NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hamzari20

Isabella Catherine Davis, dikhianati oleh pria yang ia cintai dan saudari angkatnya. Di penjara, di siksa hingga meninggal. Saat dia menganggap itu adalah akhir segalanya. Ternyata keajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi padanya. Dia mengulang kembali waktu ke masa lalu dan dia bersumpah akan membalas setiap pengkhianatan, tetes air mata dan penderitaan yang ia alami pada mereka yang sudah berkhianat. Lalu apakah Isabella akan berhasil mengubah segalanya? Atau kelahirannya hanya akan mengulang luka lama terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamzari20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Pertemanan yang Sebenarnya

Pagi itu. Isabella memiliki urusan di luar rumah, menggunakan mobil mewah yang ia beli beberapa bulan lalu untuk perjalanan kali ini. 

"Kak, mau kemana?" Lyra bertanya, wanita yang ia hindari itu terus saja mengacau. 

"Menyingkir! Aku tidak mau bermain-main!" usirnya dengan tegas. 

"Kak, tapi hari ini aku mau pergi sama teman. Dan mau pakai mobil Kakak yang ini, bisa kan Kakak mengalah?" Pinta Lyra, matanya berbinar penuh harap. 

"Gunakan mobilmu sendiri!" tegas Isabella sambil mendorong pundak Lyra dengan telunjuknya. 

Lyra mematung, dia benar-benar tak menyangka kalau Isabella benar-benar menolak keinginannya dan mobil mewah itu akhirnya pergi bersama pemiliknya. 

"Sial! Ada apa dengan anak manja itu?" monolog Lyra, merasa kalau Isabella benar-benar berubah akhir-akhir ini. 

Sedangkan hari ini Isabella memiliki pertemuan dengan beberapa temannya. Ia inga di kehidupan dulu kedua temannya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Polisi bilang karena keduanya mabuk. Namun, dia jelas tahu kalau Raisa itu alergi Alkohol jadi tidak mungkin gadis itu mabuk. Sedangkan Nayla, dia anti minuman jadi jelas mereka bukan meninggalkan kecelakaan karena mabuk. 

"Pasti ada sesuatu?" gumam Isabella. 

Akan dia cari tahu kebenaran tentang kematian mereka berdua. Dan akan ia tuntut pelakunya dengan hukuman setimpal. 

Mobil mewah itu meraung di jalanan yang cukup ramai. Beberapa pengendara mengumpati Isabella tapi wanita itu tak peduli. 

Isabella merasa dia bebas dan inilah saatnya menunjukkan kebebasan itu dengan kebut-kebutan di jalan raya. 

Mobil berhenti tepat di depan sebuah cafe kekinian. Dimasa depan Cafe itu akan semakin besar dan memiliki beberapa cabang dengan penghasilan yang tak sedikit. 

"Kalau aku investasi di cafe ini pasti keuntungannya sangat besar, kan?" gumam Isabella, jarinya mengetuk pelan kemudi. 

Dia belum turun, karena masih memantau Cafe di depannya itu dengan penasaran. Namun, tak lama dia akhirnya memutuskan turun dari mobil setelahnya. 

Lonceng kecil di atas pintu berbunyi. Isabella melihat dengan mata yang liar menelisik sudut cafe demi menemuk kedua sahabatnya. 

"Bella," suara cempreng dari Raisa membuat Isabella menoleh cepat. 

Matanya basah, dadanya sesak dengan suara gemetar saat melihat mereka di sana msih sehat dan tak memiliki luka sedikit punya. 

"Raisa, Nayla!" panggil Isabella, dia berlari dan segera menghambur memeluk keduanya dengan cepat. 

Keduanya tentu bingung, saat melihat Reaksi Isabella. Padahal mereka baru bertemu dua hari yang lalu. Tapi melihat pelukan erat Isabella seolah mereka tak pernah bertemu lagi selama bertahun-tahun. 

Isakan menyayat hati dari bibir Isabella membuat keduanya kebingungan. Namun, mereka hanya diam sambil menenangkan Isabella yang masih betah menangis. 

Setelah di rasa tenang. Mereka akhirnya duduk di kursi yang sudah sejak tadi di pesan oleh Raisa dan Nayla. 

"Apa yang terjadi? Masalah lagi?" Nayla mulai membuka suara. 

Isabella menggeleng pelan, dia menatap keduanya dengan sendu dan sorot mata bersalah. 

"Maafkan aku yang gagal melindungi kalian dulu!" racauan tak masuk akal Isabella membuat keduanya saling tatap. 

"Dulu? Apa sih maksudnya?" tanya Nayla bingung. 

Sama seperti Nayla, Raisa juga bingung dengan apa yang terjadi pada Isabella saat ini. Sorot mata yang berbeda seolah dia bukan lagi Isabella manja dua hari yang lalu. 

"Bisa aku tidak cerita sekarang? Tapi kalian harus percaya padaku. Bisakan?" mintanya, kali ini dia harusbenar-benar melindungi kedua sahabatnya itu. 

"Kamu bisa cerita nanti. Sekarang tenanglah dulu!" kata Nayla. 

Isabella mengangguk, dalam lingkup pertemanan yang hangat dia menemukan sosok dua saudara dalam diri keduanya. Namun, dulu dia bahkan memutus pertemanan itu hanya karena Nayla dan Raisa tak suka pada Lyra. 

'Maaf, aku dulu salah!' batinnya menyesal. 

***

Dua hari terlewatkan dengan baik. Walaupun masih kerap melihat keanehan dalam diri Isabella. Namun, Lyra yakin itu hanya karena wanita itu tengah merajuk karena beberapa hari lalu dia membatalkan janji untuk pergi makan malam bersama. 

Pagi ini. Lyra mengetuk pintu kamar Isabella, untuk bertanya apakah dia mau pergi hari ini dengannya atau tidak. 

"Kak, apa aku boleh masuk?" suara Lyra terdengar dari balik pintu. Saat Isabella tengan bersiap untuk pergi ke pantai dengan teman-temannya. 

"Masuk saja!" seru Isabella. 

Lyra menekan Handel pintu. Dia membuka pintu itu dengan gerakan pelan lalu matanya terpaku pada sosok Isabella yang tengah bersiap. 

"Apa ada acara pagi ini. Kak?" tanya Lyra, wajah polos wanita itu yang kerap kali membuat Isabella merasa iba. Namun, siapa sangka kalau waja polos itu hanya ilusi dari kejahatan yang wanita itu sembunyikan. 

Mata Isabella berkilat marah. Saat bayangan gelap kehidupan dulu kembali berputar seperti kaset rusak di kepalanya membuat darah Isabella mendidih dan rasanya dia ingin mencekik Lyra sekarang juga menuntaskan dendamnya di kehidupan dulu dengan kematian Lyra. 

Namun, kewarasan Isabella kembali menguasai. Dia menarik napas pelan seolah menekan kebencian itu dalam diam dan kesunyian yang mencekik lehernya. 

Kilatan aneh dari mata Isabella membuat Lyra tak nyaman. Namun, dia tak mengatakan apapun dan justru tetap menampilkan senyum polos yang indah juga hangat. 

"Kak, kamu belum jawab pertanyaan ku!" suara Lyra menarik kembali Isabella ke dunia nyata. 

Isabella menatap Lyra, dengan wajah yang tak seramah biasanya. Selama beberapa hari terakhir dan Lyra merasakan itu. 

"Aku mau ke pantai dengan teman-teman ku!" jawab Isabella, suaranya terdengar dingin dan ketus. 

"Wah, pantai? Apa aku bisa ikut?" tanya Lyra, wajahnya berbinar penuh harap. 

"Untuk apa? Ini acara ku dan teman-teman ku. Jadi kami tidak menerima orang asing!" 

Kata orang asing meluncur tanpa aba-aba dan itu jelas menekan ego Lyra yang tak pernah di abaikan oleh Isabella. 

"Kak, apa kamu marah? Maaf karena hari itu aku membatalkan janji makan malam kita karena aku ada urusan mendadak!" kata Lyra, dia mencoba menebak atas apa yang trjadi pada perubahan sikap Isabella padanya. 

"Apa kamu melihat aku marah? Itu hanya masalah sepele Lyra, dan bukan hal penting yang harus membuat aku marah tak jelas!" jawaban acuh dan kesan tak peduli Isabella membuat Lyra kesal. 

"Lalu kamu ini kenapa? Selama beberapa hari terakhir aku terus di abaikan tanpa kejelasan dan seolah kamu tengah menghindari aku," pekiknya kesal. Bertanya karena ia benar-benar tak tahan. 

"Aku hanya sedang banyak pekerjaan, sekarang jangan ganggu aku! Pergilah dengan teman-teman mu dan jangan menemui aku saat ini!" usir Isabella tanpa perasaan. 

Dia mendorong kasar Lyra untuk keluar dari kamarnya dan itu jelas membuat Lyra kesal karena kelakuan dan sikap Isabella membuat dia kehilangan kendali atas Davis. 

"Sial! Sebenarnya dia kenapa?" gerutunya kesal. 

Lyra menarik napas pelan, dia harus memikirkan cara agar Isabella kembali seperti dulu. Karena jika sikap. Isabella seperti sekarang dia tak akan bisa mendapatkan keuntungan apapun. 

Sedangkan di dalam kamar. Isabella masih berdiri di depan pintu yang tertutup, dia mendengus dingin dengan wajah benci luar biasa. 

"Pengganggu dan pengacau, seharusnya orang tuaku tak pernah membawa kamu kerumah ini!" desis Isabella, andai dia terlahir kembali sebelum Lyra di angkat menjadi putri oleh kedua orang tuanya. Maka dia pasti akan mudah membuat wanita itu hancur. 

Namun, sekarang bukan itu masalahnya. Dia harus segera menemukan cara agar orang tuanya tak pernah pergi ke manapun pada bulan ini. 

1
Irsyad layla
ini sebenarnya keluarga de luca apa Marco bingung jadinya
Hamzari20: Marga Marco untuk Darel dan Marga De Luca untuk Arion
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!