NovelToon NovelToon
Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Hamil Anak Mantan Dinikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayamgoreng

Di hari ulang tahun suaminya, Nadia berjalan dengan hati penuh bunga. Dua garis merah di tangannya adalah hadiah terindah yang ingin ia persembahkan untuk Arkan–suaminya.

Namun, kejutan manis itu berubah menjadi mimpi buruk yang menghancurkan dunianya.

Di balik pintu sebuah restoran mewah, Nadia memergoki Arkan tengah memeluk mesra Ghea—kakak tirinya sendiri.

Bukan hanya dikhianati, Nadia juga harus menelan pil pahit saat mendengar kenyataan bahwa pernikahan mereka hanyalah kedok busuk Arkan untuk menguras habis seluruh harta warisan mendiang ayah Nadia.
Di ambang keputusasaan, di bawah guyuran hujan yang menyamarkan air matanya, Nadia hampir kehilangan nyawanya dan bayi di kandungannya. Tepat saat itu, sebuah tangan kekar menyelamatkannya.
Devan Alister. Pria berkuasa, sekaligus musuh bebuyutan suaminya di dunia bisnis, hadir dan menawarkan sebuah aliansi berbahaya.

"Ikut denganku, kita hancurkan mereka bersama. Sebagai gantinya, jadilah istri sandiwaraku selama satu tahun."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayamgoreng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 kilau sang ratu

Grand Ballroom Hotel Alister malam itu dipenuhi oleh kilauan lampu kristal dan deretan kaum elite ibu kota. Ratusan pengusaha kelas atas berkumpul untuk menghadiri Gala Tahunan Alister Group, acara bisnis paling bergengsi tahun ini.

Di sudut ruangan, Arkan berdiri dengan gelisah, berkali-kali merapikan jasnya. Di sampingnya, Ghea menggelayut manja di lengannya, mengenakan gaun merah menyala yang terlalu mencolok, tampak bangga bisa menghadiri acara semewah ini.

"Arkan, kalau proyek pelabuhan ini disetujui oleh Pak Devan malam ini, perusahaan kita akan langsung melejit naik" bisik Ghea dengan mata berbinar serakah.

Arkan mengangguk tegang. "Aku sudah menyiapkan proposal terbaik. Aku harus memastikan Devan Alister mau menandatanganinya malam ini juga."

Tiba-tiba, lampu di dalam ballroom sedikit meredup, dan sorot lampu utama langsung mengarah ke pintu masuk megah. Suara pembawa acara menggema melalui pengeras suara.

"Menyambut kedatangan CEO Alister Group, Tuan Devan Alister."

Pintu terbuka lebar. Devan melangkah masuk dengan setelan tuksedo hitam yang dipotong sempurna, memancarkan aura kepemimpinan yang mutlak. Namun, yang membuat seluruh ruangan menahan napas bukan hanya kehadiran Devan, melainkan sosok wanita yang menggandeng lengannya.

Wanita itu adalah Nadia.

Nadia tampil luar biasa memukau dalam balutan gaun malam berbahan sutra premium berwarna navy blue yang jatuh dengan anggun di tubuhnya. Rambutnya disanggul modern dengan beberapa helai membingkai wajahnya yang dipulas riasan natural namun berkelas. Desain gaunnya yang jenius sama sekali tidak memperlihatkan perutnya yang mulai membuncit, justru menonjolkan leher jenjang dan pundaknya yang indah.

Nadia tidak lagi tampak seperti istri rumahan yang tertindas. Malam ini, dia berjalan dengan dagu terangkat, memancarkan aura seorang ratu.

Prang!

Gelas sampanye di tangan Arkan terlepas, hancur berkeping-keping di lantai. Matanya membelalak sempurna, menatap tidak percaya ke arah panggung utama.

"N-Nadia?!" desis Arkan, suaranya tercekat di tenggorokan.

Ghea di sampingnya langsung mematung, wajahnya mendadak pucat pasi. Rasa iri yang luar biasa membakar dadanya melihat Nadia berdiri di samping pria paling berkuasa, mengenakan perhiasan berlian yang harganya bahkan tidak bisa dibeli dengan seluruh isi dompet Ghea.

Tanpa memedulikan bisik-bisik kagum dari para tamu undangan, Devan membimbing Nadia menuju tengah aula. Pria itu mengambil mikrofon yang disodorkan oleh asistennya.

"Terima kasih atas kehadiran Anda sekalian malam ini" suara bariton Devan menggema, berwibawa. "Selain merayakan pencapaian tahunan, malam ini ada hal sangat penting yang ingin saya umumkan kepada publik."

Devan menoleh ke arah Nadia, menatapnya dengan tatapan yang sengaja dibuat penuh kelembutan di depan kamera para wartawan.

"Wanita di samping saya ini adalah Nadiara. Mulai malam ini, dia adalah tunangan saya, dan dalam waktu dekat akan resmi menjadi Nyonya Alister."

Gila! Seluruh ruangan riuh oleh tepuk tangan dan jepretan kamera.

Arkan yang sudah kehilangan akal sehatnya langsung menerobos kerumunan tamu, mengabaikan tatapan heran orang-orang. Dia berlari mendekati podium tempat Devan dan Nadia berdiri.

"Nadia! Apa-apaan ini?! Kamu masih istriku! Kita belum resmi bercerai dan aku belum setuju dengan surat cerai itu!" teriak Arkan frustrasi, membuat perhatian seluruh tamu undangan langsung tertuju padanya.

Nadia menghentikan langkahnya, berbalik perlahan, lalu menatap Arkan dengan pandangan yang sangat dingin dan asing.

"Arkan. Surat gugatan cerai sudah dikirim ke rumahmu satu jam yang lalu dan aku tidak peduli apakah kamu setuju atau tidak" ucap Nadia, suaranya terdengar jernih dan tegas melalui mikrofon yang masih menyala.

Arkan hendak maju mencengkeram lengan Nadia, namun Leo dan beberapa petugas keamanan berbadan kekar langsung mengunci pergerakan Arkan.

Devan melangkah maju, berdiri di depan Nadia untuk memblokir pandangan Arkan. Pria itu menatap Arkan seperti sedang melihat seekor semut yang siap diinjak.

"Tuan Arkan" ucap Devan dengan nada meremehkan yang sangat kentara. "Kukira kamu datang ke sini untuk menyerahkan proposal proyek pelabuhan." Sindir Devan.

Arkan terengah-engah, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman sekuriti. "Pak Devan, tolong profesional! Ini urusan bisnis, jangan sangkut pautkan dengan wanita ini!"

Devan terkekeh sinis. Dia mengambil berkas proposal milik Arkan yang sempat dibawa oleh Leo, lalu menjatuhkannya begitu saja ke lantai, tepat di depan sepatu Arkan yang mahal.

"Alister Group tidak akan pernah bekerja sama dengan pria tidak bermoral yang mengkhianati istrinya sendiri demi wanita simpanan" ujar Devan dengan suara yang cukup keras hingga terdengar oleh seluruh rekan bisnis top di ruangan itu. "Mulai detik ini, seluruh anak perusahaan Alister Group memutus hubungan kerja dengan perusahaanmu. Blacklist namanya dari semua proyek di kota ini."

Bisik-bisik sinis dan pandangan jijik langsung tertuju pada Arkan dan Ghea yang berdiri gemetar di belakangnya. Nama Arkan hancur total dalam satu malam.

Nadia memandangi mantan suaminya yang kini bersimpuh di lantai untuk memunguti proposalnya yang dicampakkan. Tidak ada lagi rasa sakit di hati Nadia, yang ada hanya kepuasan yang luar biasa. Pembalasan dendamnya baru saja dimulai.

★★★

Hayo, menurut kalian Arkan bakal nyesel gak ya setelah ini?🤔

1
Rita Rita
pokoknya begitu klik langsung lebur,, AQ paling suka gercap,,,
Rita Rita
diri ku mampir, keknya menarik banget alur ceritanya Thor,,
KakLia
canggung bngt yah pak🤭
KakLia: terserah kk aja, kan author adalah penguasa🤣
total 2 replies
Ayamgoreng
wah ad yg komen. oke!! udh ta up satu tuh
Iffanaya 😽
kuy ditunggu lanjutannya kk 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!