Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vanya hilang
Di suatu bar, Bos besar datang ke instansi milik nya, ia sudah cukup lama tidak bermampir ke tempat itu. hari pun telah siang ia datangi, karna sudah tidak sabar melihat kondisi suasana karyawan atau pelanggan nya bekerja disana.
Sari selaku tinggal cukup lama disana, ia melihat bos besar itu datang tiba-tiba. Hal itu ia bersiap-siap merapikan dirinya dan tak lupa memberitahu kepada staff lainnya.
Setelah semua sudah berkumpul, kini bos besar itu memerhatikan mereka satu per satu.
"Bagaimana kinerja kalian minggu ini? tidak ada yang mengecewakan kan?" tanya bos besar itu.
"Aman kok bos, semua pelanggan tamu sangat senang dan puas dengan kita" ucap Sari, mewakili nya.
"Bagus, lebih tingkatkan lagi profesional kalian karna pelanggan itu lebih tertarik yang semok daripada penampilan rias"
Hal itu salah satu diantara mereka merasa tak enak hati apa yang dikatakan bosnya, karna rata-rata, mereka tidak memiliki tubuh nan berisi dan juga mon**k.
"Ya sudah, saya tak punya waktu lama disini, kalau ada apa-apa hubungi saya secepatnya" ujar nya.
"Emh, baik bos!" ucap Sari.
Setelah bos besar itu telah pergi, kini beberapa wanita itu menghampiri Sari dengan perasaan galau ketika bos nya meminta saran yang tidak bisa terpenuhi itu.
"Sar, Memangnya kita kurang apalagi sih? apa pelanggan juga kurang puas sama pelayanan kita?" ucap Deni.
"Iya nih, insecure tau! badan kita kurus-kurus, tapi pelanggan-pelanggan baru juga puas kok sama kita" sahut Zila.
"Tenang guys, Bos kita cuman nyaranin aja kok, tapi kalau kalian pengen body yang berisi, ya... rajin-rajin deh makan yang lemak terus juga makan yang tak teratur gitu deh" ucap Sari dengan terkekeh.
"Hais, kita tuh udah banyak makan, tapi badan segini-segini doang" ucap Deni sedikit ngambek.
"Udah lah guys! kalian gak usah terlalu pikir begitu, intinya kita harus ber profesional aja sama pelanggan baru, itu udah cukup kok" ujar Sari.
Mereka pun akhirnya mengangguk saja lalu seketika bubar di tempat.
...
•
•
•
10 tahun kemudian...
Kini Seorang gadis kecil nan imut itu sudah bertumbuh dewasa seperti kakak-kakaknya. namun untuk tahun ini, Celva, Tantri dan juga Via sudah memasuki usia berkepala tiga. walau demikian, mereka masih tetap merawat dirinya seperti seorang gadis cantik dan mulus.
Gadis kecil yang kini bertumbuh dewasa itu tak lain ialah bernama Vanya Audelia. dirinya sudah berfikir matang dan bersikap seperti seorang dewasa. Sekian dari teman-temannya yang sudah dewasa, entah kenapa salah satu di antara mereka merasa iri melihat fisik dan juga penampilan Vanya yang semakin cantik di masa dewasa nya. bagaimana tidak? Vanya memiliki tubuh yang sangat ramping dan tinggi, kulitnya putih bersih, dan juga ia memiliki payudara besar dan terlihat elastis di pandang.
Seorang senior tak lain adalah Celva, kini dirinya udah berusia 32 tahun. ia sangat kagum melihat adiknya sudah bertinggi badan, sepantaran dengan diri nya. ia cukup iri dan juga insecure melihat fisik adiknya lebih sempurna darinya.
Di malam hari, Hari ultah Larenz diadakan perayaan mewah di lokasi kolam renang miliknya. banyak para-para undangan nya datang dan acara itu pun sangat meriah dan bersenang ria.
Hal itu, mereka tak berpaling perhatian nya dengan seorang gadis cantik bersama Larenz, Ya, gadis itu Vanya Audelia.
Vanya sedikit risih diperhatikan terus oleh orang-orang dan terutama kaum pria yang paling dominasi di undang oleh Larenz.
"Onty..." ucap Vanya tampak risih.
"Eh, iya kenapa sayang?" ucap Larenz setelah berhenti tertawa melihat keasikan acara ultahnya.
"Kok pada lihatin aku terus ya Onty? aku jadi risih tau" ucap Vanya bersuara pelan.
"Aduh, sayang. kamu kok begitu sih? ya bagus dong itu tandanya banyak yang terkesima sama kamu," senyum Larenz.
"Emh, Onty. aku mau masuk dalam aja ya, mau duduk-duduk"
"Jangan dong Vanya, kami gak mau nemenin Onty rayain disini? atau kamu udah bosan sama Onty?"
"Eh, bukan gitu maksud nya Onty. Onty jangan salah paham dulu." ucap Vanya mengerucut bibirnya di depan Onty.
"Hais, ya sudah sini aja ya" ucap Larenz tersenyum.
"Huh, ya udah deh, aku harus bodo amat orang-orang pada liat aku" ucap Vanya pasrah.
Di sisi itu, Celva bersama pasangan alias partner ranjang nya masih setia berduaan di suasana perayaan Aunty nya. Untuk kali ini, Celva sudah terbiasa dengan habbits nya bersama laki-laki lain. entah kenapa dirinya merasa sudah jatuh cinta dengan pria di samping nya.
"Em, sayang." ucap nya.
"Iya, kenapa by?" balas Celva.
"Itu, cewek sama Aunty kamu itu... siapa dia?"
Celva melirik hal itu, namun mengalihkan nya kembali ke wajah partnernya.
"Ohh, dia adik ku, emang nya kenapa?"
"Em, oh, adik kamu itu ya, udah gede ya sekarang"
"Hahah, iya makin cantik aja dia"
"Kenapa, kamu gak bakal tertarik kan sama adik ku. inget loh, kamu udah janji bakal unboxing aku satu-satunya" sambung Celva.
"Apasih sayang? kalian itu gak ada banding nya, lebih mahir kan kamu sayang" ucap pria itu.
"Ah, bisa aja" ucap Celva salting.
...
Melihat Vanya duluan pergi dari sana, sosok pria yang dari tadi memantau nya bergerak cepat menyusul nya.
Setelah sudah berada di dalam dan jauh dari keramaian, Vanya sedikit lega hal itu, tujuan nya memang menjauhi dirinya dari tempat keramaian yang risih baginya.
Tanpa berlama lagi, sosok pria itu menghampiri gadis cantik itu secara tertangkap basah.
"Hai cantik"
Sontak Vanya kaget dan reflek menoleh dan menghindar dari sumber suara.
"Si-siapa kau"
"Udah santai aja, ayo kita pergi ke tempat lain"
"Enggak mau, sana pergi! atau saya teriak"
"Ayolah manis, kita nikmati waktu berdua ini"
"Kurang ajar. TOLONGGG!"
Sosok pria itu cukup ternganga dan bergerak cepat menutupi mulu gadis itu agar tidak terdengar oleh orang lain.
"Mmmmhhh!! mmmhhh!!" Vanya memberontak dan berubah keras melepaskan dekapan tangan itu mulut nya akan tetapi hal itu sia-sia saja bagi Vanya.
...
Sudah hampir 1 jam, acara perayaan ulang tahun Larenz telah selesai, akan tetapi keberadaan Vanya membuat seisi rumah itu sangat panik dan tak karuan.
"Onty, serius Vanya gak ada di kamar nya??" cemas Celva.
"Iya Celva! kalian memang tidak tau dimana Vanya!?" ucap Larenz tegas sekaligus panik.
"Tidak Onty, kita tadi tidak bersama Vanya, tapi kami melihat Vanya masuk ke rumah cuman sendirian" ucap Tantri, ikut merasa cemas.
"Cepat! Cepat kalian susuri Vanya, aku tidak ingin Vanya hilang gitu aja" perintah Larenz.
"Iya Onty! segera!" kompak Celva & Tantri.
"Vanya, kamu jangan sampai menghilang. Onty gak mau perencanaan bisnis ini gagal begitu aja" batin Larenz sembari memijat kening nya yang kini terasa pusing memikirkan Vanya yang hilang itu.
bersambung...
Halo guys! boleh minta support authornya gak?😁🙏
beri like, komen, vote atau gift ya ke karya ini. biar author nya makin semangat, terimakasih sebelumnya sudah bermampir kesini, sayang kamuh muach🤗🤗🤗
Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia
dan masih ada yang lainnya 😁🤗