Biyanna Loralie Avacyn adalah gadis remaja yang tidak suka diatur. Anna, orang sering memangilnya itu. Anna memiliki satu orang sahabat yakni Ellerose Naselin Jasney yang sama sama suka kebebasan.
Namun tak disangka tak diduga tiba tiba orang tua kedua gadis itu menjodohkan mereka dengan anak sahabat mereka karena sudah tak sanggup lagi untuk menjaga kedua anaknya yang suka kabur kaburan.
Mereka adalah Xiaotian Charis Livian dan Albiru Sky Geovander yang ternyata musuh bebuyutan dua sahabat itu.
Gimana kehidupan mereka kedepannya?
kita saksikan kisah ceritanya di "Menikahi Musuhku".
Selamat membaca, , ,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5
...~•Happy Reading•~...
......................
"Haii cewek".
Anna yang mendengar ada suara seketika mendongakan kepala. Bener saja, di atas pohon yang biasanya Anna pakai sebagai perantaraan terdapat tiga cowok yang sedang santai duduk di dahan pohon.
"Eh neng cantik kenapa baru datang". Sahut pemuda lain yang ikut ikutan ketua mereka.
"Kesiangan lah semalam kan abis nongkrong".
Sahut sahutan itu membuat bola mata Anna memutar malas. Bertemu mereka di pagi hari membuat moodnya buruk, sungguh menyebalkan.
Tanpa menghiraukan keberadaan tiga pengganggu, Anna dengan santai memanjat pohon tanpa ada kesulitan.
"Woy rok Lo kemana mana b*bi". Pekik Xiaotian panik.
Sedangkan kedua sahabatnya sudah heboh menutup mata. Bukannya mengawasi sekitar malah tutup mata.
"Kenapa, terpesona sama tubuh gue".
"Dih najis".
"Najis najis, awas bos nanti naksir". Sahut Shaka.
"Weeee OGAH".
BRUK
Anna melompat turun dari atas mendarat dengan aman.
"WEEE SIAPA JUGA YANG MAU SAMA LO". Teriak Tian kepada Anna yang sudah berlari kencang.
BRAK
Tanpa aba aba pintu terbuka sangat kencang membuat semua orang yang ada di kelas itu tersentak kaget.
"Kagak belajar kalian?". Tanya Anna sambil berjalan ke arah kursinya yang ada di bagian belakang.
"Jam kosong, guru kasih tugas doang". jawab salah satu murid.
"Yee gimana sih digaji buat ngajar malah kasih tugas, emang bener gue kalau jarang masuk". ucap Anna malah diakhiri dengan memuji diri sendiri.
"Tugas na, dikumpulin".
Teman sekelasnya itu memang tak takut dengan bad girl itu, bisa dikatakan kelas Anna berada di paling pojok sekolah dan itu dijuluki dengan murid buangan.
Sudah bisa ditebak kan isi muridnya seperti apa semua. Ya, anak anak yang susah diatur.
Tapi jangan salah, walaupun susah diatur tapi mereka memiliki otak yang encer. Bisa dikatakan mereka pintar kalau rajin belajar.
seperti Anna, dia bad girl, jarang masuk, selalu bikin ulah. Tapi jika dikasih pertanyaan dia bisa menjawab dengan benar, ditambah lagi gadis itu memiliki IQ tinggi.
Kata Anna, "Nakal boleh tapi otak jangan bego".
Jika pelajaran lisan, Annalah yang paling bersemangat.
"Na buku tugas". Seseorang datang mengadahkan tangan dihadapan Anna.
"Slow men, Santai. ketua kelas aja kagak ada masa gue harus kasih buku tugas". Ujar Anna.
"Gue yang jadi penanggung jawab, udah buruan".
"Emang Lo siapa?".
"Gue wakil ketua kelas, udah buruan. Gue mau kumpulin kalau nggak semuanya kagak bisa istirahat".
"Buruan na, gue dah lapar nih". Sahut yang lain.
"Nurut banget sih sama ketua kalian, orang nya mah lagi jadi monyet noh dibelakang". Gumam Anna kesal.
"Nih". Lalu memberikan buku.
"Siapa yang jadi monyet Na". pekik seseorang lebih keras.
"KETUA LO".
"Na emang Lo udah ngerjain?". Nanda, Wakil ketua kelas yang minta buku tadi berucap.
"YA KAGAK LAH GUE BARU DATENG BEGO". Pekik Anna tambah kesal.
"KALAU BELOM NAPA DI KASIH". Ucap Nanda tak mau kalah juga.
"LO YANG MINTA BANGSAT".
Emosi Anna seketika membeludak. Udah mah lagi kesel karena kelakuan trio sengklek eh sekarang anak buah nya.
Dengan wajah kesal, Anna yang baru datang langsung pergi lagi tanpa membawa tas. Jika dia barada di kelas terus kepastian akan berubah menjadi gundala nanti.
"PMS LO NA MARAH MARAH MULU".
Sebelum melewati pintu Anna berbalik lagi lalu mengacungkan dua jari tangah.
"FUCK".
...~•Bersambung•~...