Nama ku Faiza Alya Aziza. Aku yatim piatu. Tinggal bersama nenek. Nenekku satu satunya keluargaku. Ketika nenek sakit dan memerlukan biaya yang tidak sedikit, aku pun rela melakukan apapun demi nenek.
Hingga aku harus terjebak dengan CEO tampan dan arogan.
Sampai akhirnya aku hamil. Aku mengalami keguguran yang dikarenakan perbuatan kekasihnya.
Tian yang tak terima karena berpikir aku sengaja menggugurkan kandunganku, akhirnya mengusirku. Aku harus pergi jauh dari kehidupan pria yang paling ku cinta dan juga ku benci.
Maaf masih dalam proses revisi, jika ada banyak kesalahan dan kejanggalan. Karena bukan penulis profesional, hanya pemula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Operasi Nenek
Alya menunggu dengan gelisah di luar ruang operasi. Ia tak berhenti berdoa supaya operasi neneknya berjalan dengan lancar.
"Siang Alya.... apa nenek mu sedang di operasi sekarang"tanya Andi mengagetkan Alya.
"Ya.... lagi operasi. Sejak kapan anda disini"Alya
"Baru aja.... duduklah. Dengan kamu mondar mandir gitu, operasi Nenek mu juga tidak akan cepat selesai"Andi
"Aku takut Andi.......aku benar benar takut jika operasinya gagal. Hanya nenek keluargaku"Alya berucap sambil berurai air mata.
"Kita sama sama berdoa aja agar proses operasinya berjalan lancar"Andi
"Terima kasih Andi.... kamu baik banget ama Alya"Alya
"Sama sama. Jangan terlalu sungkan gitu. Anggap aja aku juga bagian dari keluargamu"Andi
"Sekali lagi terima kasih Andi,......"Alya.
Alya duduk disebelah Andi. Ia masih tampak gelisah. Andi yang memperhatikan Alya merasa kasihan.
"Andi.... aku boleh bertanya"Alya mengajak andi berbincang untuk mengurangi kegugupannya.
"Boleh aja.... apa yang ingin kamu ketahui"Andi
"Sejak kapan kamu kerja dengan Tuan Tian"Alya
"Kerja dengan Tian baru 3 tahun ini, tapi aku sudah lama mengenalnya. Kami berteman semenjak SMP"Andi
"Apa selama kamu mengenal Tuan Tian ia tak pernah memarahi atau menyinggung mu"Alya
"Tian sebenarnya orang yang baik, cuma keluarga yang membentuknya seperti sekarang. Ia harus bersikap tegas. Ia udah dipaksa menjadi pemimpin perusahaan sejak usia muda dan membiayai semua kebutuhan keluarga"Andi
Sedang mereka asik ngobrol tiba tiba tampak perawat dan dokter yang berlarian keluar masuk keruang operasi nenek.
"Andi ada apa dengan nenek ku. Mengapa semua nya terlihat panik"Alya berdiri ikutan panik
"Semoga semua baik baik aja Alya, kamu tenang aja dulu"Andi.
Tak berapa lama tampak dokter keluar dengan wajah lesu.
"Siapa keluarga pasien..... "tanya dokter
"Saya dok.... saya cucunya"Alya
"Maaf.... kami telah berusaha dengan maksimal tapi Allah berkehendak lain, kami tidak dapat menolong nenek anda. "ucap dokter
"Maksud dokter.... "Alya
"Nenek anda tidak bisa diselamatkan... "dokter
"Tidakkk...... dokter bohongkan.... nenek Alya tidak mungkin meninggal"Alya
Alya langsung terduduk di lantai. Seluruh badannya lemas mendengar ucapan dokter.
Ia menangis terisak.
Andi yang melihat keadaan Alya merasa ikutan sedih. Ia langsung mengabari Tian tentang nenek Alya.
Alya masih duduk dilantai dengan kedua tangan memegang kaki yang dilipat. Wajahnya disembunyikan dikakinya sambil menangis.
Tian tiba di rumah sakit tak lama setelah Andi menelponnya. Ia melihat Alya yang menangis terisak.
"Kau urus semuanya. Termasuk pemakamanya"perintah Tian kepada Andi.
Alya yang mendengar itu langsung menegakan kepalanya.
"Pemakaman siapa yang akan anda urus Tuan"tanya Alya diantara isak tangisnya
"Tentu saja pemakaman nenekmu"Tian
Alya berdiri dan langsung menatap tajam ke arah Tian.
"Apa maksud anda Tuan.... apa anda mendoakan nenek saya meninggal. Anda boleh kejam terhadap saya tapi jangan ganggu nenek saya"Alya
"Apa maksud mu.... "Tian
Andi mendekat kearah Alya dan memeluk pundaknya...
"Alya.... kamu harus sabar. Dan ikhlas menerima semua ini. Nenek mu pasti udah tenang disana. Dan tidak merasakan sakit lagi"ucap Andi
"Tidak..... nenek Alya tidak boleh pergi. Sama siapa Alya akan tinggal. Alya hanya punya nenek"ujar Alya. Andi memeluk Alya. Menggosok punggungnya agar wanita itu sedikit tenang.
"Alya, kamu tak boleh berkata begitu, kamu harus kuat. Apa sekarang kamu udah siap melihat jasad nenekmu"Andi
"Ya Alya mau melihat nenek"
Andi memapah Alya menuju kamar mayat. Tian yang melihat itu sedikit merasa cemburu. Ia tak mengerti, ada apa dengan dirinya. Mengapa ia sangat tertarik dengan Alya.
"Nenek......mengapa nenek meninggalkan Alya. Nenek bilang nenek sangat menyayangi Alya. Nek.... bawalah Alya nek. Alya tak akan sanggup hidup sendiri"Alya memeluk jasad neneknya sambil menangis.
"Nek.... bangun nek. Nenek pasti cuma bercandakan. Nenek cuma tidurkan. Nenek nanti kalau nenek bangun... Alya akan beli semua makanan yang nenek suka. Alya akan mencari uang yang banyak agar nenek bisa makan enak"Alya.
"Alya..... kamu jangan bebani nenekmu dengan rintihan. Kamu harus kuat. Kamu harus bisa bangkit dan jadi orang sukses biar nenekmu bangga"Andi
"Andi..... apa ini nyata. Apa nenek Alya benar benar telah tiada, meninggalkan Alya"Alya
Andi hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Alya memegang wajah neneknya dan mengusapnya.
"Nek........ "Tiba tiba Alya tumbang.
Tian yang berada di belakang Alya langsung menyambutnya. Alya tidak sadarkan diri.
Tian menggendong Alya dan membawanya keruang rawat.
Ia meminta Andi segera mengurus administrasi di rumah sakit dan mengurus pemakaman nenek Alya.
************************
Jangan lupa like.... koment dan vote
Terima Kasih
selalu suka deh..
jadi bingung mau komen apa..
sedikit saran, kata2 percakapan di novel ini lebih diperhalus lagi..
terutama jika anak berbicara dg ibunya seharusnya gak pakek "lu-gue" begitu jg sebaliknya..
kalo sesama anak sih, ya bisa dimaklumi lah..
trus cerita Alexa-Rendi gak lanjut di sini ya mam?
oke deh, lanjut next novel..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞