Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
..."Diam!! Semuanya diam!!" teriak Indra histeris, melambaikan tangannya secara acak ke arah kamera wartawan dan orang-orang di sekitarnya....
...Wajahnya merah padam, nafasnya terengah-engah karena kepanikan luar biasa....
..."Aku tidak bisa diam, Indra!!" balit Ratri dengan suara melengking penuh ketegasan yang memecah kerumunan. ...
...Air mata kekecewaan menetes di pipinya, namun tatapannya memancarkan keberanian yang luar biasa....
..."Kamu tega membuang anakku dan menggantikan anak selingkuhanmu untuk menjadi anakku!! Kamu memisahkan aku dari Rizal dan Sandra selama puluhan tahun demi menutupi kelakuan bejatmu!" lanjut Ratri, jarinya menunjuk lurus ke arah Indra dan Imelda. ...
..."Dan kalian semuanya... hanya parasit di hidupku!"...
..."Mama! Aku anak Mama! Nggak mungkin, Ma!!" teriak Tasya makin histeris. ...
...Ia berusaha merangsek mendekati Ratri dan memegang bajunya, namun Thomas dengan sigap memasang badan memblokir pergerakannya....
..."Bukan!" tekan Ratri dingin, menatap Tasya tanpa rasa iba sedikit pun. ...
..."Kamu bukan anakku. Kamu anak dari wanita yang selalu kalian panggil Tante itu!"...
...Mendengar ucapan teguh Ratri, seluruh wartawan makin gencar mengambil gambar dan menyodorkan mikrofon ke arah Imelda dan Indra. ...
...Imelda hanya bisa menutupi wajahnya rapat-rapat, sementara Tasya dan Gabriel terduduk lemas di aspal, tak percaya bahwa seluruh kebohongan mewahnya runtuh seketika di depan media nasional....
...Imelda tertawa kecil, suara tawa hambar yang perlahan berubah menjadi kekehan penuh kepahitan dan dengki di hadapan kamera wartawan yang masih terus menyorotnya....
..."Kenapa kamu selalu hidup enak, Ratri?!" teriak Imelda dengan mata memerah menahan amarah yang telah lama terpendam. ...
..."Sedangkan aku... aku selalu ada di belakangmu! Kenapa?! Kenapa dunia harus selalu memihak kamu?!"...
...Ratri melangkah perlahan mendekat ke arah Imelda, mengabaikan kilatan lampu kamera....
...Tatapan matanya penuh dengan rasa kecewa yang amat mendalam pada wanita yang dulu sangat ia percayai....
..."Aku menganggapmu sebagai sahabatku... saudaraku sendiri, Imelda. Tapi ini balasanmu?" ucap Ratri, suaranya bergetar menahan perih di dada. ...
..."Padahal aku selalu membantumu saat kamu kesusahan. Apapun yang kamu minta, aku beri. Tapi kamu malah merusak rumah tanggaku dan menukar anak-anakku!"...
...Imelda memalingkan wajahnya, tidak berani menatap manik mata Ratri yang begitu jujur dan terluka....
..."Sekarang kamu harus tanggung jawab dan urus kedua anakmu sendiri," tegas Ratri dingin, menyuarakan keputusan mutlak yang tak lagi bisa diganggu gugat....
...Tasya dan Gabriel yang mendengar hal itu langsung histeris. ...
...Bayangan hidup sengsara di rumah kontrakan sempit tanpa harta dan fasilitas mewah seketika menakutkan pikiran mereka....
..."Aku tidak mau!!" jerit Tasya dan Gabriel kompak sambil menggelengkan kepala keras-keras, air mata ketakutan mengalir deras di pipi mereka saat menyadari kenyataan pahit bahwa kehidupan manis yang selama ini mereka nikmati telah hancur sepenuhnya....
...Devandra melangkah maju dengan tenang namun penuh wibawa. ...
...Di belakangnya, beberapa pria bersetelan jas rapi dari tim pengacaranya serta sejumlah aparat kepolisian berseragam lengkap menyibak kerumunan wartawan dan berjalan mendekat....
..."Tuan Indra dan Nyonya Imelda," ujar Devandra dengan suara bariton yang dingin dan mematikan. ...
..."Hari ini, atas nama Ny. Ratri, kami resmi melaporkan kalian berdua atas tindak pidana kejahatan penelantaran anak, pemalsuan identitas, serta tindakan kriminal menukar bayi belasan tahun yang lalu."...
...Polisi langsung bergerak maju dan memegang kedua lengan Indra serta Imelda. ...
...Borgol besi berkilat di bawah sorotan kamera wartawan....
..."Nggak! Lepaskan aku! Indra, lakukan sesuatu!!" jerit Imelda histeris, mencoba memberontak namun cengkeraman petugas terlalu kuat. ...
...Indra sendiri hanya bisa mematung bagai mayat hidup, tak mampu lagi bersuara saat kedua tangannya diikat rantai besi....
...Devandra kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Tasya dan Gabriel yang terduduk lemas di tanah sambil menangis sesenggukan....
..."Untuk kalian berdua, Tasya dan Gabriel... aku tidak akan mengajukan tuntutan hukum," tegas Devandra dingin. ...
..."Kalian adalah korban dari ketakutan dan keserakahan orang tua kalian sendiri."...
...Tasya mendongak dengan tatapan penuh harapan yang tersisa, berharap masih ada celah untuk mengasihani mereka....
..."Namun ingat satu hal," potong Devandra sebelum Tasya sempat bersuara. ...
..."Kalian dilarang keras untuk mendekati atau menemui Ratri lagi dalam bentuk apa pun. Jika kalian berani mengganggu kehidupannya sedikit saja, tim hukumku tidak akan segan-segan memasukkan kalian ke tempat yang sama dengan orang tua kalian!"...
...Pengacara Devandra langsung menyerahkan surat peringatan resmi serta dokumen larangan mendekat (restraining order) kepada petugas untuk disampaikan....
...Rizal dan Sandra menggenggam jemari Ratri dengan erat, menyaksikan keadilan yang akhirnya berdiri tegak. Ratri membalikkan badannya, memeluk kedua anak kandungnya dan berjalan masuk ke dalam gedung maskapai bersama Devandra, meninggalkan drama dan kehancuran keluarga Indra yang kini menjadi konsumsi seluruh media nasional....
...Ratri memeluk tubuh kedua anaknya dengan erat di dalam lobi utama gedung maskapai, menumpahkan segala rasa haru dan lega yang selama ini menyiksa dadanya. ...
...Air matanya menetes, namun kali ini adalah air mata kebahagiaan....
..."Semuanya sudah berakhir..." ucap Ratri lirih dengan suara bergetar....
..."Iya, Ma... semuanya sudah berakhir," bisik Sandra dan Rizal kompak, membalas pelukan sang mama tak kalah erat. ...
...Rasa hangat dan aman kini benar-benar menyelimuti mereka....
...Devandra mendekat lalu merangkul dan memeluk mereka bertiga, memberikan perlindungan penuh sebagai seorang pelindung keluarga yang baru....
...Di hadapan puluhan wartawan dan seluruh staf maskapai yang menyaksikan peristiwa emosional tersebut, Devandra berbalik dan mengumumkan dengan suara lantang penuh kebanggaan:...
..."Dan satu lagi... perkenalkan, calon istri saya, Sang Kapten Pilot, Ratri!"...
...Sontak seluruh area lobi bergemuruh. Para wartawan, staf, hingga rekan-rekan kerja Ratri langsung bertepuk tangan meriah....
...Vincent, sahabat sekaligus sesama kapten pilot, melangkah maju bersama deretan pilot dan kru kabin lainnya. ...
...Dengan senyum lebar dan bangga, Vincent menjabat tangan Devandra lalu menepuk bahu Ratri hangat....
..."Selamat ya, Kapten Ratri! Kamu layak mendapatkan kebahagiaan ini setelah semua perjuanganmu!" seru Vincent gembira, diikuti ucapan selamat dan tepuk tangan hangat dari seluruh rekan sejawat yang ikut bahagia melihat kebenaran dan keadilan akhirnya menang....
...Ratri menghapus air matanya perlahan, menyisakan senyum anggun dan ketegasan seorang kapten di wajahnya. ...
...Ia menatap Devandra dengan binar mata yang kini penuh keyakinan....
..."Ayo Dev, kita lanjut bekerja. Penumpangku sudah menungguku," ucap Ratri mantap....
...Devandra, sang pemimpin sekaligus pemilik utama maskapai tersebut, tersenyum bangga. ...
...Ia memberikan penghormatan kecil yang elegan kepada calon istrinya. ...
..."Silakan, Pilotku."...
..."Mama hati-hati ya!" seru Rizal dan Sandra kompak dari belakang, melempar senyum paling manis untuk sang ibu....
...Ratri mengangguk anggun, membenarkan posisi pet pilotnya, lalu melangkah percaya diri menuju area boarding dengan seragam kemenangannya....
...Dari balik kaca lobi yang megah, Devandra merangkul bahu Sandra dan Rizal. ...
...Ketiganya melambaikan tangan bersama, mengantar langkah Ratri yang siap terbang tinggi menuju masa depan baru yang jauh lebih cerah....
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
😒😒😒
semoga cepat bisa di temukan ,
gregeet bangeet
😒😒😒😒
😒😒😒😒
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒