NovelToon NovelToon
Pesona Prajurit Tampan

Pesona Prajurit Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ansifa

Jihan Kharisma gadis SMA yang tergila-gila dengan seorang pria berseragam. Lebih tepatnya dengan tentara, dia begitu mengidolakan seorang tentara untuk menjadi suaminya karena ia ingin seperti kakaknya yang perempuan yang menikah dengan tentara. Apalagi kakaknya yang laki-laki adalah seorang tentara sehingga menambah keinginannya yang begitu dalam untuk memiliki suami tentara.

Suatu ketika ia bertemu dengan seorang pria yang tanpa sengaja membantu Jihan saat gadis itu jatuh dari sepeda, pertemuan itu membuat jihan terpesona setengah mati berharap ingin bertemu kembali dan mentakdirkan mereka.

Apakah nanti Jihan akan bertemu kembali dengan pria itu, baca disini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 5

"Iih kok cepat banget sih cutinya Mas,." protes Jihan saat Banu sudah siap dengan seragam PDL nya dan kini dia sedang mengenakan sepatu di kursi meja makan. Ya masa cuti Banu sudah berakhir kini saatnya dirinya kembali bertugas di batalyon Garuda. Dimana tempatnya dinas. Sudah empat hari juga Banu cuti dan berada di rumah jadi dia tidak bisa berlama-lama lagi

"Ya namanya mas kamu abdi negara dek, jadi ya nggak bisa lama-lama to di rumah" ucap Rossa, Ibu Banu dan Jihan.

"Kenapa kamu masih kangen ya sama mas,?" tanya Banu yang masih sibuk memakai sepatunya sambil sekilas melihat kearah Jihan yang duduk disampingnya.

"Nggak, siapa juga yang masih kangen sama mas Banu. Aku cuman ngerasa sepi aja nih rumah" ucap Jihan cemberut sambil bersiap mengambil makanan yang sudah tersaji.

"Kamu dek, kalau ada kakak kamu aja berantem terus. Sekarang kakaknya mau berangkat dinas cemberut," Pandu ayah Jihan baru saja datang kemeja makan memperhatikan putrinya yang cemberut saja.

"Iya nih dasar,." Banu yang sudah selesai memakai sepatunya langsung duduk tegap kembali sambil mengacak-acak rambut adiknya gemas.

"Iss, apaan sih mulai" Jihan merapikan rambutnya menatap kesal kearah Banu yang tertawa.

"Udah, kalian berdua cepat makan. Nanti terlambat loh" tegur Rossa yang juga mulai duduk di samping Pandu keluarga mereka memang terbiasa untuk makan bersama. Jadi tidak heran pagi-pagi sudah berkumpul saja dimeja makan.

"Kamu berangkat ke Batalyon dengan siapa Mas?" tanya Pandu pada putranya.

"Dengan Bara Yah, dia juga cutinya cuman empat hari" balas Banu sambil mengambil beberapa lauk.

"Hah, sama mas ganteng Mas?Nanti dia yang kesini atau mas Banu yang ke sana jemput dia?" Jihan mendengar nama Bara disebut langsung sangat antusias.

"Jihan.." tegur Pandu memperhatikan anaknya.

"Iya Yah," antusias Jihan langsung redup mendengar teguran ayahnya tersebut. Tetapi matanya masih menatap Banu berharap.

"Mas yang akan ke sana, Mas kan bawa mobil" balas Banu.

"Asikk, aku nebeng kalau gitu. Ya Kak, Ya" Jihan tampak senang dan terus memohon.

"Kamu berangkat sama ayah aja Jihan" Rossa bersuara.

"Nggak bun, aku mau berangkat sama Mas Banu. Kan rumahnya Mas Bara sebelum sekolahan ku" Jihan tetap teguh dengan keinginannya.

"Ayah, boleh ya aku berangkat sama Mas Banu?" ucap Jihan penuh harap pada Ayahnya.

"Boleh,.." balas Pandu singkat sambil meminum tehnya. Dia tentu saja mengijinkan putrinya, karena Jihan kalau sudah berkemauan tidak bisa yang namanya ditolak.

"Asik, Asik, aku bakal berangkat sekolah sama mas ganteng" Jihan sangat senang sekali.

"Dasar, adek gue" Banu menepuk jidatnya sendiri. Melihat tingkah adiknya yang terlalu sekali dengan seorang tentara.

"Kamu nurun siapa sih dek, perasaan Fira nggak kaya kamu deh" lanjut Banu melihat tingkah adik bungsunya tidak seperti Fira adiknya yang satunya yang kini ikut suaminya dinas di Sulawesi.

"Aku tak tahulah kak, tanya tuh kedua orang tua kita. Aku nurun siapa?" tunjuk Jihan pada kedua orang tuanya yang tengah makan.

"Yang jelas kamu bukan nurun bunda, kamu tuh nurun ayah mu tuh. Dulu ayah mu orangnya suka ter obsesian sama bunda" Rossa menatap suaminya yang sedang makan.

"Uhuhukkk" Pandu tersedak karena mendengar omongan istrinya barusan.

"Pelan yah, pelan makannya. Aku gak mau minta kok" celetuk Jihan sambil menahan tawa melihat Ayahnya yang tersedak.

Banu hanya tersenyum saja melihatnya. Keluarga Jihan memanglah sebuah keluarga yang hangat dan sangat harmonis satu sama lain, mereka saling bercanda dan bergurau bersama.

°°°°°

Bara sudah siap dengan seragam PDL nya, ia duduk di sofa ruang tamu. Menunggu abang seniornya datang. Siapa lagi yang ditunggu Bara kalau bukan Banu. Mereka memang berdinas di satu batalyon yang sama dan mereka juga kemarin mengambil cuti bersama, padahal mereka bukanlah saling mengenal dalam waktu yang lama, tetapi mereka sangat dekat sekali.

Bara sangat menghormati Banu, yang menurutnya sangat ramah dan mudah bersosialisasi serta merendah padahal pangkat Banu termasuk tinggi seorang kapten tetapi mau bergaul dengan perwira pertama, bahkan pergaulan Banu juga dibawah lagi termasuk para perajut secata maupun bintara.

Awal perkenalan mereka dulu terjadi di Akmil Semarang, saat ini Banu menjadi senior Bara di sana. Ketika itu Bara sangat sedih sekali karena Ibunya sakit dia tidak bisa pulang sehingga membuatnya sedih dan merasa rindu.

Tetapi entah bagaimana pada saat itu Banu melihat dirinya yang tampak ber murung di sudut asrama,.Banu mendekati dirinya dan mulai pembicaraan ringan.

Dari situlah mereka menjadi dekat, apalagi satu kata motivasi Banu membuat Bara begitu sadar bahwa dirinya harus terlepas dari belenggu kerinduan keluarga.

Karena jiwa raganya bukan milik keluarga lagi tetapi seluruh rakyat Indonesia.

Saat Bara tengah asik mengingat pertemuannya dulu dengan Banu. Sebuah mobil baru saja masuk ke halaman rumahnya.

Itu mobil Banu yang datang untuk menjemput dirinya. Bara segera berjalan keluar menghampiri Banu.

Papa dan Mama Bara keluar dari dalam saat melihat mobil yang datang ke rumah mereka.

"Itu senior kamu ya Bar,?" Tanya Lidya di samping Pramono suaminya.

"Iya Ma," jawab Bara singkat. Sambil menenteng tas loreng miliknya.

"Pagi Bang Banu,!" sapa Bara yang berjalan mendekat kearah Banu yang baru saja keluar dari mobil. Kaca Mobil Banu terbuka menampakkan sosok Jihan di sana.

"Pagi Mas ganteng" sapa Jihan sambil tersenyum. Kepalanya keluar dari jendela.

"Pagi juga Bar," sapa Banu balik

"Pagi Dek,." sapa Bara balik.

"Pagi Om, tante" sapa Bara sambil mendekat kearah orang tua Bara yang berdiri di samping Bara. Banu langsung mencium kedua tangan orang tua Bara bergantian.

"Udah siap-siap Bar,?" tanya Banu melihat Bara yang sudah siap menenteng tas dinas.

"Udah bang, tinggal berangkat. Bang Banu mau masuk dulu atau mau terus" ucap Bara.

"Terus aja Bar, gue harus nganterin tuh bocah ke sekolah" ucap Banu sambil menunjuk Jihan yang masih cengengesan

"Ya udah kalau gitu bang"

" Ma, Pa kita berangkat dulu ya" pamit Bara pada kedua orang tuanya.

"Loh, nggak mampir dulu nak?" ucap Lidya dan Pramono pada Banu.

"Nggak, Om Tan. Saya harus nganterin adek saya ke sekolah, nanti dia telat masuk sekolah" jawab Banu ramah.

"Itu adek nya,?" Tanya Pramono

"Iya om, itu adik saya" balas Banu.

"Halo, calon mertua aku" ucap Jihan sambil melambaikan tangannya dari dalam mobil.

Sementara Banu yang mendengar tingkah adiknya itu hanya tersenyum menahan malu.

"Hehheehe, maap ya om tante. Adik saya memang agak, gimana gitu" ucap Banu merasa tidak enak pada orang tua Bara.

"Mari Om tante, kita berangkat dulu" pamit Banu sambil mencium tangan kedua orang tua Bara dan dia bergegas berjalan kedalam mobil diikuti oleh Bara yang mulai masuk ke mobil.

°°°

T.B.C

1
Yulia
sabar ya Jihan udah jadi resiko ibu Persi gak boleh manja kan udah di jelasin saat mau pengajuan nikah kantor harus siap di tinggal tugas dalam kondisi apapun
Yulia
visual Jihan Made in indo saja KK...jgn Korea gak seru
Yulia
gua curiga nih..jagan2 pas mau nikah kantor Sonia muncul bikin galau bara ...mkn itu konflik dari novel ini
Yulia
aku suka novel ini walaupun aku terluka karena mengingat kan ku dengan mantan terindah ku yg juga seorang tentara
Yulia
keren bgt novel Nya
Yulia
duh jihannn gak ada jaim jaim nya bikin malu
Shantyka Kusuma
audio nya dong Thor please
Nuy
Kayanya anak fahrul dea deh 🤭🤭🤭
Nuy
Udh gede punya adik kebayang 😅😅🤣🤣🤣
Nuy
Kucu benget kebayang udh remana punya adik
I Made Budi Prayoga
sama aku juga penasaran nih gimana ceritanya Galbara sama Sonia, kasih gambaran sedikit aja
RahmaWati S Haruna
Luar biasa
timbuljaya
azka mirip Dika
timbuljaya
cembokur niiiiy...eeeett dah Bara yaaa.
timbuljaya
ujian mendekati pernikahan. mantan
muncul
timbuljaya
dan akhirnya Bara pun nanti jg cinta bangetz sm Jihan. sayang bangetz...bahagia
timbuljaya
hadir lg thor...niy kedua kalinya baca tetap aja gk bosen.
Yuli Haryati
semangat
Cerlia Wati
nunggu kisah Alvar di novel selanjutnya apa nih judulnya
Herti karmila12 Mila12
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!