NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami / Romantis
Popularitas:51.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Pertama di Singapura

Sinar matahari perlahan menyelinap masuk melalui sela-sela tirai putih. Udara pagi terasa begitu sejuk, jauh berbeda dengan udara yang biasa Alya rasakan di Indonesi.

Wajah Alya terlihat jauh lebih tenang saat tertidur. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang selalu dipenuhi kegelisahan hingga sulit memejamkan mata.

Perempuan itu membuka matanya perlahan. Beberapa detik ia hanya memandangi langit-langit kamar yang masih terasa asing. Dinding berwarna krem, lemari kayu sederhana, dan sebuah jendela besar yang menghadap taman kecil di depan rumah. Ia masih terdiam beberapa saat, membiasakan diri dengan suasana baru.

"Jadi... ini benar-benar rumah baruku." Tangannya refleks mengusap perutnya yang masih belum tampak membesar.

"Selamat pagi, Senja." Senyum tipis menghiasi wajahnya. "Mama harap kamu nyaman di sini."

Tak lama kemudian terdengar ketukan pelan di pintu. Tok... tok... tok...

"Neng Alya... sudah bangun?" suara seorang perempuan paruh baya terdengar lembut dari balik pintu.

"Sudah, Bibi."

"Kalau begitu jangan lupa sarapan ya. Tuan Dewa sudah menunggu di bawah."

"Iya."

Setelah itu Alya memasang kaki palsunya dengan hati-hati. Ia berdiri hati-hati, lalu mulai merapikan tempat tidurnya, tidak sampai di situ saja. Ia pun mulai berjalan ke arah kamar mandi.

Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Alya keluar dari kamar.

Rumah itu memang tidak terlalu besar, tetapi terasa hangat. Lantai kayu yang bersih, ruang tamu sederhana, tanaman hijau di halaman depan, serta aroma roti panggang yang berasal dari dapur membuat suasana rumah terasa begitu nyaman.

Di meja makan, Dewa sudah duduk sambil membaca beberapa berkas. Saat mendengar langkah kaki Alya, pria itu langsung menutup map di tangannya.

"Selamat pagi."

"Pagi, Mas."

"Bagaimana? Tidurnya nyenyak?"

Alya mengangguk. "Alhamdulillah... sudah jauh lebih tenang."

"Itu bagus," ucap Dewa sedikit memuji.

Seorang perempuan paruh baya datang membawa semangkuk sup hangat dan segelas susu.

"Neng harus dihabiskan ya."

Alya tersenyum sopan. "Terima kasih, Bi."

"Nama saya Bibi Lina."

"Kalau yang sedang menyiram bunga di depan itu suami saya, Pak Harun."

Alya menoleh ke arah halaman. Seorang pria berambut memutih sedang menyiram tanaman dengan senyum ramah. Perempuan itu membalas lambaian tangannya pelan.

"Dari sekarang anggap rumah ini rumah Neng sendiri," ucap Bibi Lina lembut.

Kalimat sederhana itu membuat dada Alya menghangat. Semenjak mengenal Dewa dan Emil. Ia selalu dipertemukan dengan orang-orang baik. Orang-orang yang menyambutnya dengan kasih sayang bahkan selama bertahun-tahun, ia selalu menjadi orang yang menumpang. Namun pagi ini? Ia merasa diterima.

Setelah sarapan selesai, Dewa berdiri dari duduknya,pria itu menatap Alya sambil tersenyum tipis. Melihat Alya mulai bisa tersenyum membuat hati Dewa ikut terasa ringan.

"Ayo," ujarnya tiba-tiba.

Alya mengangkat wajah. "Mau ke mana?"

"Aku ingin mengenalkan lingkungan sekitar."

"Tapi jangan jauh-jauh. Dokter menyuruhmu banyak istirahat," lanjut Dewa.

Alya mengangguk patuh. Mereka akhirnya berjalan keluar rumah. Perumahan itu terlihat tenang. Jalanannya bersih, dipenuhi pepohonan rindang dan taman kecil di setiap sudut. Beberapa warga yang berpapasan menyapa dengan ramah.

Alya memandang sekeliling dengan kagum. "Indah sekali."

"Iya," sahut Dewa. "Mungkin kamu akan betah di sini."

Alya hanya tersenyum kecil. Dalam hati ia berharap, semoga kehidupan barunya benar-benar membawa kedamaian.

Langkah mereka akhirnya terhenti ketika melewati sebuah toko bunga kecil di sudut jalan. Alya mematung. Tatapannya selalu terpaku pada deretan bunga segar yang tertata rapi di balik etalase kaca, ada mawar, lili, tulip dan juga baby's breath.

Entah mengapa, setiap kali menatap bunga-bunga yang berjajar rapi itu, Alya selalu larut dalam renungannya. Seolah setiap kelopak dan putiknya menyimpan kisah yang tak pernah mampu diungkapkan dengan kata-kata. Jemarinya perlahan mengepal. Rasa rindu yang selama ini ia pendam kembali memenuhi dadanya.

Dewa yang memperhatikan perubahan ekspresi Alya, pria itu langsung menangkap apa yang dipikirkan wanita di hadapannya itu.

"Kamu kangen membuat buket?"

Alya tersenyum tipis. "Sangat, setiap kali melihat bunga rasanya seperti melihat rumah."

Dewa tidak langsung menjawab. Ia hanya memandangi wajah perempuan itu beberapa saat. Dalam hati, ia mulai memahami satu hal. Barangkali yang mampu menyembuhkan luka Alya bukan hanya waktu. Melainkan kesempatan untuk kembali berdiri dengan kedua kakinya sendiri.

"Nanti ya kalau kandunganmu sudah kuat," ujar Dewa.

"Tapi aku sudah merasa baik-baik saja Mas," sahut Alya.

"Jangan terburu-buru dulu, nikmati saja dulu hari-hari yang menenangkan di tempat baru," kata Dewa tegas.

Alya kembali diam, ia tahu apa yang dikatakan Dewa ada benarnya. Dan kejadian malam itu yang membuat perutnya keram seolah menjadikannya tamparan kuat.

"Baiklah, demi keselamatan Senja aku nurut," sahutnya tanpa paksaan.

"Gitu dong, pasti Senja dengernya juga seneng," kata Dewa sambil menatap perut Alya.

"Senja juga senang, punya Om baik seperti kamu," sahut Alya.

"Bukannya kata kamu Om jutek," celetuk Dewa.

Seketika Alya membekap mulutnya sendiri, ia merasa malu, karena Dewa mulai mengingatkan perkataannya pada waktu itu.

"Hehe, maaf ya Mas," ucapnya. sambil menunduk.

"Gak apa-apa, apapun panggilannya jika itu buat kamu senang. Gak apa-apa." pungkas Dewa.

Kedua mulai meneruskan langkahnya berkeliling lingkungan sekitar, sinar mentari pagi yang menghangatkan tubuh seolah ikut menemani perjalanan mereka.

Dan sejak pagi itu, tanpa sepengetahuan Alya, Dewa mulai menyusun sebuah rencana. Rencana agar perempuan itu bisa kembali merangkai bunga. Bukan demi uang. Melainkan demi mengembalikan senyum yang perlahan mulai hilang dari wajahnya.

Bersambung....

Tipis dulu ya Kakak ...

Tetap semangat dan semoga kalian selalu happy. Salam sayang dadi aku ❤️❤️❤️❤️❤️

1
Lisa
Dia adalah putrimu Arlan..
Nar Sih
arlann ..gk segaja kmu ketemu putri mu yg blm kamu kenal
Lisa
ya nih gmn y reaksinya Arlan ketika bertemu dgn Alya
Nar Sih
padahal sdh penasaran lihat reaksi arlan saat ketemu alya,tpi...sabarr lgi blm waktu nya kata kak ayu😂
Lisa
Selamat malam Kak Ayu..terimakasih y utk updatenya..wah berarti waktu acara gala dinner itu Alya pasti bertemu dengan Arlan.
Yati Susilawati
tak sabar nunggu al dan ar.. bertemu
Nar Sih
sore kak ayuu,dan aku slalu suka dgn senja🥰🥰
Lisa
Semangat y Alya & team..kalian pasti bisa 🙏💪
Nar Sih
semagat alya ,kmu pasti bisa dan semoga kmu berhasil💪
falea sezi
kenapa belom hamil lagi 😒
Ayumarhumah: sabar kak ...
total 1 replies
Nar Sih
sore kak ayu ,makasih ya udah updet 2kali sehari senja nya🙏🥰
Lisa
👍 Sukses y Alya
Nar Sih
waah...alya kmu bnr,,👍🥰🥰
Lisa
Jadi deg²an nih..pertanyaan terakhirnya apa nih 🤔
Suanti
semoga, aja viral dan masuk acara tv biar menyesal sekeluarga mantan alya membuang berlian demi kerikir 🤭🤣
Nar Sih
mlm kak ayu,selamat alya ahir nya presentasi berjln lsncar👍🥰
Adinda
semoga alya Dan dewa punya anak kembar
Nar Sih
pagi kak ayu,semagatt alya dan senja florist siap melangkah menuju sukses dan bahagia
Nar Sih
kasihan kmu arlan ,karma mu yg telah menyia,,kan alya kmu gk bisa punya keturunan dri amara
Lee Mba Young
Syukurin arlan gk akn punya anak lagi 🤣. karma tak semanis kurma.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!