NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:943
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Benih dalam Kegelapan

Ujung kartu perak itu menyentuh pemindai digital. Menciptakan desing mekanis yang halus. Pintu baja tebal di hadapan Carson bergeser ke samping, menyemburkan aroma steril yang dingin dan samar-samar berbau tanah basah. Sebuah aroma yang sangat asing bagi siapa pun yang menghabiskan seluruh hidupnya di negara yang penuh aturan ini.

Begitu melangkah masuk, Carson sempat menahan napasnya beberapa saat.

Ruangan penyimpanan spesimen organik itu sangat luas, menyerupai laboratorium botani raksasa yang dikurung dalam dinding-dinding kaca anti peluru. Di dalamnya, ratusan tabung inkubator setinggi langit-langit berjejer rapi, dialiri cairan nutrisi berpendar biru. Di dalam tabung-tabung itulah semuanya berada. Tumbuhan, daun-daun hijau yang belum pernah ia lihat bentuk aslinya, hingga buah-buahan dengan warna-warna cerah yang selama ini hanya muncul dalam buku sejarah.

"Hayo, tutup mulutmu, Carson. Awas aja kalau air liurmu sampai menetes ke lantai. Bersihkan sendiri, aku gak mau tahu!"

Suara cempreng Avnan seketika memecah keheningan. Pria yang akhir-akhir ini selalu merecoki Carson, muncul dari balik salah satu tabung besar sambil membawa papan pencatat digital, lengkap dengan jas labnya yang kali ini kancingnya terpasang dengan benar. Ya, walaupun kerahnya masih terlipat sebelah.

Carson langsung mengendalikan ekspresi wajahnya, kembali ke mode datar andalannya. "Aku hanya memastikan sistem penyaringan udara di sini bekerja dengan baik," ucap Carson tenang, mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangan secara kasual untuk memastikan tidak ada drama air liur sungguhan di sana.

"Halah, alasan," Avnan terkekeh, berjalan mendekati Carson sambil menyenggol bahu pemuda itu. "Semua orang yang pertama kali masuk ke sini pasti mukanya norak begitu. Aku dulu bahkan sampai menangis karena mengira ini surga. Tapi tenang saja, pesona ruangan ini bakal hilang dalam waktu tiga hari setelah kamu sadar betapa menyebalkannya laporan harian di sini."

Carson tidak memasukkan ledekan itu ke dalam hati. Dia sudah kebal menghadapi tipe orang seperti Avnan. Di laboratorium lamanya, ada Rey, rekan kerjanya yang terkenal paling cuek dan masa bodoh, tapi entah kenapa selalu punya bakat alami untuk meledek Carson setiap kali ada kesempatan. Dibandingkan dengan mulut pedas Rey, ocehan Avnan masih terhitung ramah di telinga Carson.

Tanpa membuang waktu, Carson mulai melangkah. Gerakan kakinya terlihat kasual dan alami, namun tujuannya sangat spesifik. Berdasarkan peta digital yang berhasil ia salin dari server utama kemarin, sektor penyimpanan buah-buahan berada di koridor tiga, tepat di sebelah sistem pendingin sekunder.

"Jadi, Profesor Malikh menyuruhmu mulai dari mana?" tanya Avnan, mengekor di belakang Carson dengan langkah diseret.

"Ekstraksi senyawa asam dan struktur seluler spesimen lunak," jawab Carson sambil membaca sekilas papan petunjuk di dinding kaca. Ia berhenti di depan sebuah kompartemen berpendingin khusus yang memuat beberapa jenis buah. Di dalamnya ada beberapa butir tomat merah yang segar, buah sitrus, dan beberapa jenis beri.

Carson membuka kompartemen tersebut, lalu mengambil dua buah tomat berukuran sedang dan beberapa buah beri ke dalam wadah logam yang sudah ia siapkan.

Avnan mengernyitkan dahi, memperhatikan bahan-bahan pilihan Carson. "Tunggu, kamu mengambil tomat dan beri? Untuk proyek senjata bioteknologi ini? Memangnya kamu mau membuat sup? Lagipula makanan seperti ini tidak layak konsumsi Carson. Terlebih itu melanggar hukum."

Carson membawa wadah logam itu menuju meja kerja utama di tengah ruangan, sementara Avnan terus mengekor seperti anak ayam.

"Ini bukan soal membuat sup, Avnan," kata Carson sambil menyalakan layar monitor mikroskopis di mejanya. Ia memakai sarung tangan lateks dengan tenang. "Proyek kita ini tujuannya adalah menciptakan senjata biologis yang bisa melumpuhkan target dalam skala besar tanpa merusak infrastruktur kota, kan?"

"Iya, secara teori memang seperti itu," sahut Avnan, duduk di kursi putar di sebelah Carson.

"Senjata biologis yang efektif membutuhkan agen pembawa atau carrier yang stabil, Avnan," kata Carson tenang, jemarinya dengan cekatan menata tomat dan beri di atas cawan petri. "Tomat dan buah beri ini memiliki kandungan asam sitrat dan asam askorbat yang tinggi, serta struktur seluler yang fleksibel. Jika kita ingin menyebarkan toksin dalam radius luas tanpa memicu alarm sensor kimia militer, kita butuh menyamarkannya dalam senyawa organik yang dianggap 'aman' oleh sistem."

Avnan mencondongkan tubuhnya, mulai tertarik. "Maksudmu, mengeksploitasi pH asamnya untuk mengikat protein toksin?"

"Tepat," kilah Carson tanpa ragu, suaranya terdengar sangat meyakinkan seolah ia sedang mempresentasikan jurnal ilmiah tingkat tinggi. "Asam dari buah-buahan ini bisa mengisolasi toksin agar tidak cepat terurai oleh udara luar sebelum mencapai target. Selain itu, tekstur spesimen lunak seperti ini memudahkan proses ekstraksi enzim pelarut. Kalau kita pakai tanaman keras, waktu kita habis hanya untuk menghancurkan ligninnya."

Avnan mengangguk-angguk paham. Jemarinya bergerak mengetuk-ngetukkan pena digital ke dagunya. "Hmm, masuk akal juga. Hah, sialan, kenapa aku tidak terpikir sampai kesana ya? Profesor Malikh memang tidak salah memilihmu."

Saat Avnan menoleh sekilas ke arah layar monitor untuk memeriksa grafik fluktuasi suhu yang baru saja menyala, Carson bergerak dengan cepat.

Menggunakan ujung pisau bedah mikro di tangan kanannya, Carson menyayat cepat salah satu tomat di zona buta yang terhalang oleh tubuhnya sendiri. Dengan satu gerakan jempol yang super halus, ia menyungkil keluar beberapa butir biji tomat. Tangan kirinya yang sudah memegang plastik klip kecil segera menampung biji-biji itu, lalu menguncinya rapat. Seluruh pergerakan itu terjadi kurang dari dua detik. Senyap, cepat, dan tanpa cela.

"Jadi," Carson kembali bersuara, mengalihkan perhatian Avnan sepenuhnya sebelum pria itu sempat berbalik. "Bisa bantu aku mengambil sampel air terdistilasi di rak belakang? Kita harus mulai menghitung tingkat viskositas cairan ini."

"Oh, oke, oke. Sebentar," sahut Avnan, segera berdiri dan berjalan menuju rak di ujung ruangan.

Carson mengembuskan napas perlahan melalui hidung. Di dalam sakunya, foil khusus itu kini meredam radiasi organik dari biji tomat, menyamarkannya menjadi sekadar partikel debu tak kasat mata pada mesin pemindai nanti.

...***...

Malam harinya, suasana di dalam kamar apartemen Carson terasa begitu sunyi. Hanya ada suara dengung rendah dari filter udara di sudut ruangan.

Carson duduk di tepi tempat tidur, melepas jaketnya, lalu merogoh saku bagian dalam. Ia mengeluarkan plastik klip kecil berisi biji tomat yang ia selundupkan tadi siang. Jantungnya sempat berdegup agak kencang saat mengingat ketatnya pemeriksaan di gerbang Sektor Militer tadi sore. Beruntung, foil pelindung yang ia modifikasi bekerja dengan sempurna pada mesin pemindai.

Carson memandangi benih-benih kecil itu dengan tatapan mata yang melembut. Sudut bibirnya terangkat, membentuk lengkungan tipis. Pemuda cuek yang tidak pernah peduli pada aturan dunia ini, sekarang baru saja menyelundupkan barang terlarang. Risiko yang ia ambil taruhannya adalah nyawa. Jika tertangkap, dia akan langsung dieksekusi tanpa peradilan.

Tapi, begitu mengingat binar mata Nezha setiap kali gadis itu berbicara tentang buah-buahan segar yang dilihatnya beberapa hari lalu, berapa segarnya, seperti apa rasanya... Carson tahu dia tidak punya pilihan lain. Dia sudah terlanjur melangkah terlalu jauh. Dan demi senyuman Nezha, risiko sebesar apa pun akan ia ambil, meskipun ia harus menumbuhkan rahasia berbahaya ini di dalam kegelapan kamarnya sendiri.

Carson berjalan menuju meja kecil di sudut kamarnya. Di sana, ia sudah menyiapkan sebuah wadah plastik bekas tempat jeli nutrisi yang sudah dibersihkan. Diisi dengan sedikit tanah dari pot tanaman hias sintetis kecil yang ada di dekat jendela kamarnya. Satu-satunya tanah dekorasi yang diizinkan di apartemen.

Dengan hati-hati, Carson menggunakan ujung jarinya untuk membuat beberapa lubang kecil di tanah, lalu memasukkan biji-biji tomat itu satu per satu. Ia menutupnya kembali dengan tanah, lalu memercikkan sedikit air minumnya ke atas permukaan tanah tersebut.

Carson memandangi wadah plastik itu dengan tatapan yang melunak. Kemudian meletakkan wadah kecil itu di tempat paling tersembunyi di balik pipa ventilasi hangat di bawah meja dapur, tempat yang tidak akan terjangkau oleh sudut pandang kamera pengawas apartemen jika ada pemeriksaan mendadak.

"Tumbuhlah yang baik," bisik Carson pelan pada gundukan tanah itu. "Demi Nezha. Demi anakku."

Carson menyeka tangannya yang kotor, melirik ke arah kamar tidur di mana Nezha berada, lalu berjalan melangkah masuk ke dalam untuk menemani kekasihnya, menyimpan rahasia berbahaya yang baru saja ia tanam di sudut apartemennya.

1
Rudy satria
bylla berbahaya nggk sih,ko bikin deg,deg,degan😅😅
Rudy satria
semoga bylla bukan mata² pemerintah 😅
Rudy satria
saya pikir langsung curi buahnya satu ² ternyata bijinya saja,sabar ya dedek bayi kira² 3 bulan sampai tomatnya matang😅😅
ririma: wkwk,,
total 1 replies
Rudy satria
apakah bylla salah satu tim yang nantinya kabur bersama Carlos dan Nessa
Rudy satria
lebih nggk kebayang,kalo beneran ada negara yang memiliki peraturan sekonyol itu🤣
ririma: lah iya juga ya🤣
total 1 replies
Rudy satria
Kay nggk asing,negara Konoha seperti itu jga nggk ya semoga si nggk ya😅😅
ririma: hmm, ngga ikutan ya kak🤭
total 1 replies
Rudy satria
ceritanya bagus, meskipun masih blm paham kenapa ada peraturan anomali seperti itu😄
ririma: engga usah dipahami kak, emang anomali itu peraturannya😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!