NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5

Di halaman parkir bawah tanah apartemen, dua sepeda motor sport berwarna gelap tampak berkilau diterangi cahaya lampu. Sara mengenakan jaket kulit hitam yang pas di tubuhnya, tak lupa helm full face nya juga sudah sepasang sempurna di kepala, duduk tegap di atas kendaraannya. Tak jauh darinya, Leon juga sudah bersiap di atas motornya sendiri, sikapnya tetap tenang namun matanya tetap waspada.

“Kau tampak tak sabar sekali, seolah sudah lama menantikan hal ini,” ucap Leon sambil tersenyum tipis, suara samar terdengar dari balik helmnya.

“Aku ingat betul betapa kau sangat menguasai jalanan berkelok di pegunungan Italia sana. Di sini juga ada tempat yang sering menjadi ajang uji kecepatan diam‑diam anak muda kota ini… tempat di mana keberanian dan keahlian diuji habis‑habisan. Apa kau mau melihatnya?”

Sara tersenyum lebar, matanya menyala penuh semangat. “Tentu saja! Sudah lama rasanya aku tak merasakan deru napas jalanan yang sesungguhnya. Ayo kita lihat seberapa hebat pembalap lokal di sini.”

Tanpa banyak bicara lagi, kedua kendaraan itu melesat beriringan membelah jalan raya yang makin sepi, menuju kawasan berkelok di pinggiran bukit yang sejak lama menjadi tempat berkumpulnya para penggemar kecepatan. Sesampainya di sana, riuh rendah suara mesin dan sorak‑sorai penonton langsung bergema membelah hening malam. Di tengah keramaian itu berdiri sosok yang tak asing lagi di dunia pencinta balapan. Raven Krishnawardhana, bersama ketiga sahabat setianya: Arga, Alden, dan Andra. Malam ini ia akan berhadapan dengan saingan beratnya, Gilang, pemimpin Geng Kobra, beserta beberapa peserta lain yang sudah bersiap di garis start.

Bruuum… Bruuumm!

“Ra‑ven! Ra‑ven!” seru para pendukungnya dengan penuh semangat.

“Gi‑lang! Gi‑lang!” sahut pendukung lawannya yang tak kalah berapi‑api.

Dari balik helm full face masing-masing, Raven dan Gilang saling menatap tajam seolah sedang beradu kekuatan hanya lewat pandangan mata. Seorang gadis cantik berpenampilan mencolok maju ke depan sambil memegang bendera tanda mulai perlombaan, lalu mulai berhitung mundur dengan suara lantang.

“Tiga… Dua… Satu! Goooo!”

Bruumm!

Bendera dikibaskan ke udara, dan seketika itu juga seluruh peserta langsung melesat bagaikan anak panah, saling berkejaran dan berusaha mendahului tanpa mau mengalah sedikit pun. Perlombaan berlangsung sangat sengit hingga penonton menahan napas.

Agak menjauh dari kerumunan, Sara dan Leon duduk santai di atas kendaraannya masing‑masing sambil mengamati jalanya balapan.

“Sara, pemuda yang mengendarai motor berwarna merah itu… bukankah dia siswa di SMA Bina Bangsa sama sepertimu?” ucap Leon yang langsung mengenali sosok itu.

“Benar. Namanya Raven, ketua kelompok Geng Phoenix,” jawab Sara singkat tanpa mengalihkan pandangan dari lintasan balap yang masih berlangsung seru.

Pada putaran pertama, Gilang masih memimpin jauh di depan. Namun memasuki putaran kedua, tepat di tikungan tajam menjelang garis finis, Raven dengan cerdik dan berani menyalip lawannya. Seperti yang sudah diduga banyak orang, Raven kembali keluar sebagai pemenang mutlak. Ia menguasai setiap lengkungan jalan dengan ketepatan yang menakjubkan, menjauhkan diri dari lawan‑lawannya dengan mudah.

Gilang, yang selama ini selalu berusaha menyaingi kehebatan Raven namun tak pernah berhasil merasa tak terima.

“Sial! Padahal sedikit lagi aku bisa mengalahkannya! Dia pasti berbuat curang!” gerutu Gilang penuh dendam. “Kita berikan dia pelajaran yang pantas! Saat ia pulang nanti!” timpal anak buahnya yang juga sama kesalnya.

Sementara itu, ketiga sahabat Raven langsung bersorak riang menyambut kedatangannya.

“Hebat! Kita menang lagi!” seru Arga penuh kegembiraan.

“Sudah pasti, sampai saat ini belum ada yang mampu mengalahkan pemimpin kita,” tambah Alden dengan nada bangga.

Tak lama kemudian, keramaian perlahan bubar. Raven, Arga, Alden dan Andra pun beranjak pulang dengan santai.

Namun saat mereka baru saja memasuki ruas jalan yang sepi dan gelap, tiba‑tiba sepasang kendaraan besar memotong jalan mereka, menghadang mereka rapat. Keluar belasan pemuda berbadan tegap yang membawa senjata sederhana, dipimpin langsung oleh Gilang yang menatap tajam penuh kebencian.

“Kau pikir bisa begitu saja pergi setelah mempermalukan kami semua?” seru Gilang keras. “Hari ini kau akan belajar bahwa tidak semua hal bisa kau menangi semudah itu!”

Tanpa peringatan lebih lanjut, mereka langsung menyerbu bergerombol mengepung. Raven dan kawan‑kawannya yang dihadang tiba-tiba tanpa persiapan, hanya bisa berjuang sekuat tenaga menahan serangan berlebihan dari musuhnya, namun jumlah musuh yang jauh lebih banyak dan mereka juga menggunakan tongkat besboll sebagai senjata membuat Raven dan sahabatnya semakin mendesak hingga terpojok.

Tak jauh dari sana, di balik bayangan pepohonan yang rimbun, Sara dan Leon berhenti sejenak mengamati pemandangan itu dari kejauhan. Pandangan mereka bertemu sesaat, lalu keduanya perlahan menyeringai penuh arti, seolah satu pikiran yang sama melintas serentak di kepala mereka.

“Sepertinya sedikit olahraga malam juga tak buruk!” seru Sara dengan nada ceria namun berkilau tajam, sambil memasang masker dan topi gelap yang kini menyemarkan dirinya dengan sempurna. “Bagaimana menurut, Kak Leon? Apa Kak Leon tertarik?"

“Tentu saja, Nona Sara. Aku pun merasa sudah terlalu lama berdiam diri saja." jawabnya sigap.

Tanpa menunggu lagi, keduanya melesat maju bagaikan dua bayangan gelap yang tak terlihat datangnya. Gerakan mereka begitu cepat, luwes, dan sangat tepat sasaran; setiap sentuhan tangan langsung membuat penyerbu terhuyung jatuh tak berdaya, seolah mereka telah terlatih menghadapi bahaya seumur hidup. Raven dan ketiga temannya tertegun takjub melihat dua sosok misterius itu tiba‑tiba berdiri di samping mereka menjadi tameng yang kokoh dan tak tergoyahkan.

Tak ada ucapan perkenalan, tak ada penjelasan, hanya keahlian bertarung yang luar biasa yang membuat Geng Kobra itu kewalahan hingga akhirnya menyerah dengan cara lari terbirit‑biru ketakutan meninggalkan tempat itu tanpa sepatah katapun. Hanya tersisa kebingungan dan rasa kagum yang mendalam di hati Raven, Arga, Alden dan Andra.

Namun sebelum sempat mereka berterima kasih atau sekedar bertanya siapa penolong misterius itu, kedua sosok itu sudah berbalik cepat kembali ke kendaraan mereka. Hanya suara lembut namun tegas yang terdengar terbawa angin malam.

"Lain Kali berhati-hati lah Raven… pertarungan ini belum selesai sepenuhnya.”

Bersamaan dengan itu, deru mesin kembali menderu kencang, membawa mereka lenyap seolah tak pernah ada di sana sama sekali. Raven berdiri diam menatap ke arah kepergian mereka, jantungnya berdebar tak menentu. Suara itu… terdengar begitu akrab di telinganya, namun siapa pemiliknya? Dan kekuatan serta keahlian yang baru saja disaksikannya jelas bukan milik orang biasa… entah mengapa, hatinya merasa yakin suatu saat ia akan bertemu kembali dengan sosok penuh rahasia itu.

Bersambung…

 

.

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!