fadli seorang siswa penyendiri yang di panggil ke dunia lain bersama teman sekelas nya. namun ia justru tidak memiliki, skil, sihir mau pun kekuatan. setelah itu ia di buly oleh semua teman sekelas nya. akhirnya raja membuang dia ke hutan. saat fadli pasrah di hutan dan menunggu kematian teringat kembali hinaan yang di lontarkan teman- teman nya. ia pun memilih untuk tidak menyerah, ia mulai berpetulang dan mendapatkan skil, sihir dan kekuatan sedikit demi sedikit. sampai akhirnya ia menjadi yang terkuat di dunia itu. bagaimana kisah fadli? silakan di baca sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 32 dewi teman lama
Setelah beberapa jam kemudian fadli akhir nya menemukan penginapan. Ia masuk dan membayar uang pada resepsionis di penginapan itu. Ia ke kamar nya dan tiduran dengan santai.
"Statis open" kata fadli.
(Status fadli)
Hp, 15.000. Mana 1.200.000,Skil penguat level 20. Skil penilai level 10. Skil panah air, skil abnormal perampas tidak memiliki level,skil penyembuh tingkat tinggi, skil penyembur api. Skil teleportasi. Skil pelindung.
item :, gelang penyembuh. Keuangan, 1 juta dan 2995 keping perak. Pedang katana.
"Tunggu uang aku kan bertambah, tunggu aku hitung dulu dan masukan ke dalam dompet sihir," kata fadli sambil mengeluarkan sekantong uang di dalam tas sihir nya.
"Hah.... kepingan perak nya banyak sekali, ini pasti akan lama," kata fadli salam hati nya mulai menghitung."
Kei.." saran gunakan skil penilai,"
Fadli terseyum ia lalu menggunakan skil penilai nya. Akhir nya ia memastikan kepingan perak itu ada 10 ribu, jadi ia kini memiliki 1.000.000 keping perak dan 12.996 keping perak.
"Uang aku banyak juga, hem.. seperti nya sudah saat nya membeli rumah deh untuk hidup tenang di dunia ini, tidak aku harus tetap kembali ke dunia aku, aku harus mencari iblis yang bisa di ajak bicara semoga saja mereka tau cara kembali ke duniaku," kata fadli dalam hati nya.
Ia lalu tiduran sampai ketiduran benaran.
Sementara itu di istana raja, "masukan mereka ke penjara," perintah sang raja.
"Maaf raja, saran saya jangan pernah masukan mereka ke dalam penjara, kalau seperti ini terus kerajaan kita akan terus kehilangan petualang hebat," jelas kenici memohon untuk ke 4 petualang itu.
"Tidak mereka sudah menghianati negara tentu saja mereka harus di penjara dan di hukum mati," jelas raja.
"Cih... dasar raja biadab kamu tidak pantas jadi raja," kata salah satu petulang itu.
"Diam.. cepat masukan mereka jangan beri maka mereka sampai mati, " perintah raja dengan tegas.
Mendengar itu kenici terkejut ia sangat marah. Namun ia memilih untuk diam saja. Setelah ke 4 petualang itu di bawa ke penjara raja tertawa.
"Hahaha.... begitu ya kerajaan angin yang lemah itu aka di serang oleh gerombolan moster. Mereka minta bantuan padaku? Maaf aku tidak akan membantu mereka, kirimkan pesan pakai burung. Selamat menikmati serangan moster itu." Perintah raja dengan tegas.
Kenici pun pergi pulang sementara fadli masih tertidur pulas di kamar nya.
1 hari kemudian fadli kini berada di serikat.
"Begitu ya mereka ber 4 dulu adalalah petualang di sini, lalu mereka kabur ke kerajaan angin karena mereka muak dengan aturan dari raja. Tapi mereka sekarang di perintahkan mengirim surat dan berakhir di penjara, raja itu tidak pernah berubah," kata fadli dengan kesal.
"Ya padahal dulu kerajaan matahari adalah kerajaan terkuat, sekarang kita berada di nomer 3. Pertama yang terkuat adalah kerajaan air, ke dua tanah, ke tiga kita matahari dan ke 4 angin, aku sangat kesal," kata kenici.
"Ngomong- ngomong kenici para petualang itu di penjara di mana?" Tanya fadli tiba- tiba.
"Tentu saja di penjara, penjara ruang bawah sama seperti kamu waktu itu," jelas kenici.
"Begitu ya, semoga mereka baik- baik saja. Sekarang aku mau cari misi dulu kenici, semoga ada misi dengan bayaran tinggi," kata fadli dalam hati nya.
"Adalah, tapi itu sangat sulit, misi nya adalah menangkap seorang elf," kata kenici.
"Eh.. serius," tanya fadli.
"Tidak aku becanda, memang ada orang yang meletakan kertas itu, tapi aku langsung membakar nya, kita tidak boleh cari masalah dengan elf," jelas kenici.
"Astaga, sekarang permisi," kata fadli.
Fadli pun segera pergi ke lobi dan melihat papan pengumuman. Ia mencari misi yang cocok sampai.
"Lama tidak ketemu fadli," sapa dewi tiba- tiba.
"Kamu ya... ada apa dewi?" Tanya fadli.
"Tidak ada hanya ingin menyapa saja, Mau nyari misi ya, kalau begitu ayo kita kerjakan bersama fadli,"
Mendengar ajakan dari dewi fadli berusaha menolak namin dewi langsung menarik salah satu kertas dan segera menarik fadli.
Mereka pun kini sudah berada di hutan untuk menjalankan misi itu.
"Misi apa yang kamu ambil?" Tanya fadli penasaran.
"Ini hanya mini mencari bunga dan herbal lumayan 20 keping perak hadiah nya," jawab dewi dengan santai.
Mereka lalu berjalan sambil melihat sekitar siapa tau ada herbal yang ada di kertas misi.
Beberapa menit mencari, "itu dia," kata fadli menunjuk salah satu bunga.
Dewi terseyum dan segera mengambil bunga itu. Setelah ia mendapatkan bunga nya ia berkata, "hebat sekali fadli kamu bisa menemukan bunga sekecil ini dengan mudah,"
Fadli hanya menjawab ,"ya karena mata aku bagus,"
"Fadli aku mungkin harus bicara sesuatu padamu. Aku ingin memberitahu kamu rahasia semua orang. Kelas kita ibu kita bu diana ingin kita kabur dari kerajaan ini, kita tau kita di per alat dia mendengar sendiri ucapan itu keluar dari raja dan mentri nya. Dia juga punya bukti karena karena ada yang mendengar hal sama, jadi kita semua merencanakan pelarian ke kerajaan angin 2 hari lagi, aku ingin kamu ikut," kata dewi tiba- tiba.
Mendengar itu fadli terkejut ia berkata, "itu akan berbahaya, aku rasa kerajaan akan mencari kalian bahkan membunuh kalian jika mau, tapi aku akan membantu kalian kabur dari kerajaan, 2 hari lagi temui aku di hutan,"
Dewi terkejut karena fadli mau membantu diri nya. Namun ia juga sangat senang mendengar itu.
Setelah menyelesaikan misi fadli dan dewi kembali ke serikat. Di serikat mereka bertemu dengan bu diana.
"Kebetulan sekali fadli kita bertemu di sini aku ingin bicara," kata bu diana menyapa fadli.
"Hem.. kabur kan?" Tanya fadli.
"Eh... kenapa kamu tau?" Kata diana terkejut.
"Tuh..." jawab fadli menunjuk dewi yang sedang ada di dekat resepsionis.
"Begitu ya, jadi kamu ikut kan?" Tanya bu diana memastikan.
"Aku akan membantu kalian tapi aku tidak akan ikut," jelas fadli.
"Apa maksud kamu fadli?" Tanya bu diana penasaran.
"Aku sudah menjelaskan jadi aku tidak perlu menjelaskan lagi," jelas fadli dengan tegas.
Tak lama kemudian dewi kembali ia laku berkata, "ayo makan fadli uang ini lebih baik kita habiskan semua nya,"
Fadli hanya mengangguk pelan saja. Mereka lalu mulai pesta makan, bu diana, dewi dan fadli, fadli menjelaskan rencana pelarian yang akan di lakukan oleh mereka dengan cara yang mudah di pahami.
Setelah menjelaskan panjang lebar fadli kembali bertanya, " mengerti kan?"
Diana menjawab , "ya, terima kasih sudah membantu kami fadli,"
Fadli terseyum, "tidak masalah, hanya bantuan kecil, lagian aku kasian sama kalian yang di perbudak,"jelas fadli.
Mendengar itu bu diana dan juga dewi hanya bisa dian saja. Mereka pun bubar dari tempat itu dan bersiap untuk melakukan pelarian dua hari lagi.