NovelToon NovelToon
Dua Kali Jatuh Cinta

Dua Kali Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi
Popularitas:952
Nilai: 5
Nama Author: SAIDA VALE

Nadia mati mengenaskan akibat dikhianati. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan memindahkan jiwanya ke tubuh Chelsea Latief, gadis kaya raya yang sedang koma.

Terbangun sebagai Chelsea, Nadia tidak hanya harus mencari cara untuk menghancurkan orang-orang yang telah membunuhnya di masa lalu, tetapi ia juga harus bertahan hidup di rumah mewah yang penuh dengan konspirasi racun, sekaligus menghadapi Reynald—tunangan arogan yang tiba-tiba berbalik mengejar cintanya.

"Aku bukan Chelsea yang bisa kamu injak-injak lagi, Tuan Reynald."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAIDA VALE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Serangan dari Sudut Gelap

Gedung Kejaksaan Tinggi berdiri dengan pilar-pilar beton abu-abu yang kokoh, memancarkan atmosfer keadilan yang kaku dan mengintimidasi. Mobil sedan mewah milik Reynald berhenti tepat di depan pintu masuk samping yang dijaga ketat oleh beberapa petugas berseragam.

Nadia melangkah turun bersama Reynald, berjalan menyusuri lorong berlantai marmer yang sunyi menuju salah satu ruang rapat VIP di lantai tiga. Di dalam ruangan tersebut, seorang pria berkacamata dengan setelan jas rapi bermerek kejaksaan sudah menunggu mereka di balik meja kayu panjang.

"Tuan Reynald, Nona Chelsea," sapa pria itu sembari berdiri dan membungkuk hormat. "Saya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Hermawan. Berkas dokumen yang Anda kirimkan semalam melalui tim hukum Reynald Group sudah kami verifikasi."

Nadia duduk di sebelah Reynald, matanya tertuju pada tumpukan map merah di atas meja. "Bagaimana hasilnya, Jaksa Hermawan?"

Jaksa Hermawan menghela napas panjang, membuka salah satu berkas dengan ekspresi serius. "Bukti-bukti aliran dana yang diserahkan sangat kuat. Penyelewengan dana Yayasan Latief yang dilakukan oleh Hendra Latief ternyata mengalir ke tiga rekening penampung fiktif yang terdaftar di bawah naungan anak perusahaan Baskoro Corp. Ini bukan lagi sekadar kasus penggelapan keluarga, melainkan pencucian uang korporasi skala besar."

Reynald menyandarkan punggungnya, menaruh tangan kokohnya di atas meja dengan ketukan jemari yang beritme konstan. "Berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk membekukan rekening anak perusahaan tersebut?"

"Sesuai instruksi hukum darurat ekonomi, kami bisa menerbitkan surat perintah pembekuan aset dan pencekalan ke luar negeri untuk direksi terkait dalam waktu dua jam dari sekarang," jawab Jaksa Hermawan tegas.

Nadia mengulas senyum miring yang penuh kemenangan di bibirnya. Dua jam. Itu berarti tepat sebelum pasar saham ditutup sore ini, Baskoro akan menerima hantaman telak. Dia tidak akan bisa mencairkan sepeser pun dana talangan dari anak perusahaannya untuk membayar bunga utang di Bank Central Capital yang jatuh tempo besok.

"Terima kasih, Jaksa Hermawan. Kami menghargai kerja cepat Anda," ucap Nadia sembari berdiri.

Setelah keluar dari Gedung Kejaksaan, mereka tidak langsung kembali ke mansion. Reynald membawa Nadia ke sebuah restoran privat tersembunyi di lantai teratas salah satu gedung miliknya untuk makan siang singkat.

Di dalam kabin lift yang bergerak naik, keheningan sempat merayap sebelum Reynald tiba-tiba berbalik, mengurung tubuh ramping Nadia di antara dinding lift berlapis cermin dan tubuh tegapnya. Aroma maskulin yang pekat seketika mengunci fokus Nadia.

"Kamu tampak sangat puas hari ini, Tunanganku," bisik Reynald, suara baritonnya terdengar rendah dan bergetar seksi di dekat telinga Nadia.

Nadia mendongak, menantang tatapan mata elang Reynald tanpa ada rasa takut. "Tentu saja. Melihat jaring-jaring yang kubuat perlahan mulai mencekik leher Baskoro adalah pemandangan terbaik tahun ini."

Reynald menunduk sedikit, mengikis jarak hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan. "Lalu, bagaimana dengan jaring-jaring yang kamu buat di hatiku, Chelsea? Kapan kamu akan berhenti menganggap hubungan kita hanya sebatas kesepakatan bisnis?"

Pertanyaan yang terlampau intim dan tiba-tiba itu membuat jantung Nadia memberikan letupan debaran halus yang tidak bisa dikendalikan. Di kehidupan lalunya, cinta adalah racun yang membunuhnya. Namun, melihat ketulusan dan tatapan protektif di mata Reynald, dinding pertahanan es di hati Nadia perlahan mulai terkikis.

Sebelum Nadia sempat menjawab, pintu lift berdenting terbuka. Nadia memanfaatkan momen itu untuk menyelipkan tubuhnya dengan lincah, keluar dari kurungan Reynald sembari memberikan kerlingan mata yang sarat akan misteri.

"Selesaikan dulu urusan Baskoro Corp, Tuan Reynald. Baru setelah itu kita bicarakan tentang isi hati," sahut Nadia sembari melangkah anggun menuju meja restoran yang menghadap ke luar jendela.

Reynald hanya bisa mendengus geli, menggelengkan kepalanya sembari menatap punggung singa betina kecilnya dengan senyuman miring yang penuh obsesi kepemilikan.

Tepat pukul tiga sore, saat Nadia dan Reynald baru saja tiba kembali di ruang kerja mansion Latief, Adrian berlari masuk tanpa mengetuk pintu dengan wajah yang memerah akibat syok.

"Nona Chelsea! Tuan Reynald! Bomnya sudah meledak!" teriak Adrian sembari meletakkan tabletnya di atas meja.

Layar tablet menampilkan siaran langsung berita televisi nasional dengan tajuk berita utama yang berkedip merah:

BREAKING NEWS: Kejaksaan Tinggi resmi membekukan tiga anak perusahaan utama milik Baskoro Corp atas dugaan pencucian uang korporasi dan penampungan dana ilegal Yayasan Latief. Harga saham Baskoro Corp anjlok hingga menyentuh batas auto-rejection bawah dalam waktu tiga puluh menit!

Di layar kaca, tampak gedung pusat Baskoro Corp dikerumuni oleh ratusan wartawan dan investor yang mengamuk menuntut kejelasan nasib uang mereka.

Nadia berdiri dari kursi kerjanya, menatap layar televisi dengan kilat mata yang menyala penuh dendam yang terbayar. "Adrian, ini saatnya. Eksekusi pembelian sisa saham kosong di pasar sekarang juga!"

"Siap, Nona! Perintah dilaksanakan!" jemari Adrian bergerak dengan kecepatan tinggi di atas papan ketik.

Reynald melangkah mendekati Nadia, menaruh kedua tangannya di pundak gadis itu secara protektif dari belakang. "Baskoro sudah resmi kehilangan fondasi finansialnya malam ini, Chelsea. Besok pagi saat Bank Central Capital menyita lahan pelabuhan logistiknya, dia akan benar-benar hancur."

Nadia menyandarkan punggungnya sedikit pada dada hangat Reynald, menatap pendar lampu kota yang mulai menyala di luar jendela. "Belum, Reynald. Orang yang putus asa seperti Baskoro pasti akan mencari jalan keluar terakhir yang paling kotor malam ini. Dan aku... sudah menyiapkan penyambutan yang meriah untuknya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!