NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05. Lulus Ujian Pertama

BRAK!

Dalam hitungan detik keduanya sudah terkapar tak sadarkan diri. Cepat, bersih, tanpa suara tembakan ataupun membunuh para pemburu itu. Dhana mengambil peta yang mereka bawa. Lalu matanya menyipit. Ada sesuatu yang janggal… lokasi koper tidak menjadi tujuan utama ujian ini. Karena dari pola pergerakan para pemburu, seolah ada sesuatu yang jauh lebih penting yang sedang diamati.

"Mereka sedang menilai kami..." gumamnya pelan. "Bukan mencari pemenang tapi…."

Tiba-tiba sebuah suara tepuk tangan terdengar dari belakang. Tubuh Dhana langsung menegang, ia lalu berbalik dan mendapati seseorang berdiri di antara pepohonan.

Reval, berdiri sendirian tanpa pengawal dan tanpa senjata yang terlihat. Tatapan mereka akhirnya saling bertemu untuk beberapa detik. Tak ada yang berbicara seakan keduanya sedang saling mengamati satu sama lain.

Lalu Reval tersenyum tipis. "Aku mulai mengerti kenapa banyak orang merekomendasikanmu."

Dhana tetap diam. Insting militernya berteriak bahwa pria di hadapannya jauh lebih berbahaya daripada yang terlihat. Bukan karena kekuatannya, melainkan karena kecerdasannya dan kelicikannya.

Reval menatap lurus ke arahnya. "Dhana."

"Ya."

"Menurutmu apa tujuan sebenarnya ujian ini?"

Jantung Dhana berdetak sekali lebih keras. Sebab ia tahu bahwa pertanyaan itu adalah jebakan. Dan jawaban yang salah bisa mengakhiri semuanya. Ia menatap Reval tanpa berkedip untuk beberapa saat.

Lalu menjawab tenang. "Untuk melihat siapa yang bisa bertahan hidup."

Reval tertawa pelan. "Tidak."

Senyumnya perlahan menghilang. "Ini untuk melihat siapa yang berbohong."

Mata Dhana menyipit. Sementara itu, untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, Reval menunjukkan tatapan yang benar-benar tajam. Seolah mampu menembus setiap lapisan identitas seseorang.

"Karena semua orang punya rahasia." Suara Reval terdengar pelan. "Tapi aku selalu menemukan rahasia itu."

Dan untuk sesaat, Dhana merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan selama menjalankan misi. Bahaya yang sangat nyata, karena entah kenapa... ia merasa pria di depannya mulai mencurigainya.

“Namun, aku tidak menemukan rahasia apapun darimu. Karena itulah kau tetap bertahan hidup sampai detik ini,” ujar Reval. “Kau lulus ujian dariku kali ini.”

“Aah, terima kasih, Bos!” ucap Dhana masih sedikit kebingungan dengan cara penilaian Reval dalam memilih orang kepercayaannya.

“Jangan senang dulu, ini hanya sebuah permulaan. Ujian sebenarnya akan dilakukan satu minggu lagi dari sekarang. Jadi, bersiaplah untuk itu.”

Setelah mengatakannya, Reval langsung berbalik dan berjalan pergi begitu saja. Dhana pun segera mengikutinya sebagai bawahan yang setia. Atau lebih tepatnya untuk menghilangkan kecurigaan yang mungkin mulai tumbuh di pikiran Reval.

Ya, ujian hari itu rupanya tidak sampai dua puluh empat jam baru bisa terselesaikan. Faktanya dalam waktu 30 menit, para pemburu yang Reval kirim bisa menghabisi sembilan kandidat. Menyisakan lima kandidat yang mampu bertahan hidup, termasuk Dhana salah satunya.

Masalah pemilihan orang kepercayaan hampir separuhnya telah berjalan. Namun, masalah garis keturunan yang kini selalu menghantui Reval. Terlebih lagi sang kakek, Algra terus menghubungi dan mengirimkan berbagai pesan untuknya terkait memiliki keturunan. Reval tidak bisa menyentuh istrinya, demi sang kekasih. Disisi lain, sang kekasih tidak bisa memberikan anak karena kecelakaan yang membuat rahimnya harus diangkat.

...****************...

Saat ini Reval berdiri di depan jendela ruang kerjanya, menatap halaman Mansion yang diselimuti cahaya senja. Di bawah sana, para pelayan dan pengawal berlalu-lalang dengan kesibukan masing-masing. Kehidupan terus bergerak seperti biasa, seolah tidak ada badai yang sedang menggerogoti pikirannya sedikit demi sedikit.

Namun, di dalam ruangan itu, napasnya terasa semakin berat. Sudah tiga tahun sejak pernikahannya dengan istrinya berlangsung. Tiga tahun yang cukup bagi para pemimpin keluarga, ibu, dan sanak saudaranya untuk mulai berbisik.

Awalnya hanya pertanyaan halus. Kemudian berubah menjadi saran. Setelah itu menjadi tuntutan yang dibungkus kekhawatiran. Dan sekarang, menjadi tekanan yang terang-terangan.

"Keluarga Arsenalio membutuhkan pewaris."

"Klan dan perusahaan membutuhkan kepastian garis suksesi."

"Orang-orang mulai bertanya-tanya."

Kalimat-kalimat itu terus menghantuinya. Reval mengusap wajahnya kasar. Seandainya masalahnya sesederhana yang mereka bayangkan. Jelas ia tidak akan memiliki anak dengan istrinya, Jenara Elendria karena sejak awal bukan wanita itu yang ia cintainya. Akan tetapi, Selvara Caelis yang merupakan teman semasa kecil sekaligus cinta sejatinya. Setidaknya itu yang Reval pikirkan selama ini.

Sedangkan pernikahannya dengan Jenara hanya;ah sebuah pernikahan bisnis yang diatur oleh kedua keluarga untuk mendapatkan keuntungan masing-masing. Sejak awal pernikahan Reval tidak menyukai ataupun membencinya, lebih tepatnya ia mengabaikan sepenuhnya keberadaan Jenara disisinya.

Tok! Tok! Tok!

Lamunan Reval teralihkan ketika pintu ruangan diketuk pelan dari luar. Tanpa menoleh sedikitpun, ia hanya memerintahkan orang dibalik pintu tersebut untuk masuk.

"Masuk."

Pintu terbuka dan seorang wanita berambut panjang memasuki ruangan dengan langkah tenang. Loreana Caelis, orang kepercayaan yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun. Kakak kandung dari wanita yang ia cintai, sekaligus pemimpin atau pengawas di wilayah pusat kekuasaan klan Black Glod dan bisa dikatakan sebagai wakil ketua klan.

"Tuan Reval."

Reval mengangguk singkat memberikan ijin untuk Rea memberikan laporan yang ingin ia sampaikan.

Loreana memperhatikan wajah pria itu beberapa saat sebelum berbicara. "Apakah Tuan besar Algra kembali mendesak Anda soal keturunan?"

"Ya, bahkan tidak pernah berhenti." Suara Reval terdengar datar. "Kakek menginginkan pewaris secepat mungkin."

Rea berjalan mendekat. "Andai saja Vara tidak mengalami kecelakaan itu. Mungkin sekarang—"

Rahangnya menegang dan Reval pun segera memotong ucapannya, "Jangan membicarakan hal itu."

"Kenapa tidak?" Tatapan Rea tetap tenang.

"Karena jawabannya tidak akan berubah. Aku akan selalu mencintai adikmu, Vara. Dan keturunanku hanya bisa dilahirkan olehnya. Jadi, lebih baik aku tidak memiliki keturunan dibandingkan harus menyentuh wanita lain." Reval berbalik menghadapnya.

"Tapi anda sudah menikah dengan wanita itu."

"Lalu?” tukasnya. “Aku tidak akan mengkhianati seseorang yang kucintai."

Untuk pertama kalinya, emosi tipis muncul dalam suaranya. "Aku tidak akan membawa wanita lain ke sisinya hanya demi memuaskan Kakekku."

Loreana terdiam, sebab ia memahami alasan itu. Mungkin lebih baik daripada siapa pun. Karena ia tahu ada seseorang yang menempati hati Reval jauh sebelum pernikahan politik itu terjadi. Seseorang yang tidak pernah bisa dia miliki sepenuhnya. Hanya sebagai kekasih, tanpa bisa memberinya status sebagai istri sah. Siapa lagi kalau bukan Selvara Caelis, adik dari Loreana Caelis.

Ruangan kembali sunyi. Hanya suara jam tua yang terdengar dari sudut ruangan. Jujur saja, Rea juga sangat membenci Jenara karena secara tidak langsung wanita itu telah merebut posisi adiknya sebagai Nyonya muda Keluarga Arsenalio.

Hingga tiba-tiba Rea berkata,"Ada cara lain."

Reval mengangkat alis. "Cara lain?"

Rea tampak mempertimbangkan kata-katanya dengan hati-hati. "Jika tujuan mereka hanyalah seorang pewaris..." Perlahan ia melanjutkan, "...maka benih itu tidak harus berasal dari Anda, bukan?"

Bersambung ….

1
InaraAp 09
Lanjut Thor semakin seru ceritanya
InaraAp 09
bagus dhana
InaraAp 09
hati2 dhana, jangan sampai kebongkat
InaraAp 09
lanjut thor
InaraAp 09
jujur pengin nampol Elena dan anaknya
InaraAp 09
gak bisa bayangkan di posisi jenara
InaraAp 09
benar dhana harus tepati janjimu
InaraAp 09
Jadi dhana pasti serba bingung🤔
Sri Yatun
apa sudah tau ke 4 orang itu tentang penyamaran dhana
Fahmi Ardiansyah
iya mungkin jenara gak ada yang bisa di katakan LG.krn dhanagak mau bekerja sama dgn dirinya.
Fahmi Ardiansyah
semoga Reval gak berbuat curang sama dhana.
Fahmi Ardiansyah
setelah tau markasnya kmu harus menyusun rencana sebaik mungkin dhana.biar Reval hancur sampai akarnya.
InaraAp 09
besok up yang banyak kak
InaraAp 09
pantas saja
InaraAp 09
semakin penasaran
InaraAp 09
semakin seru....
InaraAp 09
🤔
InaraAp 09
berharap beneran padahal
InaraAp 09
semangat lanjut up... seruuu
InaraAp 09
up lagi dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!