NovelToon NovelToon
Sang Mafia, Anak-anaknya, dan Sang Guru

Sang Mafia, Anak-anaknya, dan Sang Guru

Status: tamat
Genre:Mafia / Duda / Penikahan Kontrak / Pengasuh / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:388
Nilai: 5
Nama Author: Claudia Reveca Díaz

Carter Bruce pernah kehilangan segalanya dalam satu malam—istri yang ia cintai pergi demi pria kaya, meninggalkannya sendirian bersama tiga anak kecil dan hati yang hancur. Kini ia bangkit sebagai pengacara paling ditakuti di dunia hitam, tangan kanan seorang bos mafia, seorang pria berdarah dingin yang dijuluki "Sang Algojo". Kekayaan, kuasa, dan ketakutan tunduk di kakinya. Hanya satu hal yang tak bisa ia beli: sebuah keluarga yang utuh.

Meghan Pirs hanyalah seorang guru TK muda, yatim, dan berhati lembut—sampai takdir mempertemukannya dengan si sulung Carter yang manis, lalu dengan sang ayah yang dingin dan berbahaya. Ketika hidup Meghan runtuh dan ia terdesak tanpa pilihan, Carter menawarkan sebuah kesepakatan yang mustahil ditolak: menikah dengannya, berpura-pura menjadi pasangan penuh cinta selama satu tahun. Tak lebih.

Tapi tak ada yang memberi tahu mereka betapa berbahayanya berpura-pura mencintai seseorang—karena kadang, kepura-puraan itu berubah menjadi sungguhan.

Di antara pelukan hangat anak-anak yang memanggilnya "Mami", ancaman dari musuh-musuh yang mengintai dari kegelapan, dan rahasia masa lalu yang tak sanggup mereka lupakan, Meghan dan Carter mulai menemukan sesuatu yang tak pernah mereka duga. Namun dunia mafia tak pernah tidur, dan setiap orang yang berani menyentuh keluarga Sang Algojo akan belajar satu hal dengan cara yang paling mengerikan: tak ada yang boleh menyentuh apa yang menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia Reveca Díaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi yang Bersemangat

Meghan

Tante-ku wanita yang aneh. Kadang ia begitu penyayang, tapi bisa juga berubah dingin. Ah, tapi memang begitulah dia. Aku pun berbaring untuk tidur, bersiap kembali bekerja esok hari.

Carter

Sejak tiba di rumah, Alejo tak berhenti membicarakan gurunya, Nona Meghan, dan semuanya berupa pujian, betapa cantiknya sang guru, betapa manis senyumnya. Sepertinya anakku jatuh cinta pada gurunya sendiri. Kedua adiknya hanya memandanginya sambil tertawa. Kubantu ia mandi agar bisa segera tidur, karena besok ia harus sekolah.

"Nona Meghan itu memang cantik, dan berhasil membuat Alejo tergila-gila," kata Carmen.

"Mama," tegur Carter.

"Aku cuma bilang begitu. Selamat malam, Nak," ujar Carmen.

"Selamat malam, Mama," jawab Carter.

Aku pun beranjak tidur. Kulihat guru itu sudah menaklukkan hati semua orang di rumahku.

Pukul 6 pagi.

Alejo berlari masuk ke kamar ayahnya.

"Papa! Papa!" seru Alejo.

"Ada apa?" tanya Carter.

"Ayo, kita harus berangkat ke TK," desak Alejo.

Carter melirik jam. "Nak, ini masih terlalu pagi."

"Aku tidak mau terlambat," rengek Alejo.

"Sini, berbaring dulu sebentar, hari masih sangat pagi," kata Carter.

"Baiklah, Papa, tapi aku tidak mau terlambat," sahut Alejo.

Alejo kembali tidur di sisi ayahnya, sampai terdengar dua langkah kecil menghampiri ranjang.

"Papi, boleh kami ikut tidur di sini?" tanya Donovan dan Yulisa.

"Sini, naiklah," kata Carter.

Si kembar cepat-cepat naik ke ranjang ayah mereka.

Pukul 8 pagi.

Carmen membangunkan semua orang untuk sarapan. Melihat kedua cucunya tak ada di kamar, ia pergi ke kamar Carter dan mendapati keempatnya tertidur pulas.

"Ayo bangun, anak-anak!" seru Carmen.

Alejo melompat di atas ranjang.

"Yeay! Aku mau ketemu Nona Meghan!" pekiknya.

Ia berlari keluar untuk sarapan.

Sang nenek tertawa lalu mengikuti bocah-bocah kecil yang berlari turun menuju meja makan.

Setelah semuanya berangkat, Carter masuk ke kamar mandi, membersihkan diri, lalu mengenakan setelan abu-abu ketat di badan yang sangat pas untuknya.

Ia sarapan bersama keluarga, anak-anak, dan ibunya, sebelum berangkat kerja.

"Papa, hari ini antar aku ke TK lagi, ya?" pinta Alejo.

"Hari ini Papa tidak bisa, Nak. Papa harus kerja," jawab Carter.

"Baiklah," sahut Alejo.

Nenek Carmen menyiapkan bekal makan siang yang lezat dan memasukkannya ke kotak bekal mereka, untuk dibawa ke tempat penitipan anak dan ke TK. Si kembar tak menyukai guru mereka, itu sebabnya mereka sangat nakal. Sebaliknya, Alejo begitu bahagia bisa bertemu Nona Meghan.

Setibanya di TK, Alejo turun sambil berlari menghampiri gurunya, dan dengan kedua lengan kecilnya memeluk kaki Bu Guru Meghan yang menyambutnya dengan senyum indah.

"Selamat pagi, Bu Guru," sapa Alejo.

"Selamat pagi, Alejo. Ayo kita masuk kelas," ujar Meghan.

"Yeay!" seru Alejo.

Meghan tersenyum. Bocah kecil itu membangkitkan begitu banyak rasa sayang dalam dirinya. Dari kejauhan, Nenek Carmen menyaksikan pemandangan itu dan hanya bisa menggeleng-geleng melihat tingkah cucunya.

Carter sedang berada di kantornya ketika seorang wanita pirang memikat masuk, penuh gaya menggoda dan senyuman.

"Sayang, kau menelantarkanku," rajuk Alessia.

"Aku sedang banyak pekerjaan," jawab Carter.

Alessia mendekat dan menciumnya penuh gairah. Begitu ia melakukan itu, keduanya berakhir di atas meja kerja, dan Carter pun melampiaskan hasratnya, seperti biasa ia sebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!