NovelToon NovelToon
Pendekar Mata Dewa

Pendekar Mata Dewa

Status: tamat
Genre:Fantasi / Perjodohan / Spiritual / Pendekar / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:92.1k
Nilai: 5
Nama Author: Xa

Asyura atau dengan nama barunya Wang Yongchun. Berkat mata yang seharusnya tidak ada, peperangan saudara berakhir namun dalam kehampaan. Meski saat itu timur tengah mengalami perdamaian, tidak lama setelah itu kemiskinan pun melanda.

Ia pun pergi menuju timur laut untuk menyatukan negeri timur. Akan tetapi Kaisar Ming yang merupakan penguasa wilayah timur laut mengajukan sebuah syarat agar permohonannya diterima.

Melalui ikatan pernikahan dengan putrinya Yu Jie.

Apakah Wang Yongchun menerimanya? Dan apakah ketika ia menerimanya atau tidak, akan terjadi sesuatu yang tak terduga nanti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

005. Bakat Sejak Lahir Dengan Tubuh Penuh Luka

Sesaat setelah laporan Crow pada Kaisar Ming selesai. Mereka yang hendak keluar, Wang Xian diminta oleh kaisar untuk berbicara dulu sebentar dengannya.

Kaisar Ming ingin membicarakan perihal sang penguasa wilayah timur tengah itu.

“Berhubung aku menyuruhnya untuk memikirkan baik-baik tawaranku selama 3 bulan. Aku yakin, dengan karakter dan ciri-cirinya yang seperti itu pasti kesulitan mencari penginapan. Dan aku harap kau mau menampungnya,” ujarnya dengan senyum disunggingkan.

“Yang mulia. Dia adalah penguasa wilayah itu, apakah ini tak masalah? Tiba-tiba menyatukan negeri timur. Apalagi dengan menikahi Yu Jie yang sebelumnya ingin dinikahkan dengan diriku. Ini keterlaluan,” sungutnya, Wang Xian benar-benar merasa tak rela melepas Yu Jie.

“Ah, itu. Maaf, ya. Tapi kalian juga kupaksakan. Aku juga tahu kalau sebenarnya kau ingin menolak permintaan ini tapi karena aku kaisar, maka apa boleh buat. Lalu sekarang aku sudah pilihkan pria lain. Yah, meski dia sudah menikah.” Kaisar menganggapnya dengan enteng. “Apa sekarang kau menyukai putriku?” tanya Kaisar.

“Tidak. Saya senang karena sudah terlepas dari ikatan pernikahan. Tapi apa benar Yang Mulia hendak menyatukan negeri timur? Saya dengar di sana banyak tanah yang gersang,” ujar Wang Xian.

“Justru karena itulah aku ingin negeri ini jadi satu. Begitu juga dengan dia, semenjak menjadi penguasa dia pasti tahu bahwa menyatukan negeri timur adalah pilihan terbaik. Daripada saling berperang yang belum tentu membuat mereka beruntung,” tuturnya.

“Yang Mulia benar. Rupanya saya harus belajar lebih banyak lagi.”

“Kalau begitu. Kau siap menampung Asyura, ya? Mulai saat ini juga jangan panggil nama aslinya atau penduduk kita akan heboh lalu memburu dia.”

“Lalu sekarang saya harus memanggilnya apa?” tanya Wang Xian.

“Wang ...Wang Yongchun. Dia adalah pria yang kekar, bijak dan mampu berstrategi di saat perang masih berlanjut. Karena itu nama yang cocok adalah Wang Yongchun,” ungkap sang kaisar seraya menyangga dagunya dengan tangan.

“Wang? Apa Yang Mulia bermaksud untuk menjadikannya sebagai anggota keluarga kami?” Wang Xian merasa cemas saat ini.

“Ya! Apa lagi? Biar tidak banyak orang curiga. Semua orang juga percaya padamu. Dan satu hal lagi, sembunyikan identitas Asyura selain dari penduduk, alangkah baiknya jika disembunyikan dari para pemimpin kultus, 7 Surgawi. Saat ini yang tahu hanyalah kau, aku dan Bing He. Aku harap kau mau menerima permintaanku yang egois ini.” Kaisar Ming berharap bahwa Wang Xian akan setuju.

Dengan berat hati, pemimpin Wang pun berkata, “Baik, jika itu adalah keinginan Yang Mulia.” Tentu saja ia sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi.

“Satu hal lagi, berikan papan ini padanya.” Kaisar Ming memberikan sebuah papan kepada Wang Xian. “Meskipun dia terlihat menakutkan, sebenarnya dia itu mudah dibodohi. Jadi, jangan terlalu merendah diri padanya.” Kaisar Ming berbisik lirih.

Sampailah pesan itu dari penjaga yang kemudian disusul oleh Wang Xian, ia memberikan sebuah papan dengan surai yang hampir sama mirip dengannya.

“Selama 3 bulan, menetaplah di kediamanku, Yongchun.”

Mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan istana. Bing He saat ini sedang sendirian menatap punggung mereka lalu berbalik badan dan pergi menuju suatu tempat, namun ia tak melewati gerbang depan sebab dirinya lebih memilih melewati jalan lain.

“Aku sungguh senang karena Asyura masih menganggapku sebagai ajudannya. Tapi aku harap, tidak akan terjadi apa-apa selama proses penyatuan negeri timur ini.” Bing He berharap bahwa hal-hal buruk terhindar dari Asyura. Tanpa tahu apa yang akan direncanakan oleh Kaisar Ming nanti.

Di kediaman keluarga Wang, sekte Teratai Biru.

“Pemimpin Wang! Selamat datang kembali!” seru para pendekar yang merupakan bawahan Wang Xian.

Sambutan dari mereka terdengar dari arah gerbang halaman rumah sampai yang paling ujung sana.

Kediaman Wang juga tak kalah luasnya. Begitu masuk ke dalam pintu gerbang yang tak seberapa, terdapat halaman layaknya jalanan di luar lalu beberapa rumah yang berbaris banjar. Entah bagaimana rumah utama mereka.

“Yongchun, aku harap kau mengingat namamu ini dengan baik. Kau akan kukenalkan pada anggota keluargaku yang lain tapi sebelum itu, aku akan memanggil tabib untukmu.”

Rumah utama mereka jelas sangat megah meski terkesan sederhana, namun itu jauh lebih baik dari rumah yang dulu ia tempati sebelum perang saudara berakhir. Yongchun merasa terharu.

“Baik, aku mengerti. Terima kasih.” Yongchun tersenyum puas.

Wang Xian memanggil tabib datang ke kediaman utama Wang. Tabib akan memeriksa tubuh, siklus darah sekaligus titik meridian yang terbuka.

“Cepat buka bajumu,” pinta si tabib tersebut.

“Apa? Kenapa?” Yongchun bertanya-tanya kenapa orang tua itu menyuruhnya membuka baju.

Karena Yongchun tidak segera melakukan apa yang dimintanya, tabib pun membuka pakaiannya dengan paksaan.

“AAAH! A-Apa yang kau lakukan?!” pekik Yongchun, reflek memeluk tubuhnya yang ditelanjangi.

“Kenapa malu-malu begitu? Aku hanya memeriksa tubuhmu sebentar. Apakah tubuhmu mampu mengeluarkan tenaga dalam atau tidak. Jadi diamlah!” sahut si tabib membelakanginya lalu membuat tubuh Yongchun duduk tegak.

Tubuh yang kekar itu penuh akan bekas goresan setiap senjata dan tak hanya itu, ia juga mempunyai luka bakar di sekujur tubuhnya sehingga kulitnya terlihat seperti mengelupas. Bahkan tabib merasakan bahwa tubuh Yongchun sedikit mengandung racun namun anehnya titik meridian yang semua Yongchun punya terbuka dan aliran tenaga dalamnya mengalir lancar layaknya peredaran darah.

“Sungguh tubuh yang mengerikan,” umpat Wang Xian yang melihatnya sekilas.

“Ini ...sangat hebat. Kau mungkin bisa mencapai tahap nirwana. Tapi, aku sarankan racun itu segera dikeluarkan. Andai aku bisa, sudah kulakukan dari tadi,” ucap tabib, mendesah lelah.

“Tidak, terima kasih. Tapi aku tidak begitu mengerti tahap nirwana itu apa. Lagipula semenjak berperang, aku hanya menggunakan akalku dan ilmu bela diri dan pedang. Yah, memang tidak sekuat istriku yang pertama,” ujar Yongchun.

“Daripada itu. Aku lebih penasaran, ada apa dengan penglihatanmu? Kenapa ditutup kain begitu? Aku cukup yakin kau bisa melihat saat ini,” tanya tabib itu penasaran.

“Kecelakaan kecil. Saat menginjak umur remaja, rumah kecilku dan aku yang saat itu ada di dalamnya diledakkan. Aku pikir aku mati tapi ternyata tidak. Tubuhku jadi korban dan satu mataku meleleh. Lalu yang satunya lagi aku mencabutnya sendiri,” jelas Yongchun tidak merasa keberatan menceritakan hal mengerikan seperti itu.

“Meleleh? Mencabutnya sendiri? Apa kau gila?” Tabib merasa ngeri saat hanya mendengarnya, membayangkan saja sudah membuat ia mual.

“Ya, begitulah. Kalau luka lainnya, tentu tahu kalau ini bekas pertarungan, perang. Selain itu aku tidak ingat pernah diracuni,” gumam Yongchun. Berusaha mengingat hal lain namun tak bisa.

Tabib merasa hampa semenjak melihat tubuh Yongchun yang penuh luka. Apalagi setelah mendengarnya bercerita bagaimana luka itu bisa didapat. Kemudian ia pergi berpamitan pada Yongchun dan pemimpin Wang setelah selesai.

1
Raditya Vicky
Luar biasa
kenta jaya
/Sneer/
kenta jaya
/Cry//Sleep/
kenta jaya
/Joyful//Sleep/
kenta jaya
wew/Casual//Sleep/
kenta jaya
iya lah iya/Sweat//Sleep/
kenta jaya
opo sih /Sweat//Grimace//Sleep/
kenta jaya
/Sweat//Sleep/
kenta jaya
wekl.. /Sweat//Sleep/
kenta jaya
Luar biasa
kenta jaya
/Shame/
kenta jaya
/Drowsy/
kenta jaya
/Gosh//Sleep/
kenta jaya
well/Sleep/
kenta jaya
hajarr/Sleep/
kenta jaya
wew/Hey//Sleep/
kenta jaya
menarik tp... apa ya ?? /Hey//Sleep/
kenta jaya
wew/Sleep/
kenta jaya
wew.. tiba2 dapet istri /Sweat//Hey//Sleep/
kenta jaya
yuk/Sleep/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!