Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Ada Kabar
Satu Minggu Kemudian
"Gila....gila....gila!!"
"Gue gak yakin dengan apa yang telah gue lakukan pada Om itu. Gue gak ngerasa apa apa. Sakit, perih dan jalan seperti bebek juga enggak. Malahan masih seperti biasa gue bisa lari dengan lincah ke sana kemari. Tadi aja habis manjat pagar."
Abel masih mengingat ingat kejadian satu Minggu yang lalu, dirinya tidak bisa tidur tenang setelah kejadian itu. Yang benar saja, tiba tiba bangun dan mendapati dirinya sudah berada di tempat yang berbeda dengan tanpa pakaian dan seorang laki laki di sampingnya.
Siapa yang tidak shok???
Siapa yang tidak gila??
Mungkin kalau orang itu bukan Abel, pastinya akan menceburkan dirinya ke dalam kandang buaya, biar mati sekalian.
Yah kalau yang diajak tidur laki laki yang masih muda dan ganteng, apalagi kalau artis terkenal, so.. bisa di pertimbangkan. Lah ini, muda enggak, tua apalagi, artis?? juga tidak, ganteng?? yah lumayan lah....
Abel terkekeh geli sendiri, tanpa sadar ia malahan membayangkan wajah laki laki itu, tampan sih tetapi sudah tua.
Bagaimana kalau malahan dia sudah punya istri??
Atau malahan sugar Daddy yang sedang mencari sugar baby dengan cara menjebak gadis muda yang cantik??
Lalu, di mana pria itu?? sudah seminggu tidak ada kabar dan juga berita nya. Di mana janjinya yang katanya mau menikahi ku.?
"Eh ..ngomong apa??"
Abel semakin panik, ia takut kalau memang benar kalau dirinya hamil terus pria itu tidak mau tanggung jawabnya, lebih tepatnya hilang ditelan bumi karena tidak ada kabar.
"Oh Tuhan, bagaimana nasibku??"
"Ini gila!! dan tidak mungkin!!", gumamnya lagi.
"Siapa yang gila??"
Resa yang baru saja dari toilet langsung menghampiri Abel yang sedang duduk di bawah pohon di taman samping sekolah. Ia melihat sahabatnya sedari tadi melamun sembari menggelengkan kepalanya.
"Eh Sa,..."
Kaget Abel, takut juga kalau sahabatnya itu tau mengenai sesuatu yang telah menimpa nya seminggu yang lalu.
"Lo kenapa?? mikirin sesuatu?? atau mikirin Kak Rangga?", Abel menggeleng.
"Ngapain juga mikirin tuh orang. Yang lalu biarlah berlalu, dia sudah bahagia dengan pacar baru nya", dan langsung mendapat anggukan kepala dari Resa.
"Siapa bilang? siapa yang bilang aku bahagia dengan dia??"
Abel dan Resa langsung menoleh ke sumber suara, Kemudian kedua gadis cantik itu menepuk jidatnya sendiri sendiri secara berbarengan.
"Pucuk di cinta ulama tiba. Baru saja di omongin, eh sudah ada orang nya.", ucap Resa dan malahan menggeser kan tubuhnya, supaya Rangga bisa ikut duduk, tentunya di samping Abel.
"Hai.... bagaimana kabar kamu?? lama kita gak ngobrol bareng."
Resa yang mendengar sahabatnya ngobrol berdua dengan mantan pacar nya, ingin meninggalkan kedua nya, tetapi tangan Abel dengan cepat menarik tangan Resa hingga Resa mau tidak mau ikut duduk lagi.
'Serasa jadi obat nyamuk deh gue.'
"Aku baik Kak, seperti yang kakak lihat. Kakak enggak salah berada di sini?? nanti pacar kakak nyariin lagi?"
Rangga menggeleng, "Aku tidak bahagia dengan dia. Maaf karena aku telah meninggalkan kamu."
Rangga mengambil tangan Abel, kemudian memegang nya dan menaruh tangannya Abel di d@da nya. Sejenak Abel terhipnotis dengan sentuhan yang diberikan oleh Rangga. Bagaimana tidak, Rangga adalah mantan pacarnya dulu, dan mereka putus karena orang ketiga, biasalah ada yang menyabotase hubungan mereka.
"Kamu bisa merasakan kalau jantungku masih berdetak kencang saat berada di dekatmu. Dan aku masih mencintaimu Bel,."
Abel yang sadar langsung melepaskan tangannya, ia sama sekali sudah tidak tertarik lagi dengan laki laki yang sudah menyakiti hatinya, baik itu di sengaja ataupun tidak.
"Mau kah kamu balikan lagi dengan ku??", tanya Rangga dengan kembali mengambil tangan Abel untuk di genggam erat, dan tentunya Rangga berharap kalau Abel mau balikan lagi sama dia.
'Jangan Bel, lo gak boleh nerima cinta nya lagi, inget.....Lo sudah tidur dengan pria lain dan juga pria di samping mu itu sudah meninggal kan dan menyakitimu.'
"Maaf Kak, aku tidak bisa."
Abel menarik tangannya lagi, ia kemudian menatap lurus ke depan. Ia tidak boleh tergoda lagi dengan pria di samping nya, meskipun hatinya ingin sekali berkata iya.
"Kakak sudah punya pacar dan lagi kakak masih berhubungan dengan dia."
"Aku akan putuskan jika itu yang kamu mau!!"
Abel menggeleng, "Tapi sayang nya aku tidak mau. Aku tidak mau pacaran lagi. Aku hanya ingin fokus belajar, tidak ingin pacaran karena akan menimbulkan dosa, dan itu dilarang oleh Papi ku."
Resa di dalam hati hanya terkekeh geli, meskipun ada yang benar dengan ucapan Abel, kalau Papi nya Abel ingin anak nya sekolah dulu, tidak mau anaknya terlibat pacar pacaran yang gak jelas., kalau mau langsung lamar dan nikah, itu adalah prinsip Papi nya Abel.
Bukannya kolot tetapi menjaga putri saja agar tidak terjerumus dengan pergaulan bebas anak remaja sekarang.
"Aku akan melamar kamu, dan menikahimu, aku juga sebentar lagi lulus, dan pastinya akan membantu Papah di kantor."
Deg
Bukan hanya Abel yang kaget, Resa juga tidak percaya dengan ucapan Rangga, kakak kelasnya dan juga mantan pacar Abel. Apalagi Rangga adalah cowok most wanted di sekolah ini, yang banyak di gemari dan diidolakan oleh kaum hawa.
Kenapa malahan memilih Abel dan ingin melamar Abel?? padahal Abel bukan gadis pintar, dia juga suka bolos dan telat, bahkan hampir tiap hari berurusan dengan guru BK karena telat masuk sekolah.
Tapi memang tidak bisa di ragukan lagi, kalau Rangga masih menyimpan rasa kepada Abel, karena dari segi penampilan dan wajahnya, Abel adalah gadis yang sangat cantik dan juga menjadi idola kamu Adam, sama dengan Rangga.
Abel menoleh, ia lalu menggeleng. "Gila!! aku enggak mau?"
Tidak ada jawaban dari Rangga, pria berdiri dan mengacak rambut Abel, kemudian meninggalkan Abel dengan mengembangkan senyumannya.
.
.
.
.
.
Sementara di Jepang.
Reno yang sedang memeriksa berkas berkas yang menumpuk di atas mejanya, di kejutkan dengan informasi yang barusan ia dapat kan dari anak buahnya di Indonesia.
Reno dengan segera membuka sebuah foto dan juga video yang ia yakini itu ada hubungan nya dengan Abel, gadis kecil pujaan hatinya.
"Breng**sek!!"
Pria dewasa itu langsung melemparkan ponselnya, rahangnya mengeras karena mendapatkan berita jika ada seorang pria yang saat ini telah bersama dengan calon istrinya. Dan lebih parahnya lagi, pria itu adalah mantan pacar Abel, yang kini malahan ingin balikan kembali dengan Abel.
"Mau main main dengan aku, kamu bocil??"
Andai saja Reno ada di sana, sudah pasti pria yang bersama dengan Abel tadi sudah habis di tangan Reno.
gak masuk akal kalau gak tau gimana rasanya jatuh cinta.
yg bener aja Thor,😌
. trimakasih ka.. untuk novel reno sama abel
bukan nya pada kerja..
rangga juga ikut ikutan hadir..
bukan nya kuliah tuh anak..
haaaaa