NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Lahirnya Ratu Teratai Darah

Malam di Kawah Es Abadi akhirnya kembali sunyi.

Badai salju telah lenyap. Yang tersisa hanyalah reruntuhan Pilar Giok Bintang dan genangan darah hitam kemerahan milik Mo Xie.

Ia masih berlutut sambil menekan luka di lehernya. Darah terus mengalir di sela-sela jarinya, sementara tubuh fananya telah mencapai batas.

Di tengah kehancuran itu, Xue Ling'er perlahan berdiri.

Rambut hitamnya telah berubah merah darah. Setiap langkah yang diambilnya meninggalkan jejak merah di atas permukaan es yang mulai mencair.

Di seberang kawah, Xuan Ji masih bertahan.

Separuh tubuhnya membeku akibat serangan balik formasi, tetapi tangan kirinya masih menggenggam tongkat nya. Meski terluka parah, sorot matanya tetap dipenuhi kebencian.

“Kau pikir bisa membunuhku?”

Suara Xuan Ji terdengar penuh amarah.

“Inti Jiwaku masih utuh. Darahmu tidak akan mampu menembus ranah Jiwa Baru Lahir!”

Ling'er berhenti beberapa langkah di hadapannya.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

“Dulu, kau juga mengatakan hal yang sama.”

Suaranya tenang.

“Saat kau mengikatku di atas meja batu dan menguras Fisik Yin Bawaanku, kau menyebut semua itu sebagai pengorbanan demi sekte.”

Benang darah perlahan muncul dari ujung jarinya dan menari di udara.

“Kalau begitu, malam ini, Guru, rasakan sendiri buah dari pengorbananmu.”

Ling'er mengangkat kedua tangannya.

“Seni Darah Yin Agung—Tarian Seribu Jarum Hantu!”

Ratusan benang darah melesat seperti hujan panah.

Xuan Ji segera menghentakkan tongkatnya.

“Perisai Giok Surgawi!”

Dinding es berbentuk kura-kura raksasa muncul di hadapannya.

Namun benang darah Ling'er telah berubah.

Setelah menyerap esensi darah dan Inti Emas dari para korban, kekuatannya jauh melampaui sebelumnya.

Sret! Sret! Sret!

Benang-benang darah menembus perisai es satu demi satu.

Retakan menjalar di seluruh permukaannya.

Wajah Xuan Ji berubah.

“Kekuatan darahmu...”

Ling'er menatapnya tanpa emosi.

Benang darah terus menekan.

Perisai es akhirnya tidak mampu bertahan. Beberapa benang langsung menembus pertahanannya dan menancap ke kaki Xuan Ji.

“Aah!”

Benang itu melilit tulangnya.

Ling'er mengepalkan tangannya. “Kau ingat hari itu, Guru?”

Ia menarik tangannya ke atas.

Krak!

Tulang kaki Xuan Ji patah dan tubuhnya jatuh berlutut.

“Dulu kau marah karena kakiku terus bergerak saat aku menahan rasa sakit di meja bedahmu.”

Ling'er terus berjalan mendekat.

“Lalu kau menghancurkannya dengan palu.”

Benang darah kembali bergerak.

Kali ini bahu dan pergelangan tangan Xuan Ji tertembus. Tubuhnya terpaku di atas es dan tidak mampu bergerak.

Ling'er berhenti beberapa langkah di hadapannya.

“Aku akan menguras Inti Jiwamu sedikit demi sedikit.” Tatapannya dingin. “Lalu tengkorakmu akan menjadi cawan anggur Mo Xie.”

Xuan Ji terengah-engah. Namun bukannya takut, ia tiba-tiba tertawa.

Tatapannya beralih kepada Mo Xie yang masih berlutut di kejauhan.

“Kau memang kuat, Ling'er.” Ia batuk dan memuntahkan darah. “Tapi kau bodoh.”

Senyumnya berubah semakin gila.

“Pria itu bahkan tidak mampu menahan kekuatannya sendiri. Jika aku mati, dia akan mati bersamaku!”

Xuan Ji menggenggam tongkatnya.

Krak!

Dengan sisa tenaganya, ia meremukkan tongkat tersebut.

Dari antara serpihan kayu hitam itu, sebuah Jimat Darah Kuno berwarna biru jatuh ke telapak tangannya.

Ling'er langsung menyipitkan mata.

Xuan Ji tertawa.

“Bangkitlah, Penjaga Abadi!”

Ia membakar sebagian besar esensi Jiwa Baru Lahirnya yang tersisa.

“Telan iblis itu!”

Begitu perintah tersebut keluar, tanah di bawah kolam Teratai Darah Yang Ekstrem mulai bergetar hebat.

Retakan menjalar di permukaan es.

Boom!

Seekor raksasa purba menerobos keluar dari bawah kolam.

Ular Es Berekor Sembilan.

Tubuhnya sebesar menara pagoda, sementara sisiknya berkilau seperti kristal es. Sembilan ekornya menyapu udara dan menciptakan badai salju baru di sekeliling kawah.

Ia adalah binatang penjaga tingkat Jiwa Baru Lahir Awal.

Namun tidak ada kehidupan di matanya.

Makhluk itu hanya mengikuti perintah Jimat Darah Kuno.

Sembilan mata kristalnya perlahan mengunci sosok Mo Xie.

Ular raksasa itu membuka rahangnya.

Qi Es murni mulai berkumpul di dalam mulutnya. Dalam beberapa tarikan napas, energi tersebut memadat menjadi sebuah tombak es raksasa.

Ling'er segera memahami maksud Xuan Ji.

“Tidak!”

Ia menoleh kepada Mo Xie.

Dengan luka di leher seperti itu, Mo Xie tidak mungkin mampu menahan serangan tersebut.

Dalam sekejap, Ling'er dihadapkan pada dua pilihan.

Ia bisa membunuh Xuan Ji dan membiarkan Mo Xie mati.

Atau meninggalkan dendamnya demi menyelamatkan pria yang telah menjadi satu-satunya alasan ia bertahan hidup.

Ling'er tidak ragu. “Mo Xie adalah Ikatanku.”

Tatapannya berubah tegas. “Tak seorang pun boleh mengambil nyawanya.”

“Seni Darah Yin Agung—Kilatan Darah!”

Seluruh benang darah yang menahan Xuan Ji terlepas.

Ling'er membakar esensi darah dari jantungnya. Tubuhnya seketika berubah menjadi kabut merah dan melesat menembus udara.

Dalam sekejap, ia telah muncul tepat di depan Mo Xie.

“Menjauh, Ling'er...”

Suara Mo Xie terdengar serak. Ia berusaha mengangkat cakar obsidiannya, tetapi tubuhnya sudah tidak mampu bergerak.

Ling'er menoleh dan tersenyum. “Aku yang menjahit hidupmu.”

Ia merentangkan kedua tangannya. “Jadi aku juga yang menentukan kapan kau boleh mati.”

Pada saat itulah Ular Es Berekor Sembilan menyerang.

Tombak es raksasa melesat membelah udara.

Boom!

Tombak itu menembus tubuh Ling'er.

Zirah darahnya hancur dan tubuhnya tertancap di atas lantai es, hanya sejengkal dari wajah Mo Xie.

Untuk sesaat, waktu seolah berhenti.

Darah Ling'er mengalir dari tubuhnya dan membasahi wajah Mo Xie.

Tubuhnya gemetar.

Darah menetes dari sudut bibirnya.

“Mo... Xie...”

Mata Mo Xie bergetar. “Ling'er...”

Di belakang mereka, tawa Xuan Ji kembali terdengar.

“Hahaha! Mati bersama!”

Namun Ling'er tidak lagi mendengarnya.

Tatapannya justru tertuju pada darah yang mengalir dari tubuhnya.

“Darah...” Tangannya perlahan menggenggam tombak es yang menembus tubuhnya. “...adalah kuncinya.”

Qi Yin di dalam tubuhnya tiba-tiba meledak.

Darah yang mengalir dari lukanya berubah menjadi cakar merah gelap. Cakar itu melesat menuju kolam.

Ular Es Berekor Sembilan segera mencoba menghentikannya.

Namun cakar darah telah lebih dahulu mencapai sasarannya.

Jari-jari merah itu mencengkeram batang Teratai Darah Yang Ekstrem.

Saat darah Yin Ling'er bersentuhan dengan teratai, api Yang langsung meledak.

Tubuh Ling'er terbakar. Ia menggertakkan giginya.

“Berikan padaku!”

Dengan seluruh kekuatan yang tersisa, Ling'er menarik teratai itu.

Sraak!

Teratai Darah Yang Ekstrem tercabut bersama akarnya.

Bunga merah keemasan itu terlempar ke udara sebelum jatuh tepat ke tangan Ling'er.

Panas teratai langsung membakar telapak tangannya. Dagingnya melepuh, tetapi Ling'er tidak peduli.

Ia membuka mulut.

Lalu menelan seluruh teratai itu.

Kelopak, Batang, Akar dan Semuanya.

Xuan Ji membelalak.

“Dia gila!”

Tatapannya dipenuhi kengerian.

“Fisik Yin tidak mungkin menahan Yang Ekstrem. Tubuhnya akan hancur!”

Beberapa tarikan napas berlalu.

Ling'er tidak bergerak.

Kemudian...

Boom!

Cahaya merah dan emas meledak dari tubuhnya.

Tombak es yang menancap di tubuhnya seketika mencair. Tubuh Ling'er perlahan terangkat ke udara, sementara Qi Yin dan Yang berputar liar di sekelilingnya.

Namun sesuatu yang seharusnya mustahil terjadi.

Keduanya tidak saling menghancurkan.

Sebaliknya, Yin dan Yang perlahan menyatu.

Luka di perut Ling'er mulai menutup. Darah hitam kemerahan mengalir di atas kulitnya, kemudian membentuk pola menyerupai sisik.

Aura di sekeliling tubuhnya berubah.

Semakin dalam, semakin agung dan semakin mengerikan.

Bulan purnama menggantung di atas kawah yang telah hancur.

Rambut merah darah Ling'er memanjang hingga menyentuh mata kaki dan berkibar tanpa angin.

Perlahan, ia membuka mata.

Bagian putih matanya telah berubah hitam pekat.

Di tengah kegelapan itu, iris berbentuk teratai emas menyala terang.

Seluruh Kawah Es Abadi mendadak dipenuhi aroma darah yang manis.

Bahkan Ular Es Berekor Sembilan mundur beberapa langkah. Naluri liarnya akhirnya merasakan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada dirinya sendiri.

Xuan Ji menatap sosok yang melayang di udara dengan tubuh gemetar.

“Ini... kekuatan apa?”

Ling'er perlahan menundukkan kepalanya. Tatapannya jatuh kepada Xuan Ji.

Dulu, ia adalah Gadis Suci yang tunduk pada sekte.

Kemudian ia menjadi Penenun Darah yang bangkit dari Jurang Sembilan Kegelapan.

Namun malam ini, Penenun Darah itu telah mati.

Yang terlahir kembali dari darah dan api Yang Ekstrem bukan lagi gadis yang pernah mereka kenal.

Melainkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Ratu Teratai Darah.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!