NovelToon NovelToon
SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:241.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Scarlet adalah gadis yatim piatu yang kuliah sambil berkerja. Pada suatu hari dia kesandung masalah memecahkan Guci antik dan disuruh mengganti dengan uang seratus juta tunai.

Dalam kebingunannya akhirnya Scarlet ke Club malam dan menjual kegadisannya dengan pemilik Club. Karena merasa terhina Scarlet tidak mau menerima uang dari pemuda itu.

Tapi pemuda yang bernama David itu malah jatuh cinta kepada Scarlet, dan mulai membantu keuangan Scarlet secara diam-diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI KE BAR

Saat Iwan menyiapkan pesanannya, Scarlet mengedar pandangannya ke seluruh ruangan. Malam ini tidak begitu banyak orang. Matanya bersitatap dengan seorang pria asing yang menatapnya tajam. Mata pria itu sangat mengerikan seolah ingin menelannya bulat-bulat.

Sekali lagi Scarlet menatap pria itu, pakaiannya gaul, ada tatto di dada, karena kancing kemeja dua dari atas terbuka, jadi Scarlet bebas melihat dada yang sedikit berbulu. Rambut pria itu sedikit gondrong, tubuhnya cukup tinggi dan berkulit sawo matang serta berkumis tebal.

Scarlet bergidik mengingat kumis, lalu dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali menoleh kepada pria itu. Pria itu tersenyum penuh arti kepada Scarlet, dengan langkah mantap pria itu buru-buru menghampirinya.

“Nona minumanmu." kata iwan menaruh segelas bir diatas meja Bar.

"Terima kasih Bang." ucap Scarlet.

“Hallo cantik, lagi sendiri ya." sapa pria itu dan duduk di kursi Bar yang ada di sebelahnya.

“Hallo....." balas Scarlet tersenyum tipis. Wajahnya merona merah  karena gugup.

“Kenalkan, aku Lokantara, panggil saja Made.” katanya mengulurkan tangannya. Scarlet menyambut tangan itu dengan risih.

"Scarlet." sahutnya pendek.

"Kamu datang sendiri?” tanya Made basa basi, dari tadi dia tahu gadis ini datang sendiri. Dia merasa sangat terbius melihat body sexy itu.

"Seperti yang kamu lihat, aku memang sendiri, tapi aku menunggu seseorang.” Jawab Scarlet jujur.

Mereka kemudian mengobrol santai, sesekali Scarlet tertawa kecil karena gombalan Made yang lebih condong seperti rayuan tukang sayur.

Sejak melihat Scarlet Made sudah tertarik. Rasanya bukan hanya dia, banyak pria yang melirik ke arah Scarlet. Made boleh berbangga diri karena Scarlet mau menerimanya berkenalan. Semoga Scarlet tertarik padanya. bathin Made berharap.

"Cantik mau nambah minum?” tanya Made ketika melihat minuman Scarlet sudah mau habis.

"Boleh juga Made.” tadi Scarlet sudah membuka celengannya, dia pasti mampu membayar minuman itu. Bir tidak mungkin mahal. pikirnya.

Kemudian Made memesan minuman ke bartender serta menyelipkan sebuah bungkusan kecil ketika Scarlet lagi menunduk memainkan ponselnya. Made memberi bartender kode agar bungkusan itu dicampur ke minuman Scarlet. Biarpun Iwan tidak dikasi tahu, dia sudah sering melakukan hal itu kepada seorang gadis incaran pengunjung.

Iwan tersenyum miring menerima bungkusan itu. Dia mencari akal supaya Scarlet tidak terpedaya. Saat akan menyajikan minuman ke gadis itu, Iwan sengaja memiringkan gelas sehingga minuman itu tumpah dan mengenai baju Scarlet.

"Sorry nona, saya tidak sengaja, kaki saya terantuk." kata Iwan dengan nada menyesal. Scarlet cepat berdiri dan menepis-nepis tetesan air dari bajunya.

"Aku harus ke toilet." kata Scarlet  sambil mengambil tissue yang disodori oleh Iwan.

"Bang, toiletnya sebelah mana?” tanya Scarlet dengan nada sedikit kesal. Terasa minuman itu tembus kedadanya, sangat lengket. Ada saja yang membuat dia kesal. Mungkin dia tidak boleh ketempat ini.

"Nona jalan lurus lalu belok ke kiri." jelas Iwan. Scarlet pamit sebentar kepada Made, langsung menuju toilet.

"Apa masalahmu, berani membuang pesananku. Jangan berlagak." kata Made sedikit emosi, dia tahu kalau Bartender itu sengaja menumpahkan minumannya ke baju Scarlet.

Sial!!. Padahal lagi sedikit dia bisa  membawa Scarlet ke ranjangnya.

“Aku sarankan kau berhenti, jangan sembarangan ngembat punya orang, gadis itu punya bos ku." jawab Iwan galak. Dia tidak suka melihat Made yang pecicilan.

“Tidak perlu mendikte atau campur tangan, kerjakan saja pekerjaanmu dengan benar supaya kamu tidak seumur hidup menjadi Bartender." kata Made sinis.

"Scarlet adalah kepunyaan bos ku, jadi berpikirlah dua kali kalau kamu ingin mendekatinya. Sebaiknya kamu tidak mengganggu gadis itu. Kalau kau ingin melihat hari esok." ucap Iwan masih dengan nada yang sama.

"Hahaha..aku tidak takut dengan bos kau, gadis itu malah memilih aku dan manis kepadaku. Malam ini aku akan mendapatkannya."

"Siapa yang ingin kau miliki Bro?” Kali ini David sudah ada di samping Made, dia memandang remeh pada Made. Dan Made menoleh kaget, dia langsung menunduk tidak senang atas kedatangan David.

Siapa yang tidak mengenal David, dia adalah Aktor yang sedang naik daun. Banyak orang tidak menyangka kalau dia juga punya beberapa Bar dan usaha Karaoke di seluruh Indonesia. Dia kelihatan sangat santai dan membumi kalau lagi berada di Bar miliknya.

"Maaf bro, saya tidak tahu kalau dia milik anda.” kata Made mati gaya.

"Sekarang kau sudah tahu aku harap kau menjauh dari wanitaku." tegas David kesal. Made meminta maaf lagi sekali, kemudian pamit pergi. David duduk di tempat Made duduk tadi dan menyentikan jarinya. Iwan sudah tahu bahwa David mau minum Red Wine.

“Kerjamu bagus Iwan, aku berharap gadis itu tidak tahu kalau kita sedang memata-matainya. Aku tidak ingin fans ku tahu tentang dia."

"Aman bos, sepertinya gadis itu tidak tahu kalau bos adalah seorang Aktor. Atau dia cuma doyan Drama Korea dan mengabaikan karya anak bangsa Aku rasa banyak gadis tergila-gila sama Oppa hahaha...."

"Yang jelas gadis itu tidak pernah ke bioskop atau nonton film di Televisi. Karena dia juga tidak punya TV."

"Yang benar bos, separah itukah?" tanya Iwan heran.

"Dia anak dari Panti Asuhan yang sudah keluar. Saat ini dia bekerja di Toko bunga sambil kuliah. Hidupnya sangat pahit."

"Informasi yang cepat dan akurat, rupanya bos kesengsem dengan gadis itu."

"Aku memberi recehan kepada teman kostnya, dan mendapat setumpuk informasi mengenai Scarlet. Aku jadi ingin memperistrinya."

"Hahaha...apa tidak salah, biasanya punya bos rata-rata yang glowing."

"Ini beda, aku langsung jatuh cinta abadi padanya. Dia begitu polos dan tidak matre, seolah dia turun dari khayangan."

"Semoga saja awet, tidak seperti yang sudah-sudah, kasihan kalau bos mempermainkannya."

Scarlet keluar dari toilet, berencana langsung pulang saja. Dadanya sudah lengket kena tumpahan bir dan perasaannya tidak nyaman.

"Oh.. David untung ada kamu, aku menunggumu dari tadi, ada hal penting yang akan aku tanyakan." kata Scarlet menunduk, dia malu memandang David yang menatapnya penuh arti.

"Ada apa?" David pura-pura tidak mengerti, dia tahu Scarlet pasti akan bertanya tentang uang 100 juta yang dia kirim kepada nyonya Damayanti.

"Apa kamu kenal dengan nomor ponsel ini, dia telah mengirim uang sangat banyak ke nyonya Damayanti aku berpikir kamu orangnya, karena pria itu menyatakan bahwa dirinya suamiku."

"Aku tidak kenal, apa hubunganmu dengan nyonya Damayanti." David pura-pura bloon. Itu memang nomor sementara, dia membayar hutang Scarlet karena kasihan, tapi dia tidak ingin Scarlet tahu siapa dirinya sebenarnya. Dia tidak senang dicintai karena dia kaya.

"Aku ingin tahu siapa yang mengaku suamiku, jangan-jangan pria tadi itu yang ......"

Scarlet mengabaikan David, dia sibuk mengedarkan pandangannya untuk mencari Made. Ketika pandangannya bertemu Made, Scarlet tersenyum tertahan dan hendak melangkah menemui Made yang berada di pintu mau keluar Bar.

"Jangan coba-coba pergi dari sini Scarlet." David menarik tangan Scarlet. Dia merasa diremehkan oleh gadis itu.

Scarlet menghentikan langkahnya dan menoleh tidak senang. Dengan berat hati Scarlet duduk di sebelah David.

"Aku cukup sekali membuat kekeliruan dalam hidupku, semoga kamu mengerti. Tidak ada dalam benakku untuk menjual diri." bisik Scarlet dengan dingin.

******

1
like
Kecewa
like
Buruk
Fay
Luar biasa
Fay
Lumayan
delete account
gara-gara kamu jadinya/Grievance/
delete account
daripada senyam-senyum Mulu trs sudah dimasukkan obat ke dalam minuman
delete account
cie tetap di waspadai tapi kira-kira apakah Iwan bisa atasi/Doubt/
delete account
jadi gimana tu apakah ada yang menolong?
delete account
dimasukkan ke dalam obat /Doubt/
delete account
🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
delete account
diancam kepolisian karena sifat buruk
delete account
benar tu pelan-pelan saja tidak perlu buru-buru
delete account
Kok pengen nya cepat banget
delete account
seharusnya lebih hati-hati
delete account
Wahaha kasihan baru dapat kerja sudah dimaki-maki
delete account
hadir
delete account
banyak sekali pesanan buat apa
🎎 Lestari Handayani 🌹
semangat terus. lanjut ceritanya
Arya suryadi🐞
🥰🥰🥰👌👌👌
ayumi: 🍬🍭🍬🍭🍭🍬
total 1 replies
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
TOP LABEL⭐⭐⭐⭐⭐

SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA

GOOD JOB👍👍👍
ayumi: tq kk udh mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!