Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan Jessi
"Harta itu di hibahkan kakek saya pada papa, bukan di wariskan, mungkin Anda tahu kan kalau di hibahkan itu berarti sudah menjadi hak dari papa saya" ucap Hamka
"Tapi surat hibah dari Patrick pada Haris tidak ada kan?" Tanya pengacara itu
"Anda salah pak, surat hibah itu aman dan tetap ada di tempatnya, jangan anda pikir setelah pengacara Haris meninggal dan rumahnya terbakar, surat surat itu hilang, Surat hibah itu dua duanya di pegang Haris, baik itu yang asli ataupun salinan yang di pegang oleh pengacara, karena alasan dari hibah harta itu sendiri akan sangat mempermalukan Bu Jessi" ungkap Brandon
"Bu Jessi apa ada yang tidak anda jelaskan pada saya?" Bisik pengacara itu
"Ti.. tidak pak tentu saja tidak, saya yakin Haris tidak mungkin akan mengambil hak saya, saya perlu bicara dengannya" ucap Jessi berbisik.
"Baiklah, kami tidak akan mencabut gugatan, tapi kami juga ingin bertemu dengan Haris jika bisa" ungkap pengacara
"Tolong, aku ingin ingin bertemu anakku" ungkap Jessi
"Untuk apa? Apa untuk anda kurung lagi dengan sumpah Anda, percuma anda meminta sumpah itu di lakukan papa saya, dia hilang ingatan sekarang, tak ingat apapun dari sejak dia jadi anak tiri keluarga Jhonson, itu yang papa katakan, yang dia ingat hanya saat dirinya selalu di siksa oleh ayah kandungnya tapi ternyata siksaan itu terbayarkan oleh warisan yang seluruhnya untuk papa saya" ungkap Hamka
"Ma.. maksud kamu?"
"Iya, papa hilang ingatan, jadi papa tidak akan bisa anda kurung lagi, buku harian papa yang menyebutkan setiap sumpah dan janji yang anda minta darinya agar anak anak anda yang lain hidup sejahtera, sudah saya bakar buku itu, dan papa tidak akan ingat apapun, sekarang yang akan dia ingat adalah masa lalu bersama kakek Patrick dan masa depannya bersama saya" ungkap Hamka
Mereka tidak percaya Hamka akan mengatakan itu, baik Zaki ataupun Brandon pikir Hamka tidak akan berani bersikap kurang ajar seperti itu tapi ternyata mereka salah, Hamka tetaplah Hamka yang akan mengatakan rasa tak sukanya, entah orang yang mendengar itu suka atau tidak.
"Siapa ibumu? Haris tidak pernah berpacaran, bahkan orang yang di jodohkan dengannya pun belum sempat dia nikahi" yang Jessi
"Ivanka Jonson, jangan berani macam macam dengannya atau kalian akan tamat!" Ancam Hamka berbisik lalu mengeluarkan kalung milik Haris dan membuat Jessi semakin terbelalak.
"Dalam kalung ini ada foto papa dan mommy saya, tapi selain foto, ada juga kunci menuju kehancuran anda Bu Jessi" ungkap Hamka
"Mari pergi pak pengacara" ucap Jessi menatap tajam Hamka.
"Saya tunggu kabar baiknya pak Brandon, pak Zaki, kami ingin secepatnya bertemu Haris" ungkap pengacara lalu mereka pergi dari sana.
"Hamka apa maksud kamu dengan kehancuran Jessi?" Tanya Zaki
"Ayo ikut Hamka ke kamar Lyra, disana ada semuanya, tapi Om harus tutup mulut" ajak Hamka
"Ceritakan disini jangan modus ingin ke kamar Lyra terus, Om tahu akal bulus kamu meski wajah kamu selalu datar begitu" ucap Zaki tegas
"Ternyata Hamka sangat mirip pak Haris, dia juga sering beralasan ingin memeriksa proyek padahal hanya ingin melihat Bu Ivanka di butiknya dulu" ungkap Zack
"Jessi pasti marah setelah tahu Haris punya anak bersama Ivanka, adik tirinya sendiri" ungkap Brandon
"Pasti Om, karena selama ini kan Tante Jessi hanya tahu Om Haris selalu membantu adik adiknya menyiksa Tante Ivanka, makanya dia kaget saat tahu Hamka anaknya Tante Ivanka" sambung Zaki
"Apa papa dulu sering menyiksa mommy?" Tanya Hamka
"Lebih tepatnya membiarkan, dia tidak ikut menyiksa, tapi dia selalu membantu mengobati luka luka mommy kamu, dia punya sumpah pada ibunya untuk selalu jadi pelindung adik adiknya itu, tapi Haris lupa Ivanka juga adiknya meski tidak lahir dari rahim Jessi melainkan lahir dari istri kedua pak Maulana Jhonson, dan karena mungkin bagi Haris Ivanka adalah cintanya bukan adiknya" Jawab Brandon
"Jadi itu sebabnya papa tidak mau hidup lagi dulu?"
"Iya, tapi setelah kamu lahir, Om Haris justru takut untuk pergi" ungkap Zaki
"Dia menyayangi kamu sekarang, itu sebabnya dia bisa bertahan bahkan ikhlas melepaskan mommy kamu untuk Daddy Lucas kan" ucap Zaki
"Masih panjang menuju ke pengadilan, ayo kita pulang" ajak Brandon
"Tapi pak, ada pertemuan sore ini dengan klien dari Amerika" ucap Zack
"Saya ini lelah Zack, yang biasa saya urus itu adalah kasus pembunuhan dan perampokan, bukan urusan bisnis dan kerjasama dengan klien dari luar negri, serahkan itu pada wakil saya pak Zaki Alamsyah Smith saja" ucap Brandon
"Zaki harus jemput Alda Om, pasti nunggu di rumah Opa Hendra" rengek Zaki
"Ini lagi satu! Rumah si Hendra itu di depan rumah kamu, nggak perlu di jemput Esmeralda bisa pulang sendiri, nggak usah lebay!" ucap Brandon geregetan
"Tapi Om, Zaki kangen Alda Om" jawabnya lagi membuat Zack tertawa karena Brandon terlihat frustasi sekarang.
Selama Zack mengurus perusahaan Haris, dia selalu berhadapan banyak kerjasama bisnis bahkan proyek yang sedang dia tangani, tidak pernah sekalipun dia mengambil apa yang bukan haknya ataupun mencuri salah satu properti Haris. Itu karena dia tidak mau Haris tidak percaya lagi padanya dan juga Lucy adiknya.
"Om Zack jangan kaget, mereka memang begitu, padahal Opa Brandon juga sama bucinnya pada Oma Cantika" ungkap Hamka dengan wajah datarnya.
"Iya, Hamka mau sesuatu?" Tanya Zack
"Hamka mau Americano dan jus alpukat untuk Lyra, tambah cookies rasa coklat juga" jawab Hamka malah membuat Zack gemas dan memeluknya karena dia merasa bertemu dengan Haris muda.
"Ayo Om kita pulang, Hamka mau cek brankas Hamka, papa sudah sadar dan sekarang hanya tinggal menunggu pulih saja" ajak Hamka
"Tunggu, tunggu aku dulu karena mungkin meeting nya tidak akan lama" keluh Brandon menahan tangan Hamka dan Zaki.
"Ada dua pertemuan pak, satu lagi di perusahaan Alkhatiri jadi pasti akan memakan waktu lama, ini proyek penting dan harus berhasil" ucap Zack
"Zack, saya akan mengurus surat pengunduran diri saya hari ini juga, hubungi bagian HRD" perintah Brandon
"Tidak bisa pak, yang bisa memecat bapak hanya pak Haris" jawab Zack dan Zaki kembali tertawa.
"Sabar Om, ayo kami temani" bujuk Zaki karena Brandon hampir menangis.
"Iya Opa, nanti Opa di sana hanya cukup tanda tangan saja, Opa kan CEO sementara perusahaan papa" bujuk Hamka
"Bisa aku jual juga dong perusahaan ini?" tanya Brandon
"Boleh kalau Opa mau tanggung semua biaya papa dan Hamka" jawab Hamka
"Tidak terima kasih, kalian merepotkan" sinis Brandon.