NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

"Jadi bagaimana sekarang dokter? kau bilang jika aku berhasil menyembuhkan anak-anak, kau berjanji akan memberi uang 100 juta untuk panti dan berlutut meminta maaf padaku kan?" Tanya Mahardika menatap Dokter itu dengan tatapan tajam.

Dokter Ferdi tersentak. Wajahnya berubah menjadi merah padam.

"Ak-aku..." Dokter Ferdi gagap, peluh dingin mengucur deras di pelipisnya.

Para suster dan relawan panti yang ada di sana kini beralih menatap Dokter Ferdi.

"Kenapa? Dokter ragu dengan kata-kata sendiri?" desis Mahardika dingin.

Tangannya masih menggendong Amel dengan lembut.

"Lagian uang itu untuk biaya pemulihan anak-anak panti yang menjadi korban! Dan saya ingin mendengar permintaan maaf dari Anda sesuai janji Anda," kata Mahardika datar.

Ibu pengurus panti hanya bisa menahan napas, tak berani menyela.

Ia tahu betul bagaimana Dokter Ferdi sebelumnya memandang sebelah mata dan meremehkan Mahardika.

Dengan tubuh bergetar dan rasa malu, Dokter Ferdi perlahan menekuk lututnya.

Bruk!

Ia berlutut di atas tanah rumput, tepat di hadapan Mahardika dan Amel.

"Ma... maafkan saya. Saya mengaku salah... Saya sudah meremehkan Anda. Uang seratus juta itu... akan segera saya transfer ke rekening panti hari ini juga," bisik Dokter Ferdi tertunduk dalam, menahan malu yang luar biasa di depan para suster yang hanya terdiam menatap Dokter Ferdi.

Mahardika menatap dokter yang menunduk itu tanpa rasa iba sedikit pun. "Segera laksanakan janji transfermu. Jika dalam satu jam uang itu belum masuk ke rekening panti, aku sendiri yang akan datang menagihnya ke rumah sakit tempatmu bekerja."

"Baik, Pak... Baik! Segera saya transfer sekarang!" kata Dokter Ferdi terbata-bata.

Tangannya yang gemetar langsung merogoh saku, mengeluarkan ponsel pintar dan membuka aplikasi perbankan milik rumah sakitnya.

Hanya butuh beberapa menit, ada bunyi notifikasi pesan masuk terdengar dari ponsel ibu pengurus panti.

Ting!

Ibu panti merogoh sakunya, seketika matanya membelalakkan melihat layar ponselnya.

"Su-sudah masuk, Mas! Seratus juta rupiah!" seru ibu panti dengan nada tak percaya.

Dokter Ferdi berdiri perlahan dengan wajah tertunduk.

Tanpa berani menatap mata Mahardika lagi, ia segera memberi isyarat kepada tim medisnya untuk membereskan peralatan dan pergi dari panti secepat mungkin.

Ambulans itu pun melaju pergi meninggalkan panti asuhan. Lagian Mahardika tidak berniat menahan dokter tersebut lebih lama, karena ada hal yang harus ia urus.

Setelah ambulans berlalu, suasana di halaman panti menjadi tenang kembali.

Anak-anak yang sudah pulih mulai dibantu berdiri oleh para relawan dan diarahkan masuk ke dalam ruangan untuk beristirahat.

"Mas... saya benar-benar tidak tahu harus mengucapkan terima kasih seperti apa. Kalau bukan karena Mas, anak-anak ini... mungkin hanya beberapa orang saja yang bisa di selamatkan," ujar ibu pengurus panti sambil meletakan kedua tangannya di dada.

"Tidak perlu sungkan, Bu. Lagipula, anak saya juga ada di panti ini. Ibu sudah merawat Amel selama ini, justru saya yang harus berterima kasih," kata Mahardika lembut.

Mendengar hal itu, ibu panti menarik napas panjang. Wajahnya berubah menjadi cemas.

"Mas... soal racun itu. Panti ini sebenarnya sedang dalam masalah besar. Beberapa minggu terakhir, ada pihak yang terus menerus memaksa saya untuk menjual tanah panti ini dengan harga sangat murah. Saya menolak... dan setelah itu, kejadian keracunan ini terjadi," bisik ibu panti seraya mengamati sekeliling untuk memastikan tidak ada yang mendengar.

Mahardika tidak terkejut, karena ia sudah menduganya dari awal karena ada yang tidak beres.

"Siapa yang menginginkan tanah panti ini, Bu?" tanya Mahardika dengan suara rendah.

1
Wega Luna
asyik kak less punya novel baru 😍
Wega Luna
kok bisa kecolongan sih ,
Wega Luna
malu GK tuh malu dong🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
yang bener namanya Lena,Rina atau Ningsih Thor?
less22: Ningsih🤣🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ga pp miskin penyakit yg penting kan sehat masih hidup 🤪🤪
less22: kwkwk betul tuh🤣
total 1 replies
Wega Luna
bales gini dik"setidaknya tidak seperti mantan istriku yg rela membuang darah dagingnya sendiri demi menjadi simpanan pria pebinor seperti mu",,bales ka bales jgn lupa sindir tentang tanah ,atau perlu sindir"jangan jangan penyakit ku ini ulahmu yh Ningsih"
less22: nah iya🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
tak sabar nunggu dika tlp baakoro
less22: kwkwkw iya tuh🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ayo semangat Thor lagi seru ini 👍
less22: hahah, besok lagi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus thorr rupa x baskoro orang baik berati ada yg jahat pake nama x untung curang jg ttg tanah panti t4 amel dulu
Wega Luna
Baskoro itu suami kedua nya si Ningsih?
less22: bukan, tapi pemilik perusahaan besar. tapi Siska bekerja sama dengan baskoro, Ningsih dan suami barunya
total 1 replies
Wega Luna
jangan jangan yg membuat dia sakit dan meracuni panti yh Siska dan Ningsih serta keluarga barunya
less22: aamiin, ada buku baru lagi nih, mampir ya kak🥰
total 9 replies
Sarah
makin seru ceritanya
less22: wah Terima kasih, 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 love you sekenlbon karet e orang
total 3 replies
Icha Arlita
ayo Mahardika di tolong biar tetangga kmu pada tau gimana hebat ny kamu sekarang👍
less22: asekkkk
total 1 replies
less22
okehh
Icha Arlita
ayo lanjut Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
TUAN AMIR
sambung lagi thor
Icha Arlita
seru pokok nya
less22: wahhh Terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
ayo sat set 🤭
Icha Arlita
lagi Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
Icha Arlita
zahen vino letisya itu sapa Thor kok jadi bingung sih 🤦
less22: aduuu, salah pula tadi🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!