cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan
Di tempat lain tepatnya di rumah kediaman Aditama telah di hebohkan dengan suara-suara perdebatan antara nyonya Aditama yang bernama nyonya Casandra angara dengan anak semata wayangnya yaitu Dimas Anggara Aditama.
" Dimas anak mama yang ganteng dan rupawan ayolah datang ke pertemuan dengan anak temen mama nanti malam di cafe mawar nanti sore" ucap mama Casandra
" mama ini kenapa sih sukanya jodoh-jodohin aku kayak gini" ucap Dimas
" Ayolah sekali ini saja datang dan temuin anak temen mama namanya meli tapi kalau sedih jadi melow ya dia cantik loh baik hati dan tidak sombong" ucap mama Casandra
" hiiiss mama ini kemaren juga bilangnya sekali ini saja tapi ujung-ujungnya juga jodohin aku lagi dengan yang lain" ucap Dimas Anggara
" Janji deh mama sekali ini saja mama yakin kamu pasti kepincut sama meli ini karena mama pernah ketemu dia, dan dia anaknya sopan banget" ucap mama Casandra
" Iya deh demi mama, lagian aku ini masih muda ma masih 30 tahun kenapa mama ngebet banget pengen aku nikah?" ucap Dimas Anggara
" Ya kan mama juga mau cepet-cepet punya cucu Dimas biar mama gak kesepian kalau kamu dan papa ke kantor" ucap mama Casandra dengan cemberut
" Ya sudah doakan saja. Secepatnya aku dapat jodoh" ucap Dimas Anggara
" Gimana mau segera dapat jodoh kamu saja sibuk terus dengan kerjaan kamu mana ada waktu buat cari jodoh" ucap mama Casandra
" Lah itu tau kalau aku sibuk, lagian bukan aku gak mau cari jodoh ma tapi aku hanya ingin menyiapkan untuk masa depan agar nanti kalau aku sudah nikah dan punya anak, istri dan anakku gak kekurangan ma" ucap Dimas
" Hey kamu ini sok sibuk banget padahal meski kamu gak kerja 1 hari juga gak akan bangkrut tuh perusahaan mu toh juga ada asistenmu yang bisa handel kerjaanmu" ucap mama Casandra
" Mama gak boleh ngomong gitu iya nanti aku temuin itu sih meli di cafe mawar kan iya nanti jam 7 malam aku kesana" ucap Dimas Anggara
" Nah gitu dong baru anak ganteng Mama" ucap mama Casandra dengan senyum merekah
" kalau gitu mama kabari dulu teman mama biar meli bisa siap-siap Kencan nanti malam" ucap mama Casandra
Setelah perdebatan antara mama dan anak selesai, Dimas Anggara pun segera meluncur ke kantor tempat dia bekerja yaitu di perusahaan ADITAMA GROUP.
Sesampainya di depan kantor, Dimas Anggara langsung masuk melewati lobi dan langsung memasuki lift khusus untuk para petinggi kantor menuju lantai 20 tempat ruangannya bekerja.
Dimas yang terkesan dingin dan cuek tapi nyatanya begitu banyak pasang mata yang menatap mengagumi ketampanan yang hakiki. Tubuh tegap,tinggi 170 cm, kulit putih bersih, hidung mancung, bibir tipis berwarna pink alami, mata indah berwarna huzle nampak sempurna di mata kaum hawa.
Sesampainya di depan meja sekertarisnya yang bernama Jihan Dimas berhenti sejenak.
" Eghemm .... Jihan tolong nanti kalau Hendra sudah datang suruh segera menemui saya" ucap Dimas Anggara
" Baik pak, ada lagi?" tanya Jihan
" Tolong Suruh OB bawakan saya coklat panas ke ruangan saya" ucap Dimas Anggara
" Baik pak" ucap Jihan
Setelah selesai mengutarakan keinginannya Dimas Anggara memasuki ruangannya Dimas Anggara adalah seorang CEO di perusahaan Aditama Group, dan perusahaan ini bekerja di bidang konstruksi yang sudah banyak di kenal sebagai perusahaan nomor 2 terbesar di Asia dan Eropa.
Tok... Tok... Tok ...
" Masuk" ucap Dimas Anggara
" Bapak memanggil saya?" tanya Hendra
" Hemmm jangan sok formal gitu kalau lagi berdua begini Hen aku geli mendengarnya" ucap Dimas Anggara.
Ya karena Hendra adalah sepupu dari mama Casandra, mamanya Hendra yang bernama nyonya Aulia adalah adik dari mama Casandra.
" hehe ada apa kamu memanggil saya, tumben wajah kamu di tekuk gitu biasanya kan wajahmu itu sudah datar di tambah di tekuk gini malah kayak amburadul mukamu" ejek Hendra
Pluk....
Satu bolpoin mendarat dengan sempurna di kening Hendra
" hey sakit tau dasar kakak sepupu Ndak punya adab" gerutu Hendra sambil mengelus keningnya
" Lagian mulutmu enteng banget menghinaku" ucap Dimas Anggara dengan kesal
" Ya habis mukamu gitu banget udah kayak ibu-ibu kurang jatah" ucap Hendra
Pluk....
Satu lagi bolpoin mendarat dengan sempurna di kening Hendra.
" sekali lagi menghinaku gajimu bulan ini saya potong 20%" ucap Dimas Anggara
" Slow brooo jangan kayak gitu dong main sunat gajiku saja, udah kerja kayak kerja rodi Malah mau di sunat gajiku" gerutu Hendra
" kalau kamu gak mau ya sudah aku tunggu surat pengunduran diri kamu, masih banyak orang di luar sana yang mau bekerja di sini" ucap Dimas Anggara dengan entengnya
" Ok... Ok sorry ada apa sebenarnya kamu manggil aku" ucap Hendra yang pasrah dengan kelakuan sepupu yang merangkap jadi bos
" Nanti malam tolong kamu gantikan aku untuk ketemu anak temen mama di cafe mawar jam 7 namanya meli" ucap Dimas Anggara
" Hahahahaaa jadi mukamu di tekuk dari tadi gara-gara mau di jodohin sama Tante Casandra hahaha" ucap Hendra di sela tertawa
" Kamu mau tidak kalau mau aku kasih bonus kalau gak potong gaji 20% " ucap Dimas
" yeeeee itu bukan penawaran namanya tapi pemerasan dan pemaksaan" ucap Hendra sambil melotot
" Tolong matanya di kondisikan sebelum saya congkel sama linggis" ucap Dimas Anggara
" Dasar psikopat, udah pemaksaan psikopat lagi lengkap sudah hidupmu" ucap Hendra
" Sudah urusanku dan kamu telah selesai silahkan keluar dari ruangan saya dan jangan lupa tugasmu nanti malam" ucap Dimas Anggara dengan entengnya
" Berasa jadi tebu aku habis manis sepa di buang" ucap Hendra sambil melangkah
Setelah sampai di ruangnya Hendra langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan terus saja menggerutu.
" kalau bukan karena sepupu dan bos sudah aku tampol tuh wajahnya Dimas Anggara yang main suruh saja mana kalau gak mau gajiku terancam di sunat huuuu nasib.. Nasib" gumam Hendra
Ting.....
Suara notifikasi di HP Hendra, setelah membuka notifikasi tersebut mata Hendra langsung berbinar dan bibir yang awalnya cemberut langsung tersenyum merekah melihat notifikasi yang ada di m-banking yang telah mendapatkan transferan bonus dari Dimas Anggara.
" kalau kayak gini aku meski di suruh nemuin meli sih aku mau, jangankan nemuin pacarin meli juga aku mau hahahahaa" gumam Hendra dengan senyum merekah
Setelah puas tertawa karena bahagian mendapatkan bonus, Hendra langsung berlari ke ruangan Dimas Anggara.
Tok...Tok ...Tok....
"Masuk" ucap Dimas Anggara
setelah mengetuk pintu Hendra langsung mengutarakan keinginannya.
" Bos saya mau keluar sebentar" ucap Hendra
" Ngapain kerjaan masih banyak kok mau keluar enak saja" ucap Dimas Anggara
" Aku mau beli sesuatu untuk aku bawah saat pertemuan nanti " ucap Hendra
" Gak boleh ini masih jam kerja nanti saja kamu keluar saat jam makan siang" ucap Dimas Anggara
" Ya sudah kalau gak boleh aku gak jadi datang ke pertemuan nanti malam" ucap Hendra
" Ya sudah kembalikan bonus yang saya transfer ke kamu barusan"ucap Dimas Anggara
" Yee gak ada ya sesuatu yang sudah di kasih pamali untuk di minta kembali" ucap Hendra
" Ya sudah gajimu saya potong 50 % bulan ini" ucap Dimas Anggara dengan entengnya.
*_____Kira-kira jadi tidak ya acara pertemuan nanti malam....???? Selamat membaca kakak semua *