NovelToon NovelToon
Genius Keturunan Klan Phoenix

Genius Keturunan Klan Phoenix

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.

Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.

Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Besi Kuning Angkasa dan Unsur yang Lengkap

"Ah, Master Han, silakan masuk! Mohon maaf jika ada kesalahan tata cara kami..." Penjaga gerbang Kota Chengdu menundukkan kepala dengan penuh hormat begitu melihat lencana yang terpasang di dada Riu Han. Bagi mereka, seorang alkemis terdaftar di tingkat ini adalah sosok yang dihormati di mana pun ia berada.

Riu Han hanya mengangguk pelan, memberikan senyum ramah, lalu melangkah masuk ke dalam kota. Ia tidak berniat mencari tempat yang mewah; cukup penginapan kelas menengah yang bersih, tenang, dan terjamin keamanannya. Setelah menemukan kamar yang cocok, ia menutup pintu, duduk bersila, lalu kesadarannya menyatu dengan Cincin Ruang — seketika itu juga ia berpindah ke sisi lain taman herbal yang kini tumbuh subur dan hijau.

"Kau sudah kembali, Riu Han."

Suara lembut terdengar dari samping. Qin Siue muncul perlahan, berdiri tegak dengan pakaian putih yang bersih tanpa noda sedikit pun.

Riu Han tersenyum melihat hamparan tanaman yang tertata rapi di sekelilingnya. "Kakek Qin, Anda mengatur semuanya dengan begitu sempurna. Tidak ada yang rusak, tidak ada yang layu. Sungguh luar biasa."

Qin Siue menggeleng pelan. "Ini hanyalah hal kecil. Tanaman-tanaman ini berkembang dengan baik karena tanah di sini menerima energi yang cukup murni, bukan semata-mata karena kemampuanku."

"Bagaimanapun, terima kasih," Riu Han memberi hormat singkat. "Kalau begitu, saya menemui Saudara Long Siu dulu."

Sebelum sosok tua itu menjawab, Riu Han telah berpindah tempat — muncul tepat di depan rumah batu tempat tinggal Long Siu. Sosok yang dituju sedang duduk tenang di beranda, wajahnya tampak muda, sekitar usia tiga puluh tahun, seakan waktu tak menyentuhnya. Ia menoleh seketika, seakan telah menantinya sejak tadi.

"Kau datang, Riu Han."

"Saudara Long," Riu Han memberi salam, lalu duduk di hadapannya. "Sebenarnya, saya berencana pergi lagi, namun masih bingung harus ke mana."

Long Siu menatapnya tenang. "Apakah apa yang kau temukan di Reruntuhan Perang Kuno belum cukup?"

"Lumayan banyak yang saya dapatkan," jawab Riu Han jujur. "Namun ada satu hal yang membuat saya penasaran. Di perkampungan para penempa itu, saya menemukan kerangka seseorang di rumah terbesar. Di lantai, ia menulis tiga kata sebelum meninggal — Besi Kuning Angkasa. Saya juga mengambil Cincin Ruang miliknya, di dalamnya tersimpan banyak bahan penempaan dan senjata, namun saya merasa ada sesuatu yang lain..."

"Besi Kuning Angkasa?"

Suara itu bukan dari Long Siu. Qin Siue muncul di sisi lain halaman, wajahnya yang tenang kini berubah sedikit terkejut.

Riu Han menoleh. "Kakek Qin, Anda tahu apa itu?"

Qin Siue mengangguk mantap. "Tentu saja. Besi Kuning Angkasa bukan sekadar logam biasa. Ia lahir dari angkasa yang luas, terbentuk secara alami di tempat yang tak terjangkau siapa pun, berputar mengikuti hukum alam selama ribuan, bahkan jutaan tahun. Di langit yang jauh, terdapat benda-benda seperti ini — semuanya adalah bahan kelas atas yang murni. Dan Besi Kuning Angkasa adalah salah satu yang paling istimewa di antaranya."

Ia menatap Riu Han lekat-lekat. "Apakah benda itu ada di cincin yang kau ambil?"

"Saya tidak yakin," Riu Han mengeluarkan Cincin Ruang itu dari kehampaan di hadapannya. "Silakan periksa, Kakek."

Qin Siue menyentuh permukaan cincin itu sejenak. Sebagai roh Cincin Ruang, membaca isi cincin lain adalah hal yang mudah baginya. Tak lama kemudian, ia mengangkat tangan kanannya — di atas telapak tangan itu melayang sebutir batu kecil berwarna kuning keemasan, sebesar kelereng, namun memancarkan tekanan yang tak terlihat.

Riu Han mengulurkan tangan mengambilnya. Baru saja menyentuh permukaannya, ia hampir menjatuhkannya saking beratnya. Lututnya terasa tertekan, udara di sekelilingnya seakan melengkung mengikuti keberadaan benda itu. Hanya karena ia adalah tuan tempat ini, ia mampu menahannya di tangan.

"Berat sekali..." gumamnya takjub.

Qin Siue tersenyum melihat reaksinya. "Untungnya benda ini berada di dalam Cincin Ruang sejak awal kau menemukannya. Jika kau membawanya di dunia luar, bahkan ranah Dewa Besar sekalipun akan kesulitan membawanya. Kekuatanmu saat ini belum cukup untuk menahan berat aslinya."

Riu Han menatap batu kecil itu lekat-lekat. Permukaannya halus, tidak ada guratan, memancarkan cahaya hangat yang lembut namun kokoh.

"Apa kegunaannya, Kakek?"

"Lihat sekelilingmu, Riu Han," ajak Qin Siue pelan. "Selama ini, di dunia kecil ini, tanahnya subur, airnya mengalir, energinya murni — namun ada satu hal yang kurang. Unsur logam yang kokoh, yang mampu menjadi tulang punggung tempat ini. Besi Kuning Angkasa ini adalah logam kelas atas yang murni. Lebih padat, lebih berat, dan lebih kuat daripada apa pun yang pernah kau miliki. Ukurannya terlihat kecil, namun sesungguhnya ia memadat — jika dikembangkan sepenuhnya, ia akan mencakup luas sepertiga dari tempat ini."

Ia menunjuk ke arah tanah di kejauhan. "Dengan adanya benda ini, kelima unsur utama — tanah, air, udara, energi kehidupan, dan logam — kini lengkap. Tempat ini tidak lagi sekadar ruang penyimpanan; ia menjadi dunia yang nyata, tempat berkultivasi yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Energinya akan semakin murni, tanaman akan tumbuh lebih cepat, dan siapa pun yang berlatih di sini akan merasakan perbedaannya."

Riu Han tersenyum lebar. "Kalau begitu, Kakek Qin, serahkan pengurusannya kepada Anda. Anda lebih tahu apa yang harus dilakukan."

Qin Siue mengangguk menerima tugas itu dengan hormat.

Setelah urusan itu selesai, Riu Han kembali duduk berhadapan dengan Long Siu. Wajah sosok yang tampak berusia tiga puluh tahun itu tampak tenang, seakan telah menantikan pertanyaan yang akan keluar dari mulut pemuda itu.

"Saudara Long," tanya Riu Han, "apakah ada petunjuk tentang keberadaan Genbu dan Bai Wing?"

Long Siu mengangguk pelan. "Saat kalian dipisahkan oleh kekuatan portal, jarak di antara kalian tidak terlalu jauh. Mereka tidak dikirim ke tempat yang berbahaya. Menurut perhitunganku, kemungkinan besar mereka berada di wilayah Binatang Roh — tempat yang tidak jauh dari sini."

Ia menjelaskan lebih lanjut. Di Negeri Empat Wilayah, manusia tidak sendirian. Binatang Roh — makhluk yang telah mencapai kecerdasan dan kekuatan setara manusia — hidup berdampingan, terhormat dan diakui kedudukannya. Hal ini tidak terlepas dari asal-usul empat klan penguasa:

- Klan Fang, Penguasa Langit Utara — perpaduan manusia dan Burung Phoenix;

- Klan Luo, Penguasa Langit Barat — perpaduan manusia dan Kura-kura Xuanwu;

- Klan Bai, Penguasa Langit Selatan — perpaduan manusia dan Harimau Bersayap;

- Klan Long, Penguasa Langit Timur — perpaduan manusia dan Naga.

Karena itulah, tidak ada perbedaan tingkatan antara manusia dan Binatang Roh. Namun secara alami, mereka cenderung berkumpul dengan sesamanya. Di perbatasan wilayah Kota Chengdu terdapat kawasan tempat Binatang Roh tinggal — tempat yang menjadi tujuannya.

Riu Han mengangguk memahami. "Baiklah, ke sana saya akan pergi."

Malam itu, ia beristirahat. Bagi seorang kultivator, tidur bukan lagi kebutuhan tubuh — mereka bisa menyerap energi untuk memulihkan diri. Namun Riu Han memilih tidur seperti manusia biasa. Setelah perjalanan panjang, penemuan yang tak terduga, dan pertemuan dengan banyak orang, hatinya terasa lelah. Tidur adalah cara menenangkan jiwa, melepaskan ketegangan yang tak terlihat, dan membiarkan pikiran menjadi jernih kembali.

Pagi harinya, ia berjalan menuju gedung pusat transportasi kota. Izin kepergiannya berlaku kapan saja, sehingga tidak perlu melapor ke kantor organisasi alkemis. Di ruang portal, ia menunjukkan tanda pengenalnya, menyebutkan tujuannya — kawasan perbatasan Binatang Roh — lalu petugas menunjuk ruang portal yang sesuai.

Pintu itu menyerupai ruang masuk yang rapi, di mana setiap bilik memiliki tujuan yang berbeda. Riu Han melangkah masuk ke bilik yang dituju. Cahaya menyelimutinya, dan dalam sekejap, ia berpindah tempat.

Ketika pandangannya kembali jernih, ia berdiri di sebuah tempat yang berbeda dari Kota Chengdu. Udara di sini terasa lebih alami, lebih segar, dipenuhi aroma hutan yang lebat. Di kejauhan, terlihat deretan bangunan yang dibangun dengan gaya berbeda — lebih menyatu dengan alam, berbentuk melengkung, berwarna kayu dan batu alami. Ini adalah perkampungan di perbatasan, tempat tinggal manusia dan Binatang Roh yang hidup berdampingan. Di tengahnya, berdiri sebuah bangunan yang lebih tinggi dan gagah — kantor utusan Penguasa Langit Utara, yang menjaga ketertiban kawasan ini.

1
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Luar Biasa, Mantap
sibaweh abduh
cerita yang sangat baik thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur Ceritanya bagus dan menarik untuk dibaca, Mantap 👍👍
Bg Byl
Cerita yg menarik dg alur yg mengalir baik dan tata bahasa yg bagus. keren 👍❤️
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
syarif ibrahim
makin sakti nih.... 👍
syarif ibrahim
akhirnya.... terobati sudah kerinduan selama 20 tahun.... 👍
syarif ibrahim
kaget... ternyata sudah habis ceritanya..... up lagi Thor....... 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!