( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.
Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6
Setelah menumpahkan semua sesak di dadanya, Nindy pergi ke boutique Ririn. Di sana ia dapati Ririn masih sibuk melayani pembeli. Seperti biasa, Nindy memilih duduk di sudut ruangan. Tak berapa lama, Ririn datang menghampirinya.
"Dari mana Nin?"
"Melabrak si brengsek itu."
"Kamu melabraknya..?" tanya Ririn penasaran.
"Iya." jawab Nindy.
Anehnya, walaupun Nindy sudah melabrak Kia, namun ia masih merasa tertekan. Dalam hatinya masih ada beban yang begitu berat. Ririn memberinya segelas minuman dingin.
"Minum dulu Nin, biar tenang fikiran kamu."
"Makasih Rin, hanya kamulah satu-satunya sahabat yang paling mengerti aku, paling bisa menghiburku."
"Sama-sama, itu gunanya sahabat."
Di tengah asiknya mereka ngobrol, tiba-tiba Vano datang dan dari belakang dan menutup mata Ririn. Vano mengedipkan mata kepada Nindy agar tak memberitahu Ririn.
"Siapa sih ini?" kata Ririn sambil berusaha melepas tangan vano yang menyekap matanya. Nindy yang melihat hanya menahan senyum. Setelah beberapa saat, Vano pun melepaskan tanganya.
"Hai..mbak Rin, nggak kangen nih sama adikmu?" ucap Vano setelah melepas tanganya dari mata Ririn.
"Nih anak, kapan pulang? Kenapa nggak kabarin mbak? Kenapa baru datang sekarang?"
Pertanyaan Ririn terus menerus tanpa henti. Lalu segera memeluk adik satu-satunya itu.
"Ada mbak Nindy juga di sini? Ada arcara apa ini? Kok pada ngumpul di sini?" tanya Vano yang menatapnya.
"Ssstttt, dia lagi sedih, setelah melabrak pacarnya, dia malah murung seperti itu.." jelas Ririn.
"Oww gitu?" ujar Vano sambil manggut-manggut.
"Mbak tutup boutique dulu, biar nggak ada pembeli yang datang, biar kita bisa ngobrol." ucap Ririn.
"Perlu bantuankah...?" tanya vano menawarkan jasa.
"Nggak usah, kamu di sini saja menemani Nindy."
"Baiklah.."
Ririn segera berlalu dan menutup boutiquenya, dan Vano menemani Nindy.
"Kenapa sedih sampai kayak gitu mbak..?"
Nindy menatap Vano sebentar, kemudian ia mengalihkan tatapanya kepada Ririn yang tengah menutup pintu boutique.
"Kamu mana ngerti, ini urusan orang dewasa..."
Vano agak sedikit tersinggung dengan ucapan Nindy, berarti ia masih di anggap anak-anak.
"Ohhh..." jawab Vano singkat. Sesaat suasana menjadi hening.
"Kamu di tempatkan di divisi mana? Mbak sampai belum menanyakan kepada kamu..?" tanya Nindy.
"Hemm, makanya jangan pikirin pacar mbak terus, sekarang gantian pikirin aku saja, hehe..."
Kelakar Vano dan kini bisa membuat Nindy sedikit tersenyum.
"Yuupzzz, bener sekali apa kata Vano Nin." celetuk Ririn yang baru saja datang setelah selesai menutup boutiquenya.
"Rin pergi karaoke yuk, pengen meluapkan emosi nih?" ajak Nindy tiba-tiba.
"Ga usah jauh-jauh sayang, di rumahku ada kok ruangan khusus buat karaoke sendiri kalau aku lagi suntuk." ucap Ririn yang membuat Nindy senang.
"Oo ya? Kebetulan, ayo sekarang saja." seru Nindy bersemangat.
Mereka segera menuju rumah Ririn menaiki mobil Vano. Sesampainya di rumah Ririn, ia langsung mengajak Nindy ke ruang karaoke pribadinya.
Tempatnya gak gede tapi asik buat karaoke, ruanganya kedap suara lagi. Nindy dan Ririn segera bernyanyi, meluapkan isi hati dengan lagu yang bermusik keras. Peneranganya sengaja dibuat remang-remang. Nindy tertawa sampai puas. Tanpa dia sadari Vano melihatnya yang meneteskan air mata.
Puas meluapkan segalanya, dan telah larut juga, Nindy pamit pulang. Ririn pun menyuruh vano mengantarnya.
"Van kamu anterin mbak Nindy ya? Dia kan mbak kamu juga, jadi harus anterin dia pulang."
"Iya mbak tenang saja, tapi jangan lupa ongkosnya ya?" sahut Vano sambil terkekeh.
"Hem, punya adik satu kok mata duitan?" sergah Ririn sambil menjewer adeknya.
"Hehe..." ucapan Vano membuat Nindy tersenyum.
Nindy dan Vano segera berlalu meninggalkan rumah Ririn. Sepanjang perjalanan Nindy hanya diam. Ia masih terlarut dalam kesedihan. Bayangan Kia masih di pelupuk mata, yang telah menyakitinya.
Tak terasa air matanya menetes. Ia tak peduli sejak tadi vano sering menoleh ke arahnya dan tahu kalau dia lagi berkaca-kaca. Akhirnya Vano menghentikan mobilnya.
"Sebenarnya ada apa mbak, kalau boleh tahu ada masalah apa?" ucapan lembut Vano sedikit menenangkan hati Nindy.
"Mbak baru saja putus dengan pacar mbak.." ucap Nindy yang kini mulai meneteskan air mata. Sesaat Vano terdiam, menatap dalam wajah Nindy. Tanpa Nindy duga, Vano memeluknya, dan meminjamkan dadanya untuk Nindy. Sontak Nindy menangis sejadi-jadinya dalam pelukan adik sahabatnya.
Dan akhirnya ia menangis sepuas hatinya di dalam mobil. Segala yang mengganjal akhirnya tumpah malam itu. Terasa perih dan pedih memang, tapi lebih menyedihkan lagi adik sahabatnya yang menyaksikan semua kesedihanya malam itu. Setelah puas menangis, dan air matanya juga sudah mengering, Nindy berniat ingin pulang.
"Van anterin mbak pulang sekarang.."
"Iya mbak ,Vano akan anterin, tapi janji dulu, jangan bersedih lagi... " ucap Vano yang merasa kasihan melihat Nindy. Nindy mengangguk dan tersenyum. Setelah itu, perlahan Vano melajukan Mobilny menuju rumah Nindy.
BERSAMBUNG
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..