rasa jalan kita akan sering bersinggungan di masa depan. Semoga beruntung dalam perjalananmu, Luffy. Dan kau juga, Roronoa Zoro—jaga dirimu baik-baik."

Sebelum keduanya sempat bertanya lebih jauh, Ryden mengangkat tangannya. Sebuah retakan tipis muncul di udara, dan dalam sekejap, sosoknya menghilang, meninggalkan Luffy dan Zoro yang

terbengong-bengong menatap tempat kosong itu.

"...Orang aneh," gumam Zoro akhirnya, meski ada nada kagum yang tak bisa ia sembunyikan.

"Tapi keren!" seru Luffy sambil tertawa lebar. "Suatu hari nanti, aku akan mengalahkannya dalam pertarungan!"

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!