NovelToon NovelToon
IPAR

IPAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: Kirei

Menikah dengan Ipar adalah sesuatu yang sumbang buat Aralia. Tetapi ia tidak bisa menolak permintaan Ibunya yang memohon dengan air matanya demi sang cucu.

Varga suami yang lembut tak bosan-bosan memperhatikan istrinya walau sang istri menolak perhatian itu. Bahkan berani memasuki hati pria lain, yang membuat perjalanan cinta mereka rumit.

Dapatkan Varga memenangkan hati istri atau akan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alasan aneh

Sehabis makan malam keluarga Roland seperti biasa menyempatkan berbincang di ruang keluarga sembari menikmati buah sambil menonton televisi.

"Belum ada jawaban dari Aralia, Ga?" Tanya Ele memulai obrolan sambil mengupas jeruk untuk anak dan suaminya.

"Belum," jawab Varga sambil menonton.

"Pasti sulit baginya mengambil keputusan," Ele menghela napas panjang.

"Bagaimanapun dia harus mengambil keputusan, Biar Varga bisa memikirkan masa depannya." Roland menimpali sembari memakan jeruk yang di berikan istrinya.

"Iya juga, tapi anak itu masih labil masih sangat muda. Akan sangat susah buatnya mengambil keputusan tanpa adanya arahan." Ele menepuk lengan Varga yang duduk di sampingnya.

"Bagaimana kalau kita langsung melamar gadis itu?" tanya Roland memberi usul.

Varga meletakkan jeruk yang ada di tangan, kaget mendengar usulan ayahnya itu.

"Kalau mama sih setuju aja, tapi Varga?" Ele melihat kearah Varga.

"Untuk masalah ini biar Varga yang urus, besok aku akan coba bicarakan lagi sama Ara." ujar Varga, melihat kedua orang tuanya bergantian.

______________________________________________

Ara, aku tunggu jam tujuh malam di restoran 'dapur kita' datanglah ada hal penting yang ingin aku bicarakan.

Begitu isi pesan yang dikirimkan Varga pada malam sebelumnya kepada Aralia, kini pria berhidung mancung dengan iris mata indah itu duduk ditemani segelas kopi yang sudah mulai dingin karena waktu. Dua jam sudah ia duduk disana menunggu tanpa ada kata bosan.

Varga, sesekali melihat ke arah pintu masuk restoran itu. Berharap orang yang ia tunggu menampakkan diri. Varga kembali membaca pesan yang sudah di baca penerimanya tanpa adanya balasan.

Varga mengirim pesan kembali.

Aku masih menunggu dan berharap kau datang, Ara.

Ketik Varga lalu mengirimnya.

Di tempat lain, Aralia yang menerima pesan itu terlihat mengeluh. Ia melihat waktu yang ada di ponselnya dua jam berlalu dari waktu yang di tentukan Varga.

Yang benar saja.

Gerutu Aralia mengambil jaket, berlari menuruni anak tangga sambil mengenakannya.

"Ara, mau kemana buru-buru?" Nisa yang kebetulan keluar dari kamarnya bertanya dan tak mendapat jawaban dari Aralia yang memasang raut masam.

Jalanan sepi, malam itu gerimis dan angin meniup menberi rasa dingin. Aralia mengemudikan mobil milik ibunya tanpa sim.

"Hal apa yang ingin ia bicarakan padaku? Pernikahan?" Kesal Aralia "Baiklah mari kita bahas." Katanya sambil melajukan mobil itu dengan cepat.

Setelah sampai, Aralia memarkirkan mobilnya di area parkiran restoran lalu berjalan memasuki restoran yang masih cukup ramai. Ada beberapa pasang mata tertuju padanya sambil memberi nilai pada penampilan gadis mungil itu.

Aralia tidak peduli, ia hanya mencari dimana pria yang membuatnya kesal hingga datang dengan memakai piyama, jaket kusut dan alas kaki rumah dengan rambut sedikit berantakan.

Mata gadis itu menangkap sosok yang duduk di sudut restoran dengan posisi membelakangi pintu masuk. Arali menarik napas lalu berjalan kesana tanpa peduli tatapan orang padanya.

"Katakan apa yang ingin kau katakan. Aku tidak banyak waktu." kata Aralia meletakkan kunci mobilnya di atas meja, Varga kaget dengan kedatangan Aralia yang tiba-tiba.

"Terima kasih sudah datang, duduklah," ujar Varga, mengukir senyum di wajahnya. Lalu mengangkat tangan sebagai tanda pada pelayan restoran itu.

"Kau mau makan apa?"

Aralia menarik sudut bibirnya, rautnya kesal.

"Aku tidak ingin apa-apa." Sahut Aralia dengan nada kesal.

Varga mengangguk lalu menandai beberapa menu dan menyerahkannya pada pelayan restoran.

"Oke, di tunggu, kami akan menyajikannya sesuai permintaan, anda." kata pelayan itu, memberi senyum sebelum pergi.

Melihat Varga masih diam, Aralia menghela berat.

"Kak!" Ketus Aralia menggigit giginya sendiri.

"Kita tunggu makanannya datang ya, Ra."

"Aku sudah bilang aku tidak mau makan. Aku datang hanya ingin mendengar apa yang ingin kau bicarakan."

"Oke. Baiklah ... Aku meminta—," Saat Varga mulai berbicara, ponsel miliknya berdering.

Aralia menyandarkan tubuhnya ke kursi, ia sempat membaca nama pemanggil di ponsel milik Varga yang terletak di meja. 'Mama' begitu di layar itu tertulis.

"Iya ma," kata Varga setelah menerimanya.

Varga, melihat Aralia lalu, " oh ..., Ara ada samaku, Ma."

"Mmm baiklah,"

"Mamaku?" Tanya Aralia, setelah Varga mengakhiri panggilan. Varga mengangguk

Kenapa mama menelponnya bukan menelponku? Menyebalkan.

Aralia menunjukkan senyum sinisnya, kedua tangannya terlipat di dada sementara tatapan gadis itu begitu dingin pada Varga.

"Sepertinya kau datang buru-buru, Ra. Maaf sudah merepotkanmu." ujar Varga dengan sikap tenang dan juga penuh tatapan lembut. Entah kenapa gadis yang ada di depannya ini tak juga luluh dengan sikap hangat Varga.

"Mari kita bahas hal yang penting saja." Aralia dengan sikap acuhnya berucap. Ia mengalihkan tatapannya dari Varga yang tenang.

Pelayan datang membawakan pesanan dan dengan hormat meletakkan di atas meja.

Dua porsi udang saus mentega, dua porsi kepiting saus padang, dua porsi soup ikan kakap dan lengkap dengan air minum.

Semua itu makanan kesukaan Aralia.

"Selamat menikmati, Tuan dan Nona." ucap pelayan itu dengan sopan.

Varga mengangguk dan mengatakan, " terima kasih."

Aralia menelan salivanya melihat makanan yang ada di atas meja. Gadis itu sangat menyukai kepiting yang berlumur dengan saus kental juga soup ikan. Segera mengalihkan tatapannya berusaha mengabaikan yang ada di meja.

Itu semua kesukaan Ara, kenapa dia bisa tahu? Apa mama ...

"Makan Ra ...," Ujar Varga menawarkan.

"Kak aku kesini bukan untuk makan, Eih." Ketus Aralia.

Varga menipiskan bibir, meletakkan kembali sendok yang sudah ada di tangannya.

" Baiklah," katanya, menarik napas kemudiam melihat Aralia dengan serius.

"Mengenai keinginan mendiang is—,"

"Iya. Ara akan jawab." Aralia memotong ucapan Varga, "apapun itu keinginan kak Rena, aku menolak dan maaf aku tidak bisa mewujudkannya." Sambung Aralia dengan tegas.

"Ra ...,"

"Kak. Aku tahu kak Varga juga tidak menginginkan hal itu kan? Dan karena itu mari kita lupakan dan tetap menjadi saudara ipar."

Terdengar helaan napas panjang dari Varga, namun sikapnya masih tenang.

"Baiklah ..., Aku mengerti. Tapi bisakah kau memberiku sebuah alasan kenapa kau menolakku?"

Aralia berdecak. "Menikah denganmu seperti menikah dengan saudaraku sendiri. Sumbang atau inses." Jawab Aralia, alasan itu membuat senyum di wajah Varga, entah itu lucu baginya atau alasan Aralia terlalu mengada-ada.

"Oke." Varga mengangguk paham, " sebelum pulang kau makan dulu ya. "

"Menyebalkan." Ketus Aralia, berdiri lalu meninggalkan Varga disana sendiri, Varga tak menahannya ia hanya menoleh melihat kepergian Aralia sambil menahan tawa.

"Inses ...," Gumamnya sambil menatap makanan di atas meja.

Di dalam mobil Aralia mengumpat sambil membanting stir mobilnya, kesal mengingat bagaimana wajah Varga menahan senyum saat di dalam sana.

Arrhhh ... teriaknya.

Pagi hari sudah tiba, matahari mulai terang dan langit mulai cerah. Aralia duduk menikmati sarapan pagi yang di sajikan ibunya.

Nisa menatap putrinya itu, mengingat cerita Varga mengenai penolakan Aralia.

"Semua sudah berakhir ma."

"Kenapa?"

"Ara menolak untuk aku nikahi,"

"Apa Alasannya, Varga?"

"Akan sangat sulit bagi kami bersama, karena hubungan kami hanya sebuah ikatan yang di satukan tanpa cinta."

Begitu percakapan mereka lewat ponsel, tentu Varga tidak mengatakan alasan yang dibuat Aralia, karena alasan itu terlalu menggelitik hati siapapun yang mendengarnya.

1
Shifa Burhan
perbandingan novel author sendiri
OBSESSIVE LOVE dan IPAR
*perselingkuhan suami dilaknat tapi perselingkuhan istri dianggap bisa saja
*suami selingkuh dibuat dapat balasan, menderita, mengemis maaf dan berjuang keras dapat kesempatan tapi istri selingkuh dianggap biasa saja dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh, sikap istri tegas, minta cerai, pergi dan tidak mudah memaafkan tapi istri selingkuh. sikap suami bodoh, tidak punya harga diri, malah suami yang mengemis dan memohon istri tinggalkan selingkuhan nya dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh kalian hadir lelaki lain yang perhatian pada sang istri tapi istri selingkuh, kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap pelakor dan wanita murahan
*wanita selingkuhan diperlakukan kasar, hina dan dibinasakan tapi ptia selingkuhan istri diperlakukan sangat lembut dan malah seakan jadi korban

adil jalan pikir mu kalau sudah begini, miris sikap egois wanita dalam membuat novel
Shifa Burhan
segitu munafiknya wanita dalam berkarya banding dengan novel mu sediri
obsessive loves (suami selingkuh) dan ipar (istri selingkuh)

obsessive lover, suami selingkuh dilaknat, dapat balasan, menderita, mengemis maaf, berjuang membuktikan diri, berjuang keras dapat kesempatan, sikap istri tegas minta cerai, pergi dan tidak semudah itu memaafkan, kalian hadirkan lelaki lain yang peduli pada sang istri dan dianggap pria paling pengertian, wanita selingkuhan diperlakukan kasar, tidak ada baiknya, dihinakan dan akhirnya dibinasakan
banding dengan novel sendiri
ipar ketika istri selingkuh,perselingkuhan itu malah dianggap hal biasa saja, semudah itu dimaafkan, sikap suami kayak lelaki tidak punya harga diri dan bodoh, Terima saja diperlakukan kayak gitu dan malah dia yang mengemis dan memohon cinta pada istri najis tukang selingkuhnya, kalian hadirkan wanita yang perhatian pada sang suami tapi tetap saja kalian wanita murahan, dan diperlakukan kasar, pria selingkuhan diperlakukan lembut, solah dia korban juga, seakan perselingkuhan itu kalian benarkan

jika sudah begitu banggakah author dengan sikap yang sangat egois ini dalam berkarya

miris
Shifa Burhan
kalau susah wanita buat novel pasti tidak adil dan egois

*lihat begitu enaknya jadi pemeran utama wanita selingkuh dan semudah itu dimaafkan (coba kau banding dengan novel suami selingkuh, udah pasti dibuat dapat balasan menderita, mengemis maaf dan berjuang keras)

*saat novel suami selingkuh kau buat istri tegas pergi dan minta cerai tapi saat istri selingkuh suami dibuat kayak pria bodoh dan tidak punya pendirian Terima saja diperlakukan kayak gitu

*saat novel suami selingkuh kau hadirkan pria lain yang baik pada sang istri tapi pada saat istri selingkuh kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap wanita murahan

*saat suami selingkuh, wanita selingkuhannya kalian cap wanita murahan tapi saat novel istri selingkuh, pria selingkuhan kalian buat seakan jadi korban

*saat suaki selingkuh kalian laknat, dan tidak ada pembelaan sama sekali tapi pada saat istri selingkuh kalian bela dengan alasan masih labil lah

pikiran munafik dari wanita dia dibawah kedalam novel maka jadilah novel yang munafik dan menjijikan
sulanjari makmur
menarik,lanjut baca
Sulaiman Efendy
LAMA JUGA HAMILNYA, SETELH 3 TAHUN.. TPI BAGUS,JUGA, BIAR GK TRLALU DKT DGN BIANCA JARAK UMUR CALON ADIK BIANCA..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
JGN2 KERJAAN LISA TU YG NABRAK ARA.
Sulaiman Efendy
UNTUNG VARGA MSH BISA KUASAI EMOSINYA, KLO AKU MNGKIN SDH TRJDI PMBUNUHN DIKAMAR HOTEL ITU..
Sulaiman Efendy
SETIDAKNYA LO JDI PRIA PRTAMA YG MNJADIKN ARA MANTAN PERAWAN..
Sulaiman Efendy
HRSNYA JGN LO MATIKAN, BIARKN REVEN DENGAR DESAHAN KALIAN BRDUA..
Sulaiman Efendy
KNP GK DIBLOKIR TU NO REVEN...
Sulaiman Efendy
PASTI SI LISA SURUH REVEN NODAI ARA.. BNAR2 MAK LAMPIR IBLIS NI SI LISA
Sulaiman Efendy
ROMANTIS DN TUKANG ZINAH..
Sulaiman Efendy
INI SI LISA MAK LAMPIR,, MAU JDI PELAKOR RUPANYA
Sulaiman Efendy
NAHH, PANDAI JUGA LO MARAH DN CEMBURU MA CAYROL,, KMARIN2 LO GK MIKIRKN PRASAAN VARGA.
SKRG LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS, KMARIN2 SLMA 11 BLN VARGA BRSIKAP MANIS, PRHATIAN DN SABAR, SLLU LO KETUSIN.. SEHARI PULANG DRI RS, LO MALAH MESRA2AN MA REVEN.. DN BETAPA GILANYA LO JDI TAMENG TUBUH BUAT REVEN PAS KPERGOK VARGA..
DN MLMNYA SETELH VARGA DUEL MA REVEN, LO MLH LBH KUATIR K REVEN.. SETELH APA YG CAYROL LAKUKAN, LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS.
SAMPE SAAT INI, IBU LO SINISA, DN KDUA MERTUA LO, GK TAU KLAKUAN LO, SEMUA KBUSUKN LO DI TUTUPI OLEH SUAMI LOO, RELA DIMUSUHI DN TRSAKITI OLEH ORTU SENDIRI, DEMI JAGA HARGA DIRI DN NAMA BAIK LOO..
Sulaiman Efendy
KURANG APALAGI PRIA SPRTI VARGA INI, DEMI NAMA BAIK ARA DIDEPAN KDUA ORTUNYA, DY RELA TRSAKITI..
Sulaiman Efendy
SEANDAINYA LO TAU YG SEBENARNYA ROLAND, APA LO MSH MNYAYANGI ARA...
Sulaiman Efendy
DEMI JAGA BAIK ARA DI DEPAN ORTUNYA, VARGA RELA MNGAKU SELINGKUH DI DEPAN ORTUNYA, MSH SAJA SI ARA WANITA ANJING GK PNY HATI, BRRTI MMG BNAR2 IBLIS TU ARA..
Sulaiman Efendy
NANGGUNG BANGET, KNP GK LO PATAHIN TU TULANG2NYA SI ANJING REVEN..
Sulaiman Efendy
KNP GK LO SETUBUHI SAJA TU ARA SIALAN GA, BIAR KAPOK DY...
TU REVEN KSIH MMPUS SAJA.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!