NovelToon NovelToon
Antagonist After Ending

Antagonist After Ending

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Putri asli/palsu / Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:46k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…

Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.

Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.

“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.

Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…

“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”

"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vampir

Tamparan yang cukup keras membekas di pipinya. Angel memegangi pipinya sendiri, menata penuh rasa benci ke arah arabella. 

“Kamu! Kamu berani menamparku!?” Suara bentakan darinya. 

“Tentu saja berani aku adalah Nona sah dari keluarga Mahendra. Sedangkan kamu hanya anak yang disponsori oleh kedua orang tuaku. Ingat harus digaris bawahi anak yang disponsori bukan anak yang diadopsi. Kamu selalu memanggilku kakak, Tapi aku tidak pernah merasa menjadi kakak seorang pencuri.” Arabella tersenyum tenang, semuanya sudah berakhir. Tidak ada plot yang mengendalikan lagi. 

Dirinya bukanlah seorang pecundang bodoh. 

“Arabella Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu kepada adikmu!?” Suara bentakan dari sang ibu menggema. Membuat arabella menoleh pada ibu kandungnya. 

“Aku boleh bertanya, siapa yang sebenarnya anak kandung ibu? Kalau aku salah wajar Ibu memarahi dan membentakku. Tapi sekarang, kalung ibuku tersayang ada di kamar Angel.” Arabella menatap sinis, ini benar-benar menyenangkan. Menyenangkan melihat ibunya tidak bisa memiliki pembelaan lagi. 

“Ibu percaya pada Angel! Kamu pasti menjebaknya! Dulu kamu sering menjebak Angel!” Sang ibu menunjuk-nunjuk. 

“Aku yang menjebaknya? Bagaimana caranya? Apa aku kebetulan punya sihir teleportasi, kemudian membawa kalung milik ibu ke dalam kamar Angel yang terkunci? Lagi pula Ibu seharusnya tahu, baik pelayan maupun butler di tempat ini lebih menyukai Angel yang manis. Tidak mungkin mereka akan berusaha menjebak Angel. Jadi satu-satunya kemungkinan Aku adalah keturunan penyihir Agung.” Suara dari arabella antusias. 

Vino pada akhirnya mendekat dan berbicara.”Melda, benar-benar tidak masuk akal jika arabella yang mencuri, kemudian menjebak Angel. Lebih baik kita tanyai Angel dulu, Bagaimana kemungkinan kalungnya bisa ada di balkon.” 

“A…aku…” Angel terbata-bata menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. 

“Ya sudah, sekarang kita ke kamar ibu. Sidik jari pelakunya mungkin tertinggal. Kita hubungi petugas kepolisian saja supaya lebih gampang.” Arabella meraih handphone yang ada di tasnya. 

Ketika dirinya hendak menghubungi petugas kepolisian. Dengan cepat Angel merebutnya. 

“Aku sama sekali tidak mencuri! Aku juga tidak tahu kenapa kalung itu bisa ada di balkon kamarku!” ucap Angel begitu cepat. 

Melda menghela nafas, mungkin baru saja berhasil menemukan sebuah alasan setelah memutar otaknya beberapa kali. 

“Aku lupa…beberapa hari lalu memang aku sempat pergi ke balkon kamar Angel. Saat Angel masih berada di rumah.” Melda memegang jemari tangan Angel, kemudian mengusap air matanya.”Sayang, ini adalah kesalahan ibu yang tidak sengaja menjatuhkannya di kamarmu. Kamu jangan menangis ya? Hatimu begitu lembut seperti ini.” 

“Semuanya akan pret… pada waktunya…” arabella mengangkat sebelah alisnya. Sebenarnya siapa yang anak kandung dan siapa yang anak orang lain. 

Kenapa ibunya lebih menyayangi Angel, sedangkan terkesan begitu membencinya. 

“Oh jadi tersangkanya ibu sendiri…Angel, Aku ingatkan sekali lagi, Jangan pernah macam-macam dan menuduhku lagi. Karena jika sedikit saja kamu melakukan kesalahan, aku bisa menelanmu bulat-bulat.” Arabella memberikan peringatan. Kemudian hendak melangkah kembali ke kamarnya sendiri. 

“Xavier aku—” kalimat Angel terpotong. 

“Aku selalu percaya padamu. Arabella memang sedikit keras kepala, aku akan membujuknya untuk mengakuimu sebagai adiknya.” Xavier tersenyum, mengikuti arabella masuk ke dalam kamar wanita itu. 

Sedangkan Angel, masih menangis terisak dalam pelukan Melda. Gesture yang tidak wajar bagi Vino, benar-benar ada sebuah keanehan. Kenapa istrinya terkesan terlalu berpihak kepada Angel? 

“Sayang, apa Kamu benar-benar menjatuhkan kalung itu di kamar Angel?” Tanya Vino pelan tidak ingin menyinggung istrinya. 

“Aku memang menjatuhkannya di kamar Angel! Kamu sama saja seperti arabella, selalu jahat dan menuduh Angel sembarangan. Sudah! Aku tidak mau lagi bicara denganmu!” Suara bentakan dari Melda, membimbing Angel untuk keluar dari kamar ini. 

Vino terdiam mengepalkan tangannya. Dirinya memiliki kecurigaan tersendiri. Kenapa bisa seperti ini…

***

Bug!

Arabella menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sedangkan Xavier yang baru saja menutup pintu kamar, ikut menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. 

“Kedua orang tuamu benar-benar keterlaluan. Jadi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?” Tanya Xavier pada wanita di sampingnya.

“Ayahku bodoh…sedangkan ibuku gila, apalagi yang dapat aku lakukan selain bergantung kepada kakekku. Tapi kamu benar, rumah ini bagaikan Medan ranjau. Bagaimana kalau kamu ikut tinggal di sini?” Ucap arabella penuh harap. 

“Bukankah lebih baik kita tinggal di apartemenku. Tinggal di tempat ini aku benar-benar tidak tenang.” Xavier menghela nafas, matanya menatap ke arah langit-langit ruangan. 

“Kenapa tidak tenang? Kalau ada yang mengganggumu di rumah ini, biar aku! Seorang arabella yang akan menghadapinya.” Wanita yang terlihat penuh semangat, jemari tangannya menggenggam jemari tangan Xavier.

Jantung pemuda itu berdegup cepat, telinganya memerah. Dirinya mengalihkan pandangan ke tempat lain, benar-benar sebuah pesona yang gila dari wanita ini. 

“Aku tidak ingin tinggal di rumah ini, begitu juga kamu…jangan tinggal di rumah ini. Ada Cakra…nanti kalau kamu tidak sadar lagi, kamu akan kembali mencintainya.” Ucap pemuda itu cepat, ada rasa cemburu dalam dirinya. Cakra, pria yang mati-matian dicintai oleh arabella. 

Membuatnya benar-benar cemburu setengah mati. Bukan cemburu lebih tepatnya, hanya jealous. 

“Aku tidak akan kembali mencintai pria sepertinya. Cepat atau lambat posisinya sebagai ahli waris akan tergeser. Keuangan perusahaannya juga akan hancur. Dia yang dikenal sebagai CEO paling kompeten, sebenarnya adalah CEO paling bodoh.” Keluh arabella. 

“Kenapa kamu bilang seperti itu? Laba perusahaan yang naik setiap tahun.” Xavier bangkit dari tempat tidur tidak mengerti. 

“Kamu tahu seorang budak cinta? Setiap ada kesempatan pergi ke luar negeri untuk membahagiakan Angel. Setiap Angel dibully datang menjemput Angel menggunakan helikopter. Lalu siapa yang handle pekerjaannya? Tentu saja asistennya yang lembur bagaikan kuda. Dan aku selaku tunangannya, harus membereskan semua masalah yang timbul dari kecerobohannya.” Arabella ikut bangkit dari tempat tidurnya, menggigit bagian bawah bibirnya sendiri menatap ke arah Xavier.

“Xavier, Apa kamu masih memiliki posisi penting yang kosong di bisnismu?” Tanya arabella pelan. 

“Sebenarnya ada, direktur bagian marketing. Posisinya kosong sekitar seminggu lalu. Aku sedang merekrut pekerja, tapi tidak ada satupun yang cocok. Posisi itu sangat penting dan krusial di perusahaan.” Jelas Xavier padanya. 

Arabella mendekat, nafasnya terasa terhembus di leher Xavier. Kemudian berbisik di telinga pemuda itu.“Untuk membuat Cakra bangkrut sepenuhnya. Bisa kamu rekrut asistennya? Berikan gaji yang tinggi padanya…Cakra memperlakukannya tidak manusiawi. Maka jika kamu memperlakukannya dengan kebaikan yang sedikit saja. Maka dia akan senang hati mengkhianati Cakra.” 

Xavier tersenyum, pemuda yang mengecup leher arabella. Kemudian balas berbisik.”Aku selalu suka gayamu…” 

“Kamu sembarangan seperti vampir.” Wanita yang memegang lehernya sendiri, begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Xavier tiba-tiba. 

“Tidak…kamu yang vampir, bisa kamu menghisap ku sampai kering? Bantu aku mengeluarkan semuanya…” 

1
Nur Wahyuni
itu mesti angel sama Julian yg lagi asik2... dasar buaya buntung dan sundel bolong, gak kenal waktu dan tempat buat asik2😄😄
Nur Wahyuni
mulai melancarkan serangan ke arabella si Xavier ini 😄😄😄
Eka Anam
Xavier ini sepertinya masih mewarisi darah ren meski entah keturunan yang keberapa🤭
Nur Halida
istrimu itu yg lagi konser dangdut bareng julian😁
yesi yuniar
sudah gk perlu bikin proposal cinta lagi karena hubungan kalian sudah sweet banget dan bikin iri 😆
^ã^😉
Xavier APA kamu keturunan ren dan sarah
Biyan Narendra
o o kamu ketauan
pacaran lagi dengan si dia
😅😅😅
Ufiyyyy
liat tuh cakra siapa yg d mobil🤣🤣🤣🤣
mimief
wah apakah Angel langsung ketawan?
seruuu ini 🤣🤣
Ufiyyyy
xavier rambut putih kulit sputih salju,pupil mata merah... siapa y, familiar tp lupa
Inah Ilham: galantinus anak dari Duke Killian
total 1 replies
mimief
bukan saudara ren kan Thor?🤣🤣
Fa'iqoh Siti Elok
istrimu lagi praktek ajian jaran goyang di mobil
Fa'iqoh Siti Elok
aah manisnya pengen ku gigit mereka berdua saking gemesnya
yesi yuniar
lain di bibir lain di hati
chataleya
ingatlah Cakra. semua akan pret pada waktunya 🤣
Fa'iqoh Siti Elok
kamu menyesal cakra
Nur Wahyuni
alah basi banget si cakra... udah sono urusin aja si angel istrimu yg baik hati bagai malaikat..
mimief
ga nyesel
cuma...???
🫣🤣🤣🤣
kasiaaaan
Sulati Cus
biasanya kebalikannya apa yg di mulut g sesuai dg yg di otak eh empedu maksudnya🤣
Nur Halida
padahak dia nyesel..
mampus makan tu angel mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!