NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Nadine

Keesokan paginya.

Di dalam dekapan Xena, Aksara menggeliat kecil, mengeluarkan suara lenguhan khas bayi yang begitu menggemaskan. Xena menatap wajah polos itu. Ada rasa iba sekaligus amarah di dadanya. Bayi ini suci, tidak tahu apa-apa tentang dosa kedua orang tuanya.

Hari kedua dari sepuluh hari yang tersisa, batin Xena dalam hati. Hitung mundur menuju hidup barunya telah dimulai.

Tepat saat Xena hendak membenarkan posisi selimut Aksara, suara bel pintu depan berbunyi. Di saat yang sama Reyhan yang sudah rapi mengenakan kemeja kerja dan jasnya berjalan keluar dari kamar.

"Biar aku saja yang buka pintunya, Xena," kata Reyhan.

Akan tetapi sebelum Reyhan sempat melangkah lebih jauh, Xena sudah lebih dulu bangkit dari duduknya sembari menggendong Aksara. "Nggak usah, Rey. Biar aku saja. Kamu pakai saja dulu jam tanganmu."

Xena melangkah menuju pintu depan. Ketika pintu itu terbuka, pemandangan di depannya sukses membuat rahang Xena mengeras, meski ekspresi wajahnya tetap datar sempurna.

Di sana berdiri Nadine. Wanita itu tampil sangat modis dengan gaun terusan berwarna pastel, lengkap dengan riasan wajah yang tampak dipersiapkan dengan sangat matang.

Ketika melihat Xena, wajah Nadine langsung berubah cerah seolah-olah mereka adalah sahabat karib yang sudah lama tidak bertemu.

"Mbak Xena." seru Nadine.

Tanpa permisi Nadine langsung maju dan melakukan cipika-cipiki, menempelkan pipi kanan dan kirinya ke pipi Xena.

"Aduh, Mbak Xena, maaf banget ya, aku ke sini memang sengaja mau bersilaturahmi. Soalnya aku nggak enak hati banget sewaktu kemarin kita nggak sengaja ketemu di depan rumah baruku. Eh, aku malah nggak persilahkan Mbak Xena masuk, malah bilang sedang buru-buru ada urusan. Aku kepikiran terus, Mbak. Makanya pagi ini aku sempatkan mampir."

Xena tersenyum tipis, hebat sekali sandiwaramu. Kemarin anaknya yang datang ke rumah ini, sekarang ibunya menyusul. Benar-benar tidak tahu malu.

"Oh, jadi karena itu? Masuklah, Nadine."

Nadine melangkah masuk ke dalam ruang tamu, tapi langkahnya langsung terhenti seketika saat melihat sosok Reyhan yang kini berdiri di dekat meja makan.

Reyhan tidak tampak terkejut melihat kehadiran Nadine. Pria itu mengubah ekspresinya menjadi cuek dan biasa saja.

Xena yang menyadari perubahan itu sengaja memancing suaminya. "Rey, lihat, ada tetangga lama kita nih datang berkunjung. Kamu kok diam saja? Nggak disapa?"

Reyhan berdeham kecil, "Oh... iya. Selamat pagi, Nadine. Ada perlu apa pagi-pagi begini ke rumah kami?" tanya Reyhan seperlunya.

"Nggak ada apa-apa, Mas Reyhan. Seperti yang aku bilang ke Mbak Xena tadi, cuma mau silaturahmi antar tetangga lama saja, kok."

Reyhan melihat jam tangan di pergelangan kirinya, pura-pura panik karena waktu. "Ah, Xena, sepertinya aku harus segera berangkat ke kantor sekarang. Ada rapat penting pagi ini."

Pria itu kemudian melangkah mendekati Xena lalu mengecup kening Xena dengan penuh keromantisan, sebuah rutinitas manis yang kini terasa seperti racun bagi Xena. "Aku berangkat dulu ya, Sayang," pamit Reyhan lembut.

Sebelum benar-benar berbalik pergi menuju pintu keluar, Xena menangkap basah ekor mata Reyhan yang melirik ke arah Nadine. Ada sebuah kode tersembunyi lewat tatapan mata seolah mengatakan, Hati-hati, jangan sampai melakukan kesalahan.

Nadine membalasnya dengan kerlingan mata tipis yang hampir tak terlihat jika Xena tidak memperhatikannya dengan jeli.

Setelah suara mobil Reyhan terdengar menjauh dari halaman rumah, keheningan sempat melingkupi ruang tamu. Nadine yang sejak tadi pura-pura tidak menyadari keberadaan bayi di gendongan Xena, seketika membuka suara dengan ekspresi wajah yang dibuat antusias.

"Wah... Mbak Xena. Itu bayi siapa? Ya ampun lucu sekali." seru Nadine mendekat dengan kedua mata yang berbinar-binar.

"Ini Aksara. Reyhan mengadopsinya kemarin dari panti asuhan untukku. Dia bilang, ini dilakukan agar aku tidak terus-menerus ditekan dan dipojokkan oleh ibunya soal momongan."

Nadine manggut-manggut, ada kepuasan dan rasa bangga mendengar nama Aksara disebut. "Oh, mulia sekali ya hati Mas Reyhan. Ikut memikirkan perasaan Mbak Xena juga."

"Kamu mau menggendongnya?" tawar Xena tiba-tiba.

"B-boleh, Mbak? Boleh aku gendong?"

"Boleh. Tolong jaga sebentar, ya. Aku mau ke belakang dulu untuk mengambil sesuatu," ujar Xena beralasan.

Xena melangkah menuju arah dapur dan ia tidak benar-benar pergi ke dapur. Di balik pembatas ruangan, Xena berhenti dan membalikkan badannya. Ia mengintip gerak-gerik Nadine yang kini sedang menggendong Aksara.

Nadine mendekap Aksara lalu menciumi pipi bayi mungil itu bertubi-tubi. Ia juga membisikkan kata-kata tanpa suara, mungkin saja sebuah ungkapan kerinduan seorang ibu yang terpaksa menyerahkan anaknya demi sebuah skenario busuk. Xena menyaksikan semuanya dengan senyum sinis.

Nikmatilah momen ini, Nadine. Karena sebentar lagi, mainan kalian akan hancur berantakan.

Baru saja beberapa menit berlalu, tiba-tiba terdengar suara pintu depan yang terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu. Disusul oleh langkah kaki yang tergesa-gesa dan suara melengking yang sangat akrab di telinga Xena. Suara itu terdengar sangat sumringah dan penuh energi.

"Aksara sayang. Nenek datang nak!" seru Ibu Mirna, ibu mertua Xena.

Langkah kaki Ibu Mirna mendadak terhenti ketika pandangannya tidak menemukan Xena di ruang tamu, melainkan sosok Nadine yang tengah menggendong bayi tersebut.

Wajah Ibu Mirna seketika berubah menjadi sangat cerah, bahkan jauh lebih sumringah dibandingkan biasanya. Antusiasmenya meledak-ledak melihat kehadiran Nadine di sana.

"Walaaaah, Nadine? Ya ampun, kamu ada di sini neng cantik?" sapa Ibu Mirna. Sangat berbeda jauh nada bicaranya yang biasanya ketus dan dingin jika berbicara dengan Xena.

"Iya, Ibu. Pagi ini Nadine sengaja mampir mau main ke rumah Mbak Xena. Sudah lama, semenjak pindah, Nadine belum bersilaturahmi lagi kesini."

"Aduh, bagus sekali kalau begitu. Ibu senang sekali kamu mau sering-sering mampir ke sini. Apalagi kamu sedang menggendong cucu Ibu yang tampan ini. Lihat deh, kalian berdua kalau foto bersama begini sudah kelihatan cocok sekali, seperti ibu dan anak kandung." pujinya dengan tawa yang berderai, sengaja mengeraskan suaranya.

Nadine hanya tersenyum malu-malu, berpura-pura sungkan dengan pujian tersebut. "Ibu bisa saja."

Ibu Mirna kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang sepi. Kecerahan di wajahnya langsung lenyap.

"Xena! Xena! Di mana kamu? Ada tamu agung begini datang kok malah ditinggal sendirian di ruang tamu!"

"Iya, Ibu. Aku di sini," Xena muncul dari arah dapur.

Ibu Mirna mendelik, berkacak pinggang. "Kamu itu ya, jadi istri dan tuan rumah kok nggak ada sopan-sopannya sama sekali. Ada Nadine di sini, bukannya ditemani dengan baik malah ditinggal ke belakang. Sekarang, cepat kamu ke dapur. Bikinin minum buat Nadine. Buatkan jus buah yang segar ya, jangan cuma teh hangat biasa. Nadine ini tamu istimewa."

Nadine yang melihat hal itu hanya diam, memberikan tatapan kemenangan yang tersembunyi di balik senyum manisnya ke arah Xena.

Xena menatap kedua wanita di depannya bergantian. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Xena bergumam dengan penuh penekanan, Si menyebalkan kini sudah lengkap berkumpul. Nikmatilah panggung sandiwara kalian selagi bisa, karena sepuluh hari lagi, kalian semua yang akan merangkak di bawah kakiku.

"Baik bu, aku buatkan sekarang," jawab Xena tenang.

Bersambung.

1
rain✨
Tjih
rain✨
Bebek kali ah netes
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!