NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Novia Maharani itu paket lengkap masalah: ratu bolos, langganan BK, dan hobi bikin rusuh di sekolah. Tapi hidupnya berbalik 180 derajat saat dijodohkan paksa dengan Reyhan Aldebaran, Ketua OSIS paling dingin, perfeksionis, dan kaku se-antara jagat.

Tinggal seatap dengan musuh bebuyutan itu neraka. Reyhan benci kekacauan, sedangkan Novia adalah kekacauan itu sendiri. Namun, di balik sikap pemberontak Novia, ada luka masa lalu yang ia sembunyikan dengan tawa. Dan di balik wajah datar Reyhan, ada rahasia yang membuatnya enggan menyentuh cinta.

Saat tembok pertahanan mereka mulai runtuh oleh perhatian kecil yang bikin baper, rahasia keluarga dan ego remaja mengancam segalanya. Bisakah si pembuat onar dan si Ketua OSIS belajar dewasa bersama, atau pernikahan ini justru menghancurkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menutupi Pernikahan 21.

Kalimat yang baru saja lolos dari bibir Reyhan bagaikan bom waktu yang meledak tanpa suara di dalam ruang Kepala Sekolah.

Novia hampir saja tersedak ludahnya sendiri.

Sudut matanya melebar, menatap tak percaya pada punggung tegap cowok di sampingnya.

Sepupu? Dari ratusan kebohongan di dunia, kenapa harus kata itu yang Reyhan pilih?

Pak Baskoro tidak langsung merespons. Beliau menurunkan tangannya dari dada, mengetuk-ngetuk meja jati dengan pena premiumnya.

Bunyi tek, tek, tek itu terdengar seperti detak jantung Novia yang sedang berkejaran dengan kepanikan.

"Sepupu?" Pak Baskoro mengulang kata itu dengan intonasi sarat selidik. "Setahu saya, dalam berkas data siswa yang masuk ke meja administrasi, tidak ada catatan yang menunjukkan kalian memiliki ikatan keluarga. Kamu yakin tidak sedang mengarang cerita untuk menyelamatkan posisi kamu sebagai Ketua OSIS, Reyhan?"

Reyhan tidak berkedip. Sorot matanya tetap sekeras karang, memancarkan keyakinan mutlak yang sanggup meruntuhkan keraguan siapa pun.

"Ibu saya dan Mendiang Ibu Novia adalah sepupu dua kali, Pak. Hubungan keluarga kami memang tidak tercatat secara langsung di kartu keluarga yang sama," jawab Reyhan lancar, tanpa jeda, seolah kebohongan itu adalah fakta yang sudah dia hafal di luar kepala. "Keluarga kami sengaja meminta agar hubungan ini dirahasiakan di lingkungan sekolah. Tujuannya jelas, agar Novia tidak mendapatkan perlakuan khusus atau merasa terbebani dengan status saya di sini."

Novia meremas rok abu-abunya semakin kuat. Kuku-kukunya sampai memutih. Dia tahu Reyhan sedang bertaruh dengan reputasinya sendiri.

Jika Pak Baskoro memutuskan untuk menelepon orang tua mereka detik ini juga, maka seluruh sandiwara ini akan runtuh berkeping-keping.

"Lalu, foto ini?" Pak Baskoro menunjuk layar ponsel yang menampilkan siluet wajah mereka yang nyaris bersentuhan. "Dimas melihat kalian sangat dekat. Apakah interaksi fisik seperti ini wajar untuk ukuran sepupu yang menyembunyikan statusnya?"

"Kemarin Novia menangis karena tekanan dari hukuman saya, Pak," potong Reyhan cepat, nadanya merendah, memberi kesan seolah dia adalah kakak sepupu yang bertanggung jawab sekaligus menyesal. "Dia mengalami serangan panik. Saat di dalam mobil, saya hanya berniat memasangkan sabuk pengaman karena tangannya terlalu lemas dan gemetar. Sudut pengambilan gambar dari luar mobil membuat segalanya terlihat ambigu. Saya akui saya teledor, tapi tidak ada satu pun batas norma yang kami langgar."

Sunyi kembali merayap. Pak Baskoro menatap Reyhan lama, mencoba mencari celah kebohongan di mata siswa kesayangannya itu.

Namun, Reyhan adalah definisi dari ketenangan itu sendiri. Wajah datar dan garis rahangnya yang kaku tidak menunjukkan riak ketakutan sedikit pun.

Setelah beberapa detik yang terasa seperti satu abad, Pak Baskoro menghela napas panjang. Beliau mematikan layar ponsel di depannya.

"Baik. Saya pegang kata-kata kamu, Reyhan. Kamu adalah aset Pelita Bangsa, dan saya tidak ingin rumor murahan seperti ini mengganggu persiapan ujian nasional kalian," ucap Pak Baskoro tegas. Beliau kemudian menatap Novia. "Dan kamu, Novia. Meskipun kalian sepupu, tolong batasi interaksi kalian di sekolah. Saya tidak mau mendengar ada laporan lain dari Dimas atau siswa mana pun."

"B-baik, Pak," sahut Novia dengan suara yang hampir habis.

"Kalian boleh kembali ke kelas. Masalah ini saya anggap selesai di sini. Biar saya yang menertibkan Dimas agar tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya."

"Terima kasih, Pak," ucap Reyhan formal.

Mereka berdua membungkuk hormat lalu berbalik melangkah menuju pintu keluar.

Begitu gagang pintu besi itu ditarik dan punggung mereka keluar dari ruangan ber-AC tersebut, Novia merasa seluruh persendiannya mendadak lolos. Dia hampir limbung kalau saja tidak menahan diri pada tembok koridor.

Reyhan berjalan satu langkah di depannya, menutup pintu ruang Kepala Sekolah dengan rapat.

Langkah cowok itu tetap konstan, tegap dan dingin, seolah badai besar baru saja melewatiku tanpa menyentuh sehelai rambutnya pun.

Namun, kelegaan Novia hanya bertahan kurang dari tiga detik.

Tepat di persimpangan koridor yang sepi menuju arah kelas mereka, sesosok gadis berdiri dengan tangan bersedekap di dada.

Seragamnya yang pas di badan dan riasan tipis di wajahnya mempertegas posisinya sebagai penguasa sirkel populer sekolah.

Laura.

Gadis itu berdiri bersandar pada pilar beton, menatap lurus ke arah Reyhan dan Novia dengan sepasang mata yang dipenuhi kilat kecurigaan yang amat pekat.

Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman sinis yang teramat dingin.

"Sepupu?" Laura berdesis pelan saat langkah Reyhan dan Novia terhenti tepat beberapa meter di depannya. Suaranya rendah, namun mengandung ancaman yang nyata. "Kebohongan yang cukup rapi untuk ukuran Ketua OSIS teladan, Rey. Tapi sayangnya... gue bukan Pak Baskoro yang bisa lo bodohi dengan cerita drama keluarga murahan kayak gitu."

Novia menahan napasnya. Jantungnya kembali mencelos ke dasar perut saat mata tajam Laura kini beralih dan mengunci tatapannya dengan penuh kebencian.

......................

...****************...

Tbc,

1
Shabrina Darsih
laura laura naksir Rehyan samoe segitu nya sm Novia
Gege Mas
otor berusaha untuk mulai mematik apa yang bisa di sulut...naees...🤣
Gege Mas
Dan terjadi lagi...Nov..Nov...ck..ck..ck
Gege Mas
Dan ondolomon pun muncul ditengah kegelapan...🤣
Gege Mas
lanjuut Thor..belom berasa ini....10k kata gasss luncurkan
Gege Mas
yuklaah gass kasih intrik intrik kekinian yang membakar cemburu Dan bikin senyum senyum sendiri...semangaat..luncurkan 10k kata Thor...💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!