Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarti Hilang
" Abang!." Teriak satria seraya menghIbur,
" Dek kenapa kamu nangis."
" Syukur lah abang pulang, Bang Bapak sama Ibu !. " Ucap satria seraya meng isak.
" Kenapa Bapak sama Ibu ." ucap Doni seraya buru buru masuk ke dalam rumah, tapi tidak lama ia keluar lagi.
" Satria mana Ibu dan Bapak." tanya Doni,
" Di sana." sahut satria Doni pun buru buru mengikuti satria, Sedang kan surya ia baru tiba di halaman rumah Sarti,
" Pada mau ke mana.? Kok gua gak di ajak sih, susul ah ." gumam surya seraya lari menyusul Doni.
" Deg." Doni terkejut bukan main, melihat sukma sedang menangis sesenggukan seraya memeluk gundukan tanah, Doni yakin gundukan tanah yang masih basah itu adalah makam baru, " tapi dua gundukan makam itu makam siapa.? " Batin Doni yang masih mematung.
" Satria abang mau cari Bapak sama Ibu, mana mereka." tanya Doni.
" Ya itu Bapak dan Ibu, baru saja tadi pagi di makam kan." ucap satria yang masih meng isak,
" Astagfirullah!. " Ucap surya yang baru tiba.
" Jangan bercanda kamu satria terakhir berpisah dengan mereka, mereka semua baik baik saja dan sehat." ucap Doni seraya berlutut, karena mendadak tubuh nya lemas seperti tidak ada tulang.
" Ini semua pasti ulah pak tarjo lihat saja aku pasti membalas mu." teriak sukma.
" Tidak lama kalian pergi, Bapak yang pertama sakit, tapi aneh penyakit nya tidak sembuh sembuh uda minum obat bahkan aku sempat bawa Bapak ke rumah sakit, tapi dokter bilang Bapak hanya asam lambung saja dan kecapean, tapi setahu ku Bapak tidak punya penyakit Asam lambung, yang punya penyakit maag itu hanya Ibu saja, kondisi Bapak semakin parah, di tambah Ibu juga ikut sakit penyakit nya pun sama seperti Bapak, mereka mengeluh sakit kepala tidak nafsu makan lalu mual, sekali yang di keluar kan dari muntah mereka bukan makanan melain kan darah atau benda asing seperti gumpalan rambut dan binatang kecil, hari demi hari keadaan mereka semakin parah, dan tadi malam Bapak Ibu menghembus kan nafas terakhir nya di pangkuan kami." tutur satria seraya menangis tersedu,
" Ya allah. " ucap Doni seraya menangis pilu,
" Lalu di mana kakak mu ?." Tanya Doni.
" Kakak !." Sahut sukma,
" Iya kaka mu pulang lebih dulu dan abang nyusul ini bareng teman abang." ucap Doni perasaan nya mulai kacau.
" tuhan tolong jangan sampai apa yang ku rasa kan tidak terjadi." ucap Doni dalam Hati.
" Kaka tidak pulang, baru abang yang datang, memang tiga hari yang lalu aku ada telpon kaka, karena Ibu dan Bapak sedang sekarat, aku pikir kalian tidak akan pulang." ucap satria.
Tentu saja Doni syok seketika, " kalau Sarti tidak ada di sini lalu ia ke mana, tidak mungkin ." ucap Doni seraya lari menuju rumah Sarti,
" Sarti. " jerit Doni di dalam rumah.
" Benar Sarti sudah pulang, ini surat nya aku bawa, Sarti tulis surat jika ia akan pulang, dan hari itu Doni sedang di luar kota." ucap surya seraya memberikan kertas putih itu kepada satria.
" Terus di mana kaka ku." ucap sukma tangisan nya pun pecah kembali, Setelah baca apa isi surat itu satria langsung tergulai,
" Cobaan apa lagi ini tuhan, haaaaaaa ." teriak satria seraya mendongak ke langit yang tidak lama lagi akan berubah warna menjadi gelap,
Di dalam rumah Doni surya satria sukma hanya duduk diam di ruang tamu, tatapan Doni begitu nanar mata nya terus Mengeluarkan air mata
" Kita harus cari kaka." ucap sukma memecahkan keheningan itu.
" Cari ke mana, kalau benar pulang pasti kaka sudah tiba, dia tahu jalan pulang." ucap satria .
Sedang kan surya entah kenapa dari tadi perasaan nya tidak menentu, ia tampak gelisah, ia terus melirik ke arah pintu yang tidak di tutup rapat,
" xixixixixixixi." tiba tiba saja ada suara burung, dan suara burung itu bikin merinding bagi yang mendengar nya,
Sheet..! Sekilas surya seperti melihat bayangan seseorang yang menggunakan pakaian merah melintas dari luar pintu, Sukma langsung menutup pintu itu rapat dan langsung mengunci nya,
" Ada apa sukma ?." Tanya satria seraya menatap wajah sukma, Sukma hanya menggeleng kan kepala nya, seraya melirik surya.
" Maaf abang kenapa ?." Tanya sukma.
" Aku seperti melihat bayangan pakai baju merah, kok seperti wanita yang di kebun Melati tadi deh." ucap surya.
" Hus !!!" Ucap satria ia spontan menutup mulut surya.
" Percuma bang, abang ini sudah di ikuti oleh kuntilanak merah itu, kita harus buru buru mengobati nya." ucap sukma.
Satria pun hanya diam, jujur ia bingung masalah mana dulu yang harus di dulu kan, mencari jejak Sarti dulu atau membawa surya ke salah satu dukun di Desa itu,
" Bang." panggil satria.
" Teman mu di ikuti arwah jahat, kalau tidak buru buru di tolong ia akan mati." ucap satria.
" Sudah ku kata kan jangan lihat kanan kiri." sahut Doni pelan.
" Lo kasih tahu nya telat, gua sudah lihat Wanita itu elu baru ngomong." sahut surya.
Khih !!! khih !khih !khih
Tiba tiba saja ada suara seperti ketawa dan suara itu ada di belakang surya, Alhasil surya langsung terlonjak dan pindah duduk di samping Doni,
" Kamu sudah di incar oleh kuntilanak merah itu ini sangat bahaya." ucap sukma.
"Terus apa yang harus kita lakukan ? Bang surya tamu kita dan kita harus melindungi bang surya." ucap satria.
" Jalan satu satu nya kita harus membawa bang surya ke guru kita, tapi tidak mungkin malam ini." ucap sukma.
" Ya sudah aku mau ambil Banglai dulu." ucap satria seraya buru buru keluar.
Sedang kan surya sudah sangat ke takutan, Doni juga ikut panik melihat sahabat nya ketakutan seperti itu,
" Jangan takut bang selama abang di dalam rumah ini kuntilanak itu gak akan bisa masuk, besok aku bawa abang ke tempat guru ku, semoga saja kuntilanak merah itu mau damai,
Karena siapa pun yang sudah di ikuti oleh kuntilanak merah itu tidak ada yang selamat kecuali ada perjanjian khusus dengan nya."
" Perjanjian apa itu adik.? Tanya Doni.
" Harus menikah dengan kuntilanak merah itu."
" Astagfirullah, aku tidak mau menikah sama demit." ucap surya.
Saat satria pulang habis ambil panglai, ia terkejut ternyata kuntilanak merah itu masih melayang di samping rumah nya, Satria pun buru buru lari dan masuk ke rumah nya,
" Adik ini panglai nya, tunggu aku cuci dulu soal nya tidak sempat aku cuci banyak tanah nya, di luar kuntilanak merah itu masih ada." ucap satria,
" Tentu saja dia masih ada dan tiap malam pasti datang kesini." ucap sukma.
Panglai itu di kunyah sampai halus oleh sukma, setelah halus ia sembur kan ke seluruh tubuh surya.
" ini sisa nya abang gosok di dada dan juga telapak kaki abang." ucap sukma.
Surya hanya bisa manut walau pun ia tidak suka dengan bau khas dari panglai itu,
" Bang istirahat lah abang pasti capek." ucap sukma, Sedang kan surya sudah lebih dulu tidur di ruang tamu, satria juga merebah kan tubuh nya di samping surya untuk menjaga surya.
" Tubuh ku memang capek, tapi jujur aku tidak bisa istirahat, di mana kakak mu dek ya allah, Kakak mu sedang hamil tua."
" Apa kaka sedang hamil." ucap sukma,
" Iya dek kaka mu sedang hamil."