NovelToon NovelToon
OM LORENG I HATE YOU

OM LORENG I HATE YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: andee Rosalia

JANGAN BAYANGKAN KISAH CINTA SEPERTI DOTS karena kenyataannya tidak akan pernah semanis itu, jika ingin mengguak akan kerasnya kehidupan pernikahan bersama om loreng.


hidup itu keras jika ingin tahu drama didalamnya, silahkan baca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

pagi pukul sepuluh lewat dua puluh lima menit pagi, ternyata mereka datang lagi dan rapat keluarga terjadi lagi. yang ku maksud dia adalah keluarga sekaligus calon suamiku, hari ini dia datang dengan seragam kerjanya.

wajahnya tidak jauh berbeda dari pertama kali kami bertemu. tatapan memang sedikit melembut tapi aku tahu lelaki itu merasa tidak iklas datang menemui keluargaku.

dalam benakku yakin jika lelaki itu diseret oleh orangtuanya hingga bisa hadir di hadapanku saat ini. setelah sedikit berbasa-basi, aku baru tahu jika ternyata setelah kejadian aku ngamuk kemarin, ayah juga menggamuki om Bagas karena kelakuan anaknya, lalu kemarahan itu juga menggalir ke lelaki yang akan menikahiku.

kini kedua keluarga kami berkumpul, setelah mendapat sedikit siraman qultum dari kedua kepala keluarga, aku dan lelaki bernama Hafiz itu ditanya i menggenai permasalahan kami sebenarnya, dan alasan apa yang membuatku semakin kekeh membatalkan pernikahan yang sudah hampir rampung 50% itu.

diberi kesempatan untuk berbicara dihadapan keluarga inti, akhirnya kuluapkan semua amarahku, mulai dari kesalahan lelaki itu hingga semua perkataan mereka yang sangat menyesakkan. aku berkata

"aku ngak pernah ada niat menikah dia, tapi semua orang menuduhku kalo aku yang melemparkan diri untuk dia nikahi" tunjukku pada Hafiz yang menatapku intens sedari tadi.

"...." tak ada yang bersuara kala aku menggucapkan itu sehingga aku kembali berkata

"katanya aku wanita murahan yang tidak bermoral dan tidak berhati, licik dan belum pantas mendampingi dia yang hebat"

"...." mereka masih diam saja.

"katanya aku hamil dan menjebak dia untuk menikahiku" tunjukku pada dia yang masih memasang wajah datarnya.

"..." semua orang masih bungkam tapi saat kutatapi bang adi. wajah tenang bang adi seakan hilang, otot-otot tangan bang Adi menggencang, bahkan hampir menghajar Hafiz jika tidak ditahan oleh ayahku.

aku terus menyebutkan satu persatu derita yang kualami dan fitnah yang kudapatkan beberapa hari ini setelah kabar pernikahanku tersebar.

dari kedua kakakku, memang aku yang paling sering menanggis tapi saat orang lain menyakitiku, bang Adi juga Ayah tidak bisa mentolerir lagi. aku menanggis pilu, ternyata tanggisanku itu sekaan menyayat-nyayat hati mereka sehingga ayah dan bang adi memukuli hafiz secara habis-habisan.

orangtua Hafiz hanya bisa pasrah ketika melihat anak semata wayangnya dipukuli habis-habisan oleh keluarga calon besan. jangan tanyakan dengan ibuku, ibuku adalah wanita yang paling sering melakukan kekerasan pada anaknya malah terlihat sangat puas saat calon menantu memuntahkan darah segar dari bibirnya.

kak Diba hanya memilih menunduk sedangkan tante mia sudah terisak sedari tadi dalam pelukan om Bagas. om Bagas memilih menggalihkan pandangan sampai terlihat Ayah lelah sendiri dan menghadang bang Adi melanjutkan aksi kekerasan pada Hafiz.

dengan sisa tenanga yang di miliki hafiz, hafiz mencoba kembali duduk ditempatnya dengan tenang, tapi belum juga Hafiz bernafas lega, tiba-tiba dengan suara tegas tanpa bantahan ayah terdengar ditelingga kami, ayah berkata

"kau belum menikahi anakku saja sudah membuatnya menderita. kami mendidik dan membesarkannya penuh kasih sayang, tapi kau malah melakukan sebaliknya. kalo kau tidak tahu arti sakralnya pernikahan mundur dan aku setuju jika pernikahan ini dibatalkan saja" kata ayah dengan suara lantang.

itu keputusan ayah, tapi tidak dengan om Bagas. mendengat perkataan ayah, om Bagas lalu berdiri dari posisi duduknya dan berkata

"kau tidak bisa membatalkan pernikahan ini begitu saja. semua orang hampir sudah tahu pernikahan ini, kau sama saja ingin menghancurkan nama baik keluarga kita anggara" bentak om bagas dengan suara tidak kalah keras dan besarnya dari suara ayah.

om Bagas sepertinya sudah kehilangan kontrol dirinya tapi tidak dengan ayah, ayah malah dengan santainya berkata

"aku lebih baik malu karena hinaan orang lain, dari pada hidup dengan penyesalan setelah menikahkan anakku dengan orang yang salah" kata ayah yang duduk dengan bersidekap dan menyilangkan kakinya.

"kau tidak layak menggangap anakku bukan lelaki tepat untuk anakmu anggara" geram om bagas.

"belum apa-apa saja anakmu tidak bisa melindung anakku dengan segala fitnah malah seolah mendukung fitnah itu karena tidak pernah mendampinggi" kata ayah

"anakku benar-benar sibuk anggara, alasan itu bukan cara untuk menghindari pernikahan ini tapi memang pada dasarnya dia sibuk"

"kau tahu anakmu akan sibuk tapi tetap kekeh menikahkan dia. anakmu pikir anakku apa?"

"....." om bagas ditanya seperti itu kini memilih bungkam dan menggalihkan pandangan karena sadar jika memang anaknya salah selama ini.

semua memilih bungkam tapi nyatanya tidak dengan lelaki bernama hafiz. kali ini hafiz membuka suaranya lalu berkata

"mohon om memberi saya kesempatan, saya akan berusaha untuk memperbaiki diri dan menggakrapkan diri dengan aira tapi om tolong bersabar karena kewajiban saya sebagai abdi negara juga sedang mendesak" kata hafiz dengan tebata-bata.

kalimat itu terdengar jelas ditelinggaku tapi aku memilih bungkam dan acuh saja sampai suara bang adi menepis sepi, bang adi berkata

"sampai kapan?, sampai kapan kami menunggu keseriusan dari ucapanmu"

"secepatnya bang, secepatnya setelah tugas saya dan kewajiban saya yang satu ini selesai terlebih dahulu " janjinya dengan mimik wajah serius dan disaksikan oleh kami semua. kami memilih diam, bang adi malah berkata

"ingat baik-baik janjimu, semakin menderita adikku maka pembalasanku akan semakin kejam" kata bang adi lalu bergerak menuju kearahku.

kini, bang adi sudah memaksaku untuk berdiri lalu meninggalkan ruang keluarga kami. ternyata bang adi menuntunku menuju mobil miliknya, mobil terus melaju dan saat berhenti, aku baru tahu jika ternyata bang adi membawaku ke taman kompleks yang tidak jauh dari rumah kami.

kami berdua turun dari mobil, lalu melangkah menuju seorang bapak-bapak pedagang es tong-tong. yang spesiales dari es ini adalah, es itu terbuat dari santan kelapa yang dibekukan.

kami menyebutnya dengan es tong-tong karena saat pedagang itu lewat yang terdengar adalah suara "tong-tong". suara itu berasal dari penggabungan antara gong dan pemukul yang dilapisi karet.

lelaki tua itu sudah menjadi langgananku dan bang adi sejak kami masih kecil, dulu kami menyapanya dengan panggilan mas daeng. kami berdua memesan 1. rasanya masih sama seperti yang dulu.

ku nikmati es tong-tong milikku dengan tenang tapi tiba-tiba bang adi malah berkata

"ra, kamu dulu ingat ngak? gimana bang adi selalu nyisihin uang jajan biar bisa ngajak kamu makan es ini tapi nanti saat kita pulang, abang malah dihukum sama ibu karena kamu batuk setelah makan es?"

"..." aku tidak bersuara, malah tersenyum sangat lebar menggingat kejadian itu juga mengganguk beberapa kali sebagai jawaban.

"abang paling tidak tega jika aira memelas, abang paling rela jika harus menderita asal aira senang tapi aira kenapa semakin besar malah lupa kalo pernah bilang kalo abang ini super hero paling hebat untuk aira" ujar bang adi sambil menelisik dalam mataku.

mata kami bersitatap, dari mata bang adi, aku melihat kekecewaan, kesedihan serta penyesalan. aku tetap tidak bersuara tapi sudah kembali terisak, apa lagi pelukan hangat bang Adi semakin menyadarkanku jika selama aku menderita, keluargaku juga merasa tidak kalah menderitanya dibanding aku.

setelah sedikit bernostalgia bersama bang Adi, kami memutuskan pulang. sesampainya kami dirumah, ternyata keluara om Bagas sudah pulang. suasana hati serta kesadaranku mulai membaik tapi, biarpun seperti itu, aku tetap membuat jarak dengan keluargaku.

***********

hari ini hari senin, persyaratan nikah belum selesai dengan maksimal sehingga aku harus kembali menggikuti peraturan yang berlaku. jika kemarin-kemarin hanya supir yang menjemput, sekarang mereka datang berdua.

siang pukul 1:12 kami sampai di rumah salah satu senior yang seharusnya kudatanggi sedari kemarin. ini pertama kalinya dia menemani dan itu sukses menghalau bibir lemes si ibu-ibu tukang gosip menghinaku.

petuah, saran bahkan pesan belum dilontarkan si ibu, tiba-tiba telpon seluluer milik hafiz berdering dan itu sukses membuatnya kembali meninggalkanku.

tugas sih tugas tapi rasa tanggung jawab membawa anak gadis orang dimana coba kalo seperti ini?. Belum apa-apa aku sudah ditinggal sesuka hati nah kalo nikah gimana? ini kami mau nikah atau aku di usir dari keluargaku bukan sih?.

sekarang ini aku memilih pasrah saja, tidak ada perbedaan untukku jika lelaki itu datang atau tidak. aku hanya perlu menyerahkan ragaku menghadap di hadapan orang-orang yang harus kutemui.

persoalan masuk tidaknya wejangan mereka di nalarku itu permasalahan lain, aku merasa telah telah melakukan tugasku semuanya kulalui dengan baik walau kadang pertanyaanya dari ibu-ibu itu terkadang sangat menyebalkan.

serangan mereka memang hanya sebuah serangan non verbal tapi itu saja sudah sukses membuatku hancur lebur setelah bertemu mereka. apalah aku yang masih bau kencur ini tuhan!!!.

Ketika bertemu dengan ibu-ibu senior mau tidak mau akhirnya kuakui mentalku jatuh sejatuhnya. Menurut mereka apa yang diucapkannya adalah petuah dan wejangan untukku tapi bagiku semua ucapan mereka hanyalah nyinyiran belaka.

Bagaimana tidak, mereka tahunya aku hanya lulusan SMA dari keluarga biasa dan tidak sampai hanya disitu, saat menggurus surat penyuratan, semuanya aku sendiri yang menggurusnya.

aku tentu protes, aku inikan masih beliah dan buta akan hal beginian mana nikahnya juga kepaksa. semua ku kerjakan dengan kondisi hati ngelangsa. Ketika aku mengajukan ptotes ayah malah entengnya berkata

"Sekalian latihan mental dan kepenggurusan" Mendengar kata itu isss sungguh aku ingin membuat mulut orang itu memakan cabe 3 liter sekaligus.

Gampang banget ngucapinnya tapi dia ngak tahu aja siksanya aku untuk menghadapinya. ini hidupku, bukan game jika kalah bisa diulang dari awal.

Banyak orang yang membicarakan kemandirianku mengurus pengajuan surat nikah dan mereka menangkap kesan bahwa selama ini aku yang terlalu ngebet nikah dengan om-om tua yang kukenal hanya fisiknya doang selebihnya lewat sebuah proposal tebal mengenai riwayat hidup, pendidikan, kesehatan, gaji bahkan makanan yang dia suka dan tidak.

Tolong catat hal penting ini, yang nikah itu kami berdua tapi yang sibuk hanya aku. aku yang urus ini, itu semaunya diurisi olehku. CATAT!! Semuanya AKU YANG NGURUS!!

Demi kerang ajaibnya sponsbob sungguh orang itu katroknya nauzubillah. ini dua ribu sembilan belas, dimana dunia dalam genggaman aisss percuma saja gadgetnya keluaran terbaru jika fungsinya hanya telpon dan sms.

Salahkah aku yang terlahir di zaman menelial jadi rasa kepo diplesetkan menjadi bagian dari perhatian pada orang lain?.

Proses demi proses kulalui. Semua dokumen telah terkumpul dan berhasil masuk dalam daftar tunggu calon pendamping prajurit kupikir semuanya tugasku sudah berakhir namun ternyata itu hanya pemikiranku saja.

kini aku sampai di tahap dimana aku seharusnya kembali menghadap dan melakukan pembinaan mental, lalu menghadap ke pejabat kesatuan terlebih dahulu. selesai dengan kedua tahapan itu, barulah boleh mengajukan pernikahan ke KUA.

Entah sudah berapa kali aku menggeluh dan tidak membuahkan hasil sama sekali. Setiap aku protes ayah cuma bilang "Man Jadda WaJada" oghh tuhan tipu muslihat ayahku terlalu agamawis dan karenanya aku tidak dapat mengeluarkan bantahan lagi.

semua keluhanku rasanya tidak berguna, Hari yang ditentukan telah tiba dan di pagi yang cerah ini aku sudah kembali berdiri di depan gerbang batalyon yang menjadi tempat kerja calon suamiku, itu pun lagi-lagi dijemput dan diantar oleh supir calon mertuaku.

Calon pasanganku itu tidak menjemputku lagi-lagi dengan alasan tugas yang tidak bisa ditinggalkannya. Sendainya aku produser film aku sangat ingin membuat film dengan judul "SAY GOOD BYE DENGAN BISSMILLAH".

jika kalian penasaran dengan lokasi yang kudatangi sekarang ini, batalyon yang ada di hadapanku nyatanya hampir sama dengan tempat lainnya.

Seperti batalyon lainnya lokasiku saat ini bernuansa hijau pupus bersih dan cukup rindang, kantor TNI tidak jauh berbeda dari warna baju yang kugunakan.

aku berdiri menggunakan PSK alias pakaian seragam kerja. pakaian ini sudah sedari dulu begitu jenis kainnya pun sudah ditentukan yaitu kain katun semi wol bewarna hijau pupus, disertai sepasang wedges setinggi 5 cm bewarna hitam dan tidak ketinggalan dengan tas yang senada dengan warna sepatu yang kugunakan.

cukup anggun sebenarnya, biarpun terkesan sederhana tapi tetap saja aku merasa risih dengan penampilan ala ibu-ibu yang belum cocok untuk usiaku yang baru beranjak dewasa.

seperti perintahnya aku harus menunggu di gerbang piket hingga seeseorang yang tidak kukenal menggunakan pakaian loreng menjemputku lalu dengan berbaik hatinya ia menggantarkanku hingga kedepan ruangan dunyonif.

Ruang dunyonif adalah ruang yang digunakan layaknya ruang sidang dan disana sudah ada beberapa anggota TNI dan pasangannya juga, aghh pemandangan yang ada di hadapanku kini membuatku sesak. kenapa? ya karena prajurit yang menunggu itu di dampinggi oleh calon ibu persitnya masing-masing, mereka juga saling mengguatkan untuk menghadapi danyon sedangkan aku?.

1
Riski Bagus
karakter Aira elek banget, aku ya jadi mertuanya pasti tak suruh ceraikan aja
udah manja dan keras kepala
Putri Bone
terimakasih, ini yang ketiga kalinya baca
saya selalu rindu mungkin karena saya orang Bugis JD apa yang diceritakan di dalamnya terasa nyata karena sering melihat seperti itu
ELSA SURYANI_XI MIPA 2
Luar biasa
Anonymous
Mewekkk baper 😭
Sulisbilavano
Luar biasa
🍓to be🍑then to🕊️be free
h
🍓to be🍑then to🕊️be free
ini salah kali pertama aku menangis baca novel
Qaisaa Nazarudin
Lemah banget kamu Aira,Katanya pemegang sabuk hitam,tapi sampai di bab ini kelemahan mu yg selalu ku lihat,Jgn lemah kalo kita lemah kita yg di pijak2,balas balik perbuatan mereka kalo aku di tempat kamu,igeb banget sih 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku di sini Suami memainkan oeran nya,melindungi istri de segala hantaman badai,de cemoohan org luar harusnya,Tapi aku tidak melihat itu semua de Hagiz yg tau nya marah2,,Aira itu udah strees masih labil tapi dipaksa mengajdapi kerasnya hidup di lingkungan prajurit,dgn ibu2 persit/danyon yg nyinyir,Siapa juga yg gak strees,Hila banget🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Nah di sini mmg salah kami yg gak tegas,gak bisa menhaga perasaan hati dan perasaan istri sendiri,Istri mana yg mau suaminya di dekatin mantan??harusnya kamu sadar itu!!!😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu kenpa kamu masih maksa diri utk bertahan,Ogeb,sebenar menurutku Kamu yg bunglon..Gak tegas,sok jual mahal,udah terlalu banyak dosa kamu dgn suami,yg selalu di selingi dgn pertengkeran dan kata2 kasar,ingat walau gimana pun status mu adalah istri,jd tergantung kamu utk membiatkan tdknya org ke 3 utk mamasuki rumah tangga mu..
Qaisaa Nazarudin
#Aku
Qaisaa Nazarudin
Alu jd bingung sendiri,Sebenarnya hidup istri sang prajurit itu gimana iya??disetiap novel yg ku baca itu kok lain2 sih..
Qaisaa Nazarudin
Para suami mah gak papa,katena dr awal sudah di ajar dgn ketegasan,kekerasan dsb,Noh para istri yg awalnya santuy2 malah harus berubah ke 360% Setelah menikahi prajurit, Itu tuh yg bikin streesssss…😂😂
Qaisaa Nazarudin
wkwkwk udah jadi kepompong tu si Aira 🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk mampos loe babang 🤣🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Aira bukan lemah,Dia pengsan mungkin karena capek menguruskan persiapan pernikahan kalian itu sendirian,harusnya kamu mengerti itu semua,bukannya malah marah2 dan membentaknya,Aira masih labil,jiwanya jiwa yg masih pengen bebas kayak remaja lain nya,
Qaisaa Nazarudin
Wajah siapa?? Wajah Aira kah atau wajah pacar mu??
Qaisaa Nazarudin
Terus kenapa kamu gak kenalkan aja kekasih mu itu ke papa kamu?? Heran aja aku dgn papa kamu,Bikin tensi aku naik aja,Semua orang gak setuju dgn perjodohan ini,tapi Baga itu dgn sukap ngototnya,, Aku ingin tau aja apa alesan Bagas yg memaksa dan ngotot banget menikahkan anaknya Hafiz dgn anak2 nya Anggara???
Qaisaa Nazarudin
Itu juga yg ku heran,Papa kamu Bagas kok ngotot banget sih,,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!