NovelToon NovelToon
Switch Body, Yuk Nikah!

Switch Body, Yuk Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikahmuda / Komedi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Apa jadinya kalau dua orang yang bahkan tidak saling menyukai tiba-tiba terbangun dalam tubuh masing-masing?

Itulah yang dialami Daffa dan Dinda setelah sebuah kejadian aneh membuat roh mereka tertukar. Kekacauan pun dimulai. Daffa harus menjalani kehidupan sebagai perempuan, sementara Dinda terpaksa menghadapi dunia sebagai laki-laki.

Awalnya mereka berusaha menjalani situasi yang rumit itu. Namun semakin lama, mereka justru menemukan sisi lain satu sama lain yang selama ini tidak pernah terlihat.

Masalahnya, pertukaran roh itu ternyata memiliki satu syarat aneh untuk bisa berakhir. Mereka harus menikah!

Antara kekacauan, pertengkaran, dan perasaan yang perlahan tumbuh, mungkinkah pernikahan yang awalnya hanya sebuah solusi berubah menjadi kisah cinta sungguhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemas

BAB 5

Cemas

"Paket Gue!"

"Terus?"

Mereka berdua berbicara dengan suara berbisik.

"Tolong ambilin Bang, bisa berabe kalau dia yang buka duluan!"

"Bukannya di kunci?"

"Oh iya. Teriak aja deh, suruh letakin depan pintu. Bilang aja lagi pake baju."

Daffa menghela napas.

"Oi, lama banget! Paket lu nih." Gerutu Joanda dari balik pintu.

"Taroh aja depan pintu, gue lagi pake baju." Ucap Daffa.

"Ck! Dari tadi kek. Nih, gue letakin."

Dinda menempelkan telinga pada daun pintu. Beberapa detik kemudian, terdengar langkah Joanda menjauh, lalu menutup pintu.

"Dia dah masuk kamar."

Mereka akhirnya bernapas lega.

"Hampir aja ketahuan." Kata Dinda.

"Ting!"

sebuah notif berbunyi dari ponsel Daffa mengalihkan perhatian Dinda maupun Daffa. 

"Lu harus ke stadion ntar sore, Gue lupa, gue ada jadwal latihan hari ini." Ungkap Daffa setelah membaca pesan yang baru masuk.

"Apa?! Jadwal apaan?" Tanya Dinda kebingungan dan mulai panik. Hal-hal di luar perkiraannya terus saja terjadi.

"Bola."

"Hah, bola?! Gue nggak bisa Bang! Lu gila?!"

Dinda panik setengah mati. Permasalahan pun mulai menjadi rumit karena Dinda tidak sepenuhnya bisa menyesuaikan kegiatan Daffa. Gadis itu menggigit jari kuku di tubuh Daffa karena begitu lah kebiasaannya jika ia gugup atau panik.

"Stop Cil! Apaan nih gigit-gigit kuku?!"

Daffa mulai kesal tidak terima melihat tubuhnya di perlakukan seperti tulang lunak.

"Gue harus gimana dong? Apa Lu nggak bisa alasan sakit atau apa gitu?!"

Pinta Dinda yang tidak tahu harus bagaimana lagi.

Daffa lagi-lagi menghela napas berat. Belum sehari mereka bertukar tubuh, namun satu persatu masalah sudah mulai bermunculan.

"Kali ini mungkin gue bisa. Tapi gue nggak bisa selamanya menghindar terus. Jadi mau nggak mau lu harus belajar dikit-dikit. Lagian itu olah raga gue."

"Kan bisa olah raga joging aja. Kalau bola gue nyerah nggak bisa Bang."

Dinda tetap kekeh, ia tidak mau ambil pusing dengan menambah hal yang tidak mampu ia lakukan.

Daffa terdiam sejenak. Mau tidak mau, beberapa hal memang mungkin harus ia rubah agar situasi mereka tidak ketahuan orang lain.

Dinda duduk lemah di kursi meja riasnya.

"Kehidupan indah gue, berakhir sudah. Padahal sore ini gue janjian sama sahabat gue mau healing ke Mall."

"Healing? Emang lu sakit?"

Dinda melirik.

"Ini lebih dari sakit Bang. Nggak tahu lagi dah mau jabarinnya kayak apa."

Daffa mengerti maksud Dinda.

"Mau gimana lagi. Sebaiknya, lu pulang sekarang ke rumah gue. Kalau Joanda datang lagi, bisa berabe."

Dinda beranjak dari duduknya. Apa yang dikatakan Daffa, benar. Ia tidak boleh berlama-lama di dalam kamarnya sendiri. Bisa gawat kalau keluarga sudah berkumpul di rumah.

"Ya, udah. Gue pulang."

Dengan hati-hati Dinda melangkah seperti pencuri yang keluar dari rumahnya sendiri.

"Ting."

Baru sampai didepan pintu rumah Daffa, dinda mendapat sebuah notif pesan disana.

Daffa : Gue lupa ada tugas kuliah buat besok yang belum di kerjain. Lihat dalam tas hitam dekat lemari pakaian gue, tolong ya. Dan juga, Mama pasti nyuruh buang sampah karena sudah jamnya. Semangat Bocil... 💪

Ubun-ubun Dinda nyaris keluar asap saking marahnya membaca pesan dari Daffa. Ia pun segera membalas pesan itu.

Dinda : Gue juga ada tugas, besok di suruh bawa kerajinan tangan. Tolong ya Bang... 😏 Dan juga malam ini giliran gue cuci piring setiap habis makan malam nanti. Semangat Deaf.. 💪

Tersenyum puas, Dinda membalas pesan Daffa.

"Lu kira cuma lu aja Bang yang bisa ngerjain gue?!" Sungut Dinda sudah hampir mencapai pintu rumah Daffa.

Tanpa Dinda ketahui, Daffa tersenyum tipis membaca pesan itu.

***

Keesokan harinya.

Setelah melewati acara mandi pagi yang begitu sulit, serta setelah memberikan instruksi masing-masing tentang kegiatan dan apa saja yang harus di lakukan, Dinda dan Daffa bersiap menjalani aktifitas secara bertukar. Ini pertama kalinya bagi mereka. Dan mereka tidak tahu, apa yang akan terjadi kedepannya.

Pagi itu, seorang cowok tiba-tiba datang merangkul pundak Dinda yang baru saja memarkirkan sepeda motornya.

"Heh....!"

Dinda yang sedang kebingungan mencari kelas Daffa terkejut bukan main. Apalagi ia melihat tangan yang merangkulnya itu adalah tangan seorang laki-laki.

"Dih, Lu apaan sih Daff, kaget sampe kayak jijik gitu?! Biasa aja kali?!"

Dinda melihat cowok yang berbicara padanya. Dari ciri-ciri yang di ceritakan Daffa, Dinda dapat mengenali kalau dia adalah Evan, sahabatnya Daffa.

"Ehem, masih pagi Van. Lu main rangkul aja. Kan kaget Gue."

"Haah?! Bukannya tiap hari sering begini ya?" Tanya Evan bingung.

"Kalau begitu mulai sekarang jangan lagi."

Evan melengos melihat sikap Daffa yang sedikit berubah padanya hari itu. Ia pun segera mengejar Daffa yang sebenarnya adalah Dinda, yang berlalu meninggalkan dirinya.

"Lu kenapa sih? Pagi-pagi kan dah sentimen ma gue. Dateng bulan lu?"

Langkah Dinda mendadak terhenti. Wajah tiba-tiba memucat hingga membuat Evan lebih kebingungan lagi.

Ya Tuhan...,dateng bulan!

Jantung Dinda seakan-akan luruh di tempatnya. Darahnya seperti berhenti mengalir, dan tubuhnya mulai menggigil.

Gue belum jelasin gimana itu, anu ke Bang Daffa. Gimana nih?! Mana udah deket-deket hari lagi.

Panik luar biasa menerjang. Wajah Dinda yang tadinya putih pucat seketika merah padam. Dan hal itu tidak luput dari mata Evan yang merasa Daffa aneh sejak tadi.

"Daffa, lu sakit?! Lu kenapa, tadi pucat banget, sekarang muka lu malah merah kek habis kebakar gitu?!"

Dinda diam tak bergeming. Pikirannya kalut luar biasa.

"Lu pulang aja kalau masih nggak enak badan. Semalem lu nggak datang latihan bola karena deman gini ya?" Tanya Evan, bingung melihat ekspresi sahabatnya.

"Gue... ke toilet dulu."

Dinda segera berbalik mencari toilet untuk berpikir. Dia butuh waktu sendiri untuk mencari jalan keluar.

"Woi Daff, itu parkiran?! Toilet kan disana!"

Tanpa merespon ucapan Evan, Dinda berbalik lagi ke arah yang di tunjuk lelaki itu. Ia pun menemukan toilet wanita dan segera masuk ke sana.

"Kiyaaaa!!"

Gadis-gadis itu berteriak dan memukul tubuhnya.

Dinda seketika di usir dari toilet perempuan. Ia lupa kalau dirinya sedang berada di tubuh Daffa.

"Lu apaan sih Daffa?!"

Salah seorang dari mereka menyeret lengan Daffa sedikit menjauh dari sana.

"Lu buta nggak bisa bedain toilet cowok dan toilet cewek?!"

Evan yang melihat mereka dari kejauhan segera datang setengah berlari menghampiri.

"Ada apa Wi?"

"Ini nih, main masuk ke toilet cewek!"

"Oh, shit Daffa...! Lu beneran sakit? Pulang aja deh lu hari ini!"

Sedari tadi Dinda tidak begitu serius mendengarkan apa yang di bicarakan para sahabat Daffa. Ia hanya terus memikirkan bagaimana jika nanti tubuh aslinya datang bulan.

Oh, Tuhan gimana nih kalau sempet gue datang bulan dan masih belum juga balik ke tubuh asli gue?! Bang Daffa bakalan lihat semuanya. Huuwwaaa...!

Dinda mendadak gemetar setengah mati.

-

-

-

Bersambung...

Jangan lupa like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
awalnya pacaran nih ye wkwkwk
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
pasti Lo bakalan diterima
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
Alhamdulillah akhirnya tubuh mereka kembali lagi sprti semula
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ciee mangat bgt dapp
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
bayangin juga gada yg tegang 😂
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
bu mayang ternyata udah suka sama dinda jadi mantunya ya 🤣
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ngebet amat bang
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
harusnya kamu percaya anakmu dulu sii
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
jangan lupa undangan nya 🤣
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
berawal dari kesalahan pahaman Maslaah nya jadi rumit.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
lah salah paham ternyata 🤣🤣🤣
salahin nggak pake kacamata itu
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
ribet kan jadinya
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
jadi gak lamaran nya
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ketawa Aja dulu
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
lama yg pasti Kamu
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
yg Bayarin km dap
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
meluk meluk segala, tau tau ada rasa eakkk wkwkwk
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
tiwi otw patah hati
✰͜͡v᭄W⃠ᵐᵃᵘˡ🍾 𝔰𝔩⃟🦖
udh deh kalian jadian aja
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
dih dr dulu juga dibully luh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!