NovelToon NovelToon
Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:292.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Naimma

" Tapi Adek nggak mau nikah sekarang. Harus nunggu Adek lulus kuliah dulu pokoknya ! " Nana mengajukan syarat pada ayahnya saat menerima lamaran dari Zen, pemuda dewasa dengan pesona lesung pipi yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Dengan masa penantian panjang itu, Nana, gadis yang baru saja lulus dari bangku SMA itu mengharapkan Zen menyerah dan membatalkan perjodohan ini.

Berhasilkah Nana membuat Zen meninggalkannya? Ataukah justru ia akan terpikat pada sosok dewasa Zen, lalu menjadikannya sebagai sosok calon imam pilihannya sendiri nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naimma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zen dan Keluarga

Beralih dari Nana yang sedang meratapi ketidak jelasan nasibnya. Zen duduk di kursi ruang tamu sambil memotongi kuku jari yang sudah panjang untuk mengusir rasa gelisah, karna menunggu kedatangan Ibu yang sedang memperjuangkan masa depannya.

Melihat ekspresi Ibu yang sedikit murung saat memasuki rumah, terselip rasa kecewa dalam hati Zen. Apa aku ditolak? Pertanyaan pertama yang muncul dalam benaknya.

" Bagaimana, Bu? Mbakyu bilang apa?" Ayah meminta laporan kinerja ibu. Ibu berjalan menghampiri Ayah yang sedang duduk di kursi panjang ruang tamu, menikmati alat terapi di kakinya.

" Mbakyu bilangnya sih Nana belum punya calon, Pak." Ucapan Ibu melegakan hati Ayah, juga Zen yang pura-pura cuwek tidak peduli. Namun lesung dipipi kanannya tergambar jelas, tidak mampu lagi untuk menutupi kepura-puraannya.

" Tapi, Pak..." Seketika senyum dibibir tipis Zen menghilang. Terhapus oleh ucapan Ibu yang belum terselesaikan. " Mbakyu bilang, Nana mau kuliah dan belum ada niatan untuk menikah." Hawa-hawa penolakan santer dirasakan Zen.

" Zen." Kaget namanya dipanggil Ibu yang duduk di samping Ayah. Zen berhambur mendekat pada Ayah setelah melemparkan capitan kuku kemeja.

" Bapak kenapa?" Melihat Ayah yang terkulai lemas disandaran kursi, membuat Zen hawatir. Urat kesedihan terukir jelas diwajah pria setengah baya itu.

" Bapak sih... Bude kemarin kesini kan buat nawarin perpanjangan sewa tambak biat tambahan biaya kuliah mbak Nana. Eh, malah sekarang aku yang Bapak tawarkan ke Bude buat mbak Nana. Hehhe." Meski ada perasaan getir dalam hati, Zen tetap mencoba menghibur Ayah agar bersemangat lagi.

" Sebenarnya mbakyu belum ngasih keputusan, Pak. Mau diomongin dulu sama kang Munir katanya."

" Emangnya genduk Nana dirumah, bu?"

" Nggih, Pak. Udah seminggu katanya." Degg. Jantung Zen tersentak. Ada rasa penasaran begitu besar untuk mengetahui seperti apa Nana yang sudah mencuri hati Ayah. " Ayu tenan lho, Pak! Genduk Nananya." Lanjut Ibu setengah berbisik pada Ayah, namun matanya melirik pada Zen yang berada disisi lain samping Ayah.

" Haha. Pilihannya siapa dulu?" Ayah terlihat sedang membanggakan diri, lupa dengan pikiran yang sempat membuatnya drop. " Tadi Ibu sudah kasih tau wetonnya Zen ke Mbakyu toh?" Ayah memastikan apa yang sudah diwanti-wantikannya dilaksanakan oleh Ibu. Mengingat Ayah Nana merupakan salah satu sesepuh yang di segani di desa, dan sering diminta tolong untuk memperhitungkan kecocokan weton orang-orang yang akan menikah.

***

Semua bermula pada lebaran Idul Fitri tahun lalu. Dimana Nana datang kerumah keluarga Zen untuk melakukan sungkem, mumpung ada kesempatan pikirnya. Semenjak Ia sekolah di Lampung, Nana beberapa kali tidak mendapatkan kesempatan pulang ke kampung halaman disaat lebaran, karna bertepatan dengan ujian di sekolah.

Selesai Nana melakukan sungkem, dengan penasaran Ayah memperhatikan lekat Nana dari ujung hingga ujung lagi.

" Namamu siapa Nduk?"

" Nana, Paklek..." Mendengar Nana memanggilnya Paklek, membuat rasa penasarannya semakin bertambah.

" Kamu anaknya siapa?"

" Anaknya Bapak Munir, Ibu Aini." Ayah Zen mengangguk, meski masih belum dapat mengingat tentang lama.

" Oh, Iya. Anak bungsu kang Munir kan cewek. Udah gadis ya sekarang." Baru daat mengingat setelah Nana sudah berlalu. Dari kecil Nana memang gadis. Tapi gadis yang dimaksud disini adalah perempuan yang sudah beranjak dewasa dan siap untuk menikah.

Setelah kejadian itu, Ayah Zen selalu terkenang pertemuannya dengan Nana. Bersamaan saat Ia tengah memikirkan masa depan untuk Zen. Mungkinkah ini yang dinamakan mendapat wangsit?

Tanggung jawab yang diemban Zen sangatlah besar dalam keluarga. Membuat rasa bersalah teramat dalam dada Ayah, disaat melihat tubuh anaknya yang tidak begitu terawat.

Selain merawat dan memenuhi kebutuhan perawatannya, Zen juga memenuhi kebutuhan sekolah dan pesantren adiknya. Masih ditambah lagi harus membatu perekonomian kakak perempuannya yang sudah menjadi janda.

Tenggelam dalam tanggung jawab yang besar, membuat Zen tidak memiliki waktu untuk memikirkan dirinya sendiri. Apalagi mengenai bab pernikahan. Sama sekali tidak terbayang dalam keadaannya. Ini lah yang menjadi dasar Ayah untuk mencarikan pendamping hidup untuk anaknya. Dan hanya Nana lah selalu membayang dalam pikirannya.

1
Kimie Meonk
aqnunggu karyamu yg berikutnya Thor....😊
Anna Susiana
ayo lanjut menyimak ceritanya
Rania Shanum
lohh laptopnya mn thor?
Rania Shanum
ak bayangkan visual Zen, Andi Arsryl.
N.U: boleh juga sih, tapi senyumannya masih manisan zen dikit,kak....🤭
total 1 replies
Rania Shanum
Suamiku dulu nikah umur 35 ak 25 😁😁
beda 10 tahun. mateng banget yachh
N.U: makasih ya kak rania udah mampir baca, seneng bgt akunya..
kaget juga sih pas buka aplikasi ada notifikasi like sama komenan di sini. kan udah lama bgt tamat. eh ternyata masih ada yg masih mau baca & mau meninggalkan jejaknya.
total 2 replies
Sha
Btw thor, kok penasaran sama kelanjutan cerita kuliah si Nana ya dianter tiap hari atau ngontrak, gimana reaksi si Azzam, juga reaksi Nana pas kerumah mertuanya, wkwkwk.
Sha: sama-sama kak. semangaaaatttt
total 8 replies
Sha
Ndak ada kata-kata lagi wes. Pokoknya mantul banget
Sha: untuk pengalaman pertama ini mah udah the best kak. penulisannya bagus rapi, bahasanya juga mudah dipahami jadi ndk perlu mikir susah-susah hehe.

semangat terus berkaryanya kakak, semoga kedepan lebih baik.
ditunggu juga karya yang bernapaskan Islami (Islam Syar'i)
total 3 replies
Ellen Thianyo
f ,we
N.U: kenpa kak?
jangan ragu buat ngasih saran ke authornya ya...
total 1 replies
Rayhanah Salwani
sampai dsni suka baca ceitanya
N.U: makasih kak, sudah meninggalkan jejak disini.
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
sebenernya novel nya bagus.... tpi sayang like nya dikit
Dinda Kirana agustina
aduuuuh repot iaa... banyak tanggung ngan..
N.U: ya begitulah,kak... karna cuma zen yg bisa diandalkan di keluarga. tapi nanti kalau udah ketemu sma nana, lupa deh sama tanggungannya yg lain...😅
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
baru Nemu ini novel... aku baca ya...
N.U: trimakasih kak dinda sudah mampir disini.❤
semoga berkenan.😍
total 1 replies
Putu Sugianti
iiI
N.U: trima kasih ya,kak... sudah bersedia mampir disini. kalau punya saran, author siap mendengarkan.
total 1 replies
indrianingtyas
thor q kangen kekonyolan mamam sm mumum beneran ini😣...kpn lanjutin season 2 gt thor..
indrianingtyas: ke tempat mamam sm mumum yo thor..mumum da hamil pa blm kita liat yuk😂😂
total 4 replies
Kimie Meonk
nama nih author q tersayaaaaang.... ad karya bru lgi ga???? kangen nich.. pke banget lgi...😍😍😍
N.U: makasih kak Dian...😍😍😍😍 lope...lope... buat kakak.❤❤❤
total 3 replies
Ari Yanti
Keren thor. .ak suka ceritanya marai kyo wg gemblung...lnjut season 2 thor
N.U: relekan aja ya,kak... mereka udah bahagia kok.
total 3 replies
An-nur
ayolah thor bikin cerita imam pilihan jilid dua kan sekarang udah jadi imam jadi judulnya nggak calon imam lagi,imam pilihan aja hehehe kangen nih
N.U: kangen sama aku???
total 1 replies
Aleza farisa
nggak ada part 2 nya kah thor
N.U: Belum tau,kak...
soalnya belum ada rencana buat nulis lagi dalm waktu dekat ini
total 1 replies
Aleza farisa
keren thor😁😁😁😁😁😁
N.U: makasih...

semga nggak ngecewain cerita penutupnya.😁
total 1 replies
Anik Nur Yamah
terimakasih juga thoor.,, ceritanya bagus banget...
d tunggu crita2 yang lainnya...atau cerita kelanjutannya mamam Zen dan mumum Nana...
N.U: dibilang bagus, pake bgt aku jadi malu,kak...😳😳😳

untuk saat ini sih belm ada keinginan buat nulis lagi. soalnya susah cari waktuny. ntar yg ada, updatenya tambah nggak rutin dari sebelumnya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!