NovelToon NovelToon
Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Nikahmuda
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Karakter Utama:

​Arga: Cowok yang biasanya tenang, rapi, dan selalu jadi "penjaga" kalau mereka nongkrong. Tapi malam itu, dia sama mabuknya.

​Kinar: Cewek ceplas-ceplos, panikan, dan tipe sahabat yang tahu semua aib Arga dari zaman masih ngompol sampai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Ketukan Pintu dan Memori yang Terpanggil

Rasa dingin dari bungkusan es batu yang ditempelkan Arga di dahinya perlahan mulai mencair, berganti dengan sensasi kebas yang aneh. Namun, rasa kebas itu sama sekali tidak bisa mematikan saraf-saraf di dada Kinar yang sejak tadi terus bertingkah ugal-ugalan. Jarak di antara mereka masih sedekat beberapa jengkal saja. Kinar bahkan bisa melihat pantulan dirinya sendiri di dalam pupil mata hitam Arga yang jernih. Begitu tenang, namun entah mengapa terasa sangat mengintimidasi ego persahabatan yang selama ini mereka agungkan.

​Arga perlahan menarik kembali tangannya, meletakkan waslap basah itu ke atas meja makan dengan gerakan pelan. Dia berdeham sekali, mencoba mengusir kabut canggung yang mendadak menggantung tebal di atas kepala mereka.

​"Udah, gak usah dilihatin terus muka ganteng gue. Nanti lo beneran naksir, repot urusannya," celetuk Arga, berusaha memecah keheningan dengan gaya menyebalkan andalannya. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum miring yang sengaja dibuat-buat demi menyembunyikan rasa kikuk yang juga tengah menderanya.

​Kinar mendengus keras, buru-buru memalingkan wajahnya ke arah waslap di meja. "Geer banget lo jadi manusia! Gak akan ada sejarahnya Kinar Anindita naksir cowok modelan bentukan reog kayak lo ya, inget itu!" sahut Kinar ketus, walau dalam hati dia merutuki suaranya yang sedikit melengking di ujung kalimat—tanda nyata kalau dia sedang berbohong demi menutupi rasa salting.

​Arga tertawa kecil, suara baritonnya terdengar renyah di telinga Kinar. Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kayu, menatap langit-langit kontrakan dengan kedua tangan yang disedekapkan di depan dada. "Bagus deh kalau lo inget aturan main kita. Karena kalau sampai salah satu dari kita melanggar..." Arga menggantung kalimatnya sejenak, melirik Kinar lewat sudut matanya dengan tatapan yang sulit diartikan. "...persahabatan kita belasan tahun ini bakal taruhannya, Nar."

​Mendengar kata 'persahabatan belasan tahun', ingatan Kinar mendadak ditarik mundur ke masa lalu. Pikiran gadis itu berputar, melompati waktu, kembali ke masa-masa seragam putih-abu-abu mereka beberapa tahun silam.

​Flashback: Hujan dan Janji di Halte Sekolah

​Sore itu, langit kota diguyur hujan badai yang sangat lebat. Kinar remaja, dengan seragam SMA yang sedikit basah di bagian lengan, duduk meringkuk di bangku halte bus depan sekolah yang sudah sepi. Dia menangis sesenggukan, menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut yang ditekuk. Hari itu adalah hari paling buruk dalam hidupnya; dia baru saja mendapati bahwa cowok yang merupakan cinta pertamanya di sekolah ternyata hanya menjadikannya bahan taruhan bersama geng motornya.

​Rasa malu, kecewa, dan sakit hati bercampur menjadi satu, membuat dadanya terasa sesak seolah dihantam batu besar. Di tengah derasnya suara air hujan yang menghantam atap halte, sebuah motor sport hitam mendadak berhenti tepat di depan tempatnya duduk.

​Pengendaranya membuka helm fullface-nya, menampilkan wajah Arga yang basah oleh sisa air hujan. Arga tidak banyak bertanya. Dia turun dari motor, berjalan mendekati Kinar, lalu melepas jaket jins tebalnya dan menyampirkannya ke bahu Kinar yang bergetar karena dingin dan sedih.

​"Ngapain lo nangis gara-gara cowok kardus kayak dia? Gak bermutu banget air mata lo, Nar," ucap Arga kala itu, suaranya terdengar ketus namun tangannya bergerak lembut mengusap puncak kepala Kinar dengan kikuk.

​"Gue... gue benci banget sama dia, Ga! Gue benci semua cowok!" jerit Kinar histeris di sela tangisnya.

​Arga terdiam sejenak, lalu mendudukkan diri di samping Kinar di atas bangku halte yang dingin. Dia menatap lurus ke arah jalanan yang digenangi air. "Ya udah, kalau lo benci semua cowok, lo gak usah pacaran sama siapa-siapa lagi. Nanti kalau kita udah gede, kalau lo masih jomblo dan gak ada yang mau sama lo gara-gara sifat lo yang mirip reog ini, lo nikah aja sama gue. Kita sahabatan seumur hidup, gak usah pake acara jatuh cinta atau patah hati. Gimana?"

​Kinar yang saat itu masih menangis, sempat mendongak dan menatap wajah Arga dari samping. Kalimat konyol Arga sore itu terdengar seperti candaan anak labil, namun entah mengapa, berhasil menghentikan tangis Kinar dan memberikan rasa aman yang luar biasa di dalam hatinya.

​Kembali ke Realitas dan Ketukan Pintu Misterius

​Kinar tersenyum tipis mengingat memori lama itu. Siapa yang menyangka bahwa candaan konyol di halte SMA kala itu kini benar-benar terwujud dalam bentuk pernikahan kontrak di atas kertas bermeterai? Mereka memang menikah, namun dinding pembatas bernama 'persahabatan' itu justru terasa semakin tebal dan tinggi, mengurung perasaan asli mereka rapat-rapat.

​"Malah melamun lo. Mikirin apa? Mikirin betapa beruntungnya lo punya suami fiktif seganteng gue?" ledek Arga, membuyarkan lamunan Kinar sepenuhnya.

​"Gak usah mulai deh, Ga—"

​TOK! TOK! TOK!

​Belum sempat Kinar menyelesaikan kalimat balasannya, suara ketukan pintu depan yang sangat keras dan tidak sabaran mendadak menggema memenuhi seluruh penjuru kontrakan mereka. Ketukan itu terdengar begitu berisik, seolah-olah sang tamu ingin mendobrak pintu kayu tersebut agar segera terbuka.

​Arga dan Kinar spontan saling berpandangan dengan dahi berkerut. Ini masih jam sembilan pagi, dan mereka tidak sedang menunggu paket kiriman belanjaan online ataupun kunjungan dari pemilik kontrakan.

​"Siapa sih pagi-pagi udah gedor pintu kayak penagih utang?" gerutu Arga sambil berdiri dari kursinya dengan malas. Dia berjalan menuju pintu depan dengan langkah santai, sementara Kinar mengekor di belakangnya karena penasaran.

​Cklek.

​Arga memutar kunci dan membuka pintu depan lebar-lebar. Namun, begitu pintu itu terbuka, senyum mengejek yang biasanya nangkring di wajah Arga langsung lenyap seketika. Tubuh cowok itu mendadak menegang di tempat, sementara Kinar yang berdiri di belakang punggung Arga langsung menahan napasnya dengan mata membelalak sempurna.

​Di ambang pintu, berdiri seorang gadis cantik dengan rambut panjang bergelombang yang dicat cokelat pirang estetik. Penampilannya sangat modis, mengenakan pakaian desainer yang mencolok, lengkap dengan tas jinjing bermerek mahal di tangan kanannya. Di wajah gadis itu, terpasang ekspresi angkuh bercampur amarah yang sangat kentara.

​Dia adalah Selin—mantan kekasih Arga dari kalangan anak orang kaya kampus, sekaligus perempuan yang dulu mencampakkan Arga demi mengejar cowok dari fakultas kedokteran, sebelum akhirnya menyesal dan mencoba mendekati Arga kembali akhir-akhir ini.

​"Arga..." sapa Selin dengan suara yang dibuat sedikit bergetar, matanya langsung berkaca-kaca menatap Arga. Namun, sedetik kemudian, pandangan mata Selin bergeser ke arah belakang bahu Arga, tepat ke arah Kinar yang sedang berdiri dengan kemeja putih kusut dan rambut cepolan asal-asalan.

​Wajah Selin langsung berubah menjadi sangat sinis. Dia melangkah maju satu babak tanpa permisi, menerobos masuk ke dalam teras kontrakan mereka yang sempit.

​"Jadi... gosip di grup angkatan itu beneran ya, Ga?" tanya Selin dengan nada suara yang meninggi, menunjuk Kinar dengan jari telunjuknya yang berkuku lentik. "Kamu beneran tinggal satu atap sama cewek udik ini? Kamu nikah sama dia?! Kamu gila ya, Arga?!"

​Konflik baru yang tidak pernah mereka duga sebelumnya, kini resmi berdiri kokoh di depan pintu rumah mereka, siap menguji seberapa kuat sandiwara dan dinding persahabatan yang sudah mereka bangun selama ini.

Tetap kawal perjalanan sandiwara pasutri gadungan ini sampai akhir! Jangan lupa buat terus tinggalin jejak berupa komentar atau dukungan kalian di bab selanjutnya, karena satu komen dari kalian itu berharga banget buat kelangsungan jari-jariku ngetik, hehe.

Kalian semua luar biasa! Happy reading, and see you in the next chapter! ❤️

1
Delia_Sherlyn
bola mata ap bola apa?
Markario Putra: bola matanya k,siap salah🙏😄
total 1 replies
Delia_Sherlyn
semangat ya kak, mohon izin untuk jadi refrensi🙏
Markario Putra: ok ka👍
total 1 replies
Markario Putra
Untuk sahabat ku semua yang baru membaca novel ku ini,jangan lupa untuk klik tombol IKUTI ya kawan ku semua🙏🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya masuk di aku 🤣. semangat terus ya author.


btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya juga ya. tinggal tekan profile, terima kasih /Smirk//Rose/
Kim Borahae: terima kasih yaa
total 2 replies
Markario Putra
Tinggalkan komentar Anda🙏🙏
Markario Putra: untuk sahabat ku,mohon tinggalkan komentar supaya sy bisa lebih semangat lagi untuk menulis🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!