Ini menceritakan seorang gadis bernama Dita yang jatuh cinta kepada seorang pria sejak masih disekolah dasar. Ketika mereka sudah dewasa mereka bertemu kembali. Dita selalu yakin bahwa Abian adalah lelakinya. Namun Abian tidak menyukai gadis yang manja seperti Dita. Abian mempunyai sangat mencintai kekasihnya Mira. Berbagai cara dilakukan oleh Dita untuk bisa mendapatkan cinta lelakinya. Namun Abian semakin tidak menyukai Dita. Bahkan Abian terang - terangan mengakui bahwa ia mencintai Mira. Apakah Dita bisa mendapatkan cinta Abian? Apakah Abian memang lelakinya Dita? Apakah Abian adalah pria yang ditaksir Dita sejak kecil?
Yuk baca dalam novel Dia lelakiku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Sikumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.00. Pak Rama yang sudah pulang dari jam 5 sore tadi agak resah karena anaknya belum pulang juga. Ia mencoba menunggu tanpa mencoba menelpon nya. Tapi ketika sudah mulai jam 10 malam, ia semakin gelisah. Karena anaknya maupun sopir pribadinya tidak ada nampak. Iapun mondar mandir menelpon sopir pribadinya. Namun menurut sopirnya Dita belum keluar dari tempatnya bekerja. Pak Rama masih tidak tenang lalu mencoba menghubungi putrinya. Namun teleponnya tidak diangkat oleh putrinya sama sekali. Istrinya yang melihat pak Rama monda- mandir menegur suaminya.
" Kamu kenapa sih mas? mondak - mandir macam setrikaan." ucap istrinya sambil tersenyum.
" ini sudah jam 10, tapi anakmu belum pulang tanpa kabar." jawab papanya kuatir.
" Ya mungkin banyak kerjaan pa, biasa dia pulang malam papa nggak sekuatir ini." kata mamanya duduk sambil main Hp.
" mana mungkin anak magang sampai semalam ini ma." ucap papanya makin kuatir.
" Apa pula yang nggak mungkin mas, maskan nggak pernah magang mana tau, magang itu sama kayak anak bawang, disuruh - suruh sama senior pastinya." kata mamanya lebih tenang karena juga pernah diposisi Dita.
" Memang kamu magang dikantor dulu ada mas suruh - suruh kayak gitu." tanya papanya.
" kamu nggak, karyawan yang lain, emang kamu ada mengawasi semua karyawan mu dengan detail." ucap istrinya dengan sedikit kesal mengingat masa magangnya dikantor suaminya.
" Jadi gimana ini?" tanya papanya.
" Ya, mas telpon Abianlah, tanya dia." ucap mamanya santai.
" Kenapa mas tidak ingat dari tadi ya." papanya lansung menghubungi Abian.
Ditempat lain Abian sedang membaringkan tubuhnya di kasur empuknya sambil chating dengan seseorang. Namun ia kaget melihat ada panggilan dari pak Rama.
" Tidak biasanya beliau nelpon malam - malam begini." ucap Abian.
" Halo, assalamualaikum pak." sapa Abian.
" Waalaikumsalam nak Bian, jika boleh tanya kenapa Dita belum pulang ya?" tanya papanya Dita.
Abian yang mendapat pertanyaan seperti itu kaget.Ia tidak tau jika Masih ada karyawannya yang masih ada dikantornya.
" Maaf pak, jadi Dita masih belum pulang ya?" tanya Abian menanyakan kembali.
" Loh jadi nak Bian nggak tau dimana Dita ya, kata sopirnya Dita sampai sekarang belum keluar dari tempat kerjanya." jawab papanya Dita.
" Ok pak, biar saya cek dulu ya pak kekantor." ucap Abian lansung mematikan telepon nya.
Dia mengambil Jaketnya lalu berlari menuju mobilnya. Dia menggerutu sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Benar - benar menyusahkan." gerutunya makin kesal.
Untungnya kantornya tidak jauh dengan rumahnya. Sesampai dikantornya ia lansung masuk kedalam ruangannya. Ia lansung menuju divisi keuangan tapi tidak menemukan Dita. Ia mencoba mencari Dita diruangan lain tapi juga tidak menemukannya. Dia pun berjalan menuju pantry kantornya. Lalu ia terkejut karena mendapati Dita tertidur dalam posisi duduk dilantai pantry dengan sapu disebelahnya.
" Ini anak bisa tidur dimana aja." gerutunya kesal .
" eh bangun, bangun." Abian mencoba membangunkannya.
" Bentar lagi ma, Dita masih ngantuk banget." jawabnya Dita tapi masih memejamkan mata.
" Dita, ini dikantor loh, ayo bangun." Abian mengguncang badan Dita kembali.
" Bentar ma, Dita penat kali hari ini, bos Dita galak dan kejam, jadi biar Dita istirahat dulu." jawabnya masih dengan manja.
" Huhh dasar anak manja" gerutu Abian yang makin kesal karena dibilang galak.
" Jika bukan dia anaknya pak Rama,udah ku tinggal dia disini." katanya lagi sambil menggendong Dita.
Lalu membawa keruangan nya dan meletakkan di sofanya. Abianpun kembali ke area pantry untuk membersihkan area yang belum selesai disapu oleh Dita.
" Memang anak manja, bisa - bisanya dia tidur ketika pekerjaannya belum selesai." gerutunya lagi.
Setelah selesai membersihkan area pantry, Abian kembali keruang kerjanya. Ia heran kenapa perempuan bisa tidur nyenyak di manapun tanpa kuatir apapun. Ia memandangi Dita dengan seksama.
" Lagi tidur gini cantik juga nih cewek, tapi sayangnya manja." gerutunya sambil memandangi Dita.
Lalu ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi papanya Dita.
" ya assalamualaikum Bian." terdengar suara dari seberang sana.
" waalaikumsalam pak, ini Dita memang masih ada dikantor, rupanya dia tertidur pak, share lokasi rumah y pak, biar saya antarkan saja." ucap Abian.
" Baik nak Bian, saya tunggu dirumah." ucap papanya Dita.
Sebenarnya sopir Dita masih berada tidak jauh dari kantor Abian. Cuma papanya membiarkan putrinya diantar Abian demi membantu misi anaknya gadisnya. Sedangkan Abian mengangkat Dita ke mobilnya. Lalu mengunci semua ruangan yang ada dikantornya. Kantor Abian memang belum punya sekuriti, dia hanya mengandalkan sekuriti kawasan kantornya saja. Abianpun membawa mobilnya menuju kearah rumah Dita. Butuh 20 menit akhirnya mereka sampai dirumahnya Dita. Abian memandang kearah rumah Dita yang nampak besar. Lalu melangkah kedalam rumahnya sambil mengendong Dita. Papanya Dita sudah menunggu dipintu rumahnya bersama dengan mamanya.
" Tolong lansung antar kekamarnya aja dilantai dua nak Bian." kata papanya Dita.
Abianpun mengantarkannya kelantai 2 bersamaan dengan papanya Dita dan mamanya.
" Maaf ya nak Bian merepotkan." kata mamanya Dita yang membantu membukakan pintu kamar anaknya.
" Nggak apa-apa Tante." jawab Abian sambil tersenyum.
Setelah meletakkan Dita di kasurnya, Abianpun segera keluar dari kamarnya Dita. Lalu berjalan kearah ruang tamunya.
" Silahkan duduk dulu nak Bian, low dirumah nggak usah formal banget lah." kata pak Rama.
Abian menghenyakkan pantatnya dikursi kayu jatinya pak Rama. Sebenarnya ia sangat mengantuk, namun ia tidak enak menolak tawaran papanya Dita. Karena bagaimanapun perusahaannya masih bergantung ke perusahaan keluarga Arkarna. Tidak lama kemudian datanglah seorang wanita berumur sekitar empat puluhan membawa 2 cangkir kopi dan 1 cangkir teh.
" Silahkan diminum nak Bian" ucap mamanya Dita.
Abianpun meminum kopi yang ditawarkan tuan rumah sambil bercerita tentang pekerjaan. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 11 lebih, akhirnya Abianpun berpamitan pulang.
" Hati - hati ya nak Bian , sekali lagi terimakasih, tolong dibimbing anak Tante ya, dia memang manja, tapi anaknya mau berusaha kok." kata mamanya Dita sambil tersenyum.
" Iya nak Bian, saya minta tolong ya, saya memang terlalu memanjakannya." kata papanya juga sambil tersenyum.
" Baik pak, Tante , akan saya usahakan dengan cara saya, saya pamit dulu ya pak, Tante, Assalamualaikum." Bianpun meninggalkan rumah mewahnya pak Rama.
" waalaikumsalam." jawab mereka serentak. setelah kepergian Abian dari rumahnya, Pak Rama dan istrinya menuju kamarnya untuk beristirahat.
...****************...
Dita terbangun karena merasakan perutnya sudah lapar sekali. Ketika ia melihat jam bekernya sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Ia kaget ketika bangun sudah berada dikamarnya. Ia merasa semalam membersihkan kantor lalu duduk dilantai pantry kantornya. Ia melihat tangannya yang masih terluka. Ia bingung bagaimana caranya ia pulang dan bagaimana ia lupa pulang kerumahnya tadi malam. Iapun segera membersihkan diri lalu bersiap - siap untuk menunaikan shalat subuh. Ketika mau berjalan keluar kamar, ia bertemu mamanya yang hendak membangunkannya.
" Tumben bangun duluan." tegur mamanya.
" ma, siapa yang antar Dita pulang semalam?" tanyanya.
" Bos kamulah, siapa lagi." jawab Mamanya.
" Benaran ma dia yang antar Dita pulang?" tanya Dita kegirangan sekali.
" Ya benar." jawab mamanya Dengan senyum.
" Kok Dita nggak tau apa- Pa ma?" tanyanya penasaran.
" iyalah, tidurmu tidur kerbau, udah dibangunin berkali-kali nggak bangun - bangun." jawab mamanya.
Dita pun merasa malu, bagaimana ia bisa tidur kerbau didepan cowok idamannya. Lalu saking bahagianya pagi ini perutnya kembali kenyang rasanya.Ia tidak jadi mengisi perutnya yang lapar dan lansung kekamar mengambil Hpnya, lalu mengetik sesuatu di hpnya dikirimkan ke nomor bosnya.
Terimakasih untuk semalam bang 🙂
lalu tidak lama setelah ia mengirim pesan lewat WhatsApp, ia melihat Abian membacanya namun tidak membalasnya.
" Dasar cowok kulkas, pagi - pagi gini dah bikin gondok aja." gerutunya.
Lalu ketika ia mau beranjak mandi, tiba - tiba Hpnya berdering menandakan ada pesan yang masuk. Ia tidak sabar untuk melihat siapa yang mengirimkannya pesan. Namun pesan yang masuk ke Hpnya membuatnya semakin emosi pagi ini.
meluncur mengejar cintamu😉