NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demi Aku?

"Kamu mandi dulu, biar segar. Rachel masih ada di kamar, dia belum keluar sejak sore," lanjut Anna.

Daddy Brian mengangguk dan segera menuju kamar mandi kecil di belakang, suara kucuran air dari gayung yang menghantam lantai semen terdengar jelas hingga ke kamar Rachel. Setelah merasa lebih bersih, Daddy Brian mengenakan kaos oblong biru tua yang sudah pudar warnanya.

"Ajak Rachel makan malam, Mas. Dia pasti lapar," bisik Anna lembut.

Daddy ​Brian menarik napas panjang dan mencoba membuang rasa canggung yang masih mengganjal, ia berjalan menuju pintu kayu di sudut ruangan dan mengetuknya perlahan.

"Rachel? Ini Daddy, kamu sudah bangun?" tanya Daddy Brian.

​Di dalam, Rachel yang sedari tadi hanya menatap langit-langit segera duduk tegak, "Iya, Dad. Sudah," jawab Rachel.

​Pintu terbuka, Daddy Brian berdiri tanpa handuk di leher dan tanpa uap kedai yang menghalangi. Di bawah lampu yang sedikit berkedip, mereka saling menatap dalam diam selama beberapa detik.

​"Ayo makan malam, Daddy bawa Pho dari kedai, kamu belum makan apa-apa dari tadi," ajak Daddy Brian dengan suara yang jauh lebih tenang.

Rachel mengikuti Ayahnya keluar, di ruang tengah yang sempit, sebuah meja lipat kecil sudah digelar di atas lantai semen. Anna telah menata mangkuk-mangkuk keramik yang retak di beberapa bagian, namun aromanya sungguh menggoda selera.

​"Duduklah, Rachel. Maaf, kami biasanya makan di bawah seperti ini," ucap Anna agak sungkan.

Rachel mengangguk kecil, ia melipat kakinya yang jenjang dan duduk di atas lantai dan mengabaikan fakta bahwa celananya mungkin akan kotor.

Saat ia mencicipi suapan pertama kaldu buatan Ayahnya, matanya mendadak panas, rasa gurih dan rempah yang kuat itu seolah membawa kembali ingatan masa kecilnya, saat Ayahnya masih sering memasak untuknya sebelum semuanya hancur.

"Bagaimana? Apa terlalu pedas?" tanya Daddy Brian cemas, karena ia tahu jika Rachel tidak menyukai makanan pedas.

​Rachel menggeleng cepat dan menelan makanannya dengan susah payah karena tenggorokannya tercekat.

"Enak, Dad. Ini... enak banget," ucap Rachel.

Setelah makan malam yang hening namun emosional itu, Rachel kembali ke kamar kecilnya. Rachel duduk di tepi ranjang dan menatap ke arah jendela kecil yang memperlihatkan lampu-lampu kapal di pelabuhan yang berkedip seperti kunang-kunang besi.

​Pintu kamar diketuk pelan, Daddy Brian masuk membawa segelas air putih dan duduk di sebuah kursi kayu yang sudah goyang kakinya.

​"Maaf, Rachel. Hanya ini yang Daddy punya sekarang," ucap Daddy Brian pelan dan menatap sekeliling kamar yang sempit itu.

"Apa Daddy bahagia tinggal disini?" tanya Rachel.

Daddy Brian tersenyum pada putrinya, "Sangat bahagia," jawab Brian.

"Mungkin karena Daddy bahagia, sampai Daddy tidak mau menemui Rachel," ucap Rachel.

"Bukan begitu, ada hal yang tidak bisa Daddy ceritakan sama kamu. Tapi, Daddy sangat menyayangi kamu, Rachel. Daddy melakukannya semua demi kamu," ucap Daddy Brian.

"Demi aku? Apa Daddy yakin semua yang Daddy lakukan itu untuk aku?" tanya Rachel.

"Rachel...," Belum sempat Daddy Brian menyelesaikan perkataannya, Rachel sudah bersuara.

"Sudahlah, Dad. Rachel capek, perjalanan ke Vietnam cukup melelahkan dan Rachel mau istirahat," potong Rachel cepat.

"Baiklah, kamu istirahat dulu," ucap Daddy Brian dan keluar dari kamar Rachel.

.

Pagi harinya, Rachel terbangun bukan oleh suara alarm atau ketukan pelayan yang membawakan jus jeruk segar, ia terbangun karena suara cempreng klakson motor yang bersahutan di bawah jendela dan hawa pengap yang mulai merayap masuk ke dalam kamar sempitnya.

​Saat ia mencoba bangkit, Rachel mengerang pelan. Punggungnya terasa kaku dan tulang ekornya seperti bergeser karena tidur di atas kasur tipis yang pegasnya menonjol di sana-sini.

"Aduhh," keluh Rachel sambil memijat lehernya yang salah bantal.

Rachel melirik jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul enam pagi, tapi rumah itu sudah sibuk. Dari balik pintu, terdengar suara gemericik air gayung dan tawa kecil Leo yang sedang dimandikan Anna, Rachel turun dari ranjang, kakinya yang halus langsung bersentuhan dengan lantai semen yang dingin dan sedikit berdebu.

Rachel membuka pintu kamar dan berdiri mematung di ambang pintu, ia masih mengenakan piyamanya yang kini tampak kusut, matanya mengerjap dan mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya lampu yang berkedip di ruang tengah.

​"Pagi, Rachel! Sudah bangun?" sapa Anna dengan ceria.

Wanita itu sedang sibuk melipat handuk kecil, sementara Leo berlari-lari di sekitarnya hanya dengan menggunakan celana dalam, kulitnya masih basah dan beraroma sabun. Di ruang tamu, Tio duduk di atas lantai semen, ia memakan sarapannya dengan tenang sebelum berangkat sekolah.

​"Pagi, Tante... Rachel mau mandi, tapi... di mana?" tanya Rachel ragu.

​Anna tersenyum maklum, ia meletakkan cuciannya dan menunjuk ke arah belakang, dekat dapur kecil yang hanya berisi kompor satu tungku.

"Di sana, Rachel. Pintu kayu yang ada gantungan embernya, maaf ya airnya agak dingin kalau pagi begini," ucap Anna dan diangguki Rachel.

​Rachel melangkah menuju arah yang ditunjuk Anna, begitu ia membuka pintu tersebut, Rachel cukup terkejut karena pintu berderit cukup nyaring. Rachel terpaku di ambang pintu dan menatap kamar mandi yang jauh dari bayangannya tentang bathtub atau shower yang biasa ia gunakan.

Di hadapannya hanya ada sebuah ruangan sempit dengan dinding semen yang lembap dan ditumbuhi sedikit lumut di sudut-sudutnya, tidak ada wastafel, tidak ada cermin besar, apalagi toilet duduk yang nyaman.

Yang ada hanya sebuah bak semen berukuran satu meter persegi yang penuh dengan air jernih namun terlihat sangat dingin, gayung plastik berwarna merah yang sudah agak kusam bertengger di pinggiran bak dan toilet jongkok di sudut ruangan, sesuatu yang belum pernah Rachel gunakan seumur hidupnya, bahkan di kamar mandi hanya menggunakan lampu bohlam kuning kecil yang redup membuat suasana terasa semakin pengap.

​"Tante... ini... cara pakainya gimana?" tanya Rachel dengan suara mencicit, hampir ingin menangis.

​Anna yang mendengar itu langsung menghampiri, "Oh, pakai gayung, sayang. Kamu ambil airnya dari bak lalu siram ke badan, kalau mau cuci muka, air di bak itu bersih kok, Daddy yang menimbanya tadi pagi," ucap Anna.

​Rachel menelan ludah dan membayangkan air dingin itu menyentuh kulitnya yang terbiasa dengan air hangat beraroma essential oil. Dengan tangan gemetar, ia menutup pintu kayu yang bahkan tidak memiliki kunci, hanya sebuah pengait besi kecil yang tampak rapuh.

​Suara air yang tumpah ke lantai semen terdengar nyaring, Rachel memekik kecil saat air dingin yang menusuk tulang itu mengenai ujung kakinya.

"Oke Rachel, kamu yang memilih ini. Kamu yang mau pergi dari Mommy, jangan menyerah hanya karena gayung plastik," gumamnya untuk menyemangati dirinya sendiri.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
apa sekarang mau kabur lagi Rachel 🤔🤔🤔
Djuniati 123
kpn mak ny dpt karma
dome🌬️🌀🌀🌀
sumpah muak banget dengan tingkah laku emaknya Rachel, kenapa ga diracun aja sih. toh Rachel juga yg akan mewarisi harta kekayaan emaknya. itung2 mempercepat keberangkatan nya ke neraka🤭🤭🤭🤭
yaaa kaaannnnn
lia juliati
setiap anak orng kaya walau d atur hidup yang pasti slalu ada cela ntk berbuat apapun karna mrk kaya n punya kuasa
Eva Tigan
aku juga yakin seperti Ana
bahwa suatu saat Rachel akan kembali kepada Cintanya yg tinggal di Vietnam
dome🌬️🌀🌀🌀
crazyyyyy up nya ditunggu yaaaa thorrrr🤗🤗🤗🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
kecewa karena penolakan dan dia merasa bahwa dia hanya menjadi beban bagi semua orng yg berusaha melindungi nya. heeemmmm

akankah Daniel mengejar Rachel ke Indonesia
dome🌬️🌀🌀🌀
mungkin yg membuat sosok Daniel tak mau mengingat sosok ibu, bisa jadi ibunya pergi jauh tanpa membawa dirinya. bentuk kekecewaan yg dipendam hingga kini mungkin.
dome🌬️🌀🌀🌀
cemunguuuuutyt eeeaaaaa thor🤭🤭😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
Daniel lebih ke bukti buka omon omon apalagi janji janji busuk🤣🤣🤣
like lah Daddy Bryan sudak lampu ijo😁😁🤗
Eva Tigan
Pasti Daniel menyesal setelah tau Rachel pergi..entah kapan mereka bisa bertemu kembali
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjutkan thorrr. up yg banyakkk... banyaakkk.... yaa😁🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
sudah kuduga ini cerita bakalan bagus bangettt... aku tahan sampe nunggu babnya agak banyakan.. tapi cepet banget habis nya tiap bab😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaaa... ampun... kalau uang sudah bertindak yaaa.. apa saja bisa dilakukan.
ini emaknya Rachel bener2 kebangetan deh, nyari anak kayak nyari tahanan yg kabur. gila sih udah kayak psikopat aja emaknya.😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
nahhhh,,,, akhirnya yg ditanya kan Rachel udah bener2 kisal kelam yg ditutup rapat rapat dan perlahan mulai dibongkar
hemmmm bakal ngamuk nih nanti si daniel
Aidil Kenzie Zie
yah si Rachel nyerah
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor ceritamu bagus banget.. ga salah aku baca. keren alurnya bener2 berimajinasi seperti sedang menonton serial drama bagus banget 🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
Rachel adalah bidadari yg LG nyasar jatoh ke sarang serigala 😄😄😄
dan sang alpha yg menjaga 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ini yg namanya cinta mulai berkembang 🤭🤭🤭
dr interaksi kecil, sentuhan ringan, obrolan yg menjurus keranah pribadi. akhirnya nyaman😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
teganggggg.... sumpah, berasa lagi nonton drama asia 🤣🤣🤣🤣

lanjut thorrr😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!