Farasya mengorbankan diri demi sesuatu yang tidak pantas ia korbankan . penghianatan kekasih dan sahabat membekas dalam dihatinya.
mempunyai darah keturunan bangsawan justru membuat farasya kesulitan mendapat cinta sejati .
perjodohan dan penolakan mewarnai kisah hidup farasya dilain pihak muncul pria misterius yang tidak percaya cinta yang semakin membuat farasya bingung .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na fadila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
call me farasya
setelah proses registrasi dan daftar ulang selesai akhirnya aku kini menyandang status sebagai maba dikampus tempat ibu kuliah dulu . Sebagai maba seharusnya aku mengikuti kegiatan LDK dipuncak yang dibuat untuk menggantikan OSPEK yang dinilai sudah tidak relevan lagi kalau masih dipakai saat ini karena sedikit banyak ada oknum senior yang memanfaatkan kesenioran untuk menindas mahasiwa baru . Tapi aku memilih tidak ikut acara LDK karena ingin banyak menghabiskan waktu dirumah bersama ayah dan ibu sebelum mereka pergi toh tahun depan masih bisa ikut .
" sasa itu kalau ditumpuk kaya gitu ga akan muat dikoper sayang " ucap ayah
" akh nanti juga muat bentar donk yah jangan underestimate dulu si " jawabku sedikit kesal karena ini sudah hampir satu jam tapi belum selesai packing .
" ya udah sini biar ibu aja " imbuh ibuku seraya mengambil alih pekerjaanku .
aku tersenyum melihat ibu membantuku sebenarnya dari tadi aku hanya membuat keributan disana sini tanpa benar benar membantu.
" heee " aku tersenyum penuh kemenangan
" seneng dibelain " cibir ayah
" ayah lho seneng banget ngeledek anaknya " ucap ibu
senyumku makin melebar saat ibu memarahi ayah demi membelaku.
malam ini ayah dan ibu akan pergi ke India karena ayah mendapat promosi dari maskapai penerbangan ayah dan harus tinggal di Mumbai India selama satu tahun . Ibu yang tidak tega melihat ayah tinggal seorang diri dinegara asing memutuskan untuk ikut pergi menemani dan meninggalkanku di Jakarta sendiri .
Soekarno-Hatta airport ,
" sasa ikuttt " renggekku ke ayah
" lhoo tadi janjinya apa dirumah hayo " ucap ibu
" anak gadis ayah kok gini si ? kan sasa udah gede ga malu apa diliatin orang orang ini peluk peluk ayahnya di tempat kaya gini " imbuh ayahku
" bomat " jawabku singkat
" ya udah nanti kalo Sasa kangen ayah kirim tiket " ucap ayah merayuku
" bener yaa asikkk " jawabku cepat
ibu hanya menggelengkan kepala melihatku merajuk seperti anak kecil . Sebenarnya sejak kecil aku belum pernah ditinggal oleh ibu dan ayah secara bersamaan jadi rasanya berat sekali untuk berpisah walau aku tau ini cuma sementara . Setelah adegan drama kumbara didepan gate keberangkatan akhirnya kulepas ayah dan ibu pergi dengan mata bengkak .
brugg
" mbak gpp " tanya pria yang baru saja kutabrak
" pake mata kalau jalan " bentak seorang wanita .
saat kesadaranku terkumpul baru kulihat didepanku ada seorang pria tampan dengan pandangan teduh sedang menatap ku sementara disampingnya ada sesosok wanita cantik dengan tatapan ingin menelanku bulat bulat .
" maaf ga sengaja " ucapku gugup
" its oke " jawabnya
" udah ayo gusti ga penting banget disini " ucap sang wanita dengan suara tinggi sambil menatapku tajam .
mereka berjalan menuju area kedatangan dan tampak sebuah mobil mewah sudah menanti tak lama mereka pergi menuju jalan tol .
orang kaya mah bebas " batinku
sesampainya dirumah rasa sepi mulai menyeruak begitu kubuka pintu aku masih merasakan aroma ibu disekeliling rumah yang langsung membuat ku merindukan sosoknya .
akhirnya kuterlelap dalam alam mimpi dengan masih memakai jaket dan sepatu .
Pagi ini sungguh sial untuk ku hari pertama kuliah sudah terlambat , Dengan langkah cepat setengah berlari kunaiki anak tangga menuju ruang kelas .
saat kubuka pintu kelas terlihat beberapa mahasiswa sedang berdiri didepan sedang memberikan pengarahan seketika mereka menghentikan kegiatannya saat melihatku muncul dari balik pintu .
" duh apa lagi ini " ucap ku lirih saat kulihat seorang kakak kelas menghampiri ku dengan wajah tidak suka .
" jam berapa ini hey " bentaknya pas didepan mukaku .
" jam sepuluh kak " jawabku singkat .
" tau kan mulai kuliah jam berapa ? "
" tadi kesiangan kak " jawabku jujur
" hebat kali bah anak baru ini " ucap seorang lelaki yang duduk dikursi dosen .
" ya udah mana tugas kemarin yang gue kasih ? " hardik perempuan yang membentakku pertama kali .
" tugas apa kak ? " jawabku bingung
" jangan bilang Lo ga bawa ya "
" saya " belum selesai bicara tiba tiba hp ku berdering kencang .
" hebat banget anak baru ini ya udah datang telat hpnya kenceng banget pula bunyinya , anak sultan lo ??" bentak seorang mahasiswa tingkat atas yang berdiri disamping pintu .
seketika ruangan kelas meneriakan umpatan padaku termasuk semua kakak kelas yang berdiri . perasaanku tidak nyaman seperti ada yang salah karena dari tadi hp ku masih berdering tanpa ada jeda .
" kak maaf saya angkat dulu ya " pintaku kepada mereka .
" lo pikir lo siapa hahh enak banget angkat telfon dijam pelajaran " hardik seorang wanita berkacamata .
" mana tugas yang kita kasih buat lo kemarin ? " tanya seorang senior yang sejak tadi duduk di kursi dosen .
" maaf kak " ucapku lirih sambil menunduk sedangkan tanganku sudah memegang hp .
" hallo apa benar ini dengan sasa " terdengar suara seorang pria setelah kuangat telfon , ya dengan keberanian kuberanikan diri untuk menerima panggilan telfon dihadapan semua orang .
" iya saya sasa maaf ini dengan siapa ? " tanya ku heran karena selama ini tidak ada orang asing yang memanggilku dengan nama panggilan sasa kecuali orang terdekatku .
" datanglah ke Soekarno Hatta terminal 3 , setelah sampai hubungi nomor ini lagi nanti saya akan mengantarmu menemui pak Teddy " ucap pria diujung telfon sebelah sana .
tutt
panggilan terputus
dengan berjuta pertanyaan di otak kucerna kembali ucapan orang yang baru saja menelfon .
sontak seluruh anak dikelas mulai berbisik keras dengan mengeluarkan umpatan umpatan tak pantas padaku .
" ciee ayam kampus dapat orderan ni "
" asik niye ada yang BO "
" siap siap olahraga nii "
teriak mereka padaku , kata kata yang tak sopan mereka tujukan padaku setelah mendengar pembicaraan ku tadi karena tak sengaja tadi terpencet loud speaker.
" gila ya dikampus kita ada cewek panggilan ni Ardi !! " sindir Risa si cewek berkacamata yang sejak tadi menatapku sinis .
" berapa semalam ?? " ucap nya menimpali sontak seluruh orang dikelas berteriak riuh .
aku masih tak mengerti apa maksud mereka karena pikiranku masih mencerna ucapan si penelfon misterius tadi .
" jadi nama lo sasa ? " ucap cowok yang disebut Ardi oleh Risa .
" hebat ya nyokap lo bisa didik ayam kampus sekeren ini " sindir Ardi.
plak
entah keberanian dari mana aku berani mendaratkan tamparan di pipi kiri Ardi sang senior yang paling disegani dikampus .
" lo berani beraninya nyentuh Ardi dengan tangan kotor lo itu " teriak Risa padaku .
" dengar ya kalian kakak senior yang terhormat , anda boleh mencaci saya , anda boleh menghina saya , anda boleh memukul atau bahkan membunuh saya tapi jangan pernah menjelekan ibu saya karena kalian tidak akan pernah tau apa yang akan saya lakukan untuk membela ibu saya " ucapku dengan suara penuh emosi.
drttt drttt
hp ku kembali berdering
" are you sasa ?" terdengar suara wanita kali ini yang menghubungiku .
" yes iam , who is speaking ? " tanyaku balik
" are you capt Arjuna daughter's ? " ucapnya kembali .
deg
kenapa dia menyebut nama ayah batinku .
" yes iam " jawabku singkat .
" sasaaa ini om Rudi nak " tiba tiba terdengar suara om Rudi sahabat ayah dikantor menggantikan perempuan yang menelfon ku .
" om Rudi ada apa ? " tanyaku bingung
" sasa om jelasin nanti sekarang kamu ke terminal 3 ultimate om udah nyuruh Teddy buat jemput kamu ! " ucap om Rudi .
" jemput kemana om ? Sasa hari ini kuliah om " tanyaku dengan bingung .
" saa denger baik baik ya sayang nanti setelah sampe Mumbai om bakal jelasin semua nya ke sasa " jawab om Rudi .
deg deg Mumbai
otakku mulai menemukan garis merah .
" kenapa Sasa harus ke Mumbai om ? " tanyaku mulai panik .
" sa , pesawat yang ditumpangi ayahmu capten Arjuna dan ibumu sudah tiga jam yang lalu lost contak dengan tower pusat disini saat melintasi kepulauan andaman " jawab om Rudi terbata bata .
" pesawat ? ayah ? lost kontak ? " teriakku panik
bugg
aku terjatuh dengan posisi hp masih tersambung .
" nak jangan berpikiran aneh aneh kita masih punya harapan nak " ucap om Rudi menenangkan ku .
" sa , sasaa are you in there ? " suara om Rudi mulai terdengar panik karena tak mendapat responku
" stop call me Sasa my name is farasya " teriakku dengan air mata membanjiri pipi
tuttt sambungan kembali terputus .
sedetik kemudian kucoba berdiri untuk mencari udara segar diluar karena di dalam kelas dadaku mulai terasa sesak . Akhirnya aku mampu berdiri setelah terjatuh dua kali saat mencoba untuk bangkit ,kurasakan perih dikedua lengan yang tergores karena terjatuh tadi .
" don't touch me " teriak ku pada Ardi yang mencoba membantuku berdiri .
Ardi kemudian berhenti melangkah untuk membantuku .
" kakak senior di peta dunia enggak ada kepulauan andaman kan ya ? " ucap ku lirih dengan menatap wajah Ardi .
hiks hiks
" pesawat bisa nyelem kan ya ? " tanyaku dengan tersenyum .
" enggak ayah dan ibu ada dirumah , tadi malam ayah dan ibu enggak pergi ke India , ayah enggak naek pesawat tadi malam " teriakku tiba tiba yang membuat semua orang dikelas terdiam .
" ayah dan ibu ... sasaa.... ucapku lirih kemudian semua pandangan menjadi gelap .
gimana sih...jd bingung