Rafael Adinata, adalah aktor terkenal yang terjerat skandal memalukan dengan aktris pendatang baru.
Rafael terpaksa menikah dengan wanita biasa demi menyelamatkan reputasinya. Gita Larasati, seorang editor buku yang hidupnya sederhana. Dengan terpaksa menerima tawaran Rafael pernikahan kontrak dengan sang aktor demi melunasi hutang keluarga.
Sebuah pernikahan dimulai, tanpa cinta hanya sebatas hitam diatas putih.
Mampukah Rafael dan Gita menjalani pernikahan kontrak mereka yang penuh liku-liku? berpisah setelah masa kontrak habis, atau justru saling jatuh cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSYILA qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 : Pernikahan
Gita menatap kagum dengan kebaya pengantin pilihan ibu mertuanya, indah, elegan, dan mewah. Mama Rafael menyewa MUA ternama untuk pernikahan Gita dan Rafael, tidak lupa dengan mengundang awak media. Pernikahan ini harus semua orang tahu, Rafael juga mencari sponsor untuk pernikahannya ini. Sayang katanya, kan ini cuma pura-pura.
Rafael yang tak kalah menawan dengan baju pengantin dengan warna senada dengan Gita. MUA menggiring Gita untuk duduk di tempat yang sudah disediakan untuk ijab kabul. Ada ketegangan di wajah Rafael. Setelah semua orang datang ijab kabul di mulai.
"saya terima nikah dan kawinnya Gita Larasati binti Joni dengan maskawin tersebut. tu...nai." tangan Rafael di hentak barulah ia berapas lega.
"sah.....sah...sah... "alhamdulilah" lalu Mudin membaca doa.
Rafael berfoto dengan menunjukkan buku nikah dan cincin mereka. Tidak lupa dengan senyum sumringah sebagai formalitas.
Pesta berlangsung hingga jam 10 malam, namun masih ada sanak saudara seumuran Rafael dan Gita yang masing mengobrol, mama Rafael melarang Rafael untuk langsung pulang ke apartemen, setidaknya satu Minggu harus tinggal di rumah mamanya. Katanya itu, adat Jawa seperti itu. Ternyata Rafael asli orang Yogyakarta sedangkan Gita mamanya orang Surabaya dan menikah dengan papanya yang orang Jakarta.
Karena tak tahan Gita pamit untuk mengganti baju dan menghapus riasannya. begitu juga Rafael.
"cieee.... tahan dulu kek, tahan sampai kita pulang gitu." celetuk Arga sepupu Rafael sedangkan yang lain ikut menyoraki.
"tahan apa maksut nya? ntar kalo kamu nikah bakal ngerasain gimana rasanya pake sewek begini." jawab Rafael ketus. Gita yang langsung ngibrit tanpa menghiraukan celetukan itu.
Sampai dikamar.
"aku yang kekamar mandi dulu, kebelet pipis." Gita mengobrak-abrik tasnya mencari baju ganti.
"aku dulu elah, " Rafael tak kalah kekeh.
" kamu ngapain sih ikutan ganti,"
" gerah, ya udah bareng aja kekamar mandinya." jawab Rafael menggoda.
"heh sinting, Ingat ya dalam perjanjian gak usah aneh-aneh." Gita melotot sambil mengacungkan tinjunya, Rafael hanya cengengesan sambil membuka kancing beskapnya.
"mau apa?" Gita yang melihat pergerakan tangan Rafael berteriak panik.
"kamu jadi ke kamar mandi gak" Rafael tak sabar, Gita langsung berjalan cepat menuju kamar mandi.
Setelah mandi dan memakai pakaian dalam, Gita tidak sengaja menjatuhkan pakaiannya pada genangan air. Wajah Gita memucat, bagaimana ia keluar dengan baju basah.
"Rafael....Rafael....." panggil Gita, tapi tak ada jawaban. Gita ingin meminta bantuan Rafael mengambilkan banju ganti yang lain.
" Rafael.....kamu dimana?" tetap tak ada jawaban, apa Rafael keluar kamar? pikir Gita.
Gita membuka pintu kamar mandi, matanya mengitari seluruh penjuru kamar dari balik pintu kamar mandi. Benar saja tidak ada Rafael. Gita segera keluar dengan memakai pakaian dalam saja. Sialnya Gita juga lupa membawa handuk.
CEKLEK....
Suara pintu terbuka. Kepala Gita menoleh horor.
"Aaaaaa......" Gita yang tadinya berdiri langsung berjongkok, Rafael membelalakkan mata, langsung menutup pintu.
"KAMU KOK MALAH MASUK !!! KELUAR !!" teriak Gita, Rafael yang panik malah masuk dan menutup pintu kamar.
"sorry." dengan cepat Rafael keluar dan menutup pintu agak keras, jantungnya berdetak cepat nafasnya ngos-ngosan masih teringat jelas lekukan tubuh Gita yang ternyata..... Rafael menelan ludah, baru menikah, sudah di hadapi ujian begini.
Gita masih berjongkok, kakinya masih lemas. Gita berdiri sedikit terhuyung meraih tas yang ia taruh di atas tempat tidur, mengambil dress warna hijau tosca dari tasnya. Dengan tangan gemetar, memakainya. Gita meras di telanjangi, dengan jelas Gita melihat Rafael melotot sambil mengamati lekuk tubuh Gita.
Gita membuka pintu kamar, Rafael yang masih berdiri depan pintu kamar terkejut. Tanpa sepatah kata Gita berjalan melewati Rafael.
***
Pernikahan Rafael dan Gita, membuat gempar seluruh Indonesia. Hujatan bertubi-tubi di medsos di berikan kepada Gita, yang tidak suka melihat pernikahan Rafael dan Gita terutama fans Maya. Maya masih hilang bagaimana di telan bumi. Tidak sampai di situ saja, Rafael menuntut Maya atas tuduhan pencemaran nama baik.
" kita harus buat publik percaya kalo rumah tangga Lo harmonis," kata Andra yang sedang membaca komentar di sosmed Rafael.
"caranya?" tanya Rafael sambil makan kuaci.
"kita bikin channel yutub Lo sama Gita." Rafael manggut-manggut, ia tidak mau ambil pusing. biar Andra yang mikir ia tinggal jalan aja lah
***
Ini hari pertama Gita kerja setelah mengambil cuti 4 hari. Gita tidak bisa membayangkan akan seheboh apa kantornya setelah melihat berita Rafael dan Gita menikah.
Semua mata tertuju pada Gita, Tiara berdiri di seberang Gita sambil melipat tangan.
" Lu ya emang, keterlaluan!!" Marah Tiara, sudah sampe ubun-ubun.
"udah..... yuk kita masuk dulu, ntar gue ceritain." kata Gita menenangkan. Gita mendorong pelan Tiara.
Sedangkan di Ruangan kantor sudah banyak rekan Gita ulyang menunggu.
" Ini nih pengantin baru kita udah datang, yang gak undang kita-kita karena gak se-level." Ayu dengan wajah ketusnya memprovokasi.
" Gak lah, kok gitu ya.... emang akad nikahnya mau intimate wedding gitu, emang gak undang banyak tamu selain keluarga." jelas Gita meyakinkan.
" Terus gue belum lu anggep keluarga. Bahkan Lo gak pernah cerita kalo Lo punya cowok." suara bariton menyela, Desta berjalan menghampiri Gita dengan satu tangan di masukkan saku celana.
" Biar surprise...." Gita kikuk mencoba biasa saja. Desta orang yang Gita suka tapi tak bisa Gita miliki Desta sudah bertunangan.
Desta mencebik.
" Tenang, ini gue kasi undangan satu-satu." Gita mengeluarkan undangan pernikahannya dari tas jinjing.
" Wih, gak modern Lo. Sekarang kan jamannya undangan digital." celetuk Lestari.
" Undangan digital itu gak sopan menurut gue guys," jelas Gita sambil membagikan undangannya satu persatu. Undangan unik milik Gita membuat kagum rekan kerjanya.
***
Tema resepsi pernikahan Rafael dan Gita adalah outdoor, bunga-bunga cantik warna pastel menghiasi sepanjang jalan.
Rafael dengan tuxedo hitam tampak tampan dan gagah, sedangkan Gita menggunakan gaun pengantin lengan panjang brokat putih yang menempel pas tubuhnya dengan Payet cantik dan rok model sheath sehingga memudahkan untuk berjalan-jalan.
"Selamat ya git, ya Ampuun cantik banget." teriak Tiara gemas, Gita tersenyum lebar. Tidak bisa bohong, seperti ini lah wedding dream impiannya.
Sampai di bagian adegan melempar bunga, Gita dan Rafael membelakangi penonton lalu melempar buket bunga.
Suara riuh tamu undangan menambah ceria suasana.
" Gak nyangka kamu sudah menikah, jadi istri yang berbakti ya nak." ibu Gita mencium kening anaknya lama. Air mata Gita tak terbendung lagi.
Malam tamu undangan semakin ramai, Rafael dan Gita di minta ber bicara di depan podium. Dan tentu saja sesuai script karena mereka memang belum mengenal satu sama lain.
Setelah Gita selesai bicara.
"cium... cium....cium." ada yang berteriak, siapa provokator itu?! Gita menggeleng kuat. Rafael tersenyum kikuk, namun semakin banyak yang bersorak.
Rafael meraih pinggang Gita, mata Gita melotot. tubuhnya condong ke belakang.
" Gak usah aneh-aneh." bisik Gita sambil memaksakan senyum.
" Kita harus totalitas." bisik Rafael
" Gak ada di kontrak ya,"
" Ini kepepet, lagian anggap aja kamu lagi kerja." setelah bisikan terakhir. Rafael menempelkan bibirnya pada bibir Gita,, lembut dan basah keduanya memejamkan mata.
Gita mencengkram erat lengan Rafael. Jantungnya seperti akan meledak, bagi Rafael adegan seperti ini adalah hal biasa, bagi Gita ini adalah ciuman pertamanya. Bibir mereka berpisah.
" Rafael." suara perempuan bergetar. Rafael menoleh kearah suara. Matanya membulat, ia mundur menjauhi Gita...
bersambung
hai hai......
semoga kalian senang sama ceritanya
tinggalkan jejak ya
Thank you
happy reading ^^