kisah ini menceritakan seorang wanita yang dulunya pernah menjadi seorang anak dan ibu 4 orang anak.1 anak kandung dan 3 anak angkat.wanita itu tinggal dengan ibu dan ke 4 anaknya .dan berjuang keras untuk mereka sehingga berhasil memberi kehidupan layak sampai punya usaha.dan bisa memenuhi janjinya memberangkat ibunya naik haji .wanita tersebut tak pernah lelah untuk membahagiakan mereka sampai dia lupa dirinya sehingga dia sakit parah.sebelum wanita itu meninggal dia menitipkan usaha ibu dan ke 4 anaknya kepada adiknya .tapi ternyata bukannya bahagia yang didapatkan malah sebaliknya
akhirnya wanita tersebut berdoa minta diberi kesempatan hidup kembali agar bisa menjemput keluarganya yang dulu untuk kembali dijaganya.
dan jiwanya itu diberi kesempatan untuk transmigrasi ketubuh wanita lain yang punya banyak masalah yang harus diselesaikannya.
kisah ini banyak tantangannya sedih lucu bahagia dan ada tekad tidak pernah menyerah
Selamat menikmati dan mohon maaf bila ada salah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Rejeki rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Dia berkata "kau apa yang lakukan ditempatku hah..."
"Kau sudah lihat jangan bertanya wahai anakku
"
"Aku anakmu kapan km melahirkanku wanita jelek,tua.kepalamu terbentur kah karena itu konserlt sampai gila."
" wah kejamnya bicaramu .ya aku wanita jelek ,tua bodoh dan pendek terserah apa katamu .aku terima.tapi aku bolehkah jadi temanmu.aku kesepian km juga pasti kesepian kan .kita bisa jadi teman bicara."
" bodo amat itu bukan urusanmu.soal teman aku tidak butuh teman.aku juga tidak kesepian karena aku punya banyak kerjaan "
"kasihan.... .ya udah kalau kamu tidak mau jadi temanku tidak apa apa
tapi aku mau jadi temanmu.aku tidak akan pernah menyerah .aku akan datang setiap hari kesini meskipun kamu usir"
"dadah.....teman"
" dasar wanita tua gila"
Setiap hari wanita tersebut setelah selesai menerima hukuman datang ketempat malaikat itu sambil ditemani hewan 2 buas yang udah jadi temannya.meskipun wanita itu tidak boleh masuk tapi wanita itu menunggu diluar sambil berbicara dan bercanda sm teman buasnya
Lambat laun karena kegigihan wanita itu .ada beberapa malaikat menjadi teman wanita itu.mereka bercanda dan bermain.sampai tak terasa hukuman wanita tersebut itu hampir selesai.
"kenapa temanmu tdk mau jadi temanku .apa aku semenyebalkannya sampai dia tidak mau menerimaku"
"ya udah karena hukumanku kurang seminggu lagi .jadi aku mau pamit sama kalian dulu terus mungkin aku tidak kemari dan sampaikan salamku ya kepadanya .bilang aku minta maaf dan trims.dan karena aku mau temani teman buasku"
"dadah....."
"ya aku sampaikan "sambil melambaikan tangan
"kau keluarlah .dia udah pergi .apa kau tidak akan menyesal nantinya karena tidak menemuinya meskipun dia wanita tua jelek tapi menurutku dia wanita tulus dan baik"
Malaikat maut itu pergi aja tanpa bicara meskipun udah mendengarkan nasehat temannya.
Seminggu berlalu selesai wanita itu berada didepan gerbang yang dulu pertama dia masuk.salah satu teman buas lainnya menangis.
"sudah 2 kan nanti aku ketemu kalian lagi.setelah aku mati"
"kau itu berdoa aneh malah ingin kembali kesini"
"bukannya aku berdoa aneh tapi realistis.aku memang akan hidup kembali tapi belum pasti aku tidak akan melakukan kesalahan dan dosa hah..aku juga bukan orang suci yang bisa masuk surga langsung.iyakan"
" benar juga ya kalau gitu aku tunggu kamu pulang kesini selamanya"
"woi enak aja selamanya terus menerima hukuman gitu ,sorry ye.seharusnya itu kalian bilang sementara terus aku masuk surga"
"Huh....."secara bersamaan
"ya udah aku pergi dulu.dadah" sebelum pergi wanita itu memeluk satu persatu teman buasnya
Setelah itu wanita itu berjalan kegerbang dan melewati cahaya yang silau sehingga wanita itu menutup mata .saat membuka matanya wanita tersebut berada dirumah sakit.dan dikamar seorang wanita cantik yang koma yang ditunjukan oleh malaikat maut dulu karena tubuh dengan jiwa kosong yang akan di tempati oleh jiwaku.
Terus aku bingung gimana caranya aku masuk.sebab aku belum diberitahu apa aku langsung masuk aja ketubuh itu atau ada mantranya atau apapun itu dan aku juga tidak bertanya lagi ,bodohnya aku.
Jadi aku diam aja berjam jam terus mondar mandir sambil berpikir apa aku melewatkan sesuatu hal apa tidak.sampai tak terasa malam datang