NovelToon NovelToon
Kau Pura-pura Sekarat, Aku Pura-pura Mati

Kau Pura-pura Sekarat, Aku Pura-pura Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:47.8k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku melakukan semua ini hanya untuk menguji cintanya. Apa dia dapat bertahan dengan aku yang penderita kanker dan miskin. Kalau tidak dapat bertahan, itu artinya dia tidak tulus. Dan tidak pantas memasuki keluarga Wiguna."

Felicia tertegun mendengar percakapan kekasihnya dengan teman-temannya. Dirinya melakukan dua pekerjaan sekaligus, hanya untuk mengobati kekasihnya yang menderita kanker. Hampir setiap hari memakan mie instan hingga sempat mengalami radang usus.

Tapi dua tahun itu hanya pengujian cinta?

Nona muda yang kabur dari perjodohan hanya untuk kekasihnya ini. Ternyata cintanya dianggap begitu murahan.

Dalam keputusasaan, Felicia mengemasi barang-barangnya. Memalsukan kematiannya agar tuan muda keluarga Wiguna tidak mencarinya lagi.

Dirinya menghubungi keluarganya, untuk pertama kalinya setelah 2 tahun.

"Ayah, aku bersedia menikah dengan Gabriel."

Wanita yang berkemas, akan ada saatnya meninggalkan segalanya.

"A...aku tidak akan mencintainya lagi..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiss

“Kamu gila? Kamu menyarankanku untuk membunuh Felicia.” Wanita yang menghela nafasnya, namun menelan ludahnya. Saran dari Kimi sama sekali tidak ada yang salah. Jika terus seperti ini, Hanya tinggal menunggu waktu hingga Felicia merebut status sebagai nyonya keluarga Wiguna.

Kimi memperbaiki lipstiknya. Menatap ke arah cermin memastikan penampilan yang sudah kembali maksimal.”Aku tidak menyarankanmu sama sekali. Aku hanya memberikan contoh tentang pengalaman hidup. Citra, aku hanya mengatakan ini karena aku peduli padamu. Bukan karena ada maksud apapun. Semuanya terserah padamu saja, kamu bebas menggunakan cara apa saja untuk mendapatkan Romi. Tapi kamu juga harus berhati-hati jika kehilangannya nanti. Jangan menyesal, di mana lagi kamu bisa mendapatkan pria loyal dan berkuasa seperti Romi.”

Kimi mengedipkan sebelah matanya, kemudian melangkah pergi meninggalkan toilet wanita. Sementara Citra masih berada di sana. Menatap ke arah penampilannya di cermin. 

Felicia tidak pernah berdandan sama sekali tapi bisa begitu cantik. Sedangkan dirinya, sudah berdandan habis-habisan pun Romi sama sekali tidak ada respon. 

Jadi satu langkah yang paling tepat…Mungkin memang membunuh Felicia. 

Jemari tangan Citra gemetar, wanita yang mengamati keadaan sekitar. Memang satu hal yang menjadi kelemahan Citra. Wanita itu sering begitu terburu-buru dalam melakukan apapun. 

Pada akhirnya Citra menghubungi seseorang. 

“Ha…halo…” papanya pada seseorang di seberang sana. 

“Ini siapa!?” Suara seorang pria yang terdengar samar. 

“Namaku Citra, aku mendapatkan nomor ini dari ayahku. Katanya jika ada tugas pengamanan atau tugas yang memerlukan bantuan preman, dapat menghubungi nomor ini. Tapi…” Citra terdengar benar-benar ragu. 

“Tapi apa? Cepat aku tidak punya waktu melayani orang iseng!” Bentak orang di seberang sana mendengar orang yang menghubunginya terlebih dahulu tidak tegas.

Citra menelan ludahnya, Romi bahkan sudah menyiapkan cincin. Itu artinya cepat atau lambat jalannya akan tertutup untuk menjadi nyonya Wiguna. Karena itu…

“Apa kalian bisa membunuh? Maksudku benar-benar membunuh orang. Aku bisa memberikan bayaran yang tinggi.” Citra menelan ludahnya berkali-kali. Dirinya tidak bisa memikirkan hal lain. 

“Tergantung…Apa itu adalah orang penting? Kalau orang penting, akan sulit bagi kami.” 

Jawaban seseorang di seberang sana membuat Citra bernafas lega. Itu artinya orang tersebut bisa membunuh, asalkan bukan orang yang penting atau berpengaruh. 

“Hanya seorang wanita miskin yang tinggal seorang diri di kota ini. Kamu minta bayaran berapa?” Citra menelan ludahnya, tangannya masih gemetar. Untuk menyakiti Felicia itu adalah hal yang sering dilakukan olehnya. Tapi untuk membunuh, Ini pertama kalinya…

“250 juta, Tidak kurang tidak lebih. Dalam artian kalau kamu berani menawar maka—” kalimat dari pria itu disela.

“Deal! Aku sama sekali tidak akan menawar, tapi satu syarat. Tidak boleh ketahuan bahwa aku yang merencanakan pembunuhannya. Sebelum ajalnya, Aku ingin menghubunginya untuk terakhir kalinya.” Citra tersenyum menyeringai, kali ini dirinya akan benar-benar berhasil membunuh Felicia. 

“Baik! Tapi, Apa kamu ingin merekayasa ini menjadi pembunuhan yang wajar? Atau menyamarkannya sebagai perampokan. Kalau menjadikan kematian yang wajar, bayarannya tetap 250 juta. Tapi kalau kamu ingin menyakiti target sebelum kematiannya, kami dapat merekayasa ini menjadi perampokan. Bayarannya naik menjadi 500 juta.” Pria di seberang sana bernegosiasi. 

Citra memikirkan segalanya, jika ini dijadikan sebagai kasus tidak sengaja tenggelam…atau mungkin bunuh diri. Maka tidak akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 

“Aku ingin menjadikan ini sebagai kematian yang wajar. Rekayasa ini sebagai kasus bunuh diri. Buat orang itu seperti sengaja mengakhiri hidupnya.” Citra menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Wajahnya tersenyum menyeringai, dirinya akan menyingkirkan Felicia selama-lamanya. 

Wanita yang sama sekali tidak menyadari, Kimi sama sekali tidak pergi. Wanita itu berdiri di depan pintu toilet wanita. 

Handphone miliknya digunakan untuk merekam semua percakapan Citra. Wajahnya tersenyum menahan tawanya. Citra memang orang yang gegabah, terlalu mudah diprovokasi. 

Rekaman yang pada akhirnya dikirimkan pada Felicia. Agar wanita itu menjadi lebih waspada. 

Tapi…

Memang benar adanya, kalau dipikirkan sekali lagi jika Felicia menikah ke dalam keluarga Wiguna, maka wanita itu hanya akan berakhir mati menjadi samsak hidup. 

Bagaimana tidak… Romi lebih mementingkan Citra daripada Felicia. Nyonya dan Tuan Wiguna keduanya mencurigai Felicia akan mengambil harta mereka. Bahkan jika Felicia bercerai sekalipun, mereka membuat perjanjian tidak manusiawi. Tidak ada pembagian harta, bahkan hak asuh anak pun ada pada suami. 

Jika dipikirkan sekali lagi itu adalah perjanjian yang gila…

“Pada akhirnya…Felicia dapat bebas.” Gumam kini melangkah kembali menuju ruangan yang disewa oleh mereka. 

***

Sementara itu di tempat lain_

Gabriel tengah duduk di tempat tidur, tempat tidur spons yang sejatinya tidak begitu nyaman. Sedangkan Felicia berbaring menjadikan paha Gabriel sebagai bantalnya. 

Inilah hubungan adik dan kakak. Ingat! Hanya adik dan kakak…

Gabriel tengah memegang tabnya, beberapa proposal dan data dikirimkan melalui e-mail. Dirinya tidak diperbolehkan bekerja beberapa hari ini oleh ayahnya. Itu karena persiapan pernikahan yang sudah dekat. 

“Wah…gerakan Kimi cepat juga.” Felicia tersenyum, memutar rekaman yang dikirimkan oleh Kimi.

“Dia sudah berencana untuk membunuhmu. Jadi apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Gabriel membelai rambut adiknya. 

“Tentu saja mati mengikuti keinginan mereka. Kakak akan tetap menjagaku bukan? Setelah ini aku janji akan pulang! Lalu kita akan mengadakan acara pernikahan.” Felicia terkekeh, wanita yang menikmati sosis bakar berukuran besar. Sosis yang diolesi oleh saus tomat dan mayones.

Mulutnya yang kecil bagaikan tidak muat memakan sosis itu. Tangan Gabriel bergerak, membersihkan saus mayones yang ada di sudut bibir Felicia. 

“Kamu benar-benar menyukai makanan murahan ya?” Gabriel mengangkat sebelah alisnya. 

“Makanan murahan? Kakak sama sekali tidak tahu, ini adalah makanan premium. Aku bekerja siang dan malam selama 2 tahun untuk menghidupi pria yang tidak sakit sama sekali. Hanya bisa makan mie instan, terkadang makanan sisa kemarin dari penghuni kos lain. Membeli sosis bagaikan sebuah anugerah, padahal dulu setiap hari Sabtu kakak selalu membawaku ke restoran sushi.” Ingin rasanya Felicia menangis. 

Kembali memasukkan sosis yang begitu besar itu ke dalam mulutnya. Hingga saus mayo kembali mengotori sudut bibirnya. Wanita yang masih berbaring menjadikan paha Gabriel sebagai bantalnya. 

Gabriel hanya mengangkat sebelah alisnya, kembali mengelap saus mayones yang begitu putih dan kental di sudut bibir Felicia.”Dasar…tahi kucing rasa coklat, tahi kambing rasa choco chip, tahi tikus rasa meses, tahi sapi rasa coklat Dubai. Saat denganku kamu selalu mengeluh makanan tidak enak. Saat dengannya nasi putih pun kamu makan. Kamu tahu…Aku kesal.”

“Kakak bisa kesal padaku?” Felicia memasang raut wajah semanis mungkin.

“Tentu saja bisa! Kamu pikir hanya kamu yang bisa ngambek hingga meninggalkan rumah.” Sang kakak menggeleng heran kepada adiknya. 

“Lalu bagaimana caranya untuk menghentikan amarahmu.”

“Kiss…harus penuh penghayatan.” 

1
Indar
Kimi benar2 ketibanan durian runtuh dan dia mengambil keputusan yg tepat utk datang kepestanya Felicia 👍☺️☺️
yula
💪💪💪💪💪thor lanjut
Ufiyyyy
jeng jeng jeeeeeng....
Lina Sofi
boom yg terkuak
mimief
seneng amet Bu
kyk lame turah dapat bahan baru buat konten gosip nya 🤣🤣🫣
Biyan Narendra
eng ing eng
kebenaranpun menemukan jalannya
Dila Dilabeladila
lanjut thorrrrrr👍👍👍👍
yesi yuniar
kimi gercep juga 👍👍👍
Fa'iqoh Siti Elok
dam boom
Biyan Narendra
next thoor
ryuka
wkwkwwk.. kimi jgn ampe serangan jantung 🤣🤣🤣🤣🤣
Biyan Narendra
kimi yg nerima pakwt
saya yg tegang
Nur Halida
mampus beneran kalian ... hahahaha aku tertawa jahat😁
Ufiyyyy
trnyata dwika blm tau ttg kbr trbaru dr felicia.
Ufiyyyy
kimi trkejoooottt🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
yesi yuniar
hanya kimi yang paling bahagia diantara teman2 romi dan citra lainnya 😆
Nur Wahyuni
memang benar dwika dan citra mati aja sekalian 😄😄😄
Lina Sofi
hancur kan citra busuk ganggu orang pacaran aja pdhl dia sendiri penyakitan
Fa'iqoh Siti Elok
memang mampus kalian,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!