Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lollipop and apologies
Pagi ini billby sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Ia sedang menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin. suasana hatinya sudah cukup membaik. semoga hari ini menyenangkan.
"Ayok turun" ajak Jack yang berada di sebelah billby
Billby mengangguk "itu tasku" billby menunjuk tasnya lalu berlari ke lantai bawah untuk sarapan
Jack menggelengkan kepalanya "dasar bocil" ejek Jack seraya mengambil tas billby sesuai perintah gadis itu tadi. tasnya kosong. Karena memang billby tidak pernah mengikuti pelajaran. ia tidak mau membebani punggungnya untuk membawa sesuatu yang tidak digunakan
Lalu untuk apa billby membawa tas? ya,untuk nyimpen jajanan dong
Setelah tiba di meja makan ia melihat billby sudah sibuk dengan potongan potongan buah di depannya.
"Tas kosong gini gak bisa bawa sendiri?" Sindir Jack setelah duduk di samping billby
"Tetep aja ribet"
"Kamu memang ngeribetin" ujar Jack
"Kalo gitu gak usah diurus" billby mengatakannya dengan senyuman penuh arti. Entah akan sebahagia apa dirinya jika bisa terbebas dari si Jack rese satu ini
"Om bilang kamu nyusahin. bukan om gak mau ngurus lagi. kalo itu kamu, nyusahin, nyebelin, ataupun ngeselin om gak bakal lepas tanggung jawab. Jadi, jangan harap bisa bebas dari om" balas jack seraya mengambil sarapan untuk dirinya
"Om emang nyebelin. mama,kakek sama nenek aja gak seribet om" billby mengunyah potongan buah terakhirnya Dengan malas
"Nih..makan yang banyak" celetuk Bolívia setelah meletakkan satu piring nasi kuning dengan berbagai macam lauk di depan cucu satu satunya itu
"Aku mau di ambilin juga mih" pinta Jack menatap ibundanya. ia meletakkan kembali piringnya agar Bolivia melayaninya juga
Billby dengan mulut menggembung penuh nasi itu langsung menatap neneknya sambil melambaikan tangannya "jangan nek. Gak boleh. om ambil sendiri" larang billby setelah menghabiskan makanan di mulutnya dengan terburu buru
"Kamu ambil sendiri. Enak aja nyuruh nyuruh mamihnya. emang mamih kamu pelayan? Mamih juga mau sarapan" sahut Austen
Billby bertepuk tangan senang. lalu mengangkat jempolnya untuk kakek tercintanya itu. tak lupa senyum cantiknya merekah menikmati kekecewaan jack
Jack merengut kesal. ia mengambil kembali piring nasinya lalu mengambil sendiri lauk pauk yang diingankannya "padahal billby selalu diambilin. aku cuman minta diambilin sekali aja langsung di omelin sepanjang sungai nil"
Billby menatap omnya"cuman sepanjang sungai nil? Mau billby lanjutin gak biar sepanjang umur dunia? Lagian dulu waktu kecil om diambilin terus kok. tapi sekarang kalo mau di ambilin, cari istri aja"
Jack menatap billby dengan tajam "gak usah bahas gituan. diem. makan"
Austen mengangguk. "bener kata billby. kamu mau cari sendiri atau di cariin?"
"Iya, keburu jadi perjaka tua" tambah Bolivia yang membuat Jack semakin tersudut
Jack menghela napas gusar. billby menyebalkan sekali. sialnya semua orang selalu berada di pihaknya
Akhirnya sarapan pagi ini dihiasi dengan perdebatan ringan. jack terus menerus mencari alasan agar tidak di suruh melakukan saran billby tadi
Sedangkan papih dan mamihnya terus terusan menyudutkan nya untuk segera mencari calon istri.
Terakhir, billby.. yang mengerti omnya tidak suka justru malah memanas manasi suasana sambil sesekali melirik Jack dengan tatapan menyebalkan.huh
°•••°
"Jangan macem macem ya.. kalo ada apa-apa bilang sama om" pesan Jack saat billby menyalimi tangannya
Ya, saat ini Jack dan billby sudah ada di sekolah. Lebih tepatnya di parkiran khusus guru
Billby asal mengangguk untuk merespon pesan omnya tadi
Jack membantu billby memakaikan tas ranselnya yang kini tidak kosong lagi. Sebelum tiba di sekolah, billby sempat mampir ke minimarket untuk membeli jajanan seperti biasa. Dan itulah isi tasnya sekarang.
Jack mengelus kepala billby penuh sayang "ya udah sana masuk kelas"
Mendengar itu billby segera berlari menuju kelas 3A sambil melambaikan tangannya "babayyyyy" teriak billby cukup nyaring.
Entah billby ini makan apa.. energi nya banyak sekali.kalo dilihat lihat dimanapun dan kapanpun billby akan berlarian penuh semangat seperti orang paling bahagia di dunia
Seperti saat ini, ia sudah ada di koridor sekolahan. tapi,kakinya tidak bisa dipakai untuk berjalan santai. ia masih berlari kecil Dengan rambut yang bergoyang ke kanan dan ke kiri mengikuti gerak tubuh gadis itu.
Tanpa gadis itu sadari, ada vahan di belakangnya yang sedang memperhatikan setiap gerak tubuhnya.
"Lucu" gumam vahan menatap billby
Billby itu pendek. ditambah lagi gadis itu sedang di kuncir dua. membuatnya tampak seperti anak SD
Billby yang sudah lebih dulu sampai di kelas, membuka tasnya untuk mencari makanan yang kira kira bisa menghilangkan kegabutan yang tengah dirasakannya
Saat matanya menangkap sebuah permen lollipop, pilihannya langsung jatuh pada makanan yang rasanya manis itu "permen aja deh masih kenyang juga" ujar billby berbicara pada diri sendiri
Vahan yang baru saja tiba di kelas,tertawa kecil melihat billby sedang memakan permen lollipop. Bener bener kayak bocil
Setelahnya, vahan berjalan ke arah billby lalu duduk di sebelah gadis itu.ia menyapa Dengan ragu "h-haii.."
Billby menoleh. wajah imutnya berubah dingin. "kenapa?baru sekali gue ajak ngomong langsung sok akrab?"
Vahan menelan ludahnya susah payah"enggak"balas cowok itu mengalihkan pandangan. Tadi mukanya imut banget.sekarang kok jadi dingin gitu ya?
Billby tersenyum tipis, "gue bercanda. serius amat lo. santuy..ada apa ngomong sama gue? Jangan jangan Lo bener keracunan lagi"
Vahan menatap billby lekat. apa katanya tadi?bercanda? gadis itu bercanda dengannya?
Ternyata billby juga bisa bercanda. kini ia sudah sadar kalau pizza yang billby berikan untuknya tempo hari itu sama sekali tidak beracun. Billby tidak serius dengan ucapannya.dan ucapan billby tadi 'bercanda' itu semakin membuat nya yakin kalau pizza beracun kemaren hanya candaan saja
"Enggak. gue dah cek. kata dokter baik baik aja. Terus setelah gue cerita alasan gue mau cek, si dokter ketawa dan bilang"pasti temen kamu cuman bercanda. katanya gue terlalu baper"
Billby terkejut. ia tidak menyangka kalau vahan akan menelan bulat-bulat ucapannya kemaren.
Vahan melanjutkan "kita gak Deket, jadi gue gak kepikiran kalo Lo bakal bercanda sama gue sedark itu.kalo Lo temen deket gue, gue gak bakal percaya gitu aja."
Benar, seperti yang Jack katakan padanya saat billby mengatakan temannya itu bodoh karena langsung percaya
"Apa kamu temennya? apa kamu pernah bicara sama dia sebelum itu? Enggak kan. walaupun kalian sekelas, dia nganggep kamu orang asing. Coba kalo ada orang yang gak kamu kenal terus datengin kamu dan bilang kalo di depan sana ada saudara kamu yang kecelakaan. apa kamu bakal mikir dia bercanda?" Ujar Jack kala itu memberikan gambaran kepada ponakannya yang sama sekali tidak merasa bersalah
"Sorry ya..gue bercandanya kelewatan.berapa biaya check up kemarin? Gue ganti"
Vahan menggelengkan kepalanya "gak usah. Justru gue mau berterimakasih sama Lo" ujar vahan menyodorkan sebuah paper bag
Billby mengerutkan keningnya. Hadiah?