NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta: Salahkah Aku Mencintaimu?

Berbagi Cinta: Salahkah Aku Mencintaimu?

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: L2080617

Felisia harus menerima nasibnya. Menikah disaat dia tidak menginginkannya. Dan setelah dia menerimanya, apa yang terjadi? Suaminya malah membawa seorang wanita dengan anak berusia tiga tahun kerumah.

"Mulai sekarang Wilona dan anak kami akan tinggal dirumah ini."

Anak kami?

Selanjutnya, bisakah Felisia menerima Wilona dan anak dari suaminya bersama wanita lain? Mampukah hatinya bertahan di rumah itu? Membagi suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L2080617, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BC:SAM #6

"Oh iya Felis, Ibu nelpon kamu mau nanya. Besok kamu jadi ke panti? Adik adik panti sudah nanya nanya kapan kamu datang?" Tanya Ibu panti.

"Iya Bu, Felisia jadi datang besok. Tapi mungkin agak siang ya Bu," jawab Felisia.

"Baiklah, Ibu dan adik adik panti nungguin kamu ya, sampai jumpa Felisia" ucap Ibu panti.

"Iya Bu, sampai jumpa" balas Felisia.

Dan obrolan itu berhenti sampai disitu.

"Aku lupa kalau bulan lalu aku sudah janji bakalan kunjungi panti. Aneh banget padahal dulu aku gak pernah lupa gini," ucap Felisia dengan nada sindiran yang tertuju padanya dalam kalimat terakhir.

"Masalah hadiah untuk adik adik panti, bagaimana ya? Dulu aku selalu minta sama kak Dafi. Kalau sekarang, setelah kedatangan Kak Wilona. Apa kak Dafi tetap mau kasih uang sama aku?" Tanya Felisia berbicara sendiri.

"Tapi kalau gak dari Kak Dafi gak ada lagi orang yang bisa aku mintai uang. Em... ya udah deh. Besok aku coba minta sama Kak Dafi, mudah mudahan Kak Dafi tetap mau kasih uang ke aku," ucap Felisia memohon.

***

Keesokan harinya

Felisia setelah selesai menyiapkan sarapan dan selesai bersiap siap, ia menaiki tangga menuju kamar utama, kamarnya dulu.

Tangan kanan Felisia yang berniat mengetuk pintu terpaksa berhenti di udara saat mendengar suara.

Kamar utama ini memang kedap suara. Tapi pintunya terbuka sedikit jadi Felisia dapat mendengar sesuatu dari dalam.

"Ah, Dafi. Pelan pelan dikit dong" itu suara Wilona.

"Iya, sabarlah. Ini tinggal sedikit lagi" suara Dafi menyahut.

"Aww, sakit Dafi. Udah ya" bujuk Wilona.

"Wilona ini hanya tinggal sedikit. Kamu diam saja" ucap Dafi.

"Ah... aww"

Felisia dengan perlahan menutup pintu kamar mereka. Rasanya tidak sopan menganggu privasi suami istri, bukan?

Felisia berbalik, berjalan beberapa langkah ke depan. Dia berdiri sambil melihat taman miliknya dari jendela. Damai!

Felisia menunggu beberapa saat. Setelah itu Dafi keluar dengan setelan kantornya

"Felisia," panggil Dafi saat melihat punggung Felisia.

Felisia berbalik. Lalu menebarkan senyum manisnya.

"Em Kak Dafi," Felisia berkata sambil berjalan mendekati Dafi.

"Kak, hari ini aku ada janji ke panti asuhan. Aku mau minta uang sama Kakak, untuk beli mainan untuk anak anak panti. Jika bisa..." ucapan Felisia terpotong karena Dadi tiba tiba menarik tangan kanannya dan meletakkan kartu di telapak tangannya itu.

"Gunakan sesukamu," ucap Dafi.

"Terima kasih Kak, tapi aku hanya akan menggunakannya untuk membeli barang barang anak panti. Setelah itu aku akan kembalikan ke Kakak," ucap Felisia bahagia.

Felisia berbalik, menuruni tangga demi tangga dan menghilang di balik pintu keluar.

Teruslah bahagia, aku mohon

ucap Dafi dalam hati.

***

Felisia pergi ke toko mainan dan membeli banyak mainan sesuai jumlah anak anak panti. Kali ini dia pergi dengan supir hanya untuk satu hal.

Setelah selesai membeli mainan. Felisia pergi ke mobil. Dia mengetuk kaca supir. Supir di dalam mobil dengan sigap langsung membuka kaca.

"Pak, ini kartu punya Kak Dafi. Bapak tolong antar ke perusahaan Kak Dafi ya," ucap Felisia.

"Tapi Non, nanti siapa yang antar non ke panti asuhan?" Tanya pak supir itu agak menolak.

"Saya bisa jalan kaki Pak. Lagian udah dekat juga. Bapak pergi saja ya antar kartu ini. Saya udah janji bakalan kembalikan kartunya saat sudah selesai digunakan. Kalau bapak bantu saya ini, saya bakalan sangat berterima kasih pak," bujuk Felisia dengan memberi alasan yang masuk akal.

"Baiklah non. Tapi setelah selesai saya langsung ke panti ya non. Nyusul non" ucap supir.

"Eh jangan pak. Saya di panti kayaknya bakal lama. Mungkin sampai malam. Bapak akan capek nungguin saya. Mending bapak pulang, jaga Kak Wilona dan Devan. Mereka hanya berdua dirumah. Nanti kalau misalnya ada maling, kan gak ada yang nolongin" ucap Felisia sedikit bercanda.

Astaga, non. Kenapa non sangat baik sama orang yang sudah menjadi duri di rumah tangga non? Kenapa non sangat perhatian kepada anak suami non dengan wanita lain? Tuhan, cobaan yang engkau berikan sangat berat untuk wanita baik hati ini

ucap pak supir terharu akan kebaikan dan perhatian Felisia.

"Baiklah non," pak supir mengalah hanya demi Felisia.

Felisia tersenyum senang. Dia melihat mobil itu pergi menjauh dan hilang di lautan kendaraan.

Dengan berjalan kaki Felisia pergi ke panti asuhan. Setelah beberapa saat dia berhenti melangkah. Tepat di depan bangunan itu.

Panti Asuhan Kita Cinta

Inilah tempat Felisia tinggal selama dua puluh tahun. Tempat dimana dia selalu merasakan kesepian walau banyak orang disekitarnya.

Dia pernah menangis, tertawa, kesepian, galau, kecewa, khawatir, ditempat ini. Setiap sudut di bangunan ini menjadi saksi hidupnya selama dua puluh tahun.

Adik adik panti yang sibuk dengan temannya. Berbahagia bersama dan tidak mempedulikan Felisia. Dulu Felisia pikir mereka jahat karena mengacuhkannya. Namun sekarang dia mengerti. Mereka melakukan itu karena Felisia sendiri yang membuat tembok diantar dirinya dan dunia. Semua anak anak takut mendekatinya karena sifatnya yang terlalu tertutup.

Sekarang, saat Felisia mulai berbicara dengan anak anak panti. Mereka merespon dengan baik. Mereka bahkan bisa tertawa dengan Felisia. Namun anehnya entah kenapa Felisia tetap tidak bisa merasa seperti mereka. Dia tidak bisa merasakan kasih sayang yang mereka berikan. Seakan akan semuanya adalah palsu.

Dan datang ke panti setiap bulan ini hanyalah sekedar mengalihkan pikirannya dari urusan rumah tangganya yang entah kapan akan harmonis. Atau jangan jangan itu tidak akan pernah terjadi?

Felisia kembali melangkahkan kakinya, masuk ke panti asuhan kita cinta. Saat dia melewati pintu masuk dan berada di ruang tamu. Anak anak panti sudah menunggunya.

"Kak Felisia datang"

"Kak Felisia datang"

Mereka semua berteriak satu persatu karena bahagia.

Felisia hanya tersenyum ringan lalu meletakkan hadiah yang dia beli di depan mereka semua.

"Ini kakak ada beli hadiah. Kalian ambil sesuai nama masing masing ya," pesan Felisia.

"Baik Kak"

"Siap Kak"

"Ok Kak"

Berbagai respon diberikan oleh anak anak itu.

Felisia memilih menjauh dari mereka semua. Dia pergi kebelakang rumah.

Belakang rumah itu adalah lapangan yang lumayan luas dan terdapat rumput rumput hijau yang terawat.

Felisia duduk di atas rerumputan di bawah pohon. Dia menatap kosong lurus ke depan. Lagi lagi pikirannya memikirkan Dafi, Wilona, dan Devan.

Otaknya memikirkan masa depan tiga orang itu. Bahagia, hanya itu yang dia lihat. Sedangkan dirinya hanya akan jongkok di sudut rumah. Keberadaannya tidak penting. Jika dia hilangpun mungkin mereka tidak akan menyadarinya.

***

Jangan lupa like dan komen 🤗🤗🤗.

1
Siti Masitah
apa belum bercerai ama dafi
Siti Masitah
lha tidurnya sekàmar ama wilona...dafi dafi cucak rowo
Siti Masitah
gitu pun masih dipertahankn pernikahannya dasar felicia botol
Dewi Dama
bingung baca novel ini malas baca nya...langsung di baca nya yg terakhir ajjja
Siti Masitah
namanya felisia ganti jdi surti..aja
Dewi Dama
bingung sama cerita ini...Felisa atau Wilona...y...
evi carolin
awas ya kalo smp balikan lg
Heriyani Lawi
katanya terpaksa tp bisa menghamili wanita itu dan terlihat bahagia. laki2 dimana2 sama aja TDK ada yg setia
Tri Wulandari
padahal gak perlu dijelaskan sedetail itu...sipembaca sudah tau loh author.kesannya agak ganjal dibaca,jika dijelaskan secara detail Thor
Rismawati Damhoeri
masih lama bodohnya si felisia ya thor?
Plasida Rita
suka
Aghitsna Agis
terlaku panjang mukadimahnya jd isinya sedikit
Aghitsna Agis
kalau.memang dafi terpaksa mrnikahi wilona demi menyelamatkan falesia sm nina nga mungkin fiacuhkan debelum bawa wilona kerumah
Aghitsna Agis
aneh kenapa bukan dicefaikan saja jadi aman dgn alasan selingkuh kalau nga ngurus ceari ya selamanya dafi ngejar terus gimama ini verita
Giselle Belline
kalau ICU adalah tempat pasien yg sudah tindakan tapi msih dalam keadaan ktitis..
beda dgn IGD, pasien baru akan menerima tindakan, apakah itu mau di oprasi, atau tindakan lainnya, sesuai dgn keadaan pasien, apakah dia gawat, atau luka ringan..
Yong Chel
cerita yang sangat memuaskan hati dan saya sangat menyukai🥰
Mice Maizarni
Luar biasa
anikbunda lala
ruwet
anikbunda lala
bingungke ini critane
Dewi Dama
jln cerita nya kacau...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!