Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
Kaget melihat sekretaris yang tidak diajak kerja keluar kota tiba-tiba ada di bandara dan bawa koper sambil senyum semanis mungkin melihat Farhan jalan masuk kedalam bandara, membuat Farhan bingung melihat keberadaan sekretaris berdiri didepannya.
"Kamu mau kemana, perjalanan kamu berapa hari dan apa sudah ada ijin bepergian jauh?" tanya Farhan tidak mengerti, sengaja perjalan jauh dan lama tidak ajak siapapun apa lagi sadar sekretaris nya seorang perempuan dan jika diajak pasti mengakibatkan salah faham, bukannya ajak istri justru ajak karyawan wanita.
"Temani anda bekerja selama di Balikpapan Pak, saya mendapatkan perintah dari Pak Raka untuk temani anda bekerja dan saya sudah sewa apartemen disebelah apartemen anda selama di Balikpapan, takutnya anda butuh bantuan karyawan jadi saya yang ditugaskan Pak Raka." ucap Sisil bahagia sekaligus takut, tidak kasih tahu Farhan disuruh temani Farhan dan sekarang dengan beraninya berdiri didepan Farhan.
"Pulang lah saya tidak butuh kamu ikut saya ke Balikpapan, lebih baik kamu pergi sekarang baik-baik tapi kamu masih kerja di perusahaan atau kamu mau saya pecat disini karena tidak sopan ikutin keinginan Raka tanpa kasih tahu saya dan saya pastikan kamu tidak mendapatkan gaji dan pesangon sama sekali karena saya tidak mengajak kamu, silahkan pilih sekarang?" tanya Farhan dengan tegas, kesal mendengar Raka memerintahkan sekretaris nya untuk ikut perjalanan dinasnya, mengerti maksud Raka membuat dirinya langsung nolak keinginan Sisil untuk ikut ke Balikpapan sekarang.
"Baik Pak saya pergi sekarang, saya rela tiket dan uang sewa apartemen dipotong, demi saya bisa kerja karena saya masih butuh jabatan dan pekerjaan saya permisi." lanjut Sisil langsung pergi sebelum Farhan semakin marah.
Menyesal setuju sama keinginan Raka untuk menggoda Farhan selama kerja diluar kota dan menerima uang pemberian Raka asal dirinya mau ikut Farhan pergi hari ini juga, rela kehilangan isi amplop pemberian Raka dari pada kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghasilannya, jujur tidak mengerti alasan utama Raka memerintahkan dirinya untuk ikut Farhan dan menjadikan dirinya wanita penggoda untuk Farhan selama perjalanan dinasnya.
Dari kejauhan Raka mengepalkan tangannya kesal karena rencananya gagal untuk jebak adiknya, misi yang gagal membuat Raka langsung pergi dari bandara sebelum adiknya melihat kehadirannya yang sengaja ada di bandara dan berusaha menjebak Farhan dan memfitnah adiknya.
**
Kaget melihat motor pemberian Farhan ban nya tidak ada satu bahkan kaca spionnya retak, membuat Mila duduk lemas melihat kondisi motornya mendadak rusak.
"Mereka tidak ada hentinya menguji kesabaran saya, mau apa mereka sebenarnya padahal saya tidak pernah merepotkan mereka sama sekali, ada saja ulah mereka yang uji kesabaran saya." ucap Mila merasa lelah karena harus sabar dan menahan emosi.
"Apa sebaiknya pakai motor saya saja Nyonya dari pada jalan kaki lagi, Tuan memberikan motor ini supaya Nyonya tidak capek dan selama motor diperbaiki bisa pakai motor saya." ucap Bik Sumini menawarkan majikannya pakai motornya untuk jualan, tidak menyangka majikannya semakin lama semakin tega kerjain Mila supaya majikannya tidak betah dirumah.
"Biarkan saja motor itu Bik, saya mau jalan saja Bik, pas capek jalan saya bisa istirahat sambil telefon Farhan tanya dia sudah sampai apartemen nya atau masih dalam perjalanan." tolak Mila tidak ingin merepotkan, tahu motor milik Bik Sumini sebentar lagi akan dipakai ke pasar untuk belanja masakan besok.
Penuh keyakinan dan semangat Mila pegang keranjang isi makanan nya dan perlahan meninggalkan rumah Farhan, berharap hari ini dagangannya habis terjual dan cuaca tetap panas sampai dirinya pulang ke rumah.
Tidak tega rasanya membiarkan majikannya jualan sendiri panas-panas menjual dagangannya, berharap majikannya bisa bertahan dan tidak menyerah dalam menghadapi kelakuan iparnya yang semakin keterlaluan kerjain Mila setiap hari.
**
Beberapa jam perjalan akhirnya Farhan tiba di Apartemennya membuat Farhan langsung masuk kedalam kamar dan istirahat, lelah selama perjalanan membuat dirinya langsung tidur.
Dua jam tidur membuat Farhan langsung mandi dan ganti baju melihat handphone yang selama berjam-jam tidak dipegang membuat dirinya langsung membuat isi chat dari mila.
"Kagum sama perempuan ini, sayangnya dia selalu dikerjain mereka karena orang sederhana, semoga kamu kuat sayang hadapi kelakuan mereka yang luar biasa jahil seperti anak kecil, balas chatnya nanti saja deh lebih baik sekarang cari makan dulu baru balas chat Mila." ucap Farhan langsung masukin handphone nya kedalam tas.
Merapihkan baju dan pakai jam tangan, membuat Farhan langsung jalan keluar apartemen dan mencari makan malam rasanya hambar makan sendiri tapi harus terbiasa karena selama satu tahun akan tinggal sendiri selama menjalankan pekerjaan ini
**
Tanpa sengaja ketemu Erik saat jualan membuat Mila setuju ikut Erik untuk makan siang di cafe, setelah Mila jualan keliling sendirian.
"Kamu betah dirumah Farhan?" tanya Erik melihat Mila terlihat lelah, beberapa jam jalan untuk jualan kue buatannya.
"Entah lah Bang Erik, setiap manusia kan ada batas maksimal kesabaran dan saya belum mendapatkan itu, jika saya sudah merasakan batas maksimal iya saya akan pergi entah kapan waktunya." ucap Mila jujur, siapapun tidak akan betah tinggal dirumah bareng orang -orang yang benci dirinya karena dianggap tidak sama status sosialnya dan punya suami yang cuek.
"Iya betul apa lagi perempuan iya, baik lah sekarang ikut saya makan siang bagaimana dan kue kamu kita bagikan ke anak-anak panti asuhan bagaimana?" ajak Erik sengaja supaya istri Bosnya tidak usah jualan hari ini.
"Boleh lah kita beramal dan untuk jualan besok saya masih ada tabungan jadi aman." lanjut Mila setuju sama ajakan Erik.
"Farhan memberikan nafkah dengan baik kan ke kamu dan tidak pelit kan maaf kepo?" tanya Erik merasa bersalah.
"Tenang saja memberikan nafkah dengan baik kok, saya ingin jualan supaya tidak bosan dirumah setiap hari." lanjut Mila tidak bilang yang sebenarnya supaya Erik tidak menegur Kakak-kakaknya Farhan karena alasan uang saja, Mila tidak ingin ada keributan masalah uang untungnya penghasilan jualan selama ini selalu disimpan dan belum ada rencana untuk dipakai. Merasa yakin beramal tidak membuatnya kekurangan uang sama sekali, justru dengan beramal membuat dirinya bisa berbagi rezeki dan memberikan manfaat untuk orang lain.
Lega mendengar ucapan Mila jika Farhan memberikan nafkah dengan baik, jika Farhan menjadi suami pelit sungguh keterlaluan karena Erik tahu penghasilan perusahaan setiap bulannya cukup banyak bahkan untuk Farhan sendiri pun jauh lebih besar dan bisa diberikan untuk istrinya sebagai tanggung jawab seorang suami memberikan nafkah untuk istrinya.