NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 - Malam yang Menyebalkan

Sheyra melihat punggung Alvaro yang semakin menjauh. Ia menjadi semakin kesal lalu meneriaki Alvaro “Kalo gitu nama lo gak bakal kita tulis!” ancamnya sambil tidak memedulikan pandangan orang di sekitarnya yang mulai melihat ke arahnya dengan penasaran.

“Terserah.” jawab Alvaro tanpa ragu.

Seolah tidak takut dengan ancaman Sheyra, Alvaro tetap melangkahkan kakinya meninggalkan Sheyra yang diam mematung di belakangnya. Beberapa detik kemudian Sheyra langsung berubah pikiran. Dia mulai bertanya dalam hatinya apakah dirinya terlalu kejam jika dia melakukan hal tersebut? Bagaimanapun juga Alvaro adalah anggota kelompoknya. Kalau Sheyra tidak mencantumkan nama Alvaro tentu saja cowok itu tidak akan mendapatkan nilai. Rasa simpati Sheyra benar-benar mengalahkan rasa marahnya. Sheyra segera berlari mengejar Alvaro dan menghadang cowok itu.

Alvaro menghentikan langkahnya ketika melihat Sheyra tiba-tiba berdiri di depannya lagi. Ia menatap gadis itu dengan tatapan heran. Kali ini apa lagi?

“Oke, lo Gapapa gak ikut kerja kelompok. Tapi lo harus kerjain apa yang gue suruh.” ujar Sheyra mencoba bernegosiasi.

Tanpa berpikir panjang Alvaro segera menjawab, “terserah.” Lalu cowok itu berjalan meninggalkan Sheyra.

“Nanti gue chat lo buat ngasih tau bagian yang harus lo kerjain. Awas kalau engga balas!” teriak Sheyra mengingatkan. “AWAS AJA!” serunya lebih keras.

Alvaro tidak menoleh dan tidak menjawab perkataan Sheyra. Cowok itu tetap meneruskan langkahnya menuju parkiran untuk pulang.

Sheyra tersenyum licik, “awas aja lo. Bakal gue bikin lo nyesel gak ikut kerja kelompok.”

***

‘Cari materi bab 2 lengkap dengan referensinya’

Alvaro membaca pesan dari salah satu nomor random di handphonenya. Dia tidak menyimpan nomor sang pengirim pesan. Namun ia langsung tau siapa pengirim pesan itu. Pasti cewek menyebalkan yang mengganggunya tadi siang.

Alvaro tidak membalas pesan itu namun ia segera membuka laptopnya lalu menelusuri internet untuk mencari materi yang dibutuhkan. Mendownload jurnal, artikel hingga buku untuk mengumpulkan materi bab 2 yang menjadi tugasnya.

Alvaro terlihat serius di depan laptop. Sesekali ia membenarkan posisi kacamatanya untuk melihat layar di depannya lebih jelas. Tak butuh waktu terlalu lama, hanya sekitar 30 menit untuk Alvaro menyelesaikan tugas yang diberikan. Dengan segera Alvaro mengirimkan pekerjaannya kepada nomor tersebut.

Sambil menunggu balasan, Alvaro menyeruput kopi hangat yang sudah ia siapkan. Secangkir kopi ini lah yang selalu membantu Alvaro agar tetap terjaga. Kring, handphone Alvaro berbunyi. Tepat 10 menit sejak ia mengirimkan tugasnya, kini ia mendapatkan balasan. Alvaro membuka pesan tersebut dan membaca isinya.

‘Kurang banyak materinya. Sekalian cari materi bab 3 juga ya.’

Tanpa basa-basi atau banyak berkomentar, Alvaro langsung kembali fokus mengerjakan tugas baru yang diberikan kepadanya. Jari-jarinya sibuk menari-nari di atas keyboard untuk menuliskan isi kepalanya. Setelah menyelesaikannya dengan cepat, Alvaro kembali mengirimkan hasilnya.

Lima menit kemudian Alvaro mendapatkan balasan yang berisi:

‘Bab 3 paragraf kedua kayaknya kurang tepat deh. Coba cari referensi dari buku atau jurnal yang mendukung teori itu’

Alvaro menghela nafas sambil tetap melakukan pekerjaan yang disuruh. Ia melirik ke arah jam yang tergantung di dinding. Waktu menunjukkan pukul 22.58 , kurang 1 jam 2 menit adalah waktu tengah malam. Namun Alvaro tidak merasa mengantuk sama sekali. Sepertinya efek kopi yang telah ia minum tadi.

Setelah selesai, Alvaro kembali mengirimkan hasil pekerjaannya.

Mmhhh mmmh enghh

Terdengar suara anak kecil di atas tempat tidur. Anak itu berguling ke kanan dan kiri untuk mencari posisi tidur yang nyaman. Sambil mengucek matanya yang berair, anak itu terlihat akan menangis karena terbangun dari tidur lelapnya.

Menyadari hal tersebut, Alvaro langsung sigap menghampiri. Ia beranjak dari tempat duduknya. Dengan cepat Alvaro memeluk anak itu dan menenggelamkan anak itu ke dalam tubuhnya. Sambil mengelus lembut rambut anak itu, Alvaro berkata dengan tenang, “tidur lagi ya.”

Sesekali Alvaro menepuk pantat anak itu dengan pelan. Alvaro menghela nafas lega. Untungnya anak itu belum benar-benar terbangun dan menangis. Kalau menangis, akan lebih sulit untuk menenangkan.

Selang beberapa menit, anak itu kembali tertidur pulas. Alvaro memastikannya beberapa kali. Setelah yakin anak itu benar-benar tertidur, Alvaro segera kembali duduk di depan laptopnya. Ia memasang kacamatanya yang sejak tadi sudah ia lepas ketika menidurkan anak.

Matanya Alvaro fokus ke layar laptop di depannya. Ternyata sudah ada balasan pesan sejak 16 menit yang lalu. Alvaro membuka pesan tersebut.

‘Oh ya karena lo ga ikut kerja kelompok. Jadi lo yang bikin ppt ya.’

Alvaro membaca pesan dari gadis itu. Ia sedang tidak ingin ribut malam ini. Jadi daripada protes, Alvaro memilih nurut.

Alvaro membuat design power point yang bagus dan sesuai dengan tema kelompoknya. Ia membuatnya dengan hati-hati dan memperhatikan segala aspek. Berharap power point buatannya dapat memudahkan kelompoknya saat presentasi nanti. Setelah selesai membuat power point, Alvaro segera mengirimkannya ke nomor tersebut. Ia berharap ini adalah tugas terakhir yang diberikan kepadanya.

‘Ah warnanya bisa diganti warna coklat muda gak? Biru muda kayaknya gak cocok.’ Komentar gadis itu.

Tanpa babibu, Alvaro segera memberikan apa yang gadis itu minta dan mengirimkannya.

‘Duh lupa, kayaknya hiasan yang di slide 4 lebih bagus lebih ke atas sedikit deh.’

Alvaro merasa heran dan kesal. Kenapa hal sekecil ini pun tetap dikomentari? Apa cewek itu sengaja mengerjainya dan membuatnya kesal? Dengan kesal, Alvaro tetap memberikan apa yang diminta. Ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 23.36 , hampir tengah malam.

‘Oke bagus. Tapi kayaknya hiasan pojok bawah di slide 3 bagusnya warna putih deh.’

Alvaro menghembuskan nafas kasar. Seketika ia merasa kesal membaca pesan tersebut. Bagaimana tidak kesal? sedari tadi ia terus merevisi hal-hal kecil yang menurutnya tidak terlalu penting. Yang terpenting kan isi power pointnya. Alvaro merasa apa yang sejak tadi dia kerjakan seolah tidak pernah membuat gadis itu merasa puas.

Namun seperti sebelumnya, Alvaro tidak memberikan komentar atau protes. Ia tidak ingin berdebat, menurutnya membuang-buang waktu. Tak butuh waktu lama ia segera mengirimkan revisi yang diminta gadis itu sambil menggerutu dalam hati.

Selang satu menit gadis itu membalas lagi.

‘Eh kalo dilihat-lihat ternyata lebih bagus warna yang awal deh. Ganti ke awal aja deh pptnya menjadi biru muda. Kalo coklat jadi kelihatan lebih gelap hehe. Maaf ya :D

Alvaro mendengus kesal. Ia mengacak rambutnya frustasi. Dengan cepat ia segera mengganti power pointnya seperti di awal yang dominan warna biru muda. Tak butuh waktu lama untuk mengembalikan seperti awal. Setelah selesai, ia langsung mengirimkannya kepada gadis itu. Dan setelah pesan itu terkirim, Alvaro segera menekan tombol blokir. Kemudian mematikan laptopnya dan beranjak dari tempat duduknya. Alvaro membaringkan tubuhnya di kasur lalu menatap langit-langit di kamarnya. Dalam hati ia berkata, ‘malam yang menyebalkan’

^^^Bersambung….^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!