Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu
Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Susanto keras kepala
''Siapa Purnama ini?'' Susanto bertanya kepada Dina ketika dia sudah tiba di rumah.
''Jangan pernah memiliki urusan dengan dia karena apa yang kita lakukan bisa saja terbongkar dengan sangat cepat.'' Dina agak kaget ketika Susanto malah membahas wanita itu.
''Tadi para warga seolah begitu bangga dengan dia dan mengatakan bahwa Purnama adalah wanita yang begitu terkenal.'' ujar Susanto.
''Dia yang membuat aku menjadi bangkrut yang tidak memiliki kekayaan lagi serta bisa dikatakan bahwa dia yang telah membunuh ayah.'' jelas Dina.
''Apa?!'' Susanto kaget bukan main setelah tahu bahwa Purnama ini adalah orang yang sama.
Dina terdiam menatap cermin karena dia tidak ada urusan dengan purnama dan tidak mau bila bertemu dengan wanita itu kembali, Vera yang sangat menyukai memiliki hubungan dengan purnama dan mereka memang sangat dekat karena selama ini Vera sangat yakin bahwa Purnama bisa membantu urusan yang berkaitan dengan iblis sehingga dirinya sedikit terpojok ketika Vera sedang berbincang dengan Purnama.
Ini sekarang setelah pulang kampung malah mendengar lagi nama Purnama itu sehingga membuat Dina semakin merasa Jengah dia begitu malas memiliki urusan dengan Purnama, dia ketika akan pulang kampung memiliki pertimbangan yang begitu besar karena tahu bahwa dirinya pasti akan bertemu dengan Purnama secara langsung seperti ini dan tentu saja itu membuat dirinya semakin malas.
Terbukti ketika baru saja datang dan sekarang Susanto malah bercerita tentang Purnama sehingga Dina semakin tidak karuan karena dia beranggapan bahwa pesugihan mereka bisa saja terbongkar, datang ke desa ini juga membawa taruhan yang begitu besar untuk mereka berdua bila nanti sampai ketahuan oleh Purnama.
Kasus yang kemarin saja masih membuat dirinya merasa kesal dan dendam dengan purnama dan sekarang malah mau tambah lagi dengan masalah ini, Oleh sebab itu dia telah memberikan peringatan kepada Susanto agar tidak perlu menekan atau mencari tahu siapa Purnama ini agar mereka tidak memiliki urusan dengan Purnama.
Sedikit saja mereka memiliki urusan dengan wanita tersebut maka semua menjadi sia-sia belaka, sama seperti kekayaan yang telah dimiliki sebelum ayah mereka meninggal dunia dan sekarang mereka harus memulai dari awal lagi untuk mendapatkan kekayaan tersebut, berjuang kekuatan tenaga tanpa memikirkan bahwa ini semua sangat berbahaya untuk nasib mereka nanti.
''Aku sudah memberikan peringatan agar Jangan mendekat kepada Purnama itu, tapi bila masih kau langgar juga maka aku tidak akan mau ikut campur.'' Dina berkata serius.
''Emang dia bisa melakukan apa saja untuk pesugihan itu ya?'' Susanto masih penasaran dan dia agak tidak percaya.
''Ya, selama ini tidak pernah ada yang mengetahui tentang pesugihan Ayah namun sekali dia bergerak maka semua menjadi selesai.'' Dina mengangguk pasti.
''Wah penasaran juga Aku ingin melihat wanita itu seperti apa.'' Susanto justru tertarik ingin bertemu dengan Purnama.
''Itu terserah kau saja karena aku sudah memberi peringatan dan bila kau tetap keras kepala maka silakan temui dia.'' Dina tidak ingin melarang lebih jauh kepada Susanto.
Susanto terdiam tidak menjawab karena sebenarnya jauh di dalam hati dia memang sangat ingin bertemu dengan Purnama, dia Penasaran sekali ketika mendengar semua cerita orang yang mengatakan bahwa Purnama adalah wanita yang begitu tangguh sehingga banyak orang yang meminta bantuan dari dia.
Sebab selama ini Susanto juga tidak pernah mengetahui bagaimana wajah dan rupa Purnama itu, Entah sudah tua atau muda tapi yang jelas bila orang yang memiliki urusan dengan dunia baik seperti itu kebanyakan seorang dukun yang sedang memiliki usia cukup lanjut dan penampilan yang tidak menarik sama sekali.
''Dia bisa membaca pikiran walau hanya sekali bertemu dengan orang lain.'' Dina kembali menjelaskan tentang Purnama.
''Wah hebat sekali Dia bisa membaca pikiran orang lain!'' Susanto Berkata sambil tertawa.
''Aku tidak bercanda tentang hal itu karena dia memang bisa membaca pikiran yang sedang kita pikirkan.'' Dina mulai kesal karena Susanto malah meremehkan.
''Bila nanti ada waktu aku pasti akan mencari Purnama itu untuk berbincang sedikit dengan.'' Susanto sudah sangat nekat Karena rasa penasaran itu semakin besar di dalam hati.
''Ya, silakan saja bila kau tetap bersikeras ingin bertemu dengan dia.'' Dina tidak lagi melarang karena menurutnya itu adalah pilihan Susanto sendiri.
Terserah bila Susanto ingin bertemu dengan purnama dan ingin membicarakan sesuatu, namun yang jelas bila sesuatu telah terjadi maka Dina angkat tangan dan tidak akan pernah mau ikut campur dalam urusan itu lagi, dirinya sendiri pun mengetahui bagaimana Purnama bila sudah mengungkapkan kasus yang sedang ditangani di desa ini atau di desa dia sendiri.
''Aku sudah memberikan peringatan tapi bila kau tetap keras kepala maka aku tidak akan ikut campur lagi.'' Dina melangkah pergi.
''Ya aku akan mengurus semua sendirian tanpa bantuan dari dirimu karena selama ini kau juga tidak pernah mau ikut membantu.'' Susanto berkata dengan sangat kesal.
''Hem, tanggung saja semua sendirian karena aku akan mengurus masalah yang aku buat sendiri.'' Dina masuk ke dalam kamar milik Bu Elma.
''Wanita sialan itu selalu saja lepas tangan dan tidak pernah mau membantu aku!'' Susanto merasa sangat marah dengan sikap Dina ini.
Padahal apa yang dikatakan oleh Dina itu memang benar bahwa dia tidak boleh terlalu dekat dengan Purnama agar pesugihan ini tak segera terbongkar di tangan wanita tersebut, tapi karena Susanto yang tetap keras kepala maka Dina tidak akan ikut campur lagi dan membiarkan saja bila memang Susanto ingin bertemu secara langsung kepada Purnama.
''Kau lihat saja nanti bila ternyata Purnama itu malah menjadi bestie dengan aku.'' Susanto berkata dengan penuh percaya diri.
Tanpa dia tahu bahwa Purnama adalah manusia yang paling berbahaya untuk perjalanan hidup yang sudah dia tempuh itu, ini sama saja seperti ular yang mencari pentung sehingga nanti apa yang telah Susanto lakukan selama ini hanya menjadi sia-sia belaka, sebab Purnama hanya dengan sekali melihat saja maka dia sudah mengetahui bahwa orang tersebut melakukan pesugihan besar.
''Melongo lah kau nanti ketika melihat aku sudah bersama dengan Purnama itu.'' seringai Susanto dengan penuh percaya diri.
''Emang nya sehebat apa Purnama itu sehingga semua orang terasa begitu takut kepada dia, tapi kalau hebat Justru itu bagus karena bisa membantu aku malahan.'' batin Susanto.
Dia berpikir bahwa bisa membuat purnama ada di pihak dirinya untuk mengurus tentang pesugihan ini, sebab dalam pikiran Susanto tentu saja Purnama adalah wanita miskin yang tinggal di desa sehingga nanti bila diiming-imingi banyak harta maka akan tertarik dan mau untuk diajak kerjasama.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar nya ya.
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍