Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.
Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.
Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.
Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.
Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 05.
Satu detik setelah itu, ada dua teman sekelas Fino dan Fina yang mendekat. Mereka adalah Niko dengan Rahma.
Sebelum Fino ingin klarifikasi pertanyaan dari Anjani, Niko lebih dulu bersuara. "Fino, Fina, kalian tuh kita cari malah main-main disini!"
Fino mengerut kening "Nyariin kita ngapain Nik?"
Fina memelintir pinggang Fino ketika baru ingat kalau ada tugas berkelompok dari guru seni budaya. "Kau lupa sama kerja kelompok seni budaya selasa kemarin?" Kata Fina.
Fino tersenyum kikuk. "Hehe iya lupa"
"Terus tadi kalian barusan sedang ngapain?" Tanya Niko.
"Ini tadi Fina mau belajar mengendarai motor, jadinya saya bantu ngajarin" Jawab Fino.
Pada akhirnya Anjani merasa malu sudah berada di tempat yang seharusnya tidak di singgahi. "Oh rupanya Fina ke rumah Fino mau kerja kelompok toh. Maaf kalau salah sangka, kalau gitu saya pamit pulang dulu" Timpal Anjani.
Disini dalam otak Niko seperti ada yang berputar-putar. Ia bingung Anjani dibiarkan pergi tanpa ditahan oleh Fino. Biasanya kalau Anjani pergi, Fino langsung menahan nya.
"Fin, hubungan mu dengan Anjani baik-baik saja kan?" Tanya Niko.
"Hubungan saya dengan Jani sudah berakhir bro" Jawab Fino lalu tersenyum.
"APA!" Niko langsung terkejut parah. "Kapan kalian putus nya?" Tanya Niko.
"Sudah satu minggu yang lalu" Jawab Fino.
"..." Niko terdiam. Disaat itulah waktu yang pas untuk Rahma berbicara. "Tugas seni budaya lusa mau dikumpulkan, kita sudah tidak punya banyak waktu lagi. Ayo guys!"
Pada akhirnya tertunda sudah waktu Fina untuk belajar mengemudi sepeda motor.
**
Hari pun sudah menunjukkan hampir jam setengah sembilan malam. Hasil kerja kelompok yang sedang mereka kerjakan masih belum selesai.
"Besok dilanjut ya guys" Kata Rahma. Niko pun setuju, karena matanya sudah merasa suntuk juga.
"Iya Rahma" Jawab Fina lalu tersenyum.
Sepanjang mereka disibukkan oleh tugas kelompok. Rahma merasa seperti ada yang aneh pada Fina dengan Fino. Karena biasa nya mereka sering bertengkar, tapi sekarang kenapa mereka lebih akrab dan mau bekerja sama. 'Apa yang sudah terjadi pada mereka?' Dalam hati Rahma bertanya-tanya pada diri sendiri.
Tapi itu bagus untuk Rahma, ia sama sekali tidak ingin permasalahkan kedekatan antara Fino dengan Fina. Tapi berbeda dengan Niko, ia sepanjang mengerjakan tugas seperti tidak fokus setelah mengetahui kabar Anjani putus dengan Fino. Membuat Rahma langsung menyembur satu pertanyaan untuk Niko.
"Niko, jangan-jangan kau suka dengan Anjani ya?" Tanya Rahma. Sontak saja. Fino dan Fina langsung mendelik menatap raut wajah Niko.
Niko menggelengkan kepala. "Enggak Rahma, sama sekali saya tidak suka dengan Anjani" Jawab Niko.
"Serius?" Rahma sampai menopang dagu untuk menatap lebih dalam reaksi Niko.
Sedangkan Fino langsung tersenyum tipis. "Kejarlah kalau kamu suka sama Anjani, tidak masalah untuk saya" Timpal Fino. Padahal Niko baru saja mengungkapkan rasa tidak suka nya pada Anjani.
"Fin, beneran saya tidak suka dengan Anjani"
"Kalau suka beneran juga tidak apa-apa. Kau tenang saja bro, lagipula saya sudah tidak ada perasaan lagi sama Anjani." Kata Fino.
Pada akhirnya Niko terpancing juga. "Jadi itu kenapa Anjani setiap malam selalu curhat kalau kamu sudah mulai cuek?"
Fino mengangguk kepala, ia lekas berdiri setelah meringkas semua barang-barang penting untuk kerja kelompok nya.
"Saya taruh barang-barang ini dirumah saya, nanti besok habis pulang sekolah langsung kesini saja" Kata Fino memberi arahan.
"Okey Fin" Jawab Rahma.
"Hm" Niko merespon.
"..." Fina terdiam. Dari tadi gadis ini terpukul saat suaminya sedang membahas perasaan nya pada Anjani.
Fina memejam mata seraya berkata dalam hati. 'Laki-laki kenapa cepat banget sih move-on nya? sedangkan saya masih belum bisa move on dari Choki. Tapi yang jelas saya masih berusaha move on dari laki-laki sinting satu itu' Ketusnya.
"Fina?" Rahma memanggil, hampir saja Fina terlena dalam kegundahan nya.
"Iya best?" Fin merespon.
"Kita pulang bareng yuk best, sekalian kalau ketemu bakso saya bakal traktir kamu makan" Ajak Rahma.
"..." Dan Fina pun terdiam lagi, kali ini ia lagi bingung harus jawab apa.
Niatnya sih mau merahasiakan pernikahan dari sahabatnya, tapi tiba-tiba saja Fino menyeletuk. "Kau pikir Fina mau pulang kemana? dia sudah tinggal seatap bareng saya."
"APAAAA!!!!!" Rahma Kaget, Niko juga, Fina? apa lagi.
"Fino, maksudnya apa kamu!" Fina sampai berdiri menatap Fino. Ia begitu marah jika Fino bongkar rahasia yang seharusnya itu di simpan sampai hari kelulusan.
"Maaf Fina, apa kamu percaya pada mereka? Mereka bukan sembarang orang yang ingin membocorkan rahasia pernikahan kita" Kata Fino.
Tetap saja Fina marah dan tidak terima kalau rahasia pernikahan nya dibongkar begitu saja.
"Best, apa benar kamu menikah dengan Fino?" Tanya Rahma dengan raut wajah tidak percaya. Dari situ lah Fino tiba-tiba pergi ke kamar tanpa sepengetahuan mereka.
Fina terdiam dalam waktu lima detik, sebelum ia mengakui kalau sudah menjadi istri nya Fino. "Niko, Rahma. Tolong banget kalian jaga rahasia pernikahan saya di sekolah sampai kita lulus sekolah, jangan ada mulut ke mulut masuk ke telinga Choki sama Anjani, mereka akhir-akhir ini terus ganggu saya"
Niko tersenyum tipis. "Pantes tadi Anjani pergi gak ditahan sama Fino"
"Saya gak percaya Fin kalau kamu menikah sama Fino" Kata Rahma.
Tak lama Fino kembali lagi sambil membawa buku nikah mereka. Rahma kini mempercayai pernikahan nya. Begitupun Niko.
Fina terdiam, ia pasrah dengan keadaan nya sekarang. Rahma tiba-tiba memeluk lengan Fina dalam gundah gulana nya. "Kau tenang saja, saya gak bakal bocorin rahasia tentang pernikahan kalian"
"Bener Rahma, saya juga janji" Timpal Niko.
"Kalian serius kan?" Gumam Fina bertanya.
Lebih tepatnya pada diri Niko, seolah ingin membuktikan keseriusan nya. "Masalah Anjani biar saya yang urus. Saya pastikan dia tidak akan ganggu kamu lagi disekolah." Kata Niko seraya menatap reaksi Fino.
Fino tersenyum simpul dan mengangguk kepala. Seolah sudah memberi lampu hijau untuk Niko menggamit hati Anjani.
Tbc,